Impregnated By The Rich CEO

Impregnated By The Rich CEO
BAB 5



°°°HAPPY READING°°°


Setelah edgar tiba di restauran tersebut, ia segera masuk kedalam untuk makan siang tapi tak lupa ia memarkirkan mobilnya di parkiran yang sudah disediakan disana. Segera ia masuk dan duduk disana.


Beberapa menit kemudian sang waeters menghampirinya


"Permisi pak mau pesan apa" ucap sang waeters


"Saya pesen jus mangga dengan strawberry di atas 1, desert Chocolatte 1, kimbab 1 ya mbak" ucap Edgar


" apa ada lagi pak???" ucap sang waeters


" sudah itu aja" ucap Edgar


"Baik pak mohon ditunggu dulu ya pak" ucap waeters


Lalu Edgar hanya menjawab dengan sedikit anggukan saja dan waeters itu pun pergi dari sana.


Setelah beberapa saat kemudian pesanannya datang


"Maaf pak permisi" ucap pelayan sambil menaruh pesanan nya


"Saya taruh sini ya pak, selamat menikmati" ucap pelayan lagi SD sambil tersenyum ramah


Lagi dan lagi Edgar hanya membalas ucapannya itu dengan anggukan cepat.


Ya begitulah sosok Edgar yang terkenal cuek, anggkuh diluar tapi jika berada di dalam keluarga nya dia begitu hangat, harmonis dan manja, dan kail itu.


Setelah pelayan itu menaruh semua pesanan yang dipesankan oleh edgar, lalu sang pelayan segera pamit dari meja tersebut.


"Aduh mana perut gue laper banget nih gara gara kerja Mulu sampai lupa kalau sekarang jam nya makan siang" ucap Edgar menggerutu dalam hati


Edgar tak mau ambil pusing soal perutnya yang bunyi itu, lalu segera ia makan dengan lahapnya hingga tak tersisa sedikitpun.


"Akhirnya selesai juga yaampun" ucap Edgar sambil mengusap perutnya yang kenyang itu. Walaupun ia makan banyak tetap saja perutnya terlihat kotak kotak seperti roti sobek.


Setelah selesai semuanya ia memanggil sang pelayan untuk menghambil bill nya


"Berapa mbak??" ucap Edgar


"Maaf pak ini bill nya" ucap sang pelayan


"Total semuanya itu jadi satu juta lima ratus ribu ya pak" ucap sang pelayan tersebut


Lalu dilihatlah bill tersebut seraya menggambil uang yang ada di dompet kantong belakang nya


"Ini mbak uang nya" ucap Edgar seraya memberikan uang nya


Lalu sang pelayan menghitungnya dan seraya berkata


"Uang nya pas ya pak, terimakasih banyak" ucap pelayan tersebut


"Semoga berkunjung kembali pak di restauran ini" ucap sang pelayan tersenyum sambil meletakkan kedua tangannya di dada


Lagi dan lagi hanya dibalas anggukan olehnya, lalu ia pergi dari tempat tersebut menuju parkiran.


"Sebaiknya gue kerjain pekerjaan gue dulu dikantor abis itu langsung pulang kerumah untuk istrirahat" ucap edgar


Setelah ia sampai di parkiran restauran dimana letak mobilnya itu berada, lalu ia masuk menyalakan mesinnya dan melaju dengan kecepatan tinggi menuju kantor nya lagi.


Beberapa menit kemudian


Sampailah di sebuah gedung yang tinggi dan mewah membuat orang lain yang melihatnya kagum seketika dibuatnya. Ia segera turun dari mobil dan menuju kedalam dengan langkah kaki yang sangat lebar menuju lift untuk sampai ke ruangannya tersebut. Setelah ia sampai dan masuk kedalam ruangan lalu ia duduk di kursi besar nya itu.


