
Kontrak kerjasama yang Isabella tanda tangani membuat wanita itu sering berhubungan dengan pemimpin Perusahaan BLUE SKY COMPANY. Lebih dari satu kali jasa si model digunakan, dan kian lama namanya makin melejit.
"ISABEL! ISABEL!"
Isabella dan managernya dibuat kaget dengan teriakan orang yang memanggil Isabella. Orang yang berteriak itu adalah seorang laki-laki. Semakin dekat langkahnya semakin Isabella tau siapa orangnya.
"Isabel, kamu apa kabar? Kamu nggak kangen sama Mas?"
Deg
Kangen katanya? Isabella menatap laki-laki dihadapannya itu dengan datar. Jangankan kangen, mengingatnya pun tak terbesit dibenak Isabella.
"Maaf Mas, sepertinya Mas salah orang. Model saya takut liat Mas." Ucap Ellie sambil memasang badan didepan Isabella.
"Nggak mungkin, saya tau betul dia Isabella. Dia wanita yang pernah mengisi hati saya." Ucap Adi dengan percaya dirinya.
"Nggak usah didengerin Mbak. Kayaknya pasien Rumah Sakit Jiwa lagi kabur." Seru Isabella.
"Bener banget. Mas pergi sana, hush hush!" Usir Ellie.
Adi masih ngotot ingin berbicara dengan Isabella, namun usahanya tak digubris oleh wanita tersebut. Hingga pada akhirnya datanglah beberapa pria berbadan besar yang langsung menyeret Adi dan membawanya pergi dari hadapan Isabella.
"ISABEL DENGERIN PENJELASAN MAS! MAS MAU NGOMONG SAMA KAMU!" Teriak Adi ketika dirinya diseret paksa menjauhi Isabella.
Sepeninggalan Adi bersama bodyguard tadi, kini Isabella menjadi melamun sambil mengaduk-aduk makanan di putingnya. Melihat hal tersebut Ellie langsung paham jika suasana hati Isabella langsung memburuk setelah didatangi laki-laki tadi.
"You okey?" Tanya Ellie penuh perhatian.
"Sedikit bad mood." Jawab Ellie.
"Btw kamu beneran nggak kenal sama orang tadi kan? Soalnya dia kelihatan ngotot banget pengen ngomong sama kamu."
"Kapan-kapan deh aku ceritain.'' Jawab Isabella.
Ellie langsung paham dan tak lagi bertanya lebih.
Setelah menyelesaikan makan siangnya Isabella langsung diantar pulang oleh manager nya. Kebetulan sekarang Isabella sudah punya tempat tinggal sendiri, sebuah apartemen dengan fasilitas lengkap yang ia peroleh dari hasil kerjanya selama ini. Jika dibandingkan dengan huniannya yang lama mungkin tak ada apa-apanya. Intinya Isabella sangat bersyukur menjalani hidupnya yang sekarang.
"Kamu langsung istirahat ya, nanti malem ada pertemuan soalnya. Aku jemput lagi jam 7, okey!" Pesan Ellie.
"Oke Kak."
Setelah Ellie pergi Isabella langsung mengunci pintunya. Namun tak lama setelah itu terdengar bunyi bel apartemen miliknya berbunyi. Isabella yang mengira jika yang datang adalah Ellie, makanya ia langsung membuka pintu kembali tanpa pikir panjang.
"Kenapa-"
"Selamat siang, Sayang." Sapa Adi dengan senyumnya yang membuat Isabella ingin muntah.
"Mau apa kamu kesini?" Tanya Isabella dengan nada bicaranya yang terdengar tak enak.
"Ketemu kamu. Aku bahkan rela ijin pulang cepet supaya bisa ngikutin kamu." Jawab Adi dengan jujur.
Kejujuran Adi tersebut membuat Isabella terkejut. Secara tidak langsung Adi telah menguntit dirinya selama seharian ini. Bahkan sampai Isabella sampai di apartemen miliknya.
"Kamu nggak sopan, Mas! Kamu ngikutin aku dan bikin aku nggak nyaman!" Marah Isabella.
Bukannya merasa bersalah Adi malah berusaha meraih tangan Isabella namun ditepis mentah-mentah oleh si wanita. "Ayolah, baru jadi model udah berubah aja kamu. Emangnya kamu nggak kangen sama aku?" Tanya Adi dengan tatapan nakalnya.
