
3 TAHUN SEBELUM PERISTIWA.......
Kisah bermula saat aku bertemu dengan seorang Profesor bernama Prof.William. Dia sedang mengajar sebagai seorang dosen di Fakultas itu dan kebetulan aku pun kuliah di Fakultas itu dengan jurusan komputer.Saat sesi mengajar selesai,dosen yg bernama Prof. William pun kembali untuk ke kantornya karena ada rapat penting.Disaat terburu buru,Dosen itu pun tak sengaja menjatuhkan buku2nya,bergegas aku pun menolongnya.
"Biar saya bantu pak" ucap ku sambil meraih buku2 pak dosen.
"Oh iya gpp,makasih kalau gitu" balasnya sambil tersenyum ramah.
"Iya sama2 pak sudah kewajiban saya juga menolong para dosen2" sahutku
"makasih sekali lagi yah,soalnya saya terburu buru nanti ada rapat"
"oh iya pak gpp" balas ku
"Oh ya namamu siapa???maaf bapak kadang suka lupa nama2 mahasiswa dan mahasiwi disini" sahutnya dengan ramah
"Perkenalkan pak nama saya Adam Bramatya, kalau nama bapak sendiri Pak William yah???"
"Iyah nama saya William,William prasetyo"
"wah, nama bapak campur2 ternyata"sahutku sambil terkagum
"Iyah kan bapak saya orang Amerika sedangkan ibu saya orang Jawa"
"Oh, gitu yah pak" sahutku dengan anggukan
"Yaudah bapak mau rapat dulu takut telat nanti"
"Oh iya pak,silahkan" sahutku dengan ramah
"Kapan2 kita ngobrol lagi" Sahutnya sambil melambaikan tangan.
"Ok siap pak" Sahutku dengan tersenyum.
Itulah pertama kali aku bertemu dengan dosen yg membawaku hingga ke ranah eksperimen nya dan memperkenalkan ku tentang berbagai fenomena sains.
Selain ahli dibidang sains, dia juga ahli dalam pemrograman komputer.
****************
"Akhirnya, nyampe juga ke kos kosan" Sahutku dengan lelah dan mata mulai mengantuk,karena kuliahku setiap sabtu dan minggu.Jam sudah menunjukkan pukul 21:20, aku pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Tak berselang lama seorang pria berkaos putih dan berjaket hitam menggedor gedor pintu berserta dengan pengawalnya.
"Woi, buka pintunya" Sahutnya dengan nada marah
"Woi,cepetan buka pintunya" Sahut pria itu semakin ngegas
"Siapa sih! " sahutku dengan kesal.
Dan sontak aku pun kaget,karena mereka yg menagih hutang sebelumnya dan skrg sudah yg ke 3 kali pak Suryo dan pengawal nya datang kemari.Aku pun selalu mengelak karena itu bukan hutang ku, yg jelas itu hutang kakak ku tepatnya kakak tiri bernama Rangga Wijaya.
'Padahal baru kemarin dia meminjam uang kepadaku, dan skrg dia meminjam uang lagi dan aku sebagai jaminannya' gumamku dalam hati sambil kesal.
Entah untuk apa kakak ku meminjam uang sebanyak itu, hingga ludes 1 jt lebih dalam satu hari.Aku sering melihat kakak tiriku mabuk mabukan bersama teman-teman nya.Aku pun ber firasat bahwa uangku mungkin dipakai kakak tiriku untuk membeli minuman keras dan obat obatan terlarang.
'Mungkin ada hal penting yg harus diselesaikan kakak tiriku', gumamku dalam hati, untuk menepis prasangka buruk itu.
"Mana uang yg lo janjiin, sini cepet gua butuh duit!" sahutnya dengan nada tinggi
"Maaf Pak saya belum ada uang lebih" Sahutku dengan nada rendah
"wah lu beraninya yah ngelak mulu,lu belum tau siapa gua hah!,gua org paling di takuti di wilayah ini, tahu gk lo! " sahutnya dengan geram sambil menggebrak meja
"Kan saya sudah bilang pak, itu bukan hutang saya, silahkan tanyakan pada org yg bersangkutan" Sahutku mulai naik pitam
"Sita semua barang yg ada, jikalau ada uang ambil langsung"perintah nya sambil menggeledah isi kantongku dan menunjuk pengawal nya ke arah kamarku.
" Pak! apa apaan sih!, ini negara hukum pak, bapak gk bisa semena menanya kayak gini,bapak tahu hukum dan tatakrama gk sih"sahutku dengan geram sambil menunjuk nunjuk.
"Lu sendiri tahu gk lu,kewajiban yg ngutang tuh kayak gimana???, yah harus bayar!, kan KTP lu sendiri yg jadi jaminannya, gimana sih"
balasnya
Aku pun terdiam seketika, dan sempat mengelak lagi,tetapi mereka yg sudah emosi mulai memukuliku.
"Pengawal!"
"Siap bos"
"Hajar nih orang sampai gua bilang berhenti" sahutnya dengan geram dan menunjuk nunjuk kepadaku.
"Arrrggghhh" teriakku sambil menahan perih yg sempat luka di kepala akibat kecelakaan di motor saat pulang bekerja.
"Pak ampun, ampun pak! " Rintihku sambil menahan perih.
Setelah cukup lama...
"Bos dia udh babak belur" sahut salah satu pengawal bernama agus yg sebenarnya iba
"Siapa yg nyuruh selesai, hah! lanjut cepet atau kalian yg kena pukulan tangan gue.
