
"kenapa sih kita keciduk tu guru!" gerutu Letta
"gw masih ngantuk huwaaa," ucap Naya
"davvv gw capeee," Luna yang merasa tidak ada guru pun berjongkok
"Lunn, berdiri ntar ada pa Ami loh.." ucap Davi
"ngantukkk!! capeee!!" ucap Luna
"JALANKAN HUKUMAN! JANGAN MALAH SANTAI-SANTAI NGEGOSIP!!" ucap Pa Ami. Luna yang semula berjongkok pun langsung berdiri tegap, Naya yang bersandar diAlfi pun juga langsung berdiri tegap
"idih ngoceh teross!!" gumam Luna sambil hormat
"sabar Lunn," ucap Davi
"Hormat sampai jam istirahat kedua!" Lunadkk hanya pasrah
"jam berapa?" tanya Letta
"jam 11:25," ucap Ravi
"anjerrr udah siang tapi kek masih pagi," ucap Naya
"mau hujan, noh liat mendung bat!" ucap Alfi menunjuk langit berawan hitam
dari arah barat, ada Liam dan Fendy yang saling bercengkrama
"Liam!! Fendy!!" panggil Pa Ami yang sedari tadi mengawasi Lunadkk
"iya pak?" tanya Liam
"kalian mau kemana?" tanya Pa Ami
"Saya mau ngejelasin ke Fendy apa saja tugas ketua osis pak!" ucap Liam
"ohh, bapa minta tolong bisa?" tanya Pa Ami
"tolong jagain mereka sebentar saya mau keruang bapak sekolah," ucap Pa Ami menunjuk Lunadkk
"baik pak!" sepeninggalan Pa Ami, Liam dan Fendy berjalan kesamping lapangan
"adek lu bang?" celetuk Fendy
"adek gw Angel bukan Luna," ucap Liam
"sama aja!" ucap Fendy
"gak!"
"gak samanya dimana bang?! cuma beda panggi—"
"Luna Bar-Bar, Angel Kalem," ucap Liam
"serah elu dah bang! eh tapi bang elu ama Luna kenapa gak mirip ya?"
"bangggg,"
"bang Liam!" Fendy ternyata ditinggal begitu saja oleh Liam yang menghampiri adeknya
"Parah ni kakel!!" gerutu Fendy lalu menyusul Luna
"Dek!" panggil Liam
"Bangg capeee," lirih Luna
"ngapain?" tanya Liam dengan datar
"kita tidur bang," ucap Davi
"tidak ada rumah?" tanya Liam dengan tatapan tajam. Luna, Letta, Naya, Ravi, Alfi dan Davi pun menunduk
"ketiduran kita bang, bukan sengaja tidur!" elak Naya
"kalian malam tadi ngapain? begadang main game? atau ngumpul-ngumpul terus tawuran gitu?" ucap Liam
"kalau kalian masih seperti ini! saya yang akan bertindak!" sambung Liam
"lanjutkan hukuman kalian!"
"maaf banggg," ucap mereka serempak. Fendy tercengang melihatnya karna bingung Ravi yang notabenya ketua ARB enggan menjawab Liam? bahkan Letta yang selalu ngelawan Liam sekarang malah menunduk dan meminta maaf
"Liam?!" teriak seorang gadis dengan berjalan sambil berkacak pinggang
plak plak
"tega bat sih elu! kesian adek-adek gw!" ucap Raina sambil memukul-mukul Liam
"Raina! ngapain kamu disini!" ucap Pa Ami yang tiba-tiba datang. Raina lun sontak berhenti memukul-mukul Liam
"saya mau ketoilet pak!" ucap Raina langsung ngancir meninggalkan lapangan
"Nih surat buat orang tua kalian!" ucap Pa Ami menyerahkan 6 surat panggilan orang tua
"Pengumuman buat siswa maupun siswi kalian diperboleh pulang! tetapi besok kembali sekolah!"
