
Selang beberapa saat, aku melihat kaca jendela.Alangkah terkejutnya aku ketika melihat matahari sudah mulai naik.
"Aduh, udh siang lagi, jam berapa sih?" sahutku sambil melirik jam.
"Astaghfirullah, jam 8 lebih 10 menit ternyata aku telat satu jam lebih" Sahutku dengan panik dan mulai memakai pakaian kerjaku tanpa mandi karena saking panik nya.
35 menit kemudian...
Akhirnya aku pun sampai di gedung tempat ku bekerja.Tapi sontak aku pun panik karena dompetku tak sempat aku bawa karena terburu buru.
"Eh, maaf Pak aku lupa bawa ongkos!!! "
"Eh, apa apaan ini, kalau nggk ada ongkos ngapain naik taksi"bentak sopir taksi itu.
" Maaf Pak tadi saya terburu-buru jadinya dompet saya ketinggalan, terlebih skrg saya terlambat Pak"sahutku mulai cemas.
"Nggk ada harus bayar!!!"
"Maaf Pak pleaseee!, atau gini aja Pak, bapak nanti balik lagi kesini pas sore,tepatnya jam setengah limaan saya pulang kerja, gimana Pak" sahutku dengan penawaran.
"Nggk ada, apa apaan kamu ini, emangnya kamu siapa hah, saudara bukan temen juga bukan, mau ngutang lagi!" bentaknya lagi mulai naik pitam.
"Maaf pak, maaf banget!!! "
"haduh harus gimana ini" sahutku mulai panik dan cemas.
Seketika, ada seorang perempuan yg melihatku seperti ada masalah dengan Pak supirnya, lantas dia pun menghampiri kami.
"Gpp Pak, biar saya aja yg bayar, berapa totalnya?" sahutnya sambil membuka isi dompet miliknya.
"Oh iya, totalnya jadi 52 Ribu Mbak"
"Oh cuma segitu, kirain berapa, ini Pak uangnya" Sahutnya sambil memberikan selembar uang kertas merah.
"Ini kembaliannya Mbak" Sahut sopir itu sambil memberikan kembalian.
"Gpp pak, buat bapak aja kembalian nya"
"Oh, yaudh kalau gitu Mbak, makasih semoga di lancarkan rezeki nya" sahut sopir itu dengan rasa bersyukur.
"Amiinnn" balas perempuan itu dengan senyuman.
"Awas kau yah berulah lagi, terutama kepadaku!!!" sahut sopir itu dengan menunjuk kearahku dengan tatapan tajam.
"Iya Pak maaf, saya janji gk akan ngulangin lagi!" sahutku dengan rasa penyesalan.
Setelah sopir taksi itu pergi, aku pun berterimakasih kepada perempuan itu yg tak lain rekan kerjaku juga yg bernama Sarah.
"Makasih lho Mbak, saya berterimakasih dan sangat bersyukur, kalau nggk ada Mbak nggk tahu lagi dah saya harus gimana" ungkap ku dengan melihat wajahnya yg cantik.
"Makanya jadi orang jgn teledor" bentaknya dengan marah.
"Maaf Mbak, nanti pasti saya ganti kok uangnya" sahutku yg kembali heran dengan perempuan satu ini, dikarenakan dia sering memperlakukan ku begitu akhir2 ini.
"Udh gk usah, gk usah di ganti!" bentaknya sambil melirik ku dengan mata sadis.
"Yaudh kalau gitu saya lanjut kedalam saya lagi buru2 soalnya" Sahutku dengan nada sopan.
"Yaudh sono!" Sambil menatapku dengan sinis.
Bergegas aku pun masuk kedalam gedung tempat ku bekerja.waktuku terbuang lagi 10 menit, tepatnya skrg pukul 08:20.
"Waduh, harus buru2 nih" Sahut ku mulai berlari.
Tapi setelah aku mau check-in, sudah tidak bisa karena batas maksimum jam 07:30.
"Oh iya kan gk bisa aktif (Alat untuk check-in) kalau udh lewat jam 07:30, waduh gimana nih" Sahutku yg mulai kebingungan.
Memang batas maksimal terlambat jam 07:00 dan harus sudah ada di kantor, tapi untuk toleransi 30 menit.
Seketika Bu Diana memanggilku, yg tak lain atasan ku sendiri.
"Adam! " panggilnya.
"Oh iya bu" balas ku.
"Cepat keruangan ku skrg juga!" Bentak atasan ku dengan nada tinggi.
