
1 minggu setelah sembuh...
Disaat menuju perjalanan pulang dari sekolah, ku melihat seseorang mengendap ngendap menuju rumah tetangga ku. Karena gelagatnya yg mencurigakan, ku memutuskan untuk mengikuti nya secara diam2 dan hati2. Saat sudah sampai, dia lalu menaruh sesuatu di cangkir yg di taruh di teras depan rumah. Entah apa yg dimasukkan oleh orang tersebut, tapi yg kulihat seperti serbuk berwarna hitam yg dimana saat sudah dilarutkan, si minuman dalam cangkir bening tersebut tidak terlihat keruh, malah tetap bening.
Setelah melihat kondisinya yg aman, orang misterius itu lalu bergegas berlari pelan menjauhi rumah itu. Aku pun mengikuti nya, hingga pada pertigaan, dia lalu berbelok ke kiri menuju arah rumah kosong yg jalannya buntu. Disaat ku akan berbelok juga, ternyata dia sudah menghilang begitu saja. Padahal, selang waktu kami berbelok sekitar 3 detik kurang lebih.
"Kok gk ada? ngilang kemana tuh orang? cepet banget ngilangnya, masa iya secepat itu" Sahut ku yg heran dengan peristiwa yg ku alami.
Terlebih jalan itu memang sangat sepi dan tak ada lalu lalang orang, karena mau apa juga orang-orang ke situ, yg dimana hanya terdapat rumah kosong dan di belokan kanan terdapat jalan buntu juga, yg terdapat jurang dengan jembatan panjang yg putus.
Aneh menurutku, tidak mungkin orang itu bisa lari secepat itu menuju ujung jalan yg lurus, yg jauhnya 1.5 Km. Dan tidak mungkin juga dia bisa berbelok ke arah yg menyimpang dari jalan tersebut karena di sisinya sudah di pasangi benteng dengan ketinggian 3 meter. Apalagi memanjat benteng setinggi itu, dibutuhkan tenaga ekstra, dan dengan waktu yg sesingkat itu seharusnya mustahil bagi dia untuk memanjat dengan cepat kalau tak ada campur tangan hal ghaib.
"Apa jgn2 itu.... arwah gentayangan?,hiiiiiihhh, seremmm" Tanyaku pada diri sendiri yg mulai merinding, apalagi diujung sana terdapat rumah kosong Belanda.
"Apa itu mungkin cuma halusinasi aja kali yah hmmm... " pikirku yg mungkin saja itu cuma halusinasi.
Aku harus cepet2 pulang nih, takut mamah kenapa2" Sahut ku bergegas menuju rumah, karena ibuku tak bisa mengantarku kesekolah dengan kondisi nya yg skrg, jadi terpaksa aku harus berangkat sendiri dengan bantuan polisi lalu lintas di dekat rumahku untuk menyebrangi jalan dan mengikuti arahan untuk menaiki angkutan umum.
Disaat ku sudah sampai ditujuan, alangkah terkejutnya aku ketika melihat Ibuku berlumuran darah di mulut dan tangannya akibat efek dari penyakit kronisnya.
"Astaghfirullahalazim mah, mamah kenapa? kenapa mamah bisa gini?"
teriak ku terkejut dengan darah dimulut dan tangannya.
"mah, mah mau kemana?" Sahutku mengikuti ibuku ke arah dapur. Ibuku lalu membersihkan darah tersebut dengan air dan lap kering.
"Astaghfirullahalazim mah, mamah istirahat dulu yah" Pintaku kepada mamah ku yg mulai menjatuhkan dirinya ke lantai.
Ibuku lalu ku tuntun ke kamar tempat dia beristirahat.
"Mah....... mamah....... jgn tinggalin Adam mah" teriakku dengan histeris dan takut kehilangan orang yg benar2 selalu ada untuk ku.
