
( TIME LINE : JULY - 2009 )
Nak, ayo bangun udh jam setengah enam, ayo siap2 mandi dulu" sahut mamaku.
Dan seketika aku pun bangun dan beranjak ke kamar mandi sambil menunggu ibuku selesai memasak.
Setelah selesai mandi, ibuku memakaikan ku seragam merah putih. Dan yapp itu hari pertama ku bersekolah, dikarenakan biaya yg tak memadai waktu itu, jadi ibuku tak menyekolahkan ku ke TK terlebih dahulu. Aku pun sangat antusias untuk itu.
"udh siap nak" sahut ibu ku dengan senyum
"udh mah" jawab ku dengan senyum juga.
"coba mamah cek lagi takut ada yg ketinggalan" sahut ibuku sambil merogoh tasku kembali.
"udh siap semua mah, ayo kita berangkat" sahutku dengan antusias.
"Yaudh ayo nak kita berangkat, Bismillahirrahmanirrahim" sahut ibuku sambil melangkah keluar pintu dengan menuntun ku.
Ku sapa teman temanku yg ku kenal yg bertempat tinggal tak jauh dari rumahku.
ku langkah kan kakiku tuk memilih bangku dekat mereka berdua, yaitu Sandi dan Soni.
Dan terlihat ibu guru pun masuk ke kelas, sementara ibu ku menunggu ku di luar sampai ku pulang.
Ibu guru pun menyapa para muridnya dan memperkenalkan diri nya.
"Assalamu'alaikum anak2 semuanya, kalian siap untuk pembelajaran nya" sahut ibu guru dengan lantang.
" sudah siap ibu guru"sahut para murid dengan antusias.
"Nah hari ini kan hari pertama kalian sekolah, sebelum itu ibu mau perkenalkan dirimu, nama ibu.... " sahut ibu guru sambil
mengambil spidol untuk menulis namanya.
"Nah, nama ibu, Fatimah Nurhayati, kalian bisa panggil ibu dengan panggilan ibu Fatimah atau ibu Nur itu terserah kalian yah." sahut bu Fatimah dalam sesi pengenalan diri.
"Iya ibu Fatimah" sahut para murid serentak.
"Nah sekarang giliran kalian yah untuk memperkenalkan diri kalian masing-masing".
sahut bu Fatimah.
" Iya ibu Fatimah "di jawab serentak oleh para murid.
" Dimulai dari kanan depan yah"pinta bu Fatimah.
Tak terasa sudah waktu menunjukkan pukul 10 yg tandanya sudah mau pulang.
segera para murid pun membaca do'a untuk pulang.
"hei nak, gimana belajar nya nak? " sahut mamaku dengan senyum
"seru mah, jadi banyak temen hehe" sahutku dengan antusias.
Segeralah kami pulang menaiki sebuah mobil angkot berwarna biru. Akan tetapi, sebelum ku melanjutkan langkahku, ku tertegun sejenak dengan orang yg tiba-tiba muncul entah dari mana sambil lari seperti di kejar oleh seseorang.
"Nak ada apa? kamu lihat apa? " tanya ibuku.
Saat ku berpaling sejenak, orang misterius itu pun hilang bagai di telan bumi.
"Tadi aku liat orang itu....... eh tadi dimana? kok gk ada?" tanyaku dengan terheran-heran karena orang tersebut menghilang dalam sekian detik.
Entah dari mana dan bagaimana orang itu bisa tiba-tiba muncul di hadapan ku, dan skrg dia sudah menghilang tanpa jejak. Dia seperti muncul dari sebuah portal dengan percikan kembang api di sisinya. Memang tak masuk akal, tapi itulah yg ku lihat.
'Apakah itu sesosok arwah? ataukah hanya halusinasi ku saja?' gumamku dalam hati yg penuh tanda tanya.
Rasa heran ku kembali terhenti saat ibuku menepuk pundakku.
"Nak, ada apa emangnya sama orang itu" tanya ibuku.
