
°°°HAPPY READING°°°
Tok...tok...tok...
Terdengar suara ketukan kerasa dari arah pintu tetapi pemilik ruangan tersebut tidak kunjung membukakan pimtu ruangan tersebut
Semakin lama semakin suara itu menuntut dan menimbulkan suara yang sangat keras
~Hnngggg~~
~Hoaammm~
"Astagfiruallah jam berapa ini" Ucap nya sambil melihat ke arah jam di dinding ruangan
"Yaampun ternyata aku ketiduran ya disini" Ucap adena bernafas lega
Dia kira bahwa dirinya telat bangun sampai sore disini tapi ternyata tidak malah ia tertidur hanya setengah jam saja
"Hufttt syukur deh" Ucap adena bernafas lega
Akhirnya ia buru buru berjalan mendekati pintu dan
Cklek
"Permisi mba" Ucap seseorang
"Iya ada apa ya" Ucap adena seraya menguap
"Maaf mbak saya ganggu. Mbak nya di panggil sama pak bos di ruangan nya" Ucap seseorang
"Saya???" Tanya adena binggung
"Iya mbak nya" Ucap seseorang tersenyum
"Oke baiklah nanti segera saya kesana ya" Ucap adena tersenyum
"Baik mbak" Ucap seseorang
"Kalau begitu saya pamit keluar dulu ya mbak" Ucap nya lagi
"Ya silahkan" Ucap adena tersenyum
Ia masuk kedalam lagi untuk merapikan dirinya sebelum ia menuju keruangan bos nya itu
Setelah ia selesai bersiap segera ia beranjak dari ruangan nya menuju meja bos yang berada di sebelah tak jauh dari ruangan nya tersebut
Tok...tok...
"Iya masuk aja ga di kunci" Ucap seseorang dari dalam
Akhirnya ia segera masuk setelah di ijinkan masuk kedalam ruangan nya karena jika ia asal masuk tanpa ijin terlebih dahulu kepada pemilik nya pasti yang akan terjadi ia akan terkena semprot oleh nya
"Permisi pak" Ucap adena sambil tersenyum
"Hoh kamu ternyata" Ucap sky
"Iya pak saya" Ucap adena
"Mana dokumen yang saya minta" Tanya sky
"Ini pak" Ucap adena sambil menyerahkan dokumen tersebut
"Disitu sudah saya selesaikan dengan apa yang bapak mau dan suruh ke saya" Ucap adena
Pria itu hanya menganggukan kepala nya sebagai jawaban
Saat adena ingin melangkah kan kaki nya yang ingin pergi dari sana tiba tiba saja langkah nya terhenti saat mendengar suara larangan dari belakang. Ya siapa lagi coba kalau bukan bos dingin nya itu
"Tunggu dulu siapa yang suruh kamu keluar dari ruangan saya,,hmm" Ucap sky
"Berbalik badanlah sebelum saya pecat kamu disini" Ucap sky
Akhirnya mau tak mau ia segera berbalik badan nya lagi menghadap sang bos yang sudah menatap nya dengan tajam
"Mau kemana" Tanya sky
"Siapa yang suruh kamu untuk keluar dari ruangan saya" Tanya sky
"Lah bukan nya tadi bapak menjawab ijin saya dengan deheman bapak ya" Ucap adena seraya mengerutkan alis nya
"Kapan" Tanya sky
"Barusan sebelum saya balik badan" Ucap adena
Sky hanya menatap dengan tatapan maut nya
"Oh jadi disini saya yang salah begitu" Ucap sky
" Tidak pak saya yang salah" Cicit adena sambil menundukan kepalanya
"Tatap saya kalau saya lagi bicara sama kamu adena" Ucap sky
"Baik pak" Ucap adena yang akhirnya mengangkat kepalanya
"Kemana kamu seminggu ini" Ucap sky megintrogasi nya
"Saya abis kena musibah pak. Saya masuk rumah sakit akibat menolong anak kecil yang hampir tertabrak mobil pak dan saya koma pak" Ucap adena
"Lalu" Tanya sky
"Saya dikatakan amnesia" Ucap adena menjelaskan
"Kok bisa sembuh secara langsung" Ucap sky heran
"Amnesia sementara pak,,tapi....." Ucap adena menjeda perkataan nya
"Tapi apa dena" Ucap sky penasaran
"Saya senang pak akhirnya saya punya keluarga baru" Ucap adena tersenyum
"Maksudnya gimana saya ga paham" Ucap sky binggung
"Ya saya punya orang tua angkat dan adik angkat" Ucap adena senang
"Oh gitu" Ucap sky
"Iya pak" Ucap adena tersenyum
"Baik pak kalau sudah tidak ada yang ingin bapak suruh lagi ke saya. Saya ijin pamit keluar dulu" Ucap adena lagi
~Hmmm~
"Kalau begitu saya pamit pak" Ucap adena tersenyum seraya membungkukan badan nya
~Hmmm~
"Tadi aja ngomong panjang tapi kenapa sekarang malah balik lagi ketempat asalnya" Ucap adena binggung dalam hati
Lagi dan lagi hanya deheman yang menjadi jawaban dari pria dingin tersebut
Pria itu seakan tidak perduli dengan suasana dan malah dia sibuk dengan membolak balikan berkas dokumen yang ada di hadapan nya
"Hughh sial kalau bukan bos sudah aku pites tuh kepala nya sampai copot. Sok dingin banget sih jadi cowok kan sebel gue jadi nya" Batin adena kesal
Akhirnya ia pergi begitu saja dari sana tanpa sepatah kata lagi yang keluar dari mulut nya karena ia masih merasa kesal dengan sikap bos nya itu
Brakkkk~~~
Pintu ruangan di tutup dengan keras oleh nya
Sky yang mendengar pintu ruangan nya di banting dengan keras
"ADENAAAAA AWAS AJA YA KAMU UDAH BERANI SAMA SAYA" Teriak sky dari dalam
Adena yang mndengar teriakan sang bos nya langsung lari dengan kencang menuju ruangan nya
BERSAMBUNG.......