It's Not Just About You And Me But Us

It's Not Just About You And Me But Us
"Mami ada lihat Kevin?"



"Mamiii"


Teriakan itu terus bergema dalam kediaman mewah keluarga Adhitama,dia Vlora Angraeni anak ketiga dari keluarga Adhitama.


Elvina nyonya keluarga Adhitama hanya terkekeh geli melihat putrinya.


Elvina : "Kenapa sih sayang?"


Elvina menatap heran pada wajah Vlora yang kesal padahal ini masihlah pagi mana bawa kantongan plastik lagi.


Vlora : "Mi,lihat deh ini tempat kemarin cemilan aku...masa udah abis"


Elvina : "loh?kalo gitu nanti beli aja lagi sayang,nanti minta beliin bibi ayu"


Vlora : "Iya sih mi,tapi kan ini aku beli buat Qirani.Nanti kalo Qirani nyemil gimana? biasanya kalo Qirani gak makan cemilan favoritnya,dia bakal sakit perut lagi"


Vlora menghela nafas,di antara mereka Qirani itu paling suka cemilan.Karena itu biasanya mereka bersaudara selalu punya stok sendiri dikamar untuk Qirani.


Iya Qirani gak punya cemilan favoritnya dikamar pribadinya karena Qirani itu selalu ceroboh dan pelupa, pernah suatu hari Qirani nyimpen cemilan favoritnya sendiri eh malah jatuh dibawah tempat tidur lagi mana Qiraninya lupa sampai udah pada semutan.


Itulah sebabnya mereka berempat selalu stok cemilan terutama favoritnya Qirani dikamar masing-masing.


"Punya gue masih ada kok"


Suara serak itu membuat mereka berdua menoleh,itu Ardian Adhlino anak kedua keluarga Adhitama.


Vlora menatap Ardian berbinar: "serius Ar?"


Ardian : "iya"


Vlora tersenyum lalu merangkul Ardian : "makasih saudaraku tersayang"


Ardian : "santai aja"


Elvina menggelengkan kepalanya melihat kedua anaknya,Ardian pun menoleh pada Elvina yang tersenyum.


Ardian : "mami ada lihat Kevin? soalnya aku tadi cari dikamar tapi Kevinnya gak ada"


Elvina : "memang gak ada di rumah,Kevin tuh ikut sama papi ke kantor.Kan kita baru pindah ke Jakarta jadi perusahaan papi dijakarta ada yang perlu diurus nah Kevinnya minta ikut katanya sih bosan kalo dirumah aja"


Elvina menghela nafas mengingat anak pertamanya itu, bukannya apa diantara lima anaknya cuman Kevin Ardana yang memiliki IQ tertinggi.


Saat Kevin kecil dia akan selalu mau ikut bersama sang papi-Delvin ke perusahaan,tentu saja bukan untuk bermain dikantor melainkan ikut rapat perusahaan bahkan saat usianya 13 tahun sang papi sempat menguji Kevin dengan proyek besar senilai ratusan juta dan Kevin berhasil akan proyek tersebut.


Sejak itu Kevin lebih suka dengan proyek-proyek besar dari pada mengerjakan tugas sekolah, Elvina akui dengan IQ tinggi Kevin bahkan dia bisa dari dulu langsung tamat sekolah hanya saja Elvina dan Delvin tidak menyetujui hal tersebut.Bagi mereka masa remaja hanya sekali dan Kevin juga harus merasakan masa remaja berasama para saudaranya yang lain.


Vlora meringis : "Haisss...gini nih yang punya IQ kelebihan,enakan dirumah dari pada ngurus berkas yang berisi kata-kata yang sulit dipahami"


Ardian mengangguk setuju : "Ckck,kalo gitu Savian mana mi?gak mungkin ikut sama papi ke perusahaan Kan? Savian kan orangnya paling malas berurusan dengan bisnis seperti itu"


Elvina terkekeh geli,apa yang dikatakan Ardian Memang benar berbeda dengan anak pertamanya yang suka bisnis dari kecil,anak keempatnya Savian Alterio lebih tertarik membuat penemuan-penemuan baru dan unik.


Savian memiliki laboratorium sendiri yang sudah di izinkan oleh negara dan bahkan berisi orang-orang berbakat didunia,Elvina ingat saat anak keempatnya itu berusia 16 tahun Savian berhasil menciptakan alat yang unik untuk membantu negara dan bahkan Savian menjadi aset serta perlindungan negara.


