
Baru saja mereka beranjak tiga langkah,orang yang mereka cari pun muncul dengan lima tas belanjaan.
Qirani menatap heran : "kalian mau ngapain?"
Vlora mengerutkan bibirnya : "nyari Lo, kirain Lo kenapa-kenapa lagi"
Qirani menggeleng,lalu menyerahkan semua tas belanjaan ditangannya pada Ardian dan Savian yang paling dekat dengannya : "Qirani cuman mau ngambil nih aja sih"
Vlora dan Qirani kembali duduk diposisi sebelumnya,Kevin hanya melirik dua saudaranya yang kesusahan dengan santai lalu kembali duduk ketempatnya tanpa niat membantu.
Savian mengeluh : "kok bisa sih Lo bawa semua dalam satu gerakan, padahal badan Lo kecil gitu"
Qirani menatap cemberut : "Savian aja yang lemah bukan Qirani yang kecil"
Savian hanya bergumam dan tidak memprotes lagi karena takut Qirani bakal nangis.
Vlora melihat penasaran : "isinya apaan Qi?"
Qirani dengan cepat melepaskan kekesalannya dan langsung tersenyum cerah : "ini isinya jeket yang Qirani bilang waktu kita di Mall kemarin"
Qirani membuka satu persatu dan memberikannya pada para saudaranya, jeket ini berasal dari butik Qirani dan bahkan jeket ini dibantu oleh beberapa desainer terkenal lainnya.
Harganya memang mahal bahkan setara dengan satu mobil sport terbaru, tetapi hasilnya tidak mengecewakan.
Bahan-bahan yang berkualitas dan pemakaian yang nyaman,mode jeketnya sangat modis dan keren bahkan rancangan ini akan dikeluarkan bulan depan oleh semua desainer hanya Qirani yang mendapat hak istimewa tersebut.
Savian memandang terpesona pada jeket bewarna biru tua ditangannya yang bahkan terdapat namanya dengan ukiran yang halus dan indah : "gila sih Qi,ini keren banget mana warnanya pas lagi,gue bakal jadi makin mempesona nih"
Ardian berkata dengan heboh : "Lo benar Vi,lihat deh mana nama gue ada lagi disini buat gue kek geng motor gitu tau gak?!"
Ardian tuh sebelum menjadi selebriti pingin ikutan geng motor tapi sayangnya ditempatnya dulu dia tidak menemukan geng motor yang cocok menurutnya selain itu sekarang dia seorang selebriti jadi mustahil untuk bergabung dalam geng motor seperti itu.
Meskipun tidak bisa menjadi anak geng motor setidaknya dia bisa bergaya layaknya anak geng motor.
Vlora menatap jijik Ardian dan berkata tanpa ampun : "mimpi Lo jadi geng motor?!naik motor aja Lo kaga bisa bodo!"
Iya Ardian dulunya pingin jadi anak geng motor dari pada 'karena gak ada geng motor yang cocok' lebih karena gak ada yang mau menerima Ardian karena gak bisa bawa motor.
Ardian bisa bawa mobil cuman kalo motor sama sekali gak bisa itu sebabnya dia dengan marah memasuki industri hiburan dengan motivasi bakal lebih keren dan mempesona dari para geng motor yang menolaknya.
Ardian : "..."
•••
Keesokan harinya...
Ardian : "Vlora, Savian, Qirani cepetan ah,lama tau gak Lo semua"
Kevin menatap malas Ardian : "gak usah sok paling cepat,Lo aja baru sampai"
Ardian menyengir : "oh iya lupa hehe"
Kevin hanya mengendus tak menanggapi Ardian lagi, Ardian hanya cuek lalu kembali berteriak seakan lupa kalo habis di tegur sama Kevin.
Ardian : "Cepetan elah!nanti kita telat kan gak lucu"
Vlora,Savian dan Qirani serentak keluar dari life, Vlora langsung menatap sinis Ardian.
Vlora : "gak usah teriak napa!masih pagi gak bakal telat juga"
Savian mengangguk setuju : "biasanya juga Lo paling lama diantara kita semua, tumben Lo cepet bangun?"
Ardian mengendus : "hilih,gue kan abang Lo pada jadi gue mau jadi contoh yang baik buat kalian,yakan Vin"
Kevin hanya mengangguk malas : "hm"
Ardian : "nah kan!"
Qirani menguap : "udah-udah, Qirani lapar Lo ini,makan dulu ayo"
Vlora menggeleng : "kalo makan cepet Lo, yaudah yok makan"
Semuanya mengangguk lalu pergi keruang makan yang dimana Elvina dan Delvin sudah duduk rapi.
