I PROMISE

I PROMISE
Sensian



"Pagiii mah!! pahh!!"


"Pagi Angell,"


"tumben kamu udah bangun ngel," ucap Mamah. Hari langka Luna yang sudah bangun tidur dipagi hari bahkan Luna sudah rapi dengan seragam sekolahnya


"Hari pertama sekolah harus semangat dungg!!" ucap Luna yang dimana hari pertama sekolah setelah libur panjang setelah U1S


"Mahh!! Pahh!! Angel gak ad—" Tampaklah Liam dengan wajah cemasnya


"kenapa bang?" tanya Luna, yang baru saja mau memakan sarapannya


"Angel?" heran Liam


"kenapa bang?" tanya Luna lagi


"Ini Angel mah?! beneran!! tumben dah bangun, kesambet apaan woy!" ucap Liam yang tertawa melihat Luna pagi-pagi sudah siap untuk sekolah


"abang mah gitu! bukannya disyukurin adeknya bangun pagi! malah dingakakkin!" ucap Luna ya


"iya iyaa, baru adek abang Gibran nih udah bisa bangun pagi!" ucap Liam merangkul bahu Luna


"paansi gakjelas!" ucap Luna menghempaskan tangan Liam


"udah-udah sarapan cepet!"


"iyaa mahh.."


×××


"Mamahnya Raina gimana ye bang," ucap Luna yang entah kenapa jadi kepikiran mamahnya Raina


"yaaa gak tau lah dek! lu kira gw penjaga kamar mamahnya Raina," ucap Liam


" ya sapa tau kan elu jadi penunggu kamar mamahnya Raina," ucap Luna


"Lu kira gw hantu!" sarkas Liam


"eh iya abang kan bukan hantu, terus bukan manusia juga," ucap Luna


"iyalah gw itu malaikat.." ucap Liam yang sangat terlihat percaya diri


"iyahh malaikat pencabut nyawa, AHAHAHAHA ALIAS SETAN MAH!!" Luna sontak saja tertawa terbahak-bahak


"gw sumpah—""


"AHAHAHHAHA HUK HUK HUK HUK!"


"NAH MAMPOS LU! kena azab kan lu! kualat sih ama yang tua," ucap Liam


bugh


"tolol! gw kesedek dibantuin minum kek ini malah diketawain!" sumpah serapah Luna


"jangan kasar-kasar, kena azab lagi mampos lu!" ucap Liam


"iya tau yang udah kakek-kakek mah beda!!! gw mah apa atuh masih muda," ucap Luna


"gak aki-aki juga Lunaa!!!" ucap Liam


"belagu lu! dasar mantan ketos belagu yang berubah jadi aki-aki!" ucap Luna


"bilang dong sekali lagi," pancing Liam


"gak mauu, bleee.." ucap Luna


"bil—"


"bacot gw mau kekelas! setres gw lama-lama kalo sama elu," ucap Luna


brak


Luna setelah menutup pintu mobil Liam dengan kekuatan tenaga langsung ngancir tanpa watadosnya


"KUALAT LU AMA GW NTAR!" ucap Liam


"BODOAMAT! UUUU MANTAN KETOS BELAGU YANG BERU AH JADI AKI-AKI!!!" teriak Luna dikoridor, Luna bahkan tidka menghiraukan semua orang yang berrada diparkiran dan koridor itu


"LUNA ANGELIAA!!!" Liam langsung saja mengejar Luna


"AAAAAAA!!! MAMAHHHH ABANG GIBRAN JADI AKI-AKII MAH!!!!" teriak Luna yang berlari agar Liam tidak bisa menangkapnya


"AWAS LU ANGEL!" ucap Liam


"AAAAAA!! ABANG ABANG LEPASINN BANGG!!" histeris Luna karna dirinya berhasil ditangkap oleh Liam


"ahahahaha, berani banget yaa ngemaluin abang ndiri!!" ucap Liam sambil menggelitiki Luna


"ahahaha abang ampun bangg ahahaha sumpa bang ahaha ampunnn bang!!" ucap Luna


"ohh tidak bisa!" ucap Liam


"ahahaha abang ihh!! gelii ahaha,"


cup cup


Luna tanpa disangka mencium pipi Liam sontak saja membuat Liam berhenti menggelitikinya


brak


"aduh!"


