Impregnated By The Rich CEO

Impregnated By The Rich CEO
BAB 9



°°°HAPPY READING°°°


Keesokan harinya


Masih ditempat yang sama


Pukul 06:00 A.M


Kringggggg


Suara alarm berbunyi


Hoammmmm


Seorang gadis cantik jelita yang sedang merentangkan kedua tangannya di atas kasur. Rambut yang kusut dan berantakan tetapi tidak mengurangi paras cantiknya itu.


"Jam berapa ya ini" ucap adena


Lalu ia melihat jam dengan mata yang masih ngantuk dan lesuh


"Ouh ternyata masih jam segitu. Aku kira jam berapa. Yaudah deh aku mandi dulu aja biar lebih segar" ucap adena bangun dari tidurnya menuju kamar mandi


...


...


Segera ia mengambil handuk yang ada digantungan dan melepaskan semua pakaiannya disana. Setelah selesai dengan kegiatan mandi nya, ia keluar dari sana menuju lemari ganti dan menggambil baju santai nya.


Berjalan keluar menuju ruang tamu dan ia duduk disana


"Hmm kira kira aku diterima ga ya di perusahaan itu, setelah aku masukin surat lamaran kerja disana dan ditempat yang sudah aku kunjungi???" ucap adena degan gelisah


"Ya Tuhan aku harus cari kerja dimana lagi. Kalau misalnya semua ga ada yang terima lamaran kerja nya" ucap adena frustasi


Ia merenungkan sejenak nasib nya sambil meratapi kedepannya itu harus gimana tinggal di kota yang sangat besar dan luas ini.


"Mana uang ku ga cukup lagi untuk kehidupan aku sehari nya" ucapnya menghela nafas kasar


"Yaudah deh aku masak aja dulu untuk sarapan pagi. Untung aja bahan masak dan belanja kemarin masih banyak dan utuh belum aku sentuh" ucap adena sambil berjalan menuju dapur


Tak lama ia sampai didapur yang cukup minimalis itu, tapi ia bisa lah masak dengan peralatan yang seadanya saja. Untung aja ada kulkas yang lumayan lah buat sayuran dan sebagainya, coba kalau rumah itu kosong ga ada peralatan. Bisa bisa uang nya boros untuk beli makan per harinya.


"Masak apa ya hari ini??" ucap adena sambil melihat bahan apa saja yang ada disana


"Kalau ga masak yang simpel aja ya tapi bikin kenyang diperut" ucapnya


Lalu ia segera masak dengan sangat telaten dan cepat bagaikan chef yang bisa dihandalkan.


Beberapa menit kemudian


"Taraaaaaa masakan ala chef Dena sudah jadi" ucapnya sambil mencium bau aroma masakan nya


"Semuanya sudah jadi tinggal aku buat minuman nya deh yang enak" ucapnya


Lalu ia menggambil gelas dan lain lain nya di rak piring


"Yeayy sudah jadi, waktunya aku makan deh" ucap nya


Segera ia makan dengan lahapnya akibat lapar yang sedari tadi melanda perutnya tersebut. Setelah selesai makan ia bergegas kedapur untuk mencuci semua peralatan yang kotor akibat masak tadi.


Beberapa menit kemudian ia selesai dengan dapurnya dan segera keruang tamu untuk menikmati santai nya dulu


Tak lama ia duduk disana terdengar suara berbunyi


Tring.......


Ternyata asal suara tersebut dari handphone bertanda ada yang menelpon disana, segera ia melihat siapa yang menelpon. Dilihat di layar


Tersebut ternyata tidak ada nama didalamnya, lalu ia abaikan tak sedikit melihat lagi


Tring............tringggg...


Suara itu terdengar lebih besar dari pada sebelumnya, ia kesel akhirnya diangkat lah handphone dan menggeser tombol berbentuk telpon warna hijau didalam nya


"Permisi mbak" ucap seseorang laki laki dibalik telpon sana


"Iya maaf ini dengan siapa ya???" ucapnya


"Ada yang bisa saya bantu???" ucapnya lagi


"Apa bener ini dengan mbak adena Fany Aurellia??" ucap seseorang yang disebrang telpon


" iya betul pak ini dengan saya sendiri. Kalau boleh saya tau ada yang bisa saya bantu??? " ucapnya


"Begini mbak saya dari perusahaan PT sejahtera crop. Apa betul mbak nya datang menemui orang resepsionis untuk menaruh surat lamaran kerja???" ucap seseorang yang disebrang telpon


"Apa mbak nya hari ini bisa datang ke perusahan untuk melakukan interview??" ucap seorang dibalik telpon itu


Lalu mata adena berkaca kaca menahan tangisnya itu dan berkata


"Ouh baik pak saya akan segera kesana untuk menemui bapak" ucapnya


"Nanti kalau kamu kesana bilang aja mau ketemu pak Dodit kepala HRD begitu ya. Apa sudah jelas buat mbaknya???" ucap pak Dodit itu sendiri


"Baik pak saya akan segera kesana untuk menemui bapak dikantor" ucap nya tersenyum bahagia


"Oke kalau sudah saya tutup dulu ya mbak" ucap pak Dodit


"Permisi mbak" ucap pak Dodit


"Iya pak" ucap nya


Lalu tak lama pak Dodit pamit dan sambungan telepon nya juga udah mati.


"Alhamdulillah akhirnya aku interview juga" ucapnya bersyukur


"Makasih banyak ya Tuhan" ucapnya lagi sambil berjalan ke kamarnya untuk bersiap siap buat interview kerja


Tak lama kemudian ia masuk menuju lemari pakaian


Setelah selesai ganti baju ia berjalan menuju pintu keluar untuk berangkat ke kantor tersebut, tak lupa sebelumnya ia mengunci pintu dan menutup jendela rumahnya. Ia berangkat menggunakan ojek yang ada disana


"Pak ojek ya, tolong antar saya ke perusahan besar itu. Bapak nya tau kan?? Ucapnya


"Tau ko neng. Ini pake helm nya dulu ya biar aman" ucap tukang ojek tersebut


"Baik pak makasih" ucapnya


Setelah ia naik ke motor yang ditumpangi oleh nya, motor itu meleset dengan kecepatan sedang menuju tempat yang dituju olehnya.


Bersambung.......