All : "selamat pagi Pi,mi"
Delvin tersenyum : "pagi"
Elvina : "pagi sayang,sini duduk nanti makanannya dingin lagi"
Savian bersorak : "wihhh,enak nih "
Vlora : "mana makanannya banyak lagi"
Elvina tersenyum : "ini kan hari pertama kalian,jadi harus spesial dong"
Qirani menatap berbinar makanan dimeja : "kalo gitu mi, Qirani mau tiap hari itu hari spesial deh"
Elvina terkekeh : "kamu bisa aja sayang, yaudah kalian makan nanti telat lagi"
Kevin mengangguk : "iya mi"
Setelah sarapan mereka pun pergi keluar rumah.
Delvin menatap Kevin : "Vin,kamu tau kan arah sekolah kalian? atau kalian diantar supir aja?"
Kevin : "Kevin tau arahnya Pi,gak usah diantar pak Bono"
Delvin : "kamu yakin?"
Delvin mengendus : "kamu ngusir papi"
Ardian mengangkat tangan menyerah : "Ardian gak ngusir Pi, Ardian kan cemas kalo papi nanti telat "
Delvin : "gak bakal ada yang marahin papi kalo telat,kamu lupa papi bosnya?"
Ardian menyengir : "lupa Pi"
Delvin hanya menatap malas pada putra keduanya lalu mengalikan tatapannya pada Elvina yang tersenyum.
Delvin mencium kening Elvina : "Aku kerja dulu ya sayang"
Elvina tersenyum malu : "iya Pi"
Savian mengelus dada : "Pi,mi kami masih ada disini loh"
Delvin menyipitkan matanya : "iri kamu?"
Savian mengangguk : "iya Pi"
Delvin tersenyum : "kasihan"
Savian : (☉。☉)!
Ardian : "Haha, kasihan amat ya Lo Vi,gak heran masih jomblo sampai sekarang"
Savian menatap sinis Ardian : "jangan sok ngatain gue deh,Lo juga masih jomblo sampai sekarang "
Ardian terkekeh : "heh,gue itu punya banyak banget pacar kalo gak percaya lihat gih dimedia sosial"
Vlora menyahut : "hilih,Lo jomblo kali, mereka tuh cuman fans Lo"
Ardian mengangkat bahu : "sama aja"
Elvina menggeleng : "udah-udah, mending kalian ke sekolah sekarang biar gak telat"
Delvin mengangguk : "benar kata mami kalian, sana-sana pergi kalian"
Elvina tersenyum pada Delvin : "kamu juga mas,kan mau kerja "
Savian : "Haha"
Delvin menatap tajam Savian : "uang jajan kamu bulan ini dipotong!"
Savian memelas : "Pi, jangan dong"
Delvin : "gak ada negosiasi,kalian baik-baik disekolah kalo ada apa-apa kabarin papi"
Delvin memasuki mobil lalu berlalu dari kediaman keluarga Adhitama,Savian menatap kepergian Delvin dengan wajah kusut.
Savian : "mi, jangan potong uang jajan aku bulan ini ya"
Elvina mengangkat bahu : "mami gak bisa ikut campur kalo masalah ini sayang"
Ardian menepuk bahu Savian sambil terkekeh : "mangkanya kalo besok mau ketawain papi diam-diam jangan terang-terangan kayak Lo tadi"
Savian menatap para saudaranya : "kalian juga emang tadi ada ketawa?"
Vlora memasuki mobil dan berhenti sejenak lalu menatap Savian : "itu Lo tau"
Savian melebarkan mata : "kok gue gak denger?"
Qirani mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil lalu menyengir : "Savian mau tau?"
Savian mengangguk semangat : "iya!"
Qirani tersenyum : "sini deh biar Qirani bisikan"
Savian berjalan menuju Qirani : "Kasih tau cepet"
Qirani : "jawabannya adalah... Rahasia!"
Savian menatap Qirani : "awas ya Lo gue balas nih"
Savian memasuki mobil dan menggelitik Qirani yang tadi masih makan coklat.
Qirani berusaha menghindar : "aduhh,Haha ampun Vi...Haha.. Qirani haha...minta ampun deh haha"
Savian : "gak ada ampun-ampun"
Ardian mengangkat bahu cuek saat tatapan matanya bertemu dengan Kevin,lalu Ardian memasuki mobil dan duduk disamping kursi pengemudi,Ardian menatap Kevin lalu melirik kursi pengemudi seolah berkata 'Lo yang bawa'
Kevin hanya menghela nafas melihat kelakuan para saudaranya lalu diapun masuk ke mobil sport mewah tersebut.
Elvina terkekeh geli melihat kelakuan mereka : "hati-hati dijalan ya sayang"
Savian yang sudah berhenti menggelitik Qirani : "siap mi!"
Vlora yang tadi asik nonton Savian dan Qirani : "bye mami ku sayang"
Qirani yang udah sedikit lega : "Qirani pergi dulu mi, jangan rindu sama Qirani yaa"
Ardian tersenyum menatap Elvina : "kami pergi dulu mi"
Kevin mengangguk : "oke mi"
Kevin langsung melajukan mobil sport mewah tersebut Keluar dari kediaman keluarga Adhitama, Elvina hanya melambaikan tangan sampai mobil mereka tidak terlihat lagi.