
Ingatanku mulai pulih kembali, ku segera bergegas pulang.
Rumahku ternyata cukup jauh dari tempat kejadian tersebut. Disebuah kontrakan rumah yg tampak sepi dikarenakan penghuni kontrakan lain masih bekerja di sore hari. Rumah bercat biru itu lalu ku buka pintunya segera.
"Aku pulang!!!"
Sepi dan senyap tak ada seorang pun yg menyambutku.
Posisiku disini hidup seorang diri dan menyewa sebuah kontrakan. Jadi, apa boleh buat, aku harus melakukan hal yg merepotkan sendirian dan tak ada orang satu pun yg mau membantuku, dan itu sudah menjadi hal yg biasa bagiku.
Kondisi dirumah berantakan sekali gara2 para preman bejat itu (Eps 2 THE NIGHTMARE \= Mimpi buruk).
Aku segera membereskan dan merapikan barang yg berantakan dan rusak sebagian.
Kehidupan seperti biasa yg penuh dengan penderitaan dan tak ada orang terdekat di samping ku, ku jalani dengan hati yg tabah dan ikhlas.
Ditengah kesibukan ku merapikan dan membereskan barang2, ku terus teringat lagi dengan masa laluku yg seharusnya kejadian itu tak diingat lagi olehku.
Aku teringat dengan secarik kertas berisikan informasi tentang keadaan yg sedang ku alami saat masih dirumah sakit, dan sebenarnya aku sempat Amnesia, karena akibat dari halusinasi itu ku teringat lagi dengan kejadian di masa laluku.
Tak mau terpuruk dengan masa laluku, aku segera membereskan semua barang yg berantakan tersebut sedikit demi sedikit, walaupun dengan hati yg ingin menangis.
Ingin sekali ku bertemu dengan ibuku sekali saja.
Setelah semua dirasa selesai, aku segera membereskan diriku sendiri yg teramat kotor dan bau apek akibat tergeletak di tanah selama beberapa hari ini.
"Berarti gue udh beberapa hari ini gk mandi, pantesan pada gatel nih badan, mau mandi dulu ah" Sahutku yg segera mengambil handuk dan bergegas ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, aku mulai merebahkan diriku sambil memikirkan kejadian yg ku alami di terowongan waktu itu. Baru kali ini aku melihat wajahnya yg tampak menyeramkan.
Segera aku menepis pikiran itu dan mulai melakukan aktivitas yg lain.
Siang berganti malam, tepatnya pukul 10 malam, setelah selesai dengan semua aktivitas, aku lalu istirahat duduk dan menyalakan TV.
"Eh, gue baru inget, pekerjaan gue!!! gimana nih!!!" Sahutku yg baru teringat dengan pekerjaan ku yg sudah ditinggalkan selama hampir dua minggu dan tak memberi kabar.
Aku lalu bergegas ke kamar mandi untuk membasuh kaki dan muka. Setelah itu, ku lanjut bersiap siap untuk tidur.
...****************...
Menjelang pagi hari, aku bersiap siap untuk mandi dan berganti pakaian. Setelah semua urusan rumah selesai, ku bersiap berangkat.
Aku takut jika nanti bos marah dan memecat ku. Akan tetapi ku berusaha untuk berpikir positif. Mungkin kalau nanti ku jelaskan, bos pasti mengerti dengan apa yg ku alami dan memberiku kesempatan.
Waktu menunjukkan pukul 06:30, aku segera bergegas berangkat menaiki sebuah angkutan umum untuk menghemat ongkos, di karenakan simpanan uangku sudah menipis. Perlu menaiki 2 angkutan umum untuk sampai ke tempat kerjaku.
Setelah cukup lama tepatnya pada pukul 07:10, akhirnya aku sampai di tempat kerjaku.
"Akhirnya sampe juga!!!" Sahutku sambil melihat jam tangan pemberian prof. William dan segera masuk setengah berlari.
Disaat aku baru memasuki pintu masuk, mereka yaitu yg sekantor dengan ku, membicarakan ku dan mencemooh ku.
Mereka seakan tidak suka dengan kehadiran ku.
