Impregnated By The Rich CEO

Impregnated By The Rich CEO
BAB 6



°°°HAPPY READING°°°


Back to story...


Masih ditempat yang sama


15 menit kemudian


Sang klien datang ke kantor Edgar setelah beberapa menit kemudian


"Permisi mbak mohon maaf ruangan nya pak Edgar sebelah mana ya" ucap sang seketaris.


"Ouh ya mbak ruangan nya pak Edgar ada di lantai paling atas sebelah kanan ya mbak" ucap sang resepsionis sambil memberi tau


"Ouh begitu ya" ucap sang seketaris sambil tersenyum


"Iya mbak" ucap resepsionis


"Kalau begitu saya permisi dulu mbak, mari" ucap sang seketaris pak Doni


Setelah tadi diberi tau oleh resepsionis arah ruangan nya Edgar dimana, lalu mereka bergegas menuju ke tempat dimana ruangan nya berada dan setelah sampai dilantai paling atas pak Doni dan sekretarisnya itu menuju ke ruangan kerja nya. Danita yang melihat klien pak Edgar datang, ia langsung bergegas keluar dari ruangannya menuju keluar untuk menemui mereka berdua


"Permisi pak dan mbak nya, ini pak Doni ya??" tanya Danita sambil berjabat tangan


"Iya mbak ini pak doni" jawab sang seketaris pak Doni sambil membalas jabatan tangan tersebut


"Mari pak saya antar keruang meeting nya dan sambil saya panggilkan pak Edgar nya diruangan nya" ucap Danita tersenyum sambil mengarahkan sang klien dan sekretaris nya itu untuk menuju ke ruangan meeting yang terletak tak jauh dari ruangan sang bos nya itu.


Setelah mereka bertiga masuk kedalam dan Danita segera pamit untuk memanggilkan sang bos bahwa klien yang ditunggu sudah datang


"Pak Doni maaf saya tinggal sebentar saja ya mau memanggil pak Edgar diruangnya" ucap Danita seraya pamit "baik mbak saya tunggu" ucap pak Doni memberikan ijin


Setelah berpamitan oleh klien, Danita langsung menuju ruangan bos nya itu dan sesampainya didepan pintu tak lupa ia mengetuk pintu ruangan itu


"Toktoktok" ucap Danita


"Iya masuk" ucap Edgar dari dalam


"Ada apa??" tanya Edgar


" itu pak klien kita sudah datang dan sekarang beliau menunggu bersama seketaris nya itu diruangan meeting " jawab Danita


"Baiklah saya segera kesana" ucap Edgar


"Ouh ya berkas yang ingin kamu presentasi sudah siap semuanya kan ga ada yang ketinggalan atau apapun" ucap Edgar dingin


"Tidak ada pak, semuanya aman sama saya" ucap Danita


"Baguslah kalau gitu" ucap Edgar sambil berjalan menuju ruangan meeting tersebut dan setelah sampai didalam


"Permisi" ucap Edgar masuk keruangnya tersebut


"Maaf pak Edgar sudah mengganggu lama ya?" ucap pak Doni seraya bangun dari duduknya dan berjabat tangan


"Tidak ko pak doni santai aja" ucap Edgar seraya duduk di kursi nya


"Ayo silahkan duduk kembali pak dan mbak nya" ucap Edgar ramah


"Baiklah pak Edgar terimakasih banyak" ucap pak doni


"Ya pak sama sama" ucap edgar


"Apa bisa kita mulai ya pak presentasi nya??" ucap Edgar lagi


"Boleh pak silahkan dimulai aja dari pada nunggu kelamaan" ucap pak Doni tersenyum


"Toktoktok" ucap seseorang mengetuk pintu dari arah luar


"Iya masuk" ucap Edgar


"Permisi pak saya hanya ingin mengantarkan minuman saja pak" ucap OB tersebut


"Ouh gitu ya, mari mas nya masuk aja" ucap Danita


"Baik mbak" ucap OB tersebut


Lalu sang OB menaruh minuman nya didepan meja meeting itu dengan hati hati


"Sudah saya taruh, kalau gitu saya permisi dulu" ucap sang OB pergi meninggalkan ruangan tersebut


Untung nya sang OB itu selamat nyawa nya, kalau misalnya dia mati atau ada apa apa gimana. Kalian tau sendiri kan sifat dan karakter seorang Edgar itu gimana, disaat ada urgent atau apapun dia tidak boleh diganggu sama sekali. Apa lagi hal sepele kaya tadi, pasti dia akan bilang begini kenapa ga dari tadi aja disiapkan segala sesuatu nya dan dia juga akan bilang ga becus atau ceroboh.


