It's Not Just About You And Me But Us

It's Not Just About You And Me But Us
"Mau gue temani?"



Gaina berkata tanpa malu : "oh?lalu apa?kan gue nanya sama Qirani,mau dia setuju atau gak itu semua hak dia dan gak ada sangkut pautnya sama Lo, meskipun Lo itu abangnya sekalipun!"


Ibu Vina yang melihat mereka bertengkar pun langsung menyela : "sudah-sudah, sekarang mari kita mulai pembelajarannya ya"


Savian dan Gaina sontak diam, Qirani yang tadi melihat mereka tidak lagi bertengkar pun menghela nafas lega lalu mengalikan tatapannya pada Ibu Vina dengan tatapan terimakasih.


Ibu Vina yang melihatnya pun langsung terkekeh geli tapi balas tersenyum, setelahnya mereka melanjutkan pembelajaran yang tertunda.


•••


Jam istirahat berbunyi membuat para siswa-siswi SMA SIONAL SCHOOL berhamburan keluar kelas.


Begitu juga Vlora dan kedua saudaranya, Vlora bangkit dari kursi dan menoleh pada kawan sebangkunya Angelina : "Lo gak ke kantin?"


Menurut Vlora,Angelina itu orangnya asik dan apa adanya membuat Vlora nyaman dan bahkan mereka sudah tampak seperti berteman sejak lama.


Angelina menggeleng : "Lo aja duluan,gue ada urusan sama ibu Shinta"


Vlora memiringkan kepalanya : "mau gue temani?"


Angelina menyengir : "gak perlu ah,Lo ke kantin aja bareng saudara Lo,gue habis dari tempat ibu Shinta mau jumpa sama ayang"


Vlora terkekeh geli : "okeh lah kalo gitu"


Angelina berdiri dan menatap Vlora : "gue luan ya Ra"


Vlora mengangguk setelahnya Angelina pergi dari kelas membuat Vlora berjalan menuju tempat Ardian dan Kevin yang kebetulan berdekatan : "kantin yok"


Ardian merentangkan tangan dengan malas : "aiss,ayo lah, lapar nih gue"


Kevin berdiri sambil mengangguk : "hmm"


Vlora dan kedua saudaranya pun beranjak keluar kelas tetapi sebuah panggilan membuat mereka berhenti.


"Kevin"


Sontak mereka menoleh pada si pemanggil, Vlora melirik bingung,yang memanggil Kevin adalah Salvina gadis cantik yang Vlora ketahui dari Angelina bahwa Salvina termasuk 3 besar jajaran wanita cantik di SMA SIONAL SCHOOL yang sudah diakui oleh seluruh sekolah.


Iya Vlora baru tau bahwa disekolah ini terdapat peringkat pria ataupun wanita cantik di SMA SIONAL SCHOOL, penilaian ini bukan hanya didasari oleh penampilan yang memukau tetapi latar belakang dan prestasi.


Kevin melirik acuh : "apa?"


Salvina terdiam lalu berkata canggung : "itu, pulpen kamu, makasih ya udah pinjamin ke aku"


Kevin tak mengambil pulpen yang disodorkan tetapi hanya menatap santai lalu berkata : "buang kalo Lo gak butuh lagi"


Setelahnya Kevin langsung pergi tanpa menoleh kebelakang, Salvina tertegun,tak menyangka bahwa Kevin bisa acuh dan berkata dengan kejam seperti itu.


Salvina melirik sekeliling yang masih ada murid tersisa dikelas menatapnya dengan tatapan kasihan, lelucon dan penghinaan.


Ardian yang melihat tingkah Kevin hanya menghela nafas tak berdaya : "sorry ya,Kevin orangnya memang begitu kok bukan hanya sama Lo aja tapi orang lain juga"


kecuali Qirani-batin Ardian.


Vlora hanya melirik sekilas tak berbicara, Vlora sudah banyak bertemu dengan berbagai macam wanita dan pria hingga Vlora bisa melihat sekilas bahwa Salvina memiliki sebuah motif mendekati Kevin.


Mungkin cinta pertama?-pikir Vlora.


Salvina mencoba tersenyum : "ah,iya gak masalah,aku ngerti kok"


Ardian menghela nafas lega : "baguslah kalo gitu,gue sama Vlora duluan ya"


Tanpa mendengar jawaban Salvina, Ardian pun pergi bersama Vlora, sejujurnya meskipun tampak ramah Ardian bukanlah orang yang sabar pada orang lain kecuali keluarganya.


Salvina yang ditinggalkan sendirian menatap punggung mereka berdua dengan rumit lalu perlahan matanya menatap pulpen ditangannya seraya bergumam.


"Sialan!"


Vlora berdecak : "gak nyangka ya,baru masuk sekolah Kevin udah ada aja yang suka sama dia mana wanita cantik SMA SIONAL SCHOOL lagi, parahnya belum apa-apa udah ditolak duluan"


Ardian melirik Vlora : "Lo kagum atau nyindir?"


Vlora menatap polos : "dua-duanya"


Ardian menggelengkan kepalanya : "dasar Lo!"


Vlora hanya mengangkat bahu acuh lalu mengalikan tatapannya pada Kevin yang dari tadi hanya diam seolah bukan dirinya lah yang dibicarakan.


Vlora : "Lo gak ada niatan tuh jalin hubungan Vin?"


Kevin berkata malas : "gak"


Vlora terdiam sejenak lalu menatap curiga Kevin : "Lo gak..."


Kevin melirik Vlora : "apa?"


Ardian berkata penasaran : "Lo gak apa Ra?"


Vlora berjalan kedepan mereka berdua yang menatapnya bingung : "Lo gak belok kan?"


Kevin menatap datar Vlora, Ardian langsung tertawa terbahak-bahak : "Haha, astaga!Lo Vin dikatain belok haha"


Kevin menatap acuh : "gue masih suka cewek,itu semua karena mereka bukan tipe gue"


Vlora menatap penasaran : "tipe Lo macam siapa emangnya?"


Kevin tak menjawab dan hanya berjalan kedepan diikuti oleh Vlora yang terus-menerus bertanya penasaran, Ardian dibelakang mereka hanya melirik lalu terkekeh geli seolah mengetahui sesuatu.


Sampai didepan kelas XII-2, Vlora yang tidak mendapatkan jawaban Kevin pun memilih menyerah, dirinya melihat Qirani yang kebetulan keluar bersama Savian.


Vlora memeluk Qirani : "kangen banget gue sama Lo Qi!"


Qirani balas memeluk : "Qirani juga kangen sama Vlora"


Vlora tersenyum : "seberapa besar tuh?"


Qirani merentangkan tangannya: "besar bangettt"


Vlora yang melihatnya pun merasa gemas : "imut banget sih Lo Qi"


Savian dibelakang mereka hanya menatap jengah : "ya ampun! orang yang gak tau bakal ngira kalian gak pernah jumpa 10 tahun,tau gak?"


Vlora menatap cuek : "emang gue peduli?!"


Savian mengendus : "terserah Lo deh"


Vlora tersenyum menang,lalu menarik Qirani pergi menuju kantin diikuti tiga laki-laki tampan dibelakangnya.


Sepanjang jalan mereka menjadi pusat perhatian, mereka berlima hanya berjalan acuh tanpa peduli pandangan orang-orang pasalnya mereka sudah terbiasa menjadi pusat perhatian sebelumnya saat bersekolah di Amerika.


Untungnya masih ada meja kosong,Mereka berlima pun duduk disana setelah memesan sebelumnya.


Kevin menyerahkan susu strawberry yang tadinya sempat dia beli kepada Qirani disampaingnya : "minum"


Qirani yang melihatnya pun tersenyum bahagia : "aaa,sayang Kevin deh"


Kevin hanya tersenyum, Qirani langsung meminum susu strawberry kesukaannya dengan nikmat"


Vlora bertanya sengaja : "punya gue mana?"


Kevin melirik Vlora : "emangnya Lo mau?"


Vlora mengangguk semangat : "mau lah!"


Kevin menyerahkan selembar uang merah : "sana beli"


Vlora sedikit mengendus kesal tapi tetap mengambil uang yang diberikan Kevin padanya dengan senang hati : "siap bos!"


Ardian sontak berkata : "gue nitip jajan ya Ra"


Vlora mengangguk dan mengulurkan tangannya : "uangnya?"


Ardian menunjuk uang merah ditangan Vlora sambil menyengir : "tuh kan ada,lagian susu kotak gak bakal buat uangnya habis kan"


Vlora menggeleng : "gak boleh!uang ini udah jadi milik gue,yakan Vin?"


Kevin mengangguk acuh : "iya"


Ardian bergumam : "pelit amat deh"


Vlora hanya mengabaikan Ardian lalu berjalan menuju penjual makanan dengan penuh semangat.


Kevin tiba-tiba menyerahkan selembar uang merah masing-masing pada Ardian dan Savian.


Ardian menatap haru : "Lo emang Abang yang paling baik Vin, terharu gue"


Savian mengangguk : "setuju, sering-sering ya Vin ngasih uangnya"


Kevin hanya menatap datar mereka, padahal mereka berdua juga memiliki uang pribadi dari pekerjaan mereka belum lagi uang saku yang diberikan oleh mami Elvina dan Papi Delvin.


Ardian dan Savian tak menghiraukan respon acuh Kevin,mereka hanya berjalan menyusul Vlora yang sudah asik-asik milih.


Kevin menatap Qirani : "Lo gak mau beli juga?"


Qirani menggeleng : "Qirani malas jalan"


Kevin terkekeh : "gue beliin,mau?"


Qirani mengangguk lalu menggeleng,Kevin yang melihatnya pun bertanya bingung : "kenapa?"


Qirani mengerutkan bibirnya : "nanti uang Kevin habis gimana"


Kevin tertawa yang membuat ketampanannya bertambah bahkan para gadis disekitar mereka merasa terpesona.


Kevin : "uang gue gak bakal habis,Lo mau beli semahal apapun uang gue tetap gak bakal habis-habis Qi,yang ada selalu bertambah jadi Lo gak perlu khawatir gue mendadak miskin"


Qirani menatap ragu : "beneran?"


Bukannya apa, Qirani tau bahwa para saudaranya memiliki pekerjaan tapi menurut Qirani penghasilan mereka sangat sedikit dan hanya mama dan papanya lah dimata Qirani yang memiliki uang tak terhitung jumlahnya.


Kevin semakin tersenyum : "gue gak pernah bohong sama Lo,jadi dimasa depan kalo Lo mau beli sesuatu bilang sama gue,gak perlu ragu berapapun harganya Qi"