"Kalian boleh pulang! besok kalau orang tua kalian tidak datang, ada bonus!" ucap Pa Ami
"iya pak,"
"terimakasih kaliannn," ucap Pa Ami
"iyaa pak!" ucap Liam dan Fendy. Sepeninggalan Pa Ami Liam kembali menatap Lunadkk Tajam
"jangan pulang! kecafe biasa!" ucap Liam lalu pergi
"Gw duluan yo!" ucap Fendy
"yooo,"
"tumben Bang Liam marah banget," ucap Luna merasa bersalah
"udah mending kita nyusul bang Liam," ucap Davi
×××
"gak usah tegang! gw gak marah," ucap Liam, langsung saja ditatap tidak percaya oleh Lunadkk
"gw cuma mau yang terbaik buat kalian," ucap Liam
"kalian bukan hanya temennya adek gw! tapi kalian sudah gw anggap adek kandung gw sendiri! gw yang paling tua diantara kalian maka dari itu gw mau mecontohkan yang baik buat kalian!" ucap Liam
Luna, Letta, Naya, Davi, Ravi dan Alfi pun terkejut tidak menyangka dengan pernyataan Liam
"Abanggg," lirih Luna langsung memeluk Liam, Bahkan Letta dan Naya pun juga memeluk Liam
"jangan nangis," ucap Liam
"Makasihh Bangg," ucap Ravi, Alfi dan Davi
"udah-udahhh pesen makanan! abang traktir," ucap Liam
"emang dah Abang Liam ter the best!" ucap Alfi
"iyalah! kalo ditraktir baru ter the best!" celetuk Ravi
"julid bener lu ****!" ucap Alfi
"gelud aja udah geludd!!" ucap Davi
"tonjok dah tonjok!" ucap Letta
"kalo mau kelahi! ketengah jalan raya noh!" ucap Liam
"biar apa bang?" tanya Ravi
"biar tambah afdol! ya biar kelen ditabrak mobil!" sarkas Luna
"dapet duit loh!!!" ucap Naya
"BENER DAPET DUIT! KITANYA YANG MATI!" ucap Ravi
"wahhh parah nih!" ucap Naya siap-siap mau menonjok Ravi
"yahhh Nayyy canda doangg !" ucap Ravi
"makanya jan ngelawan cewe!"
×××
jam 19:48. Luna, Liam, Mamah dan Papah duduk bersantai didepan tv
"Mah! pah!" panggil Luna
"kenapa sayang?" tanya Mamah
"Angel mau nunjukin sesuatu tapi janji jan marah atau kaget ya," ucap Luna
"kenapa lagi ngel?" tanya Mamah
"hehe, baca aja sendiri mah!!" ucap Luna mengasihkan surat panggilannya
"kenapa dipanggil Ngel?" tanya Papah
"tidur diroftoop," ucap Liam, Papahnya pun terkejut sambilbmenatap putrinya itu
"Angel kek gitu karna gen kamu juga Pah!" ucap Mamah
"hehe, besok papah yang bakal ngehadirin!" ucap Papah
"sama mamah juga soalmya ada orang tua temen-temen angel juga," ucap Luna
"aduhh sayang, dipanggil orang tua bukannya takut malah ngatur-ngatur," ucap Papah
"idih! inget kamu juga kek gitu ya pah!" ucap Mamah
"Sifat Angel persis sama seperti Papah, kalo Sifat abang persis sama seperti Mamah." ucap Mamah
"Papah dulu nakalnya ngelebihin Kamu sayang, mamah selaku ketua osis selalu ngurusin murid nakal seperti Papah." ucap Mamah
"cieee berarti nih! kisah cinta mamah kea dinovel-novel tuhhh Badboy vs Ketua osis ahahahahah," ejek Luna
"Mamah kamu dulu ngejar-ngejar cinta Papah," ucap Papahjual Mahal
"ahahahaha wahhh Mamah duluan yang ngejar Papah," ejek Liam
"heh! ngada-ngada Papah! Mamah ngejar-ngejar papah bukan karna cunta tapi ngejar papah abis ngehancurin kaca kelas," ucap Mamah
"bilang aja deh Mahhh, jangan malu-malu.." ucap Papah
"gak ya! yang dulu siapa yang ngehancurin kantin gegara Mamah deket ama cowo lain?"
"terus siapa ya dulu yang nangis-nangis diUKS gegara Papah pingsan habis kelahi?"
