Impregnated By The Rich CEO

Impregnated By The Rich CEO
BAB 7



^^HAPPY READING^^


Dikediaman Edgar


Setelah mobil itu melesat dengan kecepatan yang tinggi, akhirnya dia sampai di depan gerbang utama. Lalu gerbang itu terbuka dengan otomatis. Tak lama mobil itu sudah masuk menuju pintu utama, segera ia parkiran mobil itu di garasi samping rumahnya dan selesai memasukan mobil nya segera ia turun dari sana menuju Rumah nya.


Tingtong....Tingtong ada orang Weh buka pintunya


(Suara bel rumahnya)


Tak lama pintu itu dibuka dari dalam dan ternyata Bi Marni lah yang membukakan pintu untuk Edgar


Lalu ia masuk kedalam setelah pintu itu dibuka


"Bi dirumahnya tumben sepi pada kemana semua??" ucap Edgar bertanya kepada sang bibi


"Kebetulan nyoya sama tuan lagi pergi Bi den mungkin akan lama sih soalnya barusan" ucap Bi Marni


"Emang papi dan mami ga bilang mau pergi kemana gitu ke bibi??" tanya Edgar


"Ga den, nyoya dan tuan bilang nya cuma mau pergi aja. Ga bilang apa apa" jawab Bi marni


"Yaudah Bi saya keatas dulu deh" ucap Edgar


"Mau bibi buatkan apa den???" tanya Bi Marni


"Apa aja deh Bi yang penting minum nya yang seger deh" ucap Edgar seraya berjalan menuju lift


"Baik den,,nanti bibi akan buatkan dan bibi antarkan ke kamar ya den" ucap Bi Marni


"Oke deh Bi makasih ya" ucap Edgar


Kalian pasti bingung kan kenapa Edgar sifatnya ga dingin kepada Bi Mirna, ya karena sejak Edgar masih bayi dia sudah diurus oleh bibi Mirna jadi jangan heran kalau sifat nya begitu sayang kepada Bi Mirna. Jika suatu saat nanti ada yang menyakiti Bi Mirna Edgar orang pertama lah yang maju untuk menolong nya.


Keluarga Bi Mirna sudah ga ada. Mereka pergi entah kemana, semenjak anak anak dan suami nya ga ada dia menjadi sebatang kara. Bi marni tidak punya rumah dan rumah dikampung sudah dia jual untuk memenuhi kebutuhan nya dulu Untung saja Bi Mirna ditemukan dengan keluarga edgar yang mencukupi kebutuhan hidupnya yang kaya raya, jika tidak sudah tidak tau nasib nya gimana nanti


Setiba nya ia didalam kamar, segera ia masuk ke kamar mandi nya untuk membersihkan semua badan yang mungkin berkeringat akibat aktivitas nya yang padat dan banyak itu


"Aduh handuk gue kemana ya?? Ko disini gak ada, apa dicuci kali ga sama Bi mirna" ucap Edgar bingung sambil garuk kepala


"Masa sih,, apa gue tadi pagi taruh sembarangan ya?? Kok gue bisa lupa begini jadinya" ucap Edgar menepok jidatnya itu


"Yaudah deh gue pake handuk yang baru aja. Mungkin yang tadi di cuci kali sama Bi Mirna" ucap Edgar


Akhirnya ia tak mau ambil pusing segera dia merendam seluruh badan nya menggunakan air hangat untuk merilekskan semua pikiran yang pusing akibat tadi menunggu klien lama, ia Menikmati setiap air yang memasuki badan nya yang kekar itu. Ia mencoba mentidurkan matanya, agar lebih segar saat nanti membuka matanya.


POV Bi Mina


"Akhirnya makanan dan minuman buat den Edgar sudah selesai tinggal aku bawakan saja semuanya diatas agar den Edgar segera makan" ucap Bi Mirna


Segera ia bergegas menuju lift untuk ke kamar den edgar nya itu sambil membawa dorongan makanan yang lumayan besar. Setelah Bi Mirna sampai di depan kamar tersebut segera mengetuk pintunya agar keluar. Walaupun Bi Mirna sudah bertahun tahun bekerja disana dia tidak berani masuk kamar majikan nya tanpa ijin yang punya kamar tersebut, ya meski sudah berkali kali Edgar mauapun penghuni yang lain sudah mengijinkan. Tapi merasa ga sopan aja masuk ke kamar tanpa bilang. Katanya takut mengganggu privasi orang lain.


