
Keesokan harinya, Bella mendatangi alamat restoran yang Naya berikan. Wanita itu berpakaian rapi dengan kemeja berwarna putih dan rok biru selutut.
Di usianya yang sudah dua puluh tujuh tahun, Bella masih terlihat sangat muda. Ia memiliki kulit yang putih dan lembut, dengan tubuh tinggi dan rambut panjang bergelombang, Bella adalah kembang desa di tempat asalnya.
Bella menyapa ramah pegawai restoran, ia mengatakan jika dirinya sudah membuat janji dengan pemilik restoran. Seorang pegawai pun mengantar Bella ke sebuah ruangan untuk menemui pemiliknya.
"Selamat pagi," sapa Bella ramah.
"Selamat pagi. Ah, apa kau Isabella?" tanya pemilik restoran bernama Tyo itu.
"Ya, benar." Bella mengangguk.
"Silahkan duduk, Naya sudah menghubungi saya. Dia bilang jika temannya akan datang."
"Tujuan saya datang kemari adalah untuk melamar pekerjaan. Ini berkas lamaran kerja saya," ujar Bella sambil memberikan sebuah map coklat yang berisi tentang data diri serta berkas-berkas penting sebagai syarat melamar kerja.
"Sebenarnya, restoran ini sudah memiliki cukup pegawai. Kami tidak membuka lowongan pekerjaan. Namun, Naya memohon agar saya menerimamu. Dia bilang, kau benar-benar butuh pekerjaan ini," jelas Tyo.
"Benar, Pak." Bella mengangguk.
"Tapi, Naya berpesan agar saya tidak memberikan pekerjaan yang berat padamu karena kau sedang hamil. Lalu apa yang bisa kau kerjakan di sini?"
"Saya bisa menjadi tukang bersih-bersih. Saya juga bisa memasak, tapi saya tidak pandai menggunakan komputer."
"Sejujurnya, saya tidak bisa mempekerjakan wanita hamil, tapi karena ini permintaan Naya, maka saya menerimamu."
"Saya berjanji kehamilan ini tidak akan menggangu pekerjaan saya."
"Baiklah. Mulai hari ini kau bisa langsung bekerja. Meskipun restoran ini tampak sederhana, tapi kami menerima banyak sekali pelanggan kelas atas, seperti pengusaha, pebisnis, bahkan artis terkenal. Saya harap kau bisa bekerja dengan baik."
Bella sangat senang, berkali-kali ia berterima kasih atas kebaikan Tyo.
Setelah keluar dari ruangan Tyo, Bella diantar menuju ruang pegawai. Di sana, ia mendapatkan seragam yang sama dengan para pegawai lainnya.
Bella ditugaskan sebagai pelayan, ia menghampiri tamu di meja dan menerima pesanan. Bella juga mengantar pesanan kepada para pelanggan.
Dua Minggu sudah Bella bekerja di restoran ini. Ia tidak pernah menimbulkan masalah atau merepotkan rekan kerjanya. Meskipun terkadang ia merasa mual mencium aroma masakan tertentu, Bella berusaha keras menahannya.
"Selamat siang, apa yang ingin anda pesan?" Bella meletakkan buku menu diatas meja sambil berdiri di samping kursi seorang laki-laki.
"Seperti biasa," jawab laki-laki itu tanpa membaca buku menu.
"Seperti biasa?" Bella balik bertanya sambil mengernyitkan dahi. Ia tidak mengerti.
Laki-laki itu mendongak menatap Bela. Pandangan mereka bertemu, keduanya mematung sesaat kemudian Bella segera sadar dan meninggalkan meja itu dengan cepat.
Rekan kerja Bella yang melihat Bella berjalan tergesa-gesa itu segera menghampiri Bella dan menanyakan apa yang terjadi. Bella tidak mengatakan apapun, ia hanya meminta rekan kerjanya untuk melayani laki-laki yang baru saja ia temui itu.
"Oh laki-laki itu, dia selalu memesan makanan yang sama setiap kali datang kemari. Kau tidak perlu memberinya buku menu," ujar rekan kerjanya.
"Aku harus ke kamar mandi sebentar, bisakah kau mengurusnya?" pinta Bella.
"Tentu. Jangan lama, pelanggan sedang banyak."
Bella pun mengangguk, ia berjalan cepat menuju kamar mandi.
Di meja nomor sebelas, Keanu duduk termenung, ia mengingat dengan jelas wajah wanita yang pernah ia jumpai di rumah sakit waktu itu. Keanu tidak menyangka, jika ia akan melihat kembali sosok wanita itu.
Sambil menunggu pesanannya datang, Keanu melamun. Siang ini ia datang untuk makan siang bersama Liam, namun Liam nampaknya terlambat.
Laki-laki itu bermain ponsel, lalu beberapa saat kemudian pelayan datang membawa makanan.
"Silahkan, Tuan." Seorang pelayan meletakkan makanan dan minuman di atas meja, sementara Keanu memperhatikannya.
"Apa aku tadi salah lihat?" batin Keanu. Mengapa pelayan yang datang berbeda dengan yang ia temui beberapa saat lalu? Hal itu mengganggu pikirannya.
...****************...