
*KAMAR ARDIAN*
Beberapa menit setelah mandi dan berpakaian bersih.
Ardian melihat dirinya dicermin yang selalu memperlihatkan wajah tampannya,saat ini dia memakai baju warna coklat yang mirip dengan Vlora dengan merek "QILA".
Ini semua karena si bungsu Adhitama-Qirani Aqilla,Qirani dari kecil memiliki hobi mengatur fasihon keluarga Adhitama yang membuat pakaian ataupun barang-barang couple terutama bareng keempat saudaranya.
Bahkan karena hal itu Qirani membuat merek Fashionnya sendiri yang terkenal secara nasional dan internasional,juga Qirani memiliki butik diberbagai negara.
Itulah sebabnya setiap hari mereka selalu memakai pakaian couple dan kadang barang-barang juga couple.
Ardian : "oke,dah rapi dan ganteng, saatnya ke kamar si bungsu"
Ardian mengambil dua susu kotak strawberry favorit Qirani lalu berjalan keluar kamar,jarak kamar mereka berlima memang tidak jauh bisa dibilang tetangga.
Ardian cukup berjalan sedikit kedepan dan mengetok pintu kamar yang bertuliskan Qirani Aqilla diatasnya.
*Tok tok tok*
Ardian : "Qirani"
Qirani : " masuk aja Ar, pintunya gak dikunci kok"
Ardian : " oke"
*klik*
Ardian berjalan mendekati Qirani yang sedang duduk di sofa memegang sebuah novel, Qirani tersenyum lalu mengambil dua susu kotak strawberry ditangan Ardian tak lupa mencium pipi Ardian.
Qirani: "selamat pagi Ardian"
Ardian tersenyum : "pagi Qirani,Lo kok gak turun kalo udah siap gini?"
Qirani menyengir : "Qirani lupa hehe"
Ardian menggeleng : "ada-ada aja, yaudah yok turun,yang lain pasti udah pada nunggu"
Qirani tersenyum sambil merentangkan kedua tangan mungilnya yang memegang susu kotak strawberry : "gendong tapi yaa, Qirani mager jalan soalnya "
Ardian mengetuk pelan kening Qirani sambil terkekeh kecil : "manja"
Ardian mengendong Qirani ala bridal style lalu berjalan keluar,Qirani hanya tertawa sambil meminum susu kotak strawberry.
Qirani : "Papi gak ke kantor emang?"
Ardian menutup pintu kamar : "Udah pulang kayaknya bareng sama Kevin"
Qirani : "emangnya Kevin juga ikut sama papi ke kantor?"
Ardian : "iya Qi"
Qirani : "lalu kalo Vlora sama Savian mana?"
Ardian memasuki lift dan menekan tombol lantai satu : " Vlora lagi masak katanya tadi,kalo Savian jumpa sama presiden "
Qirani : "Presiden ngapain manggil Savian? Vlora masak?gak sabar deh pingin makan makanan buatan Vlora "
Ardian : "Savian jumpa presiden cuman sekedar ngobrol,bdw Qi mending Lo nikmati aja deh tuh susu kotak strawberry dari pada ngomong terus lalu nanti tenggorokan Lo sakit lagi"
Ardian perlu ekstra sabar sama semua saudaranya yang punya kepribadian berbeda terutama Qirani yang paling cerewet,ceroboh, pelupa dan rada polos.
Vlora?dia beda sama Qirani, Vlora itu kalo kata Ardian sih bar-barnya minta ampun,gak ada akhlak, kelakuan kek laki-laki padahal Fashionnya feminim,bahkan Ardian pernah bawa Vlora ke dokter siapa tau salah minum obat atau terlalu depresi.
Kalo si jenius Kevin tuh gak banyak bicara tapi buat darah tinggi, gimana gak coba?Ardian bicara panjang lebar sama dia,eh dianya malah jawab 'hm','oh','iya','gitu', ngeselin kan? mangkanya itu Ardian seneng kalo lihat Qirani yang ngomong sama Kevin karena dia gak bakal respon sesingkat itu kalo gak Qirani bakal nangis ngira dia dibenci sama saudaranya sendiri.
Kalo kalian tanya tentang Savian,dia ini selalu jadi bahan jahil para saudaranya,Savian itu rada cerewet,jahil,gak peka sama kode cewek di luaran sana dan si paling receh.
Nah Ardian sendiri sih gak terlalu bar-bar kayak Vlora,gak terlalu cuek kayak Kevin, ataupun gak terlalu jahil kayak Savian dan gak terlalu cerewet kayak Qirani,Ardian bersikap sesuai situasi dan lawan bicaranya.
Qirani : "...."
*Ting*
Ardian mengerucutkan kening lalu menatap kebawah dan melihat Qirani diam : "kok diam?Lo marah?"
Qirani : "...."
Ardian : "Qi?"