"Toktoktok den.... Bibi masuk ya" ucap Bi marni


"Toktoktok den" ucap Bi Mirna lagi


"Den edgar kemana ya. Kok ga ada suaranya??" ucap Bi Mirna bingung


Ia terus mencoba lagi


Toktoktok


Suara pintu diketuk


Sudah beberapa kali diketuk tidak ada jawaban dari dalam akhirnya dia mencoba membuka kamar tersebut ternyata pintu kamar nya tidak dikinci. Bi Mirna segera masuk kedalam kamar sambil mendorong troli makanan tersebut


"Hah suara air dari kamar mandi apa den Edgar mandi ya" ucap Bi Mirna dalam hati.


Toktoktok toktoktok


"Den ini bibi" ucap Bi Mirna


"Iya Bi ada apa" ucap Edgar teriak dari dalam


"Den ini minuman dan makanan nya ya" ucap Bi Mirna


"Segera diabiskan den nanti keburu tidak enak lagi" ucap Bi Mirna terkekeh teriak dengan keras agar kedengaran


"Ya Bi nanti Edgar habiskan, tapi Edgar mandi dulu ya" ucap Edgar dari dalam


"Makanan dan minuman nya taruh dimeja saja Bi nanti pas aku selesai aku segera makan" ucap Edgar lagi


"Oke kalau gitu bibi pamit keluar dulu ya den??" ucap Edgar


"Ya Bi makasih banyak" ucap Edgar


Setelah beberapa saat kemudian, ia segera keluar dari sana untuk mengambil handuk yang tersedia di lemari dimana handuk yang lainnya berada


Sebelum ia ke tempat lemari pakaian. Benar saja ada makanan dan minuman yang sudah tersedia di atas meja. Segera ia masuk kedalam untuk mengganti handuknya dengan baju santai nya.


Setelah ia keluar dari sana dan bejalan menuju dimana makanan nya berada.


Back to story ya.....


"Kaya nya enak banget nih" ucap Edgar


"Bibi tau aja deh kalau gue lagi laper dan haus berat kaya gini. Bibi emang the best deh" ucap Edgar


Ia segera meminum nya dan mengambil sendok dan garpu yang tersedia disana untuk segera memakan masakan bibi Mirna tersebut. Ia menikmati makanan nya dengan lahap, hingga tidak meninggalkan sisa sedikit pun


"Huhhhh akhirnya kenyang juga nih perut" ucap Edgar


''Bibi tau aja kalau soal perut buat asupan yang banyak dan emang deh kalau soal makanan bibi Mirna jagonya" ucap Edgar terkekeh pelan


Tak lama suara handphone nya berdering dengan kencang


Kringggggg


Lalu segera ia melihat siapa yang menelpon, ternyata panggilan tersebut dari Danita sang seketaris nya itu. Segera ia mengangkat nya


"Hallo pak" ucap Danita disebrang telpon


"Hmmmm apa" ucap Edgar dingin


" itu pak berkas yang bapak minta saya sudah kirim ke email bapak tinggal bapak liat saja. Siapa tau ada yang salah, biar saya langsung perbaiki kesalahan itu pak" ucap Danita


"Oke nanti saya cek email nya" ucap Edgar segera mematikan panggilan nya


Yang benar saja pas ia buka email dia melihat ada pesan terbaru dari sana dan dia baca ternyata ia surat perjanjian kerjasama yang tadi siang meeting dengan klien nya itu. Segera ia cek melalui handphone nya tersebut dengan teliti. Ternyata Danita melakukan nya dengan sangat baik dan benar


"Bagus juga tuh anak kerja nya lama lama. Sudah mulai meningkat" ucap Edgar sambil menganggukan kepalanya.


"Ya sudah kerjaan gue selesai dan makan udah mending gue tidur aja biar lebih enak" ucap Edgar sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur lebar nan empuk itu.


Beberapa menit kemudian ia terlelap dalam mimpinya itu.


Bersambung.......


Mungkin lelah ya guys makanya cepet banget tidurnya..


Hehehe hehehe


Jangan lupa ya tinggalkan jejak like, komen dan follow ig author okeyyyy...


Byyyy............👋👋👋