
Keanu keluar dari restoran tanpa mendapatkan apapun, bahkan Bella secara terang-terangan menyangkal bahwa bayi itu adalah anaknya.
Melihat kebencian yang begitu dalam dari mata wanita itu, Keanu yakin jika Bella tidak mengatakan yang sejujurnya.
"Bagaimana caranya untuk membuat wanita itu bicara?" batin Keanu bertanya.
Meninggalkan restoran, Keanu menuju kantornya. Ia memasuki ruangannya dengan perasaan tidak karuan, hatinya menjadi gelisah dan tidak tenang.
"Bos, kau pergi kemana pagi-pagi sekali? Aku bahkan datang ke rumahmu," ujar Liam yang sudah sibuk di ruangan Keanu.
"Menemui wanita itu," jawab Keanu.
"Kau menemuinya? Lalu, apa kau sudah bertanya?" Liam turut penasaran.
"Dia menyangkalnya, dia terlihat cukup keras kepala."
"Sudah ku duga." Liam menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Aku ingin kau melakukan segala cara untuk membawanya padaku. Aku ingin segera tahu kebenarannya," ucap Keanu.
"Baik," jawab Liam.
Untuk mengetahui cara terbaik membawa Bella padanya, Keanu harus mengetahui asal muasal serta segala hal tentang wanita itu. Keanu meminta Liam memberikan semua berkas tentang Bella yang seharusnya sudah mereka buang.
Karena sebelumnya Liam berjanji akan membereskan masalah Bella sendiri, Keanu tidak peduli tentang wanita itu. Namun kini, Keanu diselimuti rasa penasaran yang amat dalam.
Setelah melihat semua informasi yang dikumpulkan oleh Liam, Keanu memiliki satu cara yang cukup licik untuk membuat Bella bicara.
"Buat dia dipecat dari restoran itu, buat dia kehilangan pekerjaan, atau bahkan kehilangan tempat tinggal. Dia yatim piatu, dia tidak punya tempat untuk pulang. Dia masih membutuhkan banyak uang untuk melunasi hutang peninggalan orang tuanya. Maka dia akan menerima apa saja penawaranku," ungkap Keanu angkuh.
Liam yang awalnya sibuk di depan layar laptop, kini mendongak menatap Keanu. Itu adalah cara yang bagus, namun terdengar cukup keterlaluan.
"Bagaimana jika kau biarkan aku membujuknya terlebih dahulu?" tanya Liam.
"Silahkan. Tapi jika cara halus tidak berhasil, apa boleh buat," jawab Keanu. Liam mengangguk paham.
...****************...
Sore hari setelah menyelesaikan pekerjaannya, Liam datang ke restoran untuk menemui Bella. Sebelum itu, ia meminta izin pada Tyo sang pemilik restoran untuk berbincang dengan Bella perihal masalah penting.
Bella berusaha menghindar, ia berdalih jika dirinya sibuk dan tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Namun Tyo justru meminta wanita itu beristirahat dan menemui Liam.
"Jika kau bertanya tentang siapa ayah dari anak ini, maka aku tidak perlu menjawabnya!" tegas Bella sebelum Liam bersuara.
"Untuk apa? Itu tidak perlu."
"Ayo ikut ke rumah sakit bersamaku. Bayi ini akan melakukan tes DNA," ajak Liam.
"Tidak!" Bella menolak keras. "Ini anakku, kau tidak berhak mengaturku."
"Jika kau bersikeras seperti ini, aku semakin yakin jika anak itu adalah anak dari Bosku," ungkap Liam.
"Atas dasar apa kau berpikiran seperti itu?" tanya Bella. "Cukup kalian menghancurkan hidupku, jangan pernah datang lagi menemuiku!" seru Bella. Ia meninggalkan Liam dan kembali masuk ke ruang pegawai.
Liam mendesah resah, rupanya Bella memang sulit diajak bicara. Ia harus melakukan sesuatu agar semua masalah segera selesai dan mereka segera tahu kebenarannya.
Saat hendak meninggalkan restoran, Liam mendapat telepon dari Carlo. Laki-laki tua itu tiba-tiba meminta Liam datang ke rumahnya tanpa sepengetahuan Keanu.
Saat tiba di rumah Carlo, Liam langsung menemuinya. Tidak biasanya Carlo memintanya datang tanpa Keanu, hal ini membuat Liam merasa curiga.
"Pagi ini Keanu menemui seorang wanita di restoran, kau tahu?" tanya Carlo tanpa basa-basi.
"Emm ...."
"Siapa wanita itu? Pasti ada sesuatu yang terjadi," lanjut Carlo sebelum Liam memberi jawaban.
"Dari mana Paman tahu?" tanya Liam khawatir.
"Jawab saja pertanyaan Paman, Liam!" seru Carlo.
"Dia, wanita yang secara tidak sengaja terlibat bersama Bos beberapa bulan yang lalu. Aku pikir masalah mereka sudah selesai," Liam berusaha menjelaskan.
"Apa yang anak nakal itu lakukan?"
"Bos memperkosanya di bawah pengaruh alkohol," jawab Liam.
"Wanita itu hamil?" tebak Carlo. Liam mengangguk pelan.
"Tapi, bayi itu belum tentu anak Bos, Paman. Bisa saja itu anak laki-laki lain, karena wanita itu sebelumnya adalah pelayan hotel. Sekarang, aku dan Bos sedang berusaha mencari tahu siapa ayah dari bayi itu. Jadi tolong tunggu dan bersabarlah," ungkap Liam.
Carlo menghembuskan napas kasar. Ia tidak habis pikir, bisa-bisanya Keanu bertindak sebod*h itu. Apa yang ada di kepala laki-laki itu hingga berbuat sesuatu tanpa dipikir terlebih dahulu. Dia punya uang, dia punya kuasa, lalu mengapa bisa terjadi hal semacam itu?
Carlo akhirnya menyuruh Liam pergi, namun sebelum itu ia berpesan agar Liam terus mengawasi gerak gerik Keanu agar laki-laki itu tidak bertindak gegabah. Namun diam-diam, Carlo menyusun rencananya sendiri.
...****************...