It's Not Just About You And Me But Us

It's Not Just About You And Me But Us
"Salam dulu"



*KEDIAMAN ADHITAMA*


Vlora berteriak : "mamiii,Papiii kami pulang"


Kevin : "salam dulu"


Savian : "tau tuh,bukan asal teriak"


Ardian : "dosa Lo"


Vlora menatap kesal lalu berteriak kencang : "ASSALAMUALAIKUM"


Ardian tersenyum : "pintar"


Elvina yang duduk ruang tamu : "Wa'alaikum salam,jangan teriak-teriak gitu Ra "


Elvina menggeleng melihat Vlora yang teriak-teriak kayak di hutan, Qirani berlari kecil dan langsung memeluk Elvina yang dibalas Elvina sambil mencium pipi tembam Qirani.


Elvina : "senang ya?"


Qirani : "banget mami"


Elvina terkekeh gemas : "bagus deh kalo kamu seneng sayang "


Vlora duduk sebelah Qirani : "mi,papi mana?"


Elvina : "ruang kerja ada konferensi video tentang perusahaan"


Vlora mengangguk : "oh..."


Kevin menatap Elvina : "aku ke kamar ya mi,mau mandi"


Elvina : "iya"


Elvina menatap Kevin yang berjalan ke lift lalu mengalikan tatapannya pada Ardian dan Savian : "kalian gak mandi juga?gak gerah emang?"


Ardian menyengir : "ini mau mandi mi, cuman mager jalan"


Elvina menggeleng : "ada-ada aja kamu,kalo Savian juga mager jalan?"


Savian : "gak mi,aku mau langsung pergi ke laboratorium ya"


Elvina mengerutkan kening : "kok mendadak Vi?"


Savian : "gak mendadak mi, emang rencananya aku mau ke sana hari ini tapi karena kita pergi ke Mall aku tunda dulu deh"


Elvina : "emang kamu gak capek? besok aja emang gak bisa Vi?"


Savian tersenyum : "gak bisa mi,aku mau lihat jam tangan canggih yang aku bilang waktu itu.Kan idenya dari aku nah aku juga wajib lihat udah sampai mana mi"


Elvina : "yaudah kalo gitu,tapi jangan pulang malam-malam ya"


Savian berpose hormat : "siap ibu negara "


Elvina terkekeh kecil dan menatap Vlora setelah Savian tak terlihat lagi : "Kamu gak mandi Ra?"


Vlora : "nanti aja mi"


Ardian : "paling mager juga dia tuh mi"


Vlora : "enak aja,Lo kira gue itu Lo!"


Ardian : "iya in aja deh,biar cepat"


Vlora menatap kesal Ardian lalu menghampiri Ardian yang menyender di sofa.


Ardian menatap waspada : "mau ngapain Lo?"


Vlora tersenyum : "mau ubah gaya rambut Lo biar makin cakep"


Vlora tuh kesal banget sama Ardian dan milih diam dari tadi tapi malah Ardian gak sadar diri jadi Vlora narik rambut Ardian yang langsung dibalas teriakan dan permintaan maaf Ardian.


Ardian : "AMPUN RA!!"


•••


*LABORATORIUM ANLERO*


Savian berjalan tanpa tergesa-gesa masuk kedalam laboratorium miliknya, disepanjang jalan Savian hanya tersenyum dan menjawab seadanya pada orang-orang yang menyapanya.


Jika didepan keluarganya,Savian adalah orang yang cerewet,jahil dan receh maka saat ini dia menjadi orang yang bermartabat dengan aura tak terjangkau.


Sebelum Rio memutuskan untuk bergabung dengan Savian, awalnya banyak orang-orang dari pusat laboratorium terkenal lainnya didunia mengundangnya untuk bergabung tapi sayangnya Rio menolak mentah-mentah mereka dan anehnya Rio sendiri memilih mengajukan diri pada laboratorium milik Savian yang saat itu belum seterkenal ini.


Jika ditanya alasannya maka Rio akan menjawab itu semua karena dia sangat mengagumi Savian yang bisa membuat penemuan-penemuan yang luar bisa meskipun Savian lebih muda tiga tahun darinya,Rio tetap ingin bekerja bersama dengan orang seperti itu yang bisa membuatnya mempelajari banyak hal.


Savian mendekat : "gimana bang?"


Rio berkata dengan nada gembira yang tak bisa disembunyikan : "hampir 80%, sebentar lagi kita pasti berhasil"


Savian mengangguk dan menatap santai pada jam tangan canggih didepannya : "sepertinya tidak sampai bulan depan benda ini akan selesai "


Rio tersenyum : "Lo benar,Tian juga bakal kembali ke Indonesia untuk membantu menyempurnakan jam tangan canggih ini"


Savian menatap heran : "dia bakal kembali ke Indonesia?"