Back to story guys.....


"Ayo Danita dijelaskan tentang project nya sekarang ya" ucap Edgar seraya melihat kearah ke Danita


"Baiklah pak" ucap Danita


Segera Danita membuka aplikasi Powerpoint nya untuk memulai presentasi nya dan mencari data nama tersebut. Setelah selesai ia segera menjelaskan apa saja maksud dari rencana pembangunan tersebut dan lain-lain nya.


Beberapa jam kemudian


Setelah Danita menjelaskan kepada sang klien dan seketaris nya tersebut


"Semua sudah pak" ucap Danita


"Oke baiklah, terimakasih Danita" ucap Edgar


"Iya pak sama sama" ucap Danita tersenyum


"Apa ada yang kurang jelas dan ditanyakan pak Doni???" ucap Edgar


" sudah pak saya setuju dan percaya aja sama pak Edgar, disini perusahaan besar mana pernah bikin kecewa para klien yang kerja sama sama perusahaan pak Edgar ini" ucap pak Doni seraya tertawa


"Yaampun pak Doni bisa aja, bapak juga besar juga ko. Malahan lebih besar dari perusahaan saya" ucap Edgar merendah


"Baiklah pak ini surat tanda tangan kontrak kerja nya" ucap adena sambil memberi map itu kepada Edgar untuk ditanda tangani oleh nya dan juga klien nya itu. Setelah Edgar selesai menandatangani surat perjanjian itu lalu ia memberikan kepada pak Doni juga untuk ditanda tangani


"Maaf pak doni ini" ucap Edgar memberikan map nya


"Baik pak" ucap pak Doni menggambil surat tersebut dan segera menandatangani surat perjanjian itu tanpa membacanya ulang


"Oke lah kalau gitu meeting nya selesai dan tidak ada lagi yang harus dijelaskan kembali" ucap Edgar"


"Baiklah kalau begitu kami permisi pak" ucap pak Doni


"Terimakasih banyak pak atas kerjasama nya" ucap Edgar sambil berjabat tangan


"Mari pak Doni saya antar sampai bawah sambil saya juga mau pulang kerumah" ucap Edgar


"Danita besok kamu segera urus kontrak kerja sama nya dan jika kalau sudah selesai kamu segera laporan ke saya" ucap edgar


"Baiklah pak, saya permisi ke ruangan dulu" ucap Danita seraya berjalan menuju ke ruangan nya


Lalu hanya di anggukan saja oleh Edgar.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di loby bawah, sang klien pamit untuk mengundurkan diri dari sana


"Pak Edgar saya dan seketaris saya permisi untuk undur diri dulu, next time kita ketemu lagi untuk membahas project selanjutnya gimana nanti" ucap pak Doni


"Oke Baik pak, nanti next time jangan dikantor ya dicafe aja tempat langganan saya nanti" ucap Edgar


"Hahahaha baiklah lah kalau pak Edgar mau nya begitu, pasti saya akan ikut aja gimana baik nya pak" ucap pak Doni seraya tertawa serta berjabatan tangan


"Kalau gitu saya permisi ya pak Edgar" ucap sang seketaris nya itu


"Bye pak Doni sampai jumpa lagi" ucap Edgar sambil melambaikan tangannya


Setelah klien nya itu pergi dari kantornya, tak lama dia segera berjalan ke parkiran khusus dimana tempat parkiran itu berada


Ia segera masuk mobil dan melajukan mobil tersebut dengan sangat kencang dan ingin segera sampai kerumah nya itu.


Bersambung.......