"Aneh mah orang itu" sahutku
"Aneh gimana nak?orang nya mana? mungkin kamu salah lihat kali"sahut ibuku
"Nggk mah, tadi orang itu ada disini, dia kayak keluar lewat sebuah portal" sahutku untuk meyakinkan.
"Oh mungkin itu jin nak, kan kalau jin suka menghilang nya cepet tanpa sepengetahuan kita, dan mamah juga pastinya nggk ngeliat hal begituan, kalau kamu kan masih anak2 jadi bisa ngeliat dan peka terhadap hal begituan" sahut mamaku untuk meluruskan dugaanku.
"Oh iya yah mah, tapi serem juga hiiiii" sahutku dengan bergidik ngeri.
"Yaudh kita pulang nak"
"Ok mah" sahutku sambil melanjutkan langkah untuk masuk ke mobil angkutan umum.
10 BULAN KEMUDIAN.......
( TIME LINE : MAY - 2010 )
Selepas pulang sekolah ku bergegas mengganti pakaian yg penuh dengan keringat dan membereskan semuanya, ku mulai merebahkan diriku di kursi sofa, dan tiba-tiba malah teringat dengan kejadian beberapa bulan yg lalu, tentang orang misterius waktu itu yg sering muncul tiba-tiba dan menghilang begitu saja.
"Gimana yah kabarnya orang itu, Hmmm aneh sih bisa tiba-tiba muncul terus ilang, soalnya bukan sekali atau dua kali orang itu muncul terus hilang waktu itu" sahutku dengan penuh tanda tanya.
Akan tetapi, seingatku dia seperti memakai outfit ninja, memakai sebuah topeng putih bercorak seperti kepala hewan, dengan membawa sebuah senjata entah itu tongkat atau pedang.
Bayang2 ku buyar seketika, ketika ibu ku menepuk pundakku.
"Hei nak, ada apa? " sahut ibuku
"Gk ada apa2 kok mah" sahutku sambil geleng-geleng kepala.
"Eh mah, Mamah udh beli obat lagi?" sahutku dengan rasa kasihan pada kondisi ibuku saat ini.
"Udh kok nak" sahut ibuku terlihat agak lesu belakang ini.
"Mamah istirahat dulu mendingan, supaya mamah cepet sembuh, nanti kalau mamah sakit siapa dong yg nganterin aku kesekolah setiap hari, kan gk ada lagi cuma Mamah doang" sahutku dengan perasaan sedih sambil memeluk ibuku.
"Iya nak, makasih yah udh perhatian sama mamah, mamah gk apa2 kok,mamah masih kuat" sahut ibuku berusaha tegar di depan anak tercintanya.
"Iya tapi mamah istirahat dulu skrg" sahutku yg khawatir.
"iya sayang, mamah mau istirahat dulu yah, kalo mau maen jgn pulang Magrib2 yah pokoknya kalo udh asar kamu pulang yah! " pinta ibuku supaya menepati waktu.
"Nggk ah mah, aku gk maen dulu, aku mau jagain mamah aja disini takut kenapa2"
sahutku dengan rasa khawatir dengan kondisi ibuku yg makin hari makin memburuk, tapi berusaha kuat di depan anaknya.
"Iya deh lebih baik dirumah aja dari pada maen klayaban kemana-mana, nanti mamah jadi khawatir. Yaudh mamah mau masak dulu yah" sahut ibu ku dengan senyuman.
"Iya mah" balasku dengan senyuman juga.
Selang beberapa menit, ku memutuskan untuk pergi ke atas loteng tempat ibuku menjemur baju, membawa kursi pantai lipat sambil beristirahat memandangi awan yg indah dan langit yg begitu biru menyejukkan hati.
Saat sedang santainya, tiba-tiba.......
Brukkk.......
Seketika aku pun tersentak kaget, segera aku pergi ke bawah dan mengecek bagian belakang halaman rumah.