"udah deh Mah Pah! inget umur yaaa," ucap Luna
"dekk mamah papah lagi nginget-nginget masa lalu jangan diganggu," ucap Liam
"hust kalian! udah-udah, mamah mau tidur!" ucap Mamah
"cepet bat mah mau udah tidur?" celetuk Luna
"Mamah kecapean kali dek," ucap Liam
"yaudah mamah jaga kesehatan yaa, istirahat dikamar!" ucap Luna
"iyaaa sayang," ucap Mamah
"selamat malam sayang," ucap Mamah
"malam Mahh!!"
"Papah juga gih jagain mamah!" ucap Liam
"iyaa jagain mamah dikamar! sekalian kalian tidur! istirahat," ucap Luna
"iyaaa sayang, malammm.." ucap Papah
"malam juga pah!!!" setelah mencium kedua anaknya Papah pun menyusul kekamar
"Lun!" panggil Liam
"Apa!" tanya Luna
"kenapa?" bingung Liam
"Luna kan bar-bar, gak kek angel yang kalem.." ucap Luna
"dari Fendy?" tanya Liam
"hm," ucap Luna
"idihhhh ngambek!!" ejek Liam
"enggak! kan elu panggil gw Luna yodah jadi bar-bar aku!" ucap Luna
"ngel," ucap Liam
"tetep aja lah!" ucap Liam
"ya gitu gw cuman beda nama tapi sifatnya sama!" ucap Luna
"idih-idihh ngambekk!!" ejek Liam dengan merangkul Luna
"jan peluk-peluk! ketek Lu bau jigong kak!" ucap Luna
"nih nih yang bau nih!" ucap Liam mengapit kepala Luna diketeknya
plak plak
"mati gw woy!" ucap Luna
"makan-makan lah aku," ucap Liam
"gw gentayangin juga ntar elu!" ucap Luna
"lah *****! lu mati abis nafas gw yang digentayangin!" ucap Liam
bugh
"gw mati bukan karna abis nafas! karna gw ngecium bau ketiak jigong lu noh!" ucap Luna
"padahal gw besok mau nraktir tapi gak jadi deh," ucap Liam
"abang kok ganteng bat sihhh!! baik lagi! mana wangi," ucap Luna mendekati Liam
"jauh-jauh gih katanya abang bau jigong," ucap Liam
"enggak kok! tadi baunya dari luar bang sekarang dah ilang," ucap Luna
"alesan aja" celetuk Liam
"hehe,"
"Gibran, Angell, tidurr udah malam.." ucap Papah
"lah papah kenapa gak tidur?" tanya Liam
"mau ngecek kalian udah tidur apa belum," ucap Papah
"ini Angel mau tidur pah!" ucap Luna
"Gibran juga!"
"kita tidur berempat yuk," ajak Mamah yang tiba-tiba datang
"ayok!" ucap Luna
"tapi dimana?" tanya Liam
"disini!" ucap Mamah
"biar nanti papah kalo kebangun nanti bisa nonton tv," ucap Mamah
"Gibran acc aja dah," ucap Liam
"dikamar aja Mah, jangan diruang tamu.." ucap Papah
"yaudah yang penting tidur berempat!" ucap Mamah
"iyaaa, yuk kita kekamar Papah-Mamah," ajak Papah
"Angel ambil bantal,guling sama selimut dulu!" ucap Luna langsung ngancir kekamarnya
"Gibran juga mau ambil bantal, guling sama selimut," ucap LIAM
Dikamar Papah-Mamah lah Luna dan Liam berada, dengan beralaskan kasur karakter yang cukup 4 orang dan posisinya Papah-Mamah-Luna-Liam
"malammm,"
"malammm..."
×××
cahaya matahari sudah memasuki kamar, tetapi tidak membangunkan Luna dan Liam
"Banggg, abangg.." panggil Mamah
"hmm, kenapa mah?" tanya Liam dengan suara khas bangun tidur
"bangun, udah pagi! bangunin Angel juga mamah mau lanjut masak!" ucap Mamah
"iyahhh," ucap Liam, sepeninggalan Mamah Liam pun merenggangkan otot-ototnya
"Ngel!" panggil Liam
"Luna!"