Tak lama kemudian ada seseorang yang mengetuk pintu dari luar


"Permisi pak tadi ada klien yang telpon kantor kita katanya jadwal meeting besok di majukan menjadi hari ini pak" ucap Danita


"Hah sekarang??? Yang benar saja kamu?? Ucap Edgar kaget


"Klien yang dari mana ya??" ucap Edgar lagi


"Katanya sih dia bilang dari Surabaya pak" ucap Danita menjelaskan


"Kok ga ada kabarin saya ya, harusnya dari pihak mereka kabarin saya dulu dong. Jangan mendadak seperti ini" ucap edgar dengan emosi


"Apa ada lagi??" ucap Edgar


"Udah pak cuma itu aja" ucap Danita


"Okee,,kamu boleh pergi sekarang" ucap Edgar sambil menyuruh sang seketaris nya itu pergi dari sana. Setelah seketaris nya pergi dari ruang tersebut, tiba tiba Edgar langsung emosi yang berapi api


"Ahhhhh sial kenapa sih selalu saja begini. Kenapa ga besok aja sih meeting nya" ucap Edgar


Lalu dia duduk di kursinya dan segera menelpon sang seketaris untuk bertanya sudah sampai mana kliennya itu berada


"Hallo kamu tanya kepada klien dari Surabaya sudah sampai mana mereka sekarang" ucap Edgar


"Baik pak akan saya telpon sekarang juga" ucap Danita


Setelah seketaris nya menjawab tak lama sambungan telepon terputus dari sebrang sana


"Hallo mbak maaf saya mengganggu kalau boleh saya tau sudah ada dimana ya mbak" ucap Danita


"Maaf ini dengan siapa ya" ucap seorang yang ada di sebrang sana


" ini saya danita seketaris nya pak Edgar mbak" ucap Danita


"Ouh mbak Danita, iya nih mbak saya sama pak bos sedang dalam perjalanan menuju kesana" ucap sang seketaris disebrang sana


"Baiklah mbak saya tutup dulu, maaf sudah mengganggu waktunya" ucap Danita


"Iya mbak gpp dengan senang hati dan ga ngerepotin juga" ucap sang seketaris disebrang sana


"Sampai jumpa nanti" ucap Danita


"Ya sampai jumpa nanti juga mbak" ucap sang seketaris


Setelah Danita menelpon seketaris nya itu, langsung dia menuju ruang bos nya.


Sebelum pintu ruangan itu diketuk oleh danita keluar lah sosok pria yang kekar, hidung mancung dan berkulit putih. Siapa lagi kalau bukan bos yang galak dan suka marah marah kata Danita.


"Yaampun" ucap Danita kaget sambil mengelus dadanya


"Kenapa kamu??" tanya Edgar


"Bikin kaget saya aja sih pak" ucap Edgar


Lalu Edgar hanya diam saja tanpa membalas ucapannya Danita tersebut


"Mau apa kamu diruangan saya??" ucap Edgar to the point


"Kata bapak kalau saya sudah telpon seketaris pak doni, bapak suruh saya datang keruangan bapak. Berhubungan bapak keluar duluan sebelum saya ketuk ya saya kaget lah pak, tiba tiba bapak ada di depan saya" ucap danita


"Kamu berani menyalahkan saya" tanya Edgar dingin


"Ga pak" ucap Danita sambil menunduk kepalanya


"Yaudah bagus,, jadi tadi apa kata seketaris nya pak Doni???" ucap Edgar


"Kata seketaris nya lagi dalam perjalanan pak menuju kesini" ucap Danita


"Berapa menit lagi" ucap Edgar


"Sekitar 15 menit lah pak kira kira" ucap Danita


"Kamu tau saya kan kaya gimana, saya ga suka nunggu lama bahkan sampai Berjam jam lamanya" ucap Edgar


Danita hanya mengangguk pelan kepalanya saja


"Kalau sudah tidak ada lagi yang dibicarakan kamu boleh pergi sekarang juga" ucap Edgar


"Baik pak kalau begitu saya permisi dulu'' ucap Danita


Ia hanya membalas deheman pelan saja tanpa menoleh. Lalu Danita pergi dari sana dan Edgar masuk lagi ke dalam ruangan nya itu, sambil menunggu sang klien datang ke kantor nya.


Bersambung.......