"Nak....... mamah ada disini kok, uhukkk... uhukkk... uhukkk... kamu jgn sedih yah sayang, selama mamah ada disini, mamah selalu ada untuk kamu, kamu jgn takut yah nak" sahut ibuku sambil mengusap ngusap rambutku.
"Tapi aku takut mah" tangisku sambil memeluk ibuku.
Saat ibuku sudah berbaring, aku lalu menyuguhkan dia segelas air putih. Lalu dia bangun dan berbaring kembali. Ibuku mulai berbicara dengan nada suara dan laju nafasnya yg kian menurun.
"Nak, uhukkk...uhukkk... kamu harus inget kata kata mamah yah nak, disaat kamu mengalami fase ini, uhukkk... uhukkk... kamu harus kuat disaat mamah udh gk bisa nemenin kamu, kamu harus terbiasa dengan penderitaan, kamu harus terbiasa dengan kesendirian, kamu harus terbiasa dengan penghinaan, kamu harus terbiasa dengan pengkhianatan dan kamu harus siap dengan lika liku kehidupan yg nantinya bakal kamu hadapi. Jika kamu terbiasa dengan hal itu, maka kamu tidak akan berencana untuk mengakhiri hidup mu sendiri, dikarenakan itu sudah menjadi asupan sehari hari mu, uhukkk... uhukkk... uhukkk. Tuhan itu maha mendengar nak, Tuhan maha melihat, Tuhan maha adil, sebesar-besarnya cobaan mu pasti suatu saat ada titik terang nya, asalkan kamu tidak mengakhiri hidup mu sendiri.
"Mah, apa maksud mamah... Tapi aku gk mau, aku belum siap di tinggalkan oleh seorang ibu" Tangisku sambil memeluk ibuku.
...****************...
Disamping itu, seseorang yg terbaring di Altar sedang di persembahkan untuk kebutuhan ritual pemujaan. Dengan lambang pentagram di bawah kaki si pemuja, lilin yg menyala di sekitar altar dan taburan berbagai macam bunga, si pemuja sudah siap untuk melakukan ritual.
Ketika si pemuja selesai merapalkan mantra, dia lalu menghujamkan belati tepat ke jantung si korban.
Yapp, dia adalah tetanggaku yg agak jauh. Yg di jadikan persembahan nya adalah putri dari Pak RT.
Si korban yg tadinya tak sadarkan diri akibat racun yg diberikan, kini dia tersentak kaget dan berteriak histeris dengan nafas yg tersenggal senggal. Dengan teriakan yg semakin kencang, si pelaku malah sengaja menusuk nusuk luka tersebut hingga darah terus mengalir tanpa henti.
"Hahaha, akhirnya dengan ritual terakhir ku ini, aku bisa bebas berpindah antar dimensi tanpa harus menguras energi ku. Tenang tuan, kau akan ku bebaskan nanti, setelah kau bebas, tak ada yg bisa menghalangi mu, hahahahah" Tawanya begitu menggelegar. Dia yaitu si pemuja itu segera langsung meminum darah si korban yg sudah ditampah di sebuah mangkok dari batok kelapa.
Sampai pada suatu ketika, para warga yg tengah mencari korban itu kini menemukan nya akibat suara teriakan histeris tersebut. Para warga yg penasaran pun langsung menghampiri sumber suara tersebut.
Alangkah terkejutnya mereka dengan apa yg dilakukan oleh si pemuja itu
"Astaghfirullahalazim!!!" Semua warga yg ikut berteriak histeris.
"Hei Anna, apa yg kamu lakukan pada anak kesayangan nya pak RT, kamu sudah gila, yah"
Yapp kalian tak salah dengar, yg dikatakan oleh orang2 itu adalah nama ibuku, tapi tidak! dia bukan ibuku, ibuku sedang bersama ku dengan badan dia yg kurang sehat, lalu dengan biadab nya dia menyerupai ibuku dan melakukan tindakan kriminal.
