
HAPPY READING
Setelah pak dodit sampai di depan ruangan nya sky, ia segera memgetuk pintu nya sambil berucap
Toktoktok......
Toktoktok......
"Permisi pak" Ucap pak dodit
"Ya masuk aja" Ucap sky dari dalam
Akhirnya setelah dipersilahkan untuk masuk keruangan nya, pak dodit berjalan ke arah meja dimana bos nya itu berada
"Maaf pak sebelum nya tadi bapak nyuruh saya untuk datang keruangan bapak ada apa ya" Ucap pak dodit
"Ada yang bisa saya bantu pak??" Tanya pak dodit lagi
"Ouh ya saya lupa pak tadi mau ngasih tau ke bapak data yang ada di map meja saya di ruangan seleksi mau suruh bawa sama bapak" Ucap sky
"map pak?? map yang mana ya pak kalau saya boleh tau??" Tanya pak dodit heran
"Itu loh map yang warna coklat yang isi nya semua data calon seketaris saya kan di taruh disana semua" Jawab sky
"Ouh yang itu maaf pak saya ga tau, kalau tau tadi saya bawa" Ucap pak dodit
"Iya udh gpp" Ucap sky tersenyum
"Apa perlu saya ambilkan pak dirungan seleksi tadi??" Tanya pak dodit
"Tidak perlu pak biar nanti saya suruh ob saja yang mengambil map coklat diruangan itu" Jawab sky
"Bapak disini aja dulu jangan kemana mana ada hal penting yang harus saya bicarakan sama bapak dodit hari ini juga" Ucap sky seraya mengambil telepon genggam yang ada di depan meja nya itu
Tringgg...
Tringgg...
Pertanda bahwa telah tersambung
"Hallo ia pak sky ada yang bisa saya bantu??" Tanya sang ob yang berada disebrang dana
"Tolong kamu masuk ke ruangan seleksi ambilkan saya map coklat yang ada tergeletak di meja itu dan bawa kesini dengan segera. Inget jangan sampai lecek, kotor, basah atau apapun. Bisa dimengerti ucapan saya??" Ucap sky
"Baik pak saya ambilkan dulu map yang tadi bapak suruh ke saya. apa ada lagi pak biar sekalian saya bawa nanti??" Tanya sang ob
"Sudah tidak ada perlu lagi. Kamu segera datang keruangan saya jika sudah membawa map itu dari sana" Ucap sky lalu mematikan telepon nya dengan sebelah pihak saja tanpa ada persetujuan dari orang yang disebrang sana
Setelah ia menelpon sang ob nya itu untuk membawakan map yang tertinggal diruangan, segera ia lanjut menandatangani berkas perjanjian kontrak dengan para klien nya yang sebentar lagi selesai ia tanda tangani itu.
"Kenapa bapak tidak menyuruh saya aja untuk mengambil map itu" Ucap pak dodit dengan hati hati
"Tidak perlu pak biar ob saja yang membawa semua map itu keruangan saya" Ucap sky tanpa melihat lawan bicara nya itu dan malah sibuk dengan kegiatan nya yang masih saja bergulat menandatangani berkas berkas nya itu
"baiklah kalau gitu pak" Ucap pak dodit diam karena dia tau sudah semua sifat dan karakter bo nya itu. Jika sudah bilang dan mau nya b sudah tidak bisa lagi diganggu gugat dengan cara mudah
Beberapa menit kemudian sky selesai dengan kegiatan nya dan tak lama ada seseorang yang baru saja mengetuk pintu ruangan tersebut
"Permisi pak ini saya ob" Ucap sang ob
"ternyata ob kirain nya tadi siapa" Ucap sky berbicara didalam hati
"ini pak map yang bapak minta barusan. Maaf juga kalau saya tadi lama" Ucap sang ob wanita itu
"Oke gpp kalau gitu jika tidak ada lagi saya permisi dulu pak" Ucap sang ob
"Ehhh kamu tunggu dulu buatkan saya kopi creamy latte dengan sedikit susu didalam nya ya tanpa gula lagi" Ucap sky berbicara tanpa meliatnya