Saat akan mengecek ke halaman belakang, betapa terkejutnya aku saat ku melihat orang misterius itu muncul lagi dan seseorang sedang meny*yat leher nya menggunakan samurai dan mengambil suatu benda bercahaya dari kepala tersebut secara paksa. Segera aku pun membekap mulutku rapat2. Nafasku pun tak beraturan, keringat dingin terus bercucuran membasahi hampir seluruh tubuh.
Tak cukup sampai disitu, si pelaku menusuk nusuk wajah si korban menggunakan samurai tersebut hingga ia merasa puas.
"Hah ha hahahha, akhirnya aku bisa memenuhi hasrat membunuhku, sudah lama ku mengincarmu, dan inilah waktu yg tepat, Hah hah hahahaa. Tuan inilah yg kau cari bukan, tapi untuk membebaskan mu perlu lebih banyak lagi, tak aneh bila ini menjadi barang paling di cari" Suara tawanya menggelegar penuh dengan kepuasan.
Setelah puas menusuk nusuk wajah dan anggota tubuh lainnya, si pelaku lalu mem*nggal kepala si korban dan memotong bagian tubuh lainnya hingga beberapa bagian.
Sialnya, entah kenapa tubuhku tak bisa bergerak, diam membeku dan tak dapat berbicara sedikitpun, keringat dingin terus membasahi tubuh, Yg sepertinya ku di paksa untuk menyaksikan adegan pembunuhan brutal secara jelas dan nyata.
Ketika dia melihat ku, senyum seramnya terukir diwajahnya, makin paniklah aku, bergerak pun tak bisa, apalagi lari.
Dia lalu mengambil samurai Katana nya yg penuh dengan darah tersebut, sambil membawa kepala si korban, kemudian mendekati ku. Semakin mendekat... Dan@ semakin mendekat..., mataku pun tak berhenti memelototi sep*tong kepala manusia yg baru saja di pengg*l.
Dengan keringat dingin yg terus keluar tanpa henti. Ku hanya bisa pasrah akan hal ini.
Ketika dia sudah di dekatku lalu dia berbisik di telingaku.......
"Kaulah berikutnya, akan ku cabik2 tubuhmu, akan ku sayat lehermu, akan ku kuliti semua anggota badanmu disaat kau masih sadar, bagaimana rasanya, hah? Hahahah" Tawa nya yg seram, sambil mengoleskan darah yg di samurai ke wajahku
"Coba kau bayangkan dan rasakan saja bagaimana samurai yg berkarat ini nantinya menyay*t lehermu seperti orang yg baru saja ku pengg*l ini, dan mengul*ti semua anggota tubuh mu, pastinya terasa mengasyikkan bukan, Hahahah".
Lagi lagi ku hanya bisa diam membeku dan tak bisa berteriak. Gemetar ketakutan seluruh tubuhku melihat sebuah kep*la yg di pegang si pelaku dan sebuah samurai berkarat yg darahnya di oleskan ke leherku seakan akan siap memengg*lku.
"lagi lagi, aku tak bisa memb*nuh mu skrg, karena aku hanyalah sebuah bayangan yg hanya bisa di targetkan untuk satu orang. Batas waktu ku juga akan berakhir saat ini juga. Untuk sekarang, kau masih beruntung selamat, tapi jika tubuh asliku menemukan mu, akan ku b*nuh kau detik itu juga, Hahahah, Bersiaplah dengan takdir kematian mu"
Tubuh si pelaku pun hilang seketika, seperti debu yg bertebaran.
Aku pun akhirnya tersungkur ke tanah dengan nafas yg tersenggal senggal saking paniknya, dan dengan sigap ku singkirkan pot*ngan kep*la tersebut ke arah semak2.
Dan ku melihat tubuh si korban yg sudah tak beraturan oleh kejamnya si pelaku.
Begitu kejam dan sadis nya, tapi itulah yg ku saksikan dengan mata kepalaku sendiri, hingga membuatku gemetar, ketakutan, trauma dan tak bisa berkata kata lagi.
NEXT PART\=\=\=}