Qirani menyipitkan matanya : "Ihhh,apa sih Ar.Qirani itu diam karena takut tenggorokannya sakit, padahal tadi Ar sendiri yang saranin buat Qirani diam tapi malah Ardian sendiri yang ngajak ngomong Qirani,kalo nanti tenggorokan Qirani sakit gimana?Ar mau tanggung jawab apa?"
Ardian : (☉。☉)!
•••
*RUANG MAKAN*
Vlora : "Gimana mi?"
Elvina : " mami kasih nilai 100,ini enak banget loh sayang"
Vlora tersenyum malu-malu: "aaaa,mami"
Elvina : "serius loh Ra, masakan kamu makin kesini makin enak deh"
Vlora : "mami suka?nanti aku buatin lagi deh"
Elvina : " makasih sayang,tapi mami ajarin buat kue gini ya, soalnya mami mau buat kue gini kalo ada arisan dirumah"
Vlora : "Siap mi, Vlora bisa kok buat kue ataupun cemilan ringan lainnya kalo ada arisan dirumah"
Elvina : "gak usah sayang,nanti kamu kecapean lagi,mana nantinya kamu sekolah kan.Mending mami aja yang buat sekalian buat pamer keahlian masak mami sama kawan-kawan mami"
Vlora : "okeh deh mi,tapi Vlora boleh dong bantu-bantu kalo lagi senggang"
Elvina : "boleh kok"
"Boleh apa nih?"
Suara berat itu membuat Elvina dan Vlora menoleh,yang datang tak lain Delvin, Kevin dan Savian.
Vlora berlari kecil dan memeluk Delvin: "papiii"
Savian menyengir: "gue sama Kevin gak dipeluk nih?"
Vlora menatap malas Savian: "gak ah,gue kan cuman kangen sama papi bukan sama kalian"
Savian : "asem!"
Delvin terkekeh sambil mengelus kepala Vlora : "udah-udah,kamu masak apa sayang? kok baunya enak banget dari ruang tamu udah kecium loh baunya"
Elvina tersenyum : "itu Vlora masak kue,enak banget loh Pi"
Delvin : "papi mau coba deh"
Vlora bersorak: "biar aku yang ambil buat papi"
Vlora mengambil sepotong kue dan memberikan pada Delvin : "ini buat papi"
Delvin menggambil kue yang diberikan: "makasih sayang"
Vlora menatap penuh harap: "sama-sama papi,coba deh Pi.Enak gak?"
Delvin : "uhm...ini enak banget kok,papi kasih nilai 100 deh"
Vlora menyengir: "heheh,papi bisa aja"
Savian mengelus dada : "Vin kita berasa dianaktirikan deh"
Kevin melirik Savian lalu duduk di kursi: "Lo aja"
Savian melongo melihat Kevin yang langsung makan kue yang udah dipotong sama Vlora.
Savian bergumam : "gini ya rasanya dianaktirikan"
Elvina menggeleng: "Savian makan juga sini"
Savian tersenyum haru : "mami paling best deh"
Delvin : "makan pelan-pelan Vi, nanti tersedak lagi"
Savian : "uhk"
Elvina menyerahkan segelas air : "kan baru aja dibilang makan pelan-pelan sama papi"
Kevin yang kebetulan duduk didepan Savian langsung menggeser posisi duduknya menjauh dari Savian yang tersedak seperti ikan kekurangan air mana ekspresinya gak difilter lagi sungguh tak tertahankan.
Savian meminum habis : "leganyaa"
Vlora : "Ck,doa dulu mangkanya bukan asal ngambil elah"
Savian : "namanya kan gue terharu sama mami yang pengertian banget sama gue gitu loh"
Kevin : "lebay"
Savian menatap terluka pada Kevin : "tega kamu ya mas"
Kevin rasanya ingin muntah : "jijik Vi"
Vlora : "udah deh Vi,Lo jangan sewot kayak cewek.Kalo rekan-rekan Lo ngelihat Lo kayak gini yang ada langsung mengundurkan diri kali ya"
Savian menatap kesal Vlora: "enak aja Lo kalo ngomong,lagian Lo mau gitu gue kayak Kevin?yang ngomong irit banget?mau Lo rumah ini bakal sepi kayak kuburan?iya?"
Vlora melirik Kevin yang masih asik makan: "gak sih hehe,Lo napa sih Vin irit banget kalo ngomong"
Kevin : "capek ngomong "
Vlora & Savian : "Astaghfirullah"
|√|ARDIAN ADHLINO
•Anak kedua Mami Elvina dan Papi Delvin
•Umur : 17 tahun
•Ardian adalah Selebriti terkenal,dari kecil sudah membintangi film dan drama bahkan Ardian dua kali memenangkan aktor terbaik.Selain itu menjadi penyanyi dengan jumlah pengikut melebihi para selebriti Asia lainnya.