Rio : "iya, semalam dia ngabari gue.Rencananya sih datang hari ini tapi sayangnya dia masih ada penelitian di Amerika jadi dia bakal ke Indonesia seminggu lagi"


Savian mengangguk mengerti : "baguslah kalo gitu,makan banyak yang campur tangan makin cepat hasilnya"


Rio tersenyum setuju : "benar, ngomong-ngomong Lo gak ada niatan sekolah di Indonesia?banyak Lo sekolah bagus di Indonesia lagian Lo masih muda jangan sia-siakan masa muda Lo deh Vi.Masa muda itu cuman sekali mending nikmati"


Savian menghela nafas : "astaga,gue tau kali bang.Lagian mami sama papi gak bakal izinin gue berhenti lanjutin pendidikan"


Runtuh sudah sikap bermartabat dan luar bisa yang dari tadi melekat pada Savian,Rio tidak terkejut sama sekali,dia sudah mengenal dengan baik Savian.


Rio : "itu tandanya orang tua Lo sayang sama Lo lah"


Savian mengangguk setuju : "gue tau sih, mangkanya gue setuju sama mereka"


Rio hanya terkekeh kecil dan menepuk pundak Savian seolah menyemangati.


Savian : "oh iya,gue hampir lupa mau ngambil kalung yang udah gue buat"


Rio menatap heran : "kok Lo mau ngambil sekarang? emang ada apa?"


Savian menggeleng : "gak napa sih,cuman ya...gue Ama para saudara gue bakal ke sekolah baru nah gue mau ngambil kalung itu buat jaga-jaga jika ada salah satu dari kami dalam bahaya lagian kami nantinya mungkin gak bisa 24 jam saling mantau kan?"


Rio : "jadi Lo buat kalung yang dilengkapi alat pendeteksi lokasi sama perekaman suara gara-gara itu?"


Savian berjalan ke ruang pribadinya yang diikuti Rio : "iya"


Rio terus mengikuti sampai mereka berhenti disebuah lemari kaca yang indah dan Rio bisa melihat lima kotak cantik ditengah-tengah.


Rio menatap Savian yang mengeluarkan salah satu kotak dan membukanya,Rio memang udah pernah lihat sebelumnya tapi hal itu tidak bisa membuat Rio menahan nafas.


Gimana ya,semua kalungnya memiliki warna yang sama hanya bentuk yang berbeda tapi bukan hal ini yang membuat Rio menahan nafas,tapi harga kalung itu sendiri.


Rio memang memiliki banyak uang tapi dia belum pernah melihat orang seperti Savian yang bisa membakar uang dengan santai.


Jika dulu Rio ditanya kenapa memilih Laboratorium ANLERO maka Rio akan menjawab karena dia mengagumi Savian tapi jika pertanyaan itu diulang sekarang maka Rio akan menjawab tanpa ragu karena Savian bos dengan banyak uang.


Kenapa? karena pengalaman bekerja Rio membuat Rio melihat dan bahkan menyentuh barang-barang yang harganya tidak manusiawi.


Bahkan semua barang-barang yang mereka gunakan di Laboratorium ini memiliki nilai setidaknya ratusan juta entah itu hanya sendok makan yang terbuat dari emas ataupun gelas dengan hiasan berlian.


Belum lagi gaji mereka setara dengan gaji satu senior penelitian terkenal di dunia, bagaimana Rio tidak semakin betah coba?


Oke, kembali ke kalung yang dilihat Rio.rantai kalung bewarna kuning iya itu emas asli yang langsung dari tempatnya,saat Rio lihat emas asli yang langsung dari tempatnya Rio gak bisa mengendalikan tangannya yang gemetar mana emasnya bukan satu atau dua lagi.


Ada dua kalung yang tertera dengan nama VA dan QA yang sangat halus dan cantik dengan berlian didepannya membuatnya tampak semakin indah.untuk Vlora, Savian sengaja membuat bintang yang berarti selalu bersinar dibanyak tempat dengan caranya sendiri sedangkan untuk Qirani dia membuat sebuah kelinci yang lembut dan tampak konyol seperti Qirani.


Untuk Kevin,dia membuat seekor singa yang selalu tenang tapi mendominasi saat wilayahnya dilanggar sama seperti Kevin yang tenang dipermukaan tapi menyeramkan didalamnya.Sementara Ardian sendiri dia membuat seekor rubah,ya menurut Savian sendiri Ardian seperti rubah yang lembut dipermukaan tapi licik didalam.


Savian sendiri hanya membuat sebuah bentuk peralatan penelitian mini sangat sesuai dengan dirinya yang menyukai penelitian.


Rio memaksa senyum : "hahh, ngeri gue lihatnya.Harga satu kalung keknya udah bisa beli rumah mewah sama mobil deh"


Savian terkekeh : "Lo bisa aja bang"


Rio : "gue gak bercanda elah"


|√|SAVIAN ALTERIO


•Anak keempat Mami Elvina dan Papi Delvin


•Umur : 17 tahun


•Savian dari kecil suka membuat penemuan-penemuan baru dan unik,saat usia 16 tahun Savian berhasil membantu negara dengan alat buatannya sendiri dan bahkan Savian menjadi aset negara serta perlindungan negara.Savian memiliki Laboratorium sendiri bernama 'ANLERO' yang berisi orang-orang berbakat didunia.