Pak RT yg melihat anaknya sudah tak bernyawa dengan darah yg terus mengalir dari dadanya, hanya bisa melihat dan kaget karena anak semata wayang nya harus berakhir dengan cara yg tragis.
brukkkk... beberapa warga berhasil menangkap orang biadab itu.
"Udh gila memang dia"
"Udh gk beres nih orang, selain pel4cur dia juga ternyata seorang pembunuh"
"Jangan sampai ada korban berikutnya, ayo kita usir dia dari kampung ini"
"yah, ayo kita usir aja" Ucap beberapa warga yg sedari lama sudah iri terhadap keluarga ku.
"Jgn usir, keenakan kalau diusir, kita bakar aja dia, lihat kan kalian semua apa yg sudah dilakukan orang itu kepada anaknya Pak RT, ini susah keterlaluan dasar wanita pel4cur...wanita pembunuh" ucap salah satu warga yg punya dendam kepada keluarga ku.
"Oh iya bener juga yah, kita bakar aja dia, agar setimpal dengan apa yg dia perbuat, bagaimana Pak RT" Pak RT yg sedari tadi melamun dan bersedih, tak menyangka anak semata wayangnya akan berakhir tragis seperti ini.
"Pak RT liat sendiri kan apa yg sudah diperbuat oleh si Anna itu, dia udh gk manusiawi dan kejam dengan cara dia seperti itu apalagi sepertinya dia meminum darah anakmu, sungguh ini penghinaan yg tak dapat di toleransi"
Ucap salah satu warga yg berusaha mengompori Pak RT dengan situasi dan kesempatan yg pas.
"Iya betul tuh pak RT, kita bakar aja dia sebelum ada korban berikut nya!!! "
"Setuju gk semua!!! "
"Setuju!!! "
Mendengar kekesalan warga, Pak RT yg emosi pun kini meluapkan kekesalan dan kemarahan nya.
"Bakar dia para warga skrg juga!!! " Ucap Pak RT yg begitu marah atas kematian putrinya.
"Ayo bawa dia ke hutan kematian!" Ucap serempak para warga.
Disaat para warga menarik paksa tangan Si pemuja, si pemuja itu lalu dengan mudahnya mementalkan para warga tersebut, alhasil si pemuja itu bisa dengan leluasa untuk kabur.
"Hahahah, Kemari!!! kejarlah aku orang-orang bodoh, jikalau kalian bisa hahahah"
Seketika para warga yg terkapar pun langsung mengejar Si pemuja itu, dengan larinya yg begitu cepat.
"kurangajar!!! sialan!!!, ayo semua kita kejar dia, jgn sampai dia lolos kali ini"
...****************...
"Mah, mamah harus banyak istirahat dulu lho" Sahutku yg khawatir
"Mamah udh agak mendingan kok nak, bukti nya mamah udh bisa berdiri lagi nih" Sahut ibuku yg tersenyum merasa dirinya sehat. Mendengar hal itu hati ku merasa lega untuk sementara waktu.
Disaat aku hendak ke ruang tamu, tiba2 seseorang membuka pintu dengan kasar.
Seseorang tersebut tidak lain adalah si pemuja itu.
Aku pun sontak kaget karena tiba-tiba ada seseorang masuk dengan mulut dan tangannya penuh dengan darah.
Aku pun hanya bisa mundur sedikit demi sedikit mengambil ancang2 untuk kabur.
Dia lalu berkata...
"Hahahah, kemenangan ada di pihak ku, sekarang kalian rasakan akibatnya" tawanya penuh dengan kepuasan.
"Apa maksud mu? aku tidak mengerti?!kau ini siapa?... " Belum selesai ku berbicara, dia langsung menghilang bersamaan dengan kilatan cahaya yg menyilaukan.
Tiba-tiba, para warga berlari menuju rumahku, mereka memecahkan kaca jendela rumahku, melempar batu2 ke arah rumahku untuk meluapkan kekesalan mereka selama ini. Aku pun sontak kaget dan tak mengerti dengan apa yg terjadi pada waktu itu.
NEXT PART\=\=\=}