"Ba-baik bu" balas ku dengan gugup.
Lalu aku pun bergegas pergi keruangan atasan ku.
Selang beberapa saat, Bu Diana menyusul masuk ke ruangannya.
"Kemana aja kamu dari tadi!,sampai telat 2 jam lebih lho ini! " Bentak atasan ku.
"Maaf Bu, tadi saya kesiangan" ujarku dengan menunduk.
"Skrg saya masih memperingatkan kamu dalam bentuk ucapan, lain kali kalo begini lagi saya kasih kamu hukuman berupa surat peringatan, ngerti kamu!!!" Ujar Bu Diana dengan tegas.
"Iya Bu, saya mengerti" balas ku dengan menunduk sopan.
"Yaudh, skrg kamu bayar denda ke bendahara!"Perintahnya yg kemudian mulai berdiri dari tempat duduknya.
" Maaf Bu, dompet saya ketinggalan "Balas ku sambil menggaruk kepala yg sebenarnya tidak gatal.
" Hadeh! "ujarnya sambil mengusap2 keningnya dengan jari.
" Yaudh, besok aja kamu bayar dendanya, saya lagi ada rapat penting"Ujarnya sambil melangkahkan kaki ke arah pintu.
"Siap Bu" balas ku yg segera mulai bekerja.
****************
Setelah selesai dengan pekerjaanku, aku mulai merapikan tempat kerjaku yg berantakan dengan selembaran kertas2.Setelah selesai, barulah aku beranjak pergi untuk pulang.Baru akan ke arah pintu, tak sengaja aku menabrak seorang perempuan bernama Sarah yg datang dari arah samping tanpa kusadari, dan...
"Lain kali jalan hati2 dong...! tuh kan minumannya tumpah, tumpah ke baju lagi...! " bentaknya yg segera mengelap bajunya dengan tisu.
"Maaf, Mbak" balas ku dengan sopan.
bergegas aku pun membantunya, tapi dia langsung menolak untuk ku bantu.Entah kenapa dia begitu marah kepadaku.
"Mari saya bantu" sahutku yg mulai merapikan buku2nya yg berjatuhan.
"Nggk usah, nggk perlu...! " bentaknya.
'Ni orang kenapa sih.! gua punya salah apa emangnya, kalau masalah kemarin, dia sendiri kan yg mau' gumamku dalam batin yg penuh tanda tanya.
"Oh yaudh" sahutku yg mulai membalikkan badan untuk segera pergi.
"Eh, kamu mau kemana? " sahutnya sambil menarik bajuku.
"Mau pulang, emangnya kenapa? " tanya ku
"yaudh deh bantuin dong elapin" sahutnya sambil tersenyum beda dari biasanya.
'Ni orang maunya apa sih' gumamku dalam hati.
"hmmm... yaudh deh" ujarku segera mengepel bekas tumpahan jus tadi.
Kami pun berbarengan mengepel bagian yg tumpah tadi. Di momen itu dia terus menatapku seakan tak mau lepas pandangan, seakan akan dia suka kepada ku, tapi pikiran itu segera ku tepis seketika mengingat dia yg selalu bersikap tak suka terhadap ku, jadi tidak mungkin dia menyukaiku.
"Udh kan?aku mau pulang...!" Sahutku selesai mengepel tumpahan tadi.
"Yaudh kamu boleh pulang, hati2 di jalan! " sahutnya sambil memegang pundakku dengan muka yg datar.
'hati hati dijalan??? gk salah denger gua???bingung sama sikap ni perempuan' gumamku dalam hati.
"Ah udh lah gk penting juga" gumamku sambil melanjutkan langkah untuk pergi.
Setelah selesai dengan pekerjaan ku, aku putuskan untuk pergi ke cafe terlebih dahulu, yaitu cafe yg biasa aku datangi untuk melepas kepenatan seharian bekerja.Malam pun sudah tiba, tepatnya pukul 19:20 aku beranjak pergi untuk pulang.Dikarenakan hari sudah malam, aku pun melewati jalan pintas ke perkampungan untuk cepat sampai.
Tapi tiba-tiba, Ketika sedang dalam perjalanan pulang, aku dihadang oleh 3 orang preman yg telah siap menodongkan senjata tajam.Aku pun seketika panik, dan sempat meminta tolong.Tapi preman itu menodongkan senjata ke perut ku dan mengancamku, jikalau aku berteriak tamatlah riwayatku.Sambil terus mengawasi keadaan sekitar yg sangat sepi lalu lalang orang, preman itu pun melanjutkan aksinya.