Elvina : "Kamu ini...Savian udah izin sama mami tadi sebelum Vlora datang,nah Savian bilang dia ada janji temu dengan presiden sekarang"


Ardian : "Kok mendadak mi?ada masalah serius apa?"


Elvina : "gak ada yang serius kok,cuman karena kita baru sampai di Indonesia jadi presiden mau ngobrol ringan aja sama Savian "


Vlora bersorak heboh : "Hebat ya adik gue,belum ada satu hari kita tinggal di Indonesia tapi langsung diundang jumpa sama presiden "


Ardian : "Kalo gue gimana?"


Vlora melirik Ardian : "sama sekali gak hebat!!!"


Ardian seorang selebriti terkenal,dari kecil sudah bermain film dan drama bahkan sudah memenangkan dua kali penghargaan aktor terbaik,selain itu dia juga seorang penyanyi dengan jumlah pengikut melebihi selebriti Asia lainnya.


Pengikut Ardian termasuk penggemar sejati juga rata-rata dari kalangan elit didunia, itulah sebabnya hanya Ardian yang tidak pernah dikambing hitamkan sama media karena para penggemar Ardian tidak akan percaya kecuali Ardian sendiri yang berbicara, penggemarnya juga termasuk mendominasi jika idola mereka yang dilecehkan.


Vlora menetap malas Ardian : "hih gue ingat ya, waktu kita masih sekolah di Amerika kemarin-kemarin itu penggemar Lo ngikutin gue Mulu tau gak!mana bilang gue adek perempuan lagi emangnya gue punya kakak perempuan gitu?"


Iya Vlora kesal waktu mereka sekolah di Amerika kemarin,semua penggemar Ardian yang sekolah disana selalu ngikutin dan juga ngasih berbagai hadiah emang sih enak dapat hadiah mana yang mahal-mahal lagi tapi kan lama-lama ganggu juga.


Ardian : "Itu tandanya mereka benar-benar sayang sama gue itu sebabnya mereka juga sayang sama keluarga gue, nikmati aja kali"


Vlora : "Tapi kan tetap aja"


Elvina : "udah-udah, mending kalian mandi sana lalu keruang makan.Bentar lagi papi, Kevin sama Savian bakal pulang "


Ardian berpose hormat : "Siap bos!!!"


Vlora : "Aku udah mandi kok mi,aku ikut ya mau buat kue sekalian "


Elvina : "Yaudah,eh Ar nanti kalo kamu udah selesai siap-siap sekalian kamu bangunin Qirani ya"


Ardian mengangguk : iya mi"


Elvina menatap Ardian sampai memasuki lift dan tak terlihat lagi barulah dia memandang putrinya


Elvina : "Ayo sayang"


Vlora : "Yes mami"


•••


*DAPUR*


Bibi Ayu : "Eh nyonya,non"


Elvina : " semua udah siap bi?"


Bibi Ayu : "dikit lagi nyonya,chef Dion belum masak makanan penutup "


Vlora : "terus Chef Dionnya mana bi?"


Bibi Ayu : "ke kamar mandi bentar non"


Vlora : "oh...kalo gitu aku langsung buat kue aja kali ya mi"


Elvina : "yaudah,kamu mulai aja sayang"


Bibi Ayu : "wahh non Vlora mau buat kue?bibi boleh bantu-bantu gak? soalnya kue ataupun masakan non Vlora itu gak ada tandingannya "


Vlora dari kecil suka memasak sampai pada usia 15 tahun dia pun mengikuti kompetisi masak internasional dan berhasil mendapatkan juara pertama,bahkan vlora juga sudah membuka restoran diberbagai negara tempat kelas atas berada.


Vlora menyengir : "Bibi bisa aja deh,mi kalo gitu mami duduk aja diruang tamu, masalah dapur mami serahin aja sama Vlora"


Elvina : "okeh kalo gitu,mami bakal tunggu masakan dari Chef Vlora "


Vlora : "Siap!"


|√|VLORA ANGRAENI


•Anak ketiga Mami Elvina dan Papi Delvin


•Umur : 17 tahun


•Pada usia 15 tahun mengikuti kompetisi masak internasional dan berhasil mendapatkan juara pertama,Selain itu Vlora juga membuka restoran yang diberikan nama  'VLARA'  diberbagai negara yang menjadi tempat kelas atas.