"BLEEE.... AHAHAHAHAH DADAHH!!" Luna mendorong Liam sontak aja membuat terjatuh dan Luna langsung saja meninggalkan Liam


"LUNAAA ANGELIA ADARA!!!" teriak Liam


"LIAMMM GIBRANN SAGARAA!!" balas Luna


Liam menghiraukan sakit dipantatnya dan langsung saja mengejar Luna


"AAAAAA, MAMAHHH!!! PAPAHHH!!" teriak Luna yang jera ketika membayangkan akan tertangkap Liam lagi


brak


"Ehh Lunaa," kaget Davi untung saja Luna langsung dipeluk Davi jika tidak Luna pastinya terjatuh.


"Dav, Dav, Dav, bantuin Lunaa.." ucap Luna mengeratkan pelukannya keDavi


"LUNAA!!" panggil Liam


"Aaaaa, Davvv jauhin gw dari Liam.." rengek Luna


"kenapa? tenang ada aku.." ucap Davi


"Dav minjem Adek gw bentar ya," ucap Liam


"mau ngapain bang?" tanya Davi


"Gak mau!" ucap Luna yang mengeratkan pelukannya sambil menggelengkan kepalanya didada Davi


"dia nakal Dav! mau gw hukum," ucap Liam


"Lunanya ngapain bang?" tanya Davi


"ngemaluim gw ****, dibilangnya gw udah aki-aki!" ucap Liam


"kan abang ndiri yang ngaku dah tua!" ucap Luna


"udah-udah Lunaaaa, minta maaf sama abang Liam," ucap Davi


"Gak mau!" tolak Luna


"yaudah aku tinggal ya, biar aja kamu dihukum bang Liam." ucap Davi


"ihhh jangan! yaudah!"


"Bang gw minta maaf!" ucap Luna mengulurkan tangannya


"terpaksa bat elu!" ucap Liam


"Lunnn,"


"ck iya! abanggg Angel yang cantik dan tidak sombong ini minta maaf yaa.." ucap Luna


"Bang Lunanya dah minta maaf tuh," ucap Davi


"yodah iye iye," ucap Liam


"Lunanya Davi bawa dulu ya Bang," ucap Davi


"Jagain bener-bener! awas adek gw sampe kenapa-napa," ucap Liam


"siappp bang!" ucap Davi


"bang!" panggil Luna dan mengulurkan tangannya


"ngapain?" heran Liam. Luna pun meraih tangan Liam


"MAKANYA CARI PACAR DONG! BIAR ADA YANG NEMENIN AWOKWOKWOK!!!" ejek Luna dan langsung Lari tak lupa menarik untuk Davi


"LUNAAA!!!"


"Mamah gw ngidam apaan waktu hamil ntu bocah!" gumam Liam


×××


"hari pertama sekolah dah berubah aja penampilan pacar gw," sindir Luna karna sedari tadi Luna terlihat kesal dengan siswi-siswi yabg melirik-lirik bahkan memuji Davi


"Kamu cemburu ya," sindir Davi dengan mencolek pipi Luna


"apaansi gaje!" ucap Luna, Luna pun beranjak masuk kedalam kelasnya menghiraukam Davi yang berada diluar


"kenapa Lun?" heran Letta saat melihat Luna masuk kelas dengan wajah kusut


"gak!" ucap Luna lalu menelungkupkan kepalanya dimeja


"Lunnn," ucap Davi dengan tiba-tiba bahkan mengelus-ngelus rambut Luna, Luna kaget dengan keberadaan Davi dikiranya Davi akan kekelasnya setelah mengantarkannya


"Lunaaa Maaf yaa sayang," bisik Davi. Meskipun Davi hanya berbisik siswi-siswi menjadi baper


"apaansi," ucap Luna


"hm,"


"besok gak kek gini lagi dah, besok jadi Culun lagi dah akunya." ucap Davi


"serah elu," ucap Luna


"ngambek beneran nih.." gumam Davi


"mana muka cantiknya gak keliatan," ucap Davi, Davi merapikan rambut Luna diletakkan dibelakang telinga setelah itu dihadapkannya lah wajah Luna kearahnya


"paansi!" kesal Luna, Luna pun duduk tegap menghadap Davi


"Lucunya pacarku," ucap Davi mengacak-ngacak rambut Luna


"lepasin ih! jadi berantakan," ucap Luna


kring kriingg kriiinggg kriiiingggg


"masuk sana!" suruh Luna dengan melirik pintu


"iyaa," ucap Davi lalu berdiri mau meninggalkan Luna


"dasar gak peka!" batin Luna


Luna pun yang melihat Davi ingin beranjak pergi kembali menelungkupkan wajahnya


cup


"jangan ngambek terus ya," bisik Davi setelah mencium kepala Luna


"anjerlah ntu orang siapa yang ngajarin kek gitu woy!!! duhh hati gw dag dig dug kan tolol bat sih!"


"LETTA! NAYA! JAGAIN PACAR AKