
"ASTAGHFIRULLAHALAZIM NAK, KAMU BERDARAH!!! Uhukkk...Uhukkk...!!! KOK KAMU JADI GINI!!!" sahut ibuku dengan terkejut melihat anaknya bersimbah darah akibat olesan darah dari si pelaku yg belum di bersihkan. Jadi alhasil, ibuku menyangka bahwa aku terluka cukup parah.
"Nak, kamu kenapa? uhukkk... uhukkk...uhukkk...tunggu sebentar yah nak, Mamah ambilin obat dulu uhukkk...uhukkk...uhukkk..." sahut ibuku bergegas mengambil sebuah obat dan kebutuhan perban di kotak p3k dengan kondisinya yg lemah dan terus batuk2an.
Setelah mengambil semua yg dibutuhkan, ibuku bergegas kembali ke kamarku.
"Nak, kamu luka dibagian mana, nak?" sahut ibuku yg mengecek semua bagian tubuhku untuk menemukan titik pendarahan.
Aku pun hanya geleng-geleng kepala, karena yg terkena luka bukan fisik, tetapi mentalku.
Alhasil, ibuku pun tak menemukan luka sedikit pun di tubuhku.
"Alhamdulillah, kamu gk ada luka sedikitpun, tapi asal darah ini darimana nak?" Sahut ibuku sambil mengecek suhu tubuhku.
"YA ALLAH NAK, KAMU DEMAM, CEPET MINUM OBAT NAK!!! Uhukkk...uhukkk...uhukkk..." Sahut ibuku saat mengecek suhu dengan termometer ternyata suhunya mencapai 39,5 derajat celcius.
"I... iya... mah, mamah juga...minum... obat" sahutku yg terbata bata dengan tubuh yg lemas dan menggigil karena demam, ditambah lagi tidak ada asupan makanan dan minuman selama beberapa hari itu. Sungguh ajaib bagiku masih bertahan sampai skrg.
"Kamu gk perlu pikirin mamah, pentingin diri kamu sendiri dulu yah nak" Ucap ibuku yg khawatir.
"Uhukkk...Uhukkk...Coba cerita semua ke mamah ada apa? Kenapa bisa ada darah? darimana asal darah itu? Uhukkk... uhukkk... uhukkk..." lanjut ibuku yg penasaran karena di tubuh ku tak ada luka sedikitpun.
"M...Mah... a...aku... ta...takut" sahut ku dengan terbata-bata sambil memeluk ibuku.
"Iya ada sayang? uhukkk...uhukkk...coba cerita ke mamah ada apa?" lanjut ibuku sambil membersihkan darah yg bersimbah di muka dan leherku.
"dia... dia bawa pedang... terus... dia pengg*l kepala... "
"Astaghfirullahalazim, mengg*l kepala???kepala siapa nak??? yg bener kamu nak jgn bercanda ah" sahut ibuku yg terkejut dengan pernyataan yg belum selesai ku utarakan.
"nggk... m... mah... aku... nggk ber... canda, aku... serius" jawabku dengan terbata bata karena kondisi ku yg menggigil demam.
"Emang dia mengg*l siapa nak? Uhukkk... uhukkk... uhukkk..."sahut ibuku yg penasaran.
"Dia mengg*l kepala... orang yg... aku ceritain waktu itu... di sekolah" jawabku.
"Siapa nak?" Sahut ibuku yg semakin penasaran.
"Orang misterius itu yg... hilang tiba-tiba..." Jawabku dengan terbata bata.
"Kamu nggk kenapa2 kan? uhukkk... uhukkk..."
sahut ibuku yg khawatir.
"aku... takut mah... katanya... dia mau membunuh aku... jika tubuh aslinya... nemuin aku..., dia lalu... ngehilang gitu aja..., aku takut... mah" sahutku yg sangat ketakutan sambil memeluk ibuku.
"Astaghfirullahalazim, Astaghfirullahalazim, Astaghfirullahalazim" sahut ibuku yg mengusap dada sambil beristighfar.
"Yaudh nak, kamu makan dulu yah"
"Nggak... mah... " Jawabku yg tak selera makan.
"Satu suap aja yah nak, nanti abis ini minum obat yah" sahut ibuku sambil menawari makan.
Akhirnya aku pun makan, walaupun sebenarnya terpaksa, karena sudah beberapa hari ini aku tidak makan dan minum. Bersyukur aku masih selamat dan bertahan.
Saat ibuku sibuk menyuapiku, terdengar ketukan pintu dari seseorang.
Tok... tok... tok...