"Baiklah ditunggu sebentar ya saya akan buatkan dulu" Ucap sang ob
"pak dodit apa perlu saya buatkan juga??" Tanya sang ob
Bukan nya menjawab malah pak dodit melihat kearah bos nya itu dan sky tau jika pak dodit menatapnya dan tau arah pembicaraan nya kemana hanya mengganggukan kepala nya pertanda ia boleh membuat apa yang pak dodit mau. Akhirnya tak perlu tunggu lama dia memesan kepada ob itu untuk membuatkan kopi
"Saya kopi hitam aja tanpa gula ya" Ucap pak dodit tersenyum
"Apa ada lagi pak" Tanya sang ob
"tidak itu sudah cukup" ucap pak
dodit
Setelah tidak ada lagi yang di minta akhirnya sang ob segera berlalu meninggalkan ruangan tersebut
Sky membuka map coklat yang sedang berada ditangan nya lalu ia melihat dan membaca semua nya itu dengan sangat teliti dan cermat. Ia terpukau dengan semua cv yang ada disana
Sedang asik sibuk melihat semua cv nya itu, terdengar suara ketukan pintu dari arah luar
"Ya masuk aja" Ucap sky
"ini pak kopi yang bapak minta" Ucap sang ob
"Ya taruh di meja aja" Ucap sky hanya melirik sebentar lalu fokus kembali pada map tersebut
Lalu setelah sang ob meletakkan cangkir nya di meja lalu ia segera keluar dari ruangan tersebut
"Saya permisi dulu pak" Ucap sang ob dan hanya dianggukan kepala saja oleh sky sih paling serius membaca dari tadi. Mata nya membulat sempurna setelah melihat cv seorang gadis yang ia temui waktu itu
"Ini bukan nya gadis yang aku temui di jalan ya kok bisa kebetulan banget ini" Ucap sky heran dan kebetulan tertera foto nya disana tepat sekali dugaan ia tadi
"Ouh shittt itu kan cewe yang ga sengaja kecipratan genangan air di pinggir jalan sampai baju nya basah banget lagi. Kira kira dia masih inget gue ga ya" Ucap sky berbicara dalam hati sambil memikirkan kejadia waktu itu
"Aarghhh sial" Ucap sky teriak dengan sangat keras
pak dodit yang mendengar itu sontak saja kaget sekaligus bertanya tanya sebenarnya bos nya itu ada apa sampai teriak begitu keras
"bapak ada apa kenapa teriak kencang seperti itu?? apa ada yang mengangetkan bapak di cv itu??" Tanya pak dodit
"Tidak ada" Ucap sky singkat
"Nanti suruh dia datang kesini besok pagi dan saya tidak menerima bantahan dari siapapun. Kamu mengerti??" Ucap sky
"Baik pak" Ucap pak dodit
"Sudah tidak ada lagi yang saya bicarakan cuma itu aja sebaiknya bapak keruangan bapak sekarang" Ucap sky
"Ouh ya satu lagi suruh bagian ob bersihkan ruangan saya dan kalau nanti ada yang cari saya bilang saya tidak ada tapi kalau itu penting kamu segera hubungi saya cepat ya" Ucap sky melangkah keluar menuju lift tersebut
BElum sempat dodit menjawab apa yang dikatakan sang bos nya itu malah sky berjalan keluar begitu saja dengan terburu buru. Entah apa yang sedang dipikirkan nya sampai tidak berkonsentrasi saat di kantor semenjak dia melihat dan mambaca cv dena yang tertera disana, ia jadi merasa bersalah atas apa yang ia lakukan pasca dia tidak sengaja mencipratkan air di seluruh pakaian hingga basah seperti kemarin. Sungguh menyesal yang saat ini dia rasakan tapi apa yang harus dibuat nya, ia juga tidak ada pilihan lain selain untuk menolong keselamatan mamah nya di rumah sakit itulah tujuan yang terpenting pada saat itu juga
Bersambung......