INTER DIMENSION

INTER DIMENSION
THE INCIDENT (Sebuah peristiwa)



Akhirnya aku sampai di rumah pukul 12:35, dengan suasana pikiran dan hati yg sedang kacau. Aku hanya sekali menaiki angkutan umum, selebihnya jalan kaki untuk menghemat uang ku yg semakin menipis.


Dengan kaki yg mulai terasa pegal, ku merebahkan diriku dan menenangkan diri sejenak. Disaat ku berusaha tetap tenang, aku lalu teringat dengan perkataan Prof. William yg memintanya untuk bergabung dan bekerja sebagai peneliti di anggota VEBRA. akhirnya aku punya harapan dikala ku sedang bingung, ini kesempatan ku. Aku akan segera pergi nanti setelah istirahat sejenak.


Aku lalu tertidur karena saking capeknya aktivitas otakku. Secara tak sadar saat ku tengok sudah jam 13:25, aku lupa dengan rencana ku untuk pergi ke Prof. William, aku lalu bersiap siap untuk pergi, akan tetapi sesudah sholat dzuhur.


Setelah menunaikan ibadah sholat, aku lanjut pergi ke tempat tujuan dengan harapan bisa diterima ditempat kerja yg baru.


Disaat ku sedang dalam perjalanan, aku sempat mendengar orang-orang yg membicarakan kejadian penyerangan Anggota FIREFLY yg membuat rahasia Anggota VEBRA bocor setelah susah payah menjaga rahasia dokumen tersebut selama beberapa tahun ini. Aku kaget bukan main, karena itu adalah Tempat penelitian Prof. William.


'Apa Pak William ada disana skrg? dan apakah pak William baik2 saja?' Tanyaku dalam benak.


Aku tak mengetahui tempat penelitian yg ingin ku tuju tersebut. karena rencananya ku ingin langsung ke rumah Prof. Willam dan menuntunku ke tempat tujuan. Sekaligus mengecek, apakah Prof. William berada dirumahnya.


Karena situasi Anggota VEBRA seperti nya sedang dalam keadaan kacau, dengan kesempatan itu, aku lalu menanyakan tempat penyerangan tersebut. Aku hanya ingin tahu dimana tempat nya dan bukan ingin kesana, kalo kesana skrg, sama aja bundir gue wkwkwk. intinya, disaat kondisi nya sudah mulai aman, aku baru kesana untuk mengecek langsung kejadian di TKP.


"Emmm, maaf bapak2 kalian sedang membicarakan tentang kejadian penyerangan tersebut yah" Sahutku yg memulai obrolan.


"Iya, kami sedang membicarakan kejadian yg sedang viral hari ini, emang ada apa yah" Tanya bapak2 tersebut.


"Kalo boleh tahu, tempat kejadian nya dimana yah pak" Tanya ku.


"Tempat kejadian nya di Austin Barat" Jelasnya.


"Maksudnya, letak yg spesifik nya dimana yah pak?" Tanyaku yg memperjelas.


"Setau saya sih, itu sebuah kantor di dekat rumah sakit HEALTH HOSPITAL, tapi ternyata itu hanya kedok untuk menyembunyikan sebuah penelitian rahasia, yg akhirnya terbongkar juga" Sahutnya yg menjelaskan.


'Health hospital??? itukan rumah sakit yg sering aku kunjungi waktu ibuku sakit' Ucapku dalam batin yg penasaran.


"Emangnya, kamu mau kesana?" Tanya bapak2 tersebut yg penasaran.


"E-enggk pak, saya cuma pengen tahu aja hehe" Sahutku yg malu sendiri.


"Oh gitu, saya peringatkan kamu, jgn pergi kesana, disana sedang kacau2nya, banyak orang yg tak bersalah kena imbasnya, kalau kamu kesana nanti sama aja kamu bunuh diri" Ucap bapak2 tersebut memperingatkan ku.


"Yah terkecuali kamu bosen hidup, hahhah" Canda dari bapak2 yg satunya.


"Hahaha, enggak lah pak, saya cuma kepo aja sama yg viral2" Ucapku dengan tawa.


"Kalau begitu makasih infonya pak"


"Oh iya, hati2 di jalannya"


"Iya makasih bapak2" Ucapku yg segera melanjutkan langkah ku ke rumah Prof. William yg berada di Austin Timur.


Dengan uangku yg tinggal 500 Rivs ini yg setara dengan biaya kebutuhan makanan untuk 2-3 hari, aku memutuskan untuk berjalan kaki setelah menaiki angkutan umum satu kali agar mempercepat ke tujuanku dan menghemat ongkos. Apalagi Tarif Angkutan umum disana sudah naik dari yg awalnya 50 Rivs kini menjadi 80 Rivs tiap 3 Km. Jarak yg ku tempuh sekitar 12 Km, aku hanya menaiki angkutan umum tersebut sampai jarak 7 Km saja, yg berarti tarif yg harus ku bayar adalah sekitar 160 Rivs lebih. Selebihnya, terpaksa aku harus jalan kaki, yahh itung2 olahraga kan wkwkwk.


Aku lalu melanjutkan langkahku untuk mencari angkutan umum terdekat. Disaat hendak mencari angkutan umum, Tiba-tiba ambulans melintas dengan cepat.


'Astaghfirullah kaget gue, ada apa nih? ada yg meninggal kah' Tanyaku dalam benak yg sekaligus kaget karena ambulans yg melesat dengan cepatnya di dekatku.


Aku tak terlalu memedulikan hal itu, aku lalu menaiki angkutan umum berwarna Putih-biru.


...****************...


Akhirnya aku sampai di sebuah pertigaan dekat Toserba. Lalu aku menyempatkan diriku ke Toserba kecil untuk membeli sebuah makanan dan minuman untuk perbekalan dijalan. Disaat akan masuk, aku seperti mengenali perempuan tersebut. Setelah ditelisik, ternyata itu adalah Maya, yg bekerja sebagai penjaga toko makanan di Austin City (Eps 10 : AN ILLUSION \= Sebuah ilusi).


'Dia kerja disini?' Tanyaku dalam benak.


"Eh, mbak Maya yah?" Sahutku yg mengenali wanita tersebut.


"Eh, iya saya Maya, kamu... yg waktu itu nanya ke saya kan pas saya masih kerja di Austin City?" Tanya nya yg seperti nya mengingat ku.


"Iya mbak yg waktu itu saya cuma beli roti aja hehe" sahutku dengan candaan.


"Oh iya kamu yah" sahutnya yg baru ngeh


"Iya mbak, makasih masih inget sama saya hahaha" Tawa candaku.


"Umurku udh 21 mbak hehe" Sahut ku yg malu2.


"Oh tuh kan apalagi umur kita gk beda jauh, saya baru 23" Balasnya dengan senyuman manis.


"Oh iya, kamu mau beli apa Adam?" Tanya Maya.


"Emmm, saya milih2 dulu makanan sama minumannya" Sahut ku


"Oh iya silahkan" Balas Maya.


Setelah selesai dengan apa yg dicari, lalu makanan dan minuman yg ku bawa segera ditaruh di meja kasir.


"Emmm, kamu Maya... nggk kerja di Toko itu lagi?" Tanyaku dengan malu2.


"Udh nggk Adam, kontrak kerja ku udh abis disana" balas Maya sambil mengecek belanjaan yg ku beli.


"Oh gitu yah" Sahutku sambil memandangi wajahnya yg putih bersih dengan rambut yg di ikat.


"Totalnya jadi 150 Rivs! " Sahutnya


"Oh iya Maya" Sahutku, lalu memberikan selembar uang 100 Rivs dan 50 Rivs.


"Ok, uangnya pas yah" sahutnya sambil memberikan struk belanjaan.


"Btw kamu tinggal dimana, Adam?" Tanyanya dengan senyuman.


"Saya tinggal di Bridgetown mbak" Sahutku


"Hmmm, udh jgn manggil mbak, panggil aja Maya, umur kita gk beda jauh kok" Sahutnya kembali.


"Oh, ok Maya" balasku.


"Berarti jauh juga kamu rumahmu dari sini, kamu naik apa kesini" tanyanya yg penasaran.


"Biasa angkutan umum" balas ku


"Ohhh... terus habis ini mau kemana?" Tanya Maya yg penasaran lagi.


"Rencananya saya mau ke Austin Timur, ke rumah dosen saya" jawabku.


"Wihhh, anak kuliahan nih" Sahutnya dengan candaan.


"Iya Maya hehe" balasku.


Sambil membawa belanjaanku, aku segera bergegas keluar melanjutkan perjalanan ku.


"Yaudh, makasih Maya, aku lanjut lagi" Sahutku


"Iya sama-sama, kapan2 kesini lagi yah" balas Maya.


"Iya pasti, Maya" Sahutku sambil pergi membawa makanan dan minuman untuk di perjalanan.


...****************...


Selang beberapa jam, akhirnya aku sampai di depan rumah Prof. William. Tampak rumah mewah nan megah bagaikan istana kerajaan yg sedang di jaga ketat oleh beberapa satpam dan Pasukan militer, entah kenapa ada Pasukan militer disini. Dan disana juga terdapat bendera kuning yg terkibar di depan gerbang rumah Prof. William. Bendera kuning menandakan adanya kematian seseorang. Siapakah seseorang yg meninggal tersebut???


'Bendera kuning??? Siapa yg meninggal yah' Tanya ku dalam benak.


"Maaf mas, anda siapa dan mau nyari siapa?" Bentak satpam yg berjaga di rumahnya Prof. William dengan nada bicara menggeretak.


"Oh perkenalkan pak, nama saya Adam Bramatya, saya mahasiswa di Universitas Jayaputra dan Pak William adalah dosen saya?" Sahutku dengan perkenalan diri.


"Oh maaf, silahkan masuk" Balas satpam tersebut dengan mempersilahkan ku masuk, begitu dia tahu namaku.


Ku melihat orang-orang yg sedang bersedih dan berduka atas meninggalnya perempuan yg kulihat di foto yg selalu di pegang wanita paruh baya tersebut, yg kemungkinan wanita paruh baya itu adalah ibunya dari yg meninggal itu.


NEXT PART\=\=\=}