INTER DIMENSION

INTER DIMENSION
A SECRET (Sebuah rahasia)



Segera ku bergegas masuk dan mengunci pintu rapat2. Kejadian tadi membuat mental ku sangat terganggu. Ku memutuskan tuk berdiam diri saja di kamar, menutup jendela kamar dan mengunci pintu rapat2.


Mendengar pintu kamar di kunci dan gelagat ku seperti orang ketakutan, ibuku lalu menghampiri ku di depan pintu kamar.


Tok... tok... tok...


"Nak ada apa? kenapa di kunci pintunya?"


Tok... tok... tok...


"Nak, ayo buka pintunya! coba ceritain ke ibu ada apa?" pinta ibuku dengan bertanya-tanya.


"Maaf mah aku pengen sendiri dulu" sahutku dengan gemetar ketakutan.


Aneh nya ibuku tak mendengar percakapan si pelaku, padahal suara tertawa nya begitu kencang dan memekikan telinga.


"Yaudh kalau kamu mau sendiri dulu, ngomong yah kalau ada apa nak?" sahut ibuku dengan khawatir.


Setelah itu, ku hanya diam dan tidak berbicara lagi.


3 hari berlalu, ibu ku sangat khawatir dan sering bolak balik mengetuk pintu agar aku mau makan, tapi aku masih tidak menjawab dan enggan untuk keluar kamar.


"Nak, kamu kok nggk ngejawab ibu dari kemaren? kamu ada kan disitu? Nak, tolong buka pintunya! " pinta ibuku dengan perasaan khawatir.


Aku pun masih tak menjawab dan masih trauma dengan kejadian itu. Masih terbayang di pikiran ku, betapa jelas nya adegan pembunuhan brutal itu.


"Nak, tolong bukain pintunya! kamu harus makan nak!" pinta ibuku yg sangat khawatir karena sudah beberapa hari ini tak ada jawaban dariku.


"Nak, tolong buka pintunya, kamu harus makan, uhukkk uhukkk uhukkk".sahut ibuku dengan kondisi kesehatan nya yg mulai menurun.


Karena masih tak ada jawaban, ibuku lalu mendobrak pintu walaupun staminanya mulai menurun.


Brukkk... brukkk... brukkk....


pintu susah untuk terbuka, dikarenakan kondisi kesehatan ibuku juga tidak baik.


Brukkk... brukkk...


Pintu masih belum terbuka.


"Astaghfirullahalazim, susah kebukanya" sahut ibuku dengan badan lemas


Dengan kondisi tubuh yg lemah, ibuku berusaha berjalan menuju basement. Saat sudah di pintu basement, pintunya ternyata terkunci.


"ternyata ke kunci yah, uhukkk...uhukkk...uhukkk...gimana nih? udh lama juga gk ke sini, jadi gk inget nyimpen kuncinya dimana uhukkk...uhukkk..."sahut ibuku dengan kondisi kesehatannya yg kurang baik.


Setelah beberapa menit mencari, barulah ibuku menemukan kunci basement nya.


"Alhamdulillah ketemu, uhukkk... uhukkk..."


Lalu, ibu ku bergegas mencari kunci cadangan itu di kotak perkakas, dan akhirnya ketemu.


Tiba-tiba, ibu ku merasa pusing dan tak sengaja menyentuh bagian tombol rahasia di bagian tertentu tembok tersebut yg seperti tembok biasa.


Klekkk.......


Sebuah bunyi dari tombol itu membuka sebuah pintu rahasia yg belum pernah di lihat sebelum nya oleh ibuku.


"Kok ada pintu? uhukkk...uhukkk...kata pemilik sebelum nya kan katanya cuman ada uhukkk...uhukkk...uhukkk...ruangan ini aja di basement" Sahut ibuku dengan penuh tanda tanya dengan kondisi yg sering batuk batuk dikarenakan basement tersebut berdebu.


Dan semakin dibuat bingung ibuku saat menemukan tulisan yg janggal.


"HAH??? ADAM??? kok ada tulisan nama anakku disini? Uhukkk...uhukkk...." sahut ibuku yg berusaha menerka.


"Oh apa mungkin pemilik sebelumnya ada yg bernama Adam, uhukkk... uhukkk... entahlah ku tak tahu, tapi apa ini? apa ini cuma barisan angka biasa? atau ini adalah sebuah barisan kode?" sahut ibuku yg bingung dengan pintu yg terdapat barisan angka tersebut.


Kode-kodenya seperti ini :


3-15-13-5*8-5-18-5*1-4-1-13*1-13*23-1-9-20-914-7*6-15-18*25-15-21.


Tapi ibuku tidak menghiraukan barisan angka tersebut, terlebih dengan kondisi kesehatan nya saat ini, yg terpenting ibuku sudah menemukan kunci yg ia cari.


Segera ibuku bergegas kembali menuju kamar sang anak tercintanya, dan membuka pintu kamar itu.


"Nak, mamah datang, kamu masih disana kan, nak, uhukkk...uhukkk...uhukkk..." sahut ibuku dengan terburu-buru.


Disaat sudah membuka pintu kamarnya, alangkah terkejutnya ibuku dengan kondisiku yg mengenaskan.


NEXT PART\=\=\=}