Tok... tok... tok... "Anna, kamu disana kan?"
Tok... tok... tok...
Suara panggilan itu membuat ibuku tersentak seketika.
"Nak, kamu tunggu sebentar yah!, uhukkk... uhukkk..." Sahut ibuku yg bergegas menuju pintu.
"Iya tunggu!!! uhukkk...uhukkk..." Teriak ibuku dengan nada tidak suka.
Setelah ibuku membuka pintu...
"Hai Anna, Gimana kabarmu? " sahut orang tersebut yg bernama Jerry yg tak lain adalah mantan ibuku dulu.
"Kamu mau apa kesini?" Sahut ibuku yg tidak suka.
"Yah aku mau ketemu kamu lah" Jawabnya sambil memegang tangan ibuku.
ibuku langsung menepis tangannya.
"Udh mas cukup, aku nggk ada waktu buat ngeladenin hal kayak gini" Sahut ibuku yg berusaha menutup pintu tapi di cegah olehnya.
"Eh eh bentar dulu, bentar dulu Anna, aku mau ngomong empat mata sama kamu, aku mau ngomong serius sama kamu soal hubungan kita"
"Bentar dulu Anna, aku mau ngomong serius sama kamu, aku mau kita yg dulu. Aku tahu aku salah Anna, aku termakan hasutan wanita itu dan skrg aku sadar bahwa kamulah yg benar." Sahutnya berusaha membujuk ibuku dengan kenangan indah masa lalunya.
"Nggk mas, aku nggk mau!!!, aku udh punya suami mas, aku udh punya anak juga, kamu harus sadar itu. Aku udh terlanjur sakit sama kamu mas, kamu udh fitnah aku gara gara wanita itu, padahal nyatanya aku sama sekali nggk salah, tahu nggk kamu hah!!!" teriak ibuku dengan isak tangis.
Aku yg mendengar hal itu, berusaha mengintip dan mendengarkan percakapan mereka.
"Iya tahu aku salah, aku minta maaf"
"Udh telat kamu mas minta maaf, tapi gpp aku maafin kok, tapi bukan berarti hubungan kita bakal kembali. Dan lagi aku capek mas aku di tuduh pelakor mulu, aku di benci mas, di benci sama tetangga, orang2 yg aku temui, mereka semua pada ngejauhin aku gara gara kamu sama perempuan itu. Dan lagi mas, wanita itu sering nelpon aku dengan kata2 yg kasar, dia nyuruh buat aku jauh2 dari kamu, aku capek mas!!! capek tahu nggk, aku dituduh sebagai cewek yg gk bener, dia marah2 sama aku hampir setiap hari, padahal nyatanya nggk mas, aku berusaha ngehindar dari kamu tapi kamu nya malah terus terusan ngejar aku. Udh cukup mas, jgn kejar kejar aku lagi, kamu harus sadar diri, kamu tuh udh punya istri mas" sahut ibuku dengan kekesalannya selama ini.
"Tapi aku udh putus sama dia, dan... " Belum sempat ngomong, ibuku lanjut berbicara lagi.
"Nggk mas!!! nggk!!!, udh cukup mas nama baik aku udh jelek di kampung ini, jgn sampai masalah ini makin memuncak nantinya, Uhukkk...uhukkk...uhukkk" Sahut ibuku dengan kondisi kesehatanya yg lemah.
"Anna!? Kamu sakit!? kita kerumah sakit dulu yuk!" Sahutnya berusaha perhatian.
"udh mas, jgn peduliin aku, aku bisa sendiri kok, udh ah buang2 waktu aja" Sahut ibuku
mulai menutup pintu tetapi berusaha dicegah lagi oleh nya.
"Anna!! tunggu sebentar Anna!!! dengerin aku ngomong!!! kasih aku kesempatan untuk bicara dulu, Anna!!! Anna!!!" Sahutnya yg berusaha membujuk, tetapi alhasil ibuku menutup pintu dan menutup semua jendela serta menguncinya.
Ibuku tertunduk sedih dengan fitnah yg belum tentu kebenarannya itu sudah tersebar kemana mana. Alhasil, nama baik ibuku jadi jelek di mata masyarakat. Orang orang pun menatap ibuku dengan tatapan sinis dan tidak suka. Mereka juga berusaha mengusir kami dari kampung ini. Sudah lama ibuku mengalami penderitaan ini, aku pun sangat sedih melihatnya.
"Mah, kenapa mamah nangis? terus laki2 itu siapa mah?" tanyaku yg penasaran.