"Keluarin semua yg ada...! " bentak preman itu.
"Maaf Pak saya gk bawa dompet, dompet saya ketinggalan dirumah"
"Keluarin semua yg ada gua bilang...! bentak preman itu lagi.
" I-Iya Pak, iya Pak"balas ku dengan gugup dan ketakutan.
Aku pun mulai melucuti jam tanganku satu satunya.
"Saya hanya punya ini pak, ini jam tangan saya satu satunya" ujarku sambil menyerah kan barang itu.
"Mana lagi cepet...! " pintanya lagi.
"gk ada lagi Pak sumpah...!" sahutku berbohong karena masih ada barang berharga di kantongku.
"Mana cepetan...! " pintanya dengan nada semakin tinggi.
"sumpah Pak, saya gk ada lagi barang berharga saya" sahutku dengan ketakutan sambil merasakan bagaimana rasanya di tikam pisau tajam ini yg di todong kan preman tersebut.
"nggk ada lo bilang, hah...!, hajar dia...!" perintah nya dengan lantang.
"siap boss" balas anak buah preman itu.
Seketika mereka pun menghujam kan pukulan mereka tepat di wajah, perut dan punggung ku.
Aku pun hanya bisa pasrah akan keadaan ini yg tak bisa melawan, karena salah sedikit saja pisau itu bisa melayang di tubuhku.
Setelah di hajar habis habisan dengan darah yg mulai bercucuran ke tanah, mereka pun akhirnya berhenti untuk merogoh kantong dan tas kerjaku.
"Cek semua kantong dan tasnya...! "
Mereka pun merogoh kantong dan tas ku dan berhasil menemukan satu barang yg berharga yg tak lain adalah HandPhone, dan laptop ku.
"Bos ada Hp sama laptop, lumayan nih bos" sahut anak buahnya yg kegirangan.
"Nah, ini ada, lumayan nih" Sambil mengambil barang tersebut dari anak buahnya.
"nggk ada lagi bos" sahut anak buahnya.
"Kalo uang??? " tanya bos preman itu.
"gk ada bos" balas mereka.
"Yaudh cabut...! bawa sekalian motornya"perintah bos preman itu sambil mendorong ku dengan kakinya dan seketika aku terhuyung ke belakang hingga jatuh.
" Siap boss"balas anak buahnya
"Mantap kita pesta malam ini...! ujar bos preman itu sambil pergi membawa sepeda motorku yg baru saja seminggu aku beli.
Aku yg masih tersungkur di tanah berusaha untuk berdiri, akan tetap, kepalaku terasa pusing dikarenakan hantaman keras dari dua preman tersebut ditambah darahku yg terus bercucuran dari hidung dan mulut ku. Belum lagi luka kemarin yg belum kunjung sembuh, hingga badan ku terasa lemas, wajahku mulai tampak pucat, pandangan ku mulai kabur, aku merintih kesakitan di sekujur tubuhku sambil memegangi hidung dan mulutku yg terus bercucuran darah. Aku meratapi nasibku yg seakan akan aku akan mati dengan di barengi isak tangis dan nyeri dada yg sempat di pukul juga.Seketika aku pun teringat memori masa kecilku bersama ibuku sebelum dia wafat.Aku terus berjalan untuk pulang dengan tubuh yg semakin lemas dikarenakan darahku terus keluar dari hidung dan mulut ku.Sambil terus memanggil ibuku dengan di barengi isak tangis dan pandangan mulai kabur.
"Ma-mamah, mamah... " rintihku yg semakin lemas.
"Andaikan aku tidak ke jalan ini, pasti aku masih selamat"Gumamku dengan nada pelan
"To-tolong....! to-tolong...! " sahutku yg berusaha mengeluarkan suara sekeras kerasnya, tetapi tidak ada yg mendengar dikarenakan jalan di lewati jarang ada lalu lalang orang.
"Aarrrggghhh" rintihku dengan lutut dan telapak tanganku yg menyentuh jalan aspal, dikarenakan tubuhku semakin lemas tak berdaya, hingga akhirnya aku pun jatuh tersungkur terbaring di jalan aspal pedesaan.
"Mah, ma-mah... " rintihku yg teringat lagi dengan memori masa kecilku bersama almarhumah ibuku sebelum dia wafat dengan cara yg tragis dan kejam.
NEXT PART\=\=\=}