Isabella yang mendapatkan perlakuan tersebut merasa tak nyaman, Adi benar-benar mirip dengan pria hidung belang.
"Nggak usah pegang-pegang!" Sentak Isabella sambil menepis tangan Adi yang berusaha menyentuh lengannya kembali.
"Memangnya kenapa? Kita udah nggak ada hubungan apa-apa lagi sekarang!"
Adi tertawa mengerikan, hal itu membuat Isabella menatapnya waspada.
"Mendingan kita seneng-seneng disini." Ucap Adi. Secara tiba-tiba laki-laki menyeret Isabella masuk ke dalam apartemen.
Isabella yang takut Adi akan melakukan hal yang tidak-tidak kepadanya berusaha berontak sambil berteriak. "Mas lepasin aku! Kamu mau apa, hah? Tolong! Tolong!" Teriak Isabella histeris. Wanita itu berusaha menahan pintu unitnya agar tetap terbuka dan membuat siapapun orang diluar sana mendengar suaranya.
"Ck! Ayo nggak usah buang-buang waktu, aku tau kamu dari dulu pengen banget kan aku sentuh." Ucap Adi penuh percaya diri.
PLAK
Sebuah tamparan panas mendarat mulus di pipi Adi. Hal itu membuatnya marah bukan main. Adi pun menatap Isabella dengan nyalang.
"Berani ngelawan kamu, hah?" Bentak Adi sambil mencengkeram dua sisi wajah Isabella dengan kuat.
Tangan Isabella gemetar, tak tau darimana ia memperoleh keberanian untuk menampar Adi.
Adi yang diliputi emosi langsung mendorong tubuh Isabella ke dinding dan mengunci pergerakan tangan wanita itu. Isabella yang ketakutan tak berani berontak, akhirnya wanita itu hanya bisa terisak dan merapalkan doa berharap ada orang yang menolongnya.
"Kamu kalo nurut nggak bakal kayak gini, aku juga bakal main lembut. Jadi nurut ya Cantik." Bisik Adi lembut. Bahkan dibelainya wajah mulus Isabella dengan hati-hati.
"Lepasin aku, Mas." Cicit Isabella memohon.
"Setelah perubahan kamu yang wow ini? Nggak akan Sayang. Aku malah semakin semangat ngejar kamu, dan dapetin kamu lagi." Jawab Adi merasa tertantang.
"Kamu jahat!"
"Kamu manfaatin aku."
"Kamu selingkuhin aku."
Adi hanya menganggukan kepalanya menanggapi Isabella yang mengeluarkan unek-uneknya. "Aku sekarang udah nyesel, dan aku minta maaf okey? Mau kan maafin aku?" Bujuk Adi dengan tatapan memohon.
Isabella memalingkan wajahnya, tak tahan dengan tatapan Adi yang seolah menghipnotis dirinya.
"Sayang." Panggil Adi kembali.
Runtuh sudah pertahanan Isabella. Karena memang dasarnya Isabella merupakan wanita yang lugu dan polos, akhirnya ia memaafkan semua kesalahan Adi dengan begitu mudahnya.
Adi tersenyum manis, penuh akan makna.
Adi jelas senang, karena niatnya untuk memanfaatkan Isabella kembali mulai tercapai. Sambil memeluk tubuh mantan istrinya itu, Adi tersenyum licik. Laki-laki itu sedang memikirkan rencana aman untuk menjalankan misinya nanti.
"Setelah ini kamu mau ngapain?" Tanya Adi sok perhatian.
''Istirahat aja soalnya nanti malem ada acara." Jawab Isabella jujur.
"Oke kalo gitu selamat beristirahat, aku mau pulang aja biar nggak ganggu waktu istirahat kamu.'' Ucap Adi.
"Lain kali kita ketemu lagi ya."
Isabella mengangguk pelan, kemudian perlahan melepaskan pelukannya dari Adi.
Sebelum Adi benar-benar pergi, Isabella mendapatkan hadiah perpisahan berupa kecupan singkat di keningnya. Darah Isabella berdesir mendapatkan perlakuan tersebut untuk pertama kalinya.
Isabella merasa bimbang. Mengapa Adi datang kembali lagi ke dalam kehidupannya setelah ia sudah mendapatkan kehidupan barunya dan hampir melupakan laki-laki itu?
Takdir benar-benar mempermainkannya.