" Baik boss"Sahut mereka dengan nada ketakutan.
"Arrrggghhh" teriaku sambil menahan perih di kepala dan mulai sakit di sekujur tubuh.
'Sialan, awas kau yah! 'Batinku.
Beberapa menit kemudian, barulah mereka selesai memukuliku.
"Udh udh, cepet kita gk ada waktu ngurusin urusan ini, kita ada bisnis besar malam ini"Sahutnya selesai membaca pesan di HP
"Siap boss" balas mereka dengan menghentikan pukulan mereka yg cukup menyakitkan.
"Lu masih bisa selamet skrg, lain waktu lu gk bakalan bisa selamet, gua bikin lu mati di tempat" Sahutnya dengan mata melotot.
"Udh ayo cepet cepet"
"Siap boss"
Tetangga pun tak ada yg mau ikut campur dengan urusan ku, karena mereka lebih mementingkan keselamatan diri sendiri.
"Sialnya aku hari ini" sahutku sambil memegang kepalaku yg berdenyut.
aku pun bergegas mengambil p3k dan membalut nya dengan alkohol.
"Bodohnya aku memercayai orang seperti dia(kakak tirinya)" Sahutku sambil merasakan sakit saat luka bersentuhan dengan alkohol.
"Andaikan aku tak meminjamkannya waktu itu, mungkin kejadian ini takkan pernah terjadi"gumamku yg mulai sedih dan mengingat memori masa kecilku.
Aku pun mulai bergegas untuk ke kamar dan langsung tidur karena saking capeknya, dikarenakan besok aku mulai bekerja lagi.
Tak terasa, aku pun terlelap dari tidur kuku
****************
"Hei bangun,bangun cepetan! " Sahutnya sambil mengguncang guncang tubuhku.
Aku pun mulai membuka mataku sedikit demi sedikit.Dan terlihat seorang laki-laki berambut gondrong tengah membangunkanku.
"Ada apa? " tanyaku heran.
"gua mau motret pemandangan dari atap gedung pencakar langit" sahutnya sambil menarik tanganku.
"awas hati2"gumamku dengan cemas.
" Iya tenang aja, yaudh ayok! "Sahutnya sambil mengajakku.
" Yaudh"sahutku yg sebenarnya masih ngantuk.
Disaat menengok sana sini, aku tak melihat satupun orang di gedung ini.
Aku pun bertanya:
"Hei, gk ada orang disini, pada kemana" tanyaku dengan heran
"Kan pada libur, gimana sih! "
'Masa iya sih gk ada orang satupun, pastinya adalah pengurusnya dikala libur juga, atau nggk yg lagi lembur' gumamku dalam hati.
Ketika aku melihat ke kaca jendela gedung, aku pun tak melihat adanya orang2 yg berlalu lalang.
'Whattt!!! masa iya sih gk ada orang satupun' batinku yg mulai merasakan firasat curiga.
Ditengah keherenan ini, aku pun mengalihkan perhatian ku pada orang yg tak ku kenal.
"Hei, ayo cepet napa bengong" suruhnya
"Yaudh ayo" Sahutku dengan berat hati, karena takut ketinggian.
Setelah sampai dilantai paling atas, dia pun memotret pemandangan yg indah diatas gedung ini.
"Wah, gila indah banget dari atas sini" Sahutnya sambil terkagum dan menengok kearahku.
"Ayo sini" Sahutnya.
Aku pun enggan menghampiri karena takut di dorong.
"Sini cepet kita foto bareng"
Dengan berat hati, aku pun mengiyakannya
"Yaudh ayo! " sahutku sambil gugup akan ketinggian.
'Ckrekkk'
'Ckrekkk'
'Ckrekkk'
Sambil foto selfi bersamaku dengan pemandangan indah dari atas gedung.
"Wih, bagus nih" Sahutnya dengan senyum lebar.
"Udh kan?" tanyaku yg ingin langsung pergi.
"Eh, bentar dulu, sini! " Sahutnya sambil menarik pundakku.
"Aku hanya ingin berterimakasih padamu karena sudah mau foto bersamaku"
"Ok sama2" sahutku sambil tersenyum.
"Ok, Bye" Sahutnya sambil mengoyak dadaku hingga robek menggunakan tangan kanannya dengan kukunya yg tajam. Lalu mengambil sebuah bendan bercahaya dari dalam tubuh ku.
"Hahaha, tuanku pasti senang" Sahutnya dengan bangga.
Aku pun seketika panik dan berontak.
"kura...ngajar, apa...apaan ini! A-apa mak...sud dari semua ini?" Tanyaku geram dengan keadaan dadaku yg robek mengeluarkan darah terus menerus dari dada dan mulutku.
lalu seketika dia mendorong ku dengan kuat dari puncak gedung.
Seketika dia pun berkata, dengan nada lantang saat aku mulai terhempas akan jatuh
"SELAMAT TINGGAL!!! "
Aku pun seketika panik, dengan jantung yg berdetak sangat kencang seakan mau copot.
Disaat akan menyentuh tanah...
"Brukkk" Ternyata aku hanya jatuh dari tempat tidurku karena mimpi buruk itu.
"Hah sial, untung hanya mimpi" gumamku merasa lega, tapi jantung ku masih berdetak cukup kencang dan keringatku membanjiri hampir seluruh tubuhku, seakan akan kejadian itu benar2 terjadi. Dan secara reflek aku terus memegangi tubuh bagian dadaku yg takut akan tikaman dari orang misterius tersebut.
NEXT PART\=\=\=}