"Nggk ada apa2 kok nak, itu cuma masalah biasa, udh jgn dibahas lagi, mendingan kamu istirahatin diri kamu dulu, kan kamu lagi sakit nak, istirahat dulu yah sayang yah" Sahut ibuku yg melihat kondisiku masih lemas.
Tok... tok.... tok... "Anna aku mohon, kasih aku kesempatan lagi" sahut laki2 itu yg belum menyerah, tapi ibuku tak mengindahkan pembicaraannya.
"Udh nak, jgn didengerin, kamu lanjut istirahat lagi aja, kan kamu lagi sakit nak, ayo cepet" uhukkk... uhukkk... uhukkk..."
"Iya mah" jawabku dengan suara lemas.
Tok... tok... tok... "Anna aku mohon sama kamu, aku mau ngomong sama kamu, sebentar aja please" sahutnya berusaha memohon, tapi lagi2 ibuku tak mengindahkan pembicaraannya itu. Alhasil dia (Jerry) beranjak pergi sambil mengucapkan kata-kata yg tak enak di hati.
"Oke fine, aku pergi, aku gk bakal nyari kamu lagi!!!" Sahutnya yg kecewa berat dengan usahanya yg selama ini selalu sering datang kesini.
"Udh sana pergi aku bilang!!!, pergi dari kehidupan aku!!!" teriak ibuku dari dalam rumah.
"Aku sumpahin kamu, sengsara seumur hidup!!!" sahutnya lalu beranjak pergi.
...*************...
Menjelang sore, ibuku beranjak pergi untuk berbelanja di warung pak soleh. Saat hendak keluar, orang2 (tetangga) menatap ibuku dengan tatapan sinis dan tidak suka, tapi ibuku tak memedulikan ekspresi mereka, toh ibuku tak ada masalah dengan tetangganya.
"Pak mau beli sayuran" sahut ibuku sambil mendengarkan orang-orang yg menjelek jelekkannya.
"Tuh liat gk malu apa dia kesini"
"Iya bu, aku juga gk nyangka dia bisa sampe senekat itu"
"Yah pelakor banyak caranya bu"
"Emang kecentilan nih orang"
"Iya bu serem ih, kita musti hati2 dan jaga suami kita bu dari godaan dan rayuan iblis nya"
"Jgn deket2 ibu2 takut ketularan sifat pelakor nya nanti, hahaha"
"Ih ogah deh" Ejek para ibu2 yg sedang berbelanja".
Tapi ibuku tak menggubris omongan mereka dan beranjak pergi dari tempat itu.
Setelah ibuku sampai dirumah, kulihat ibuku bersedih dan berusaha mengusap air mata nya saat sudah sampai dirumah, agar aku tak melihat ibuku bersedih. Kejadian itu sangat menyayat hati ibuku. Aku pun merasakan hal yg demikian, kesedihan yg di rasakan ibuku begitu mengalir di dalam hatiku. Ku bertanya, 'ada apa dengan ibuku? pasti ada masalah lagi yg di hadapinya' tanyaku dalam hati.
"mah? mamah kenapa, kok nangis? mama lagi ada masalah yah?" tanyaku dengan polos karena pada saat itu umurku baru 7 tahun.
"Nggak ada apa-apa kok nak, mama cuma kelilipan aja" jawab ibuku yg pura-pura kelilipan.
"Kamu masih sakit kan nak, kenapa jalan2 terus, uhukkk...uhukkk..." Sahut ibuku yg mulai duduk di kursi.
"Skrg udh agak mendingan kok mah. Mamah juga itu lagi sakit, harusnya mamah juga istirahat" Sahutku sambil memegangi tangan ibuku yg dingin pucat.
"Nggk apa apa, uhukkk...uhukkk...uhukkk... mamah masih kuat kok nak, kamu gk ush khawatir yah" Jawab ibuku sambil mengelus kepalaku yg banyak keringat.
Ku hanya diam dan memperhatikan wajah ibuku yg semakin hari semakin pucat. Ku tak siap bila satu satunya orang yg ku sayangi meninggalkanku. Karena hanya Ibuku lah yg memberi ku kasih sayang dan motivasi untuk terus melangkah. Beda hal dengan ayahku yg seorang pemabuk, bermain wanita, judi, hingga narkoba. Setiap hari kami selalu di siksa, di intimidasi dan dihina oleh bapak sendiri. Di tambah sikap iri hati dan penghinaan para tetangga yg berusaha mengusir kami. Entah apa yg harus kulakukan, aku pun tak bisa apa apa, yg ku bisa hanyalah diam dan tak bertindak sedikitpun.
NEXT PART\=\=\=}