"Angelia!" Luna masih berada dialam mimpinya
"Luna Angelia Adara!!!" geram Liam menarik tangan Luna
"Paansih!" kesal Luna
"sekolah! udah pagi!" ucap Liam
"nanti ih! ngantuk masih," ucap Luna menyandarkan diri ke Dada Liam
"dasar!" gumam Liam, seketika Liam punya Ide
"tidur pindah kekamar sana," ucap Liam
"gendong!" ucap Luna. Liam pun menggendong Luna untuk kekamarnya Luna
bryussss
"MAMAHHHHHH!!! DINGINNN!!"
"Mandi dek!"
brak
"DASAR LIAM! AWAS KAU!" teriak Luna karna dirinya tiba-tiba disiram air
×××
"gak usah marahhh dek," ucap Liam saat Luna datang dimeja Makan
"dingin tau gak! dinginnn," ucap Luna
"sehat dek mandi pagi pake air dingin," ucap Liam
"sehat! sehat! iya tapi dingin!" ucap Luna
"sudah-sudah jangan berantem, ayo makan!" ucap Mamah
"nanti yang kesekolah siapa?" tanya Luna
"Papah,"
"mamah aja pah!"
"papah aja,"
"mamah aja,"
"kalian berdua aja deh," ucap Liam
"baru kali ini! anaknya dipanggil bukannya marah terus diancam gak mau datang malah berebut yang datang kesekolah siapa!" batin Luna
×××
"idih masihhh marah nih?" ucap Liam saat baru saja sampai parkiran sekolah, Luna langsung saja pergi
"Lunnn!!!" panggil Liam tapi tidak dihiraukan oleh Luna
"Bang!" panggil seseorang dibelakang Liam
"eh Dav," kaget Liam
"mana Luna bang?" tanya Davi
"langsung kekelas tuh," ucap Liam
"lah kenapa?" heran Davi
"lagi marah sama gw," ucap Liam
"yaudah, biar Davi yang bujuk Luna ya bang.." ucap Davi
"gw aja, ntar ntu anak tambah marah sama gw!" ucap Liam
"panggilan untuk Liam Gibran segera keruangan osis!"
"gimana bang?" tanya Davi
"sekarang lu tenangin Luna, ntar kalo urusan gw udah selesai baru gw samperin!" ucap Liam
"iya bang,"
"Makasih dulu Dav!" ucap Liam lalu beranjak pergi keruangan osis
"Sama-Sama bang!"
×××
tok tok
"eh Dav masuk aja!" ucap Naya
"Mana Luna?" tanya Davi
"tuh, suhu badannya panas dav.." ucap Naya. Davi pun menghampiri Luna yang menelungkupkan wajahnya
"Lunnn," panggil Davi sambil mengusap rambutnya Luna
"hm?" tanya Luna dengan wajah menghadap Davi. Davi pun mencek suhu tubuhnya benar saja, Suhu tubuhnya Luna panas bahkan wajahnya juga sedikit pucat
"Lun udah makan?" tanya Davi
"udah, tapi dikit.." ucap Luna
"ke UKS ya," ajak Davi
"gak mau!" ucap Luna
tok tok
"Pagi anak-anak!!" Ibu Mira tiba-tiba masuk kedalam Kelas
"Davi? kamu ngapain disini?" tanya Bu Mira
"Maaf bu, Suhu badannya Luna lagi tinggi jadi saya mau mengajak Luna keUKS," ucap Davi. Bu Mira pun mendekati Luna
"Nak Luna mending kamu keUKS ya," ucap Bu Mira
"Gak mau buu," tolak Luna
"Nanti kamu bisa pingsan Lun," ucap Bu Mira
"yaudah, Luna keUKS.." ucap Luna
"Nak Davi tolong anterin Luna keUKS ya," ucap Bu Mira
"iyaa buuuu,"
×××
Davi pun membopong Luna keUKS
tok tok tok
"kenapa kak?" tanya Tiara
"Lu yang jaga?" tanya Davi
"iya kak,"
"periksa Luna, gw mau kekantin."
"siap kak,"
"aku kekantin bentar ya," ucap Davi
"jangan lama!"
×××
Saat Davi mau kembali keUKS tiba-tiba saja dirinya bertemu dengan para lelaki dan wanita paruh baya
"Davi?!"