"Idihhh, kenapa dia datang lagi, bukannya dia udh di pecat yah"
"Iya, padahal dia udh keterlaluan, ninggalin pekerjaan nya selama hampir dua minggu"
"Jangan di contoh yah ges orang kayak begitu" sahut mereka yg mencemooh ku.
"Iya dong, apa yg mau dicontoh sama orang satu ini, hahaha" Gelak tawa sinis dari Amel, yg sekantor denganku.
"Hahahha, bisa aja jokes mu, mel" Sahut balik oleh Justin dengan gelak tawaknya.
Aku terus melanjutkan langkah ku tanpa menggubris omongan mereka. Langkah ku pun terhenti saat sudah sampai didepan ruang direktur, yaitu atasan ku.
Walaupun agak gemetar ketakutan akan bagaimana nasib dari pekerjaan ku, aku tetap percaya diri dan melangkah masuk ke ruang atasan ku.
"Assalamu'alaikum, bu" sahutku yg tak ada jawaban dari atasan ku yaitu bu Diana. Atasan ku tersebut terus fokus mengetik tanpa menoleh ke arahku.
Aku diabaikan begitu saja. (ू˃̣̣̣̣̣̣︿˂̣̣̣̣̣̣ ू)
"Emmm, maaf bu bos kalo saya lancang masuk, saya hanya ingin menjelaskan kenapa saya tak masuk ke kantor selama hampir dua minggu ini". Sahutku gemetar dengan kepala menunduk ke bawah.
"Saya sebenarnya tidak masuk karena terkena musibah, saya kena begal bu waktu itu" Sahutku yg tak masih di gubris oleh atasan ku.
"Maaf kalo saya tak mengirim surat perizinan tak masuk kerja ke kantor, karena waktu itu saya dalam keadaan koma bu bos, dan alhamdulillah saya skrg bisa masuk kerja" Sahutku kembali yg masih tak ada jawaban dari bu Diana. Bu Diana terus saja fokus ke laptopnya.
"Maaf bu, apakah saya boleh lanjut ke pekerjaan saya" Sahutku kembali yg tak betah berdiri lama2 di ruang direktur.
"BERISIK KAMU YAH, SAYA LAGI KERJA, BISA LIAT GK KAMU !!!" Bentak bu Diana sambil menggebrak meja dengan mata nya yg melotot, hingga terdengar oleh beberapa pekerja kantor.
"SAYA LAGI SIBUK, BUKANNYA MALAS MALASAN KAYAK KAMU !!!" Bentak bu Diana kembali.
"Ta-tapi bu...saya... kena musibah waktu itu, sa-saya sempat koma bu" Sahutku dengan gemetar ketakutan.
"MAU LU KENA MUSIBAH KEK, MAU LU KENA BEGAL KEK, MAU LU KOMA KEK, NIH YAH, GARA-GARA LU NIH, MINAT DARI CUSTOMER KITA JADI MENURUN DRASTIS, RATINGNYA PUN UDH ANCUR. GUA CAPEK TAHU GK LU, GUA BANGUN PERUSAHAAN INI DARI NOL DAN LU YG NGANCURIN, EMANG GK TAHU DIRI LU !!!" Bentak nya sambil menunjuk nunjuk jarinya ke arahku. Suara dari Atasan ku sampai terdengar oleh semua pekerja kantor.
"Ta-tapi bu..." Belum sempat menjelaskan lagi, bu Diana lalu memotong pembicaraan ku dan mengusirku.
"SEKARANG, KAMU PERGI DARI PERUSAHAAN SAYA, JGN PERNAH INJAKKAN KAKI DI PERUSAHAAN SAYA LAGI" Bentak bu Diana yg mengusirku.
"Bu tolong maafkan saya, beri saya kesempatan sekali lagi" Ucapku memberi permohonan maaf sambil menangis dan bersujud memegang kaki bos ku.
"IHHH APA APAAN SIH, JGN PEGANG2 SAYA, DASAR LELAKI RENDAHAN, PERGI KAMU DARI SINI!!!, CEPAT PERGI!!!" Bentak bu Diana yg jijik terhadapku.
"Bu, tolong maafkan saya!!!" sahutku yg berusaha meminta maaf.
"SATPAM, MANA SATPAM" Sahut bu Diana yg mencari Satpam kantor tersebut.
"Iya bu ada apa?" Jawab Supri (Satpam) sambil menghampiri bu Diana.
"BAWA DIA KELUAR SEKARANG JUGA" Bentak bu Diana dengan nada pengusiran.
"Baik bu! " Balas Supri yg segera menarik tanganku secara paksa dan melemparku keluar kantor.
Brukkk...
Tubuhku tersungkur ke tanah yg di lempar oleh si satpam tersebut. Para pekerja kantor yg lain pun ikut keluar, dan beberapa mencemooh ku dan menghinaku.
"Kurang apa yah bu Diana baiknya sama dia, dia selalu di perhatiin" Sahut Mega
"Emang dasar gk tahu diri nih orang" jawab Agnes
"Iya emang, gk tahu di untung" jawab Justin
"Cocoknya kamu jadi pemulung aja, hahhaha" Celetuk Amel yg membuatku semakin dendam terhadap mereka.
"Hahaha, bisa aja kamu Mel" jawab Justin
"Kasian deh lo" Ejek Riana
"SELAMAT BRO" Ucap Andre
"Hahaha, selamat apaan nih dre" tawa dari Justin
"SELAMAT, KAMU DI PECAT, HAHAHHA"
"Hahaha, bisa aja kamu dre" Gelak tawa dari mereka
Agnes yg senang dengan hal itu, menjulurkan lidahnya sebagai tanda ejekan terhadapku.
Aku lalu berdiri dan bergegas pergi meninggalkan tempat itu dengan amarah yg tak terbendung. Sudah di pecat dengan cara yg terhina, dapat ejekan pula. Ingin sekali ku balas perbuatan mereka, tapi apalah daya, itu malah akan semakin runyam jadinya.
Aku segera pergi pulang yg biasa nya nongkrong di tempat angkringan sehabis kerja.
Tiiittttttt.... Tiiiiittttttt....
Aku kaget dengan suara klakson dari angkutan umum tersebut dan tak menyadari akan hal itu dikarenakan kondisi pikiran dan suasana hati yg kacau.
"Heh, kalo jalan liat2 dong, gimana kalo lu ketabrak, bisa2 ganti rugi gua" Bentak supir angkot tersebut.
"I-iyah...ma-maaf Pak, saya yg salah" Sahutku meminta maaf.
"Yaudh pergi, ngapain masih disitu, mau gua tabrak lho" bentak supir tersebut.
"I-iya pak... sa-saya mau pergi" Balasku yg segera pergi.
Entah kenapa aku selalu mengalami kesialan dan penderitaan dari sejak dulu. Pertama, ibuku yg meninggal secara tragis di depan mataku. Kedua, ayahku yg tak peduli dengan ku dan mengusirku. Ketiga, ternyata ibu tiriku juga tak peduli dengan ku, padahal aku berharap besar kepada orang tuaku yg baru, akan tetapi ibu tiriku sama bejatnya dengan ayahku, dia juga ternyata simpanan ayahku.
Keempat, meninggal nya adikku perempuan akibat tabrak lari beberapa tahun lalu. Dia (Ayahku) selalu menyalahkanku atas meninggalnya adikku dan dirinya menganggap diriku sebagai anak pembawa sial. Dan skrg aku di pecat dengan cara yg hina plus mendapatkan ejekan dan hinaan dari teman sekerja. Aku sempat merasa putus asa akan hal itu, tak punya pekerjaan, kontrakan yg belum dibayar sudah menunggak selama dua bulan, hutang yg sudah menumpuk, mereka para preman bejat itu akan datang lagi yg kesekian kalinya untuk menagih hutang yg sudah menumpuk itu, aku sangat2 putus asa, dan kini aku harus siap diusir dari kontrakan ku serta semua barang milikku yg berharga mungkin akan disita para preman tersebut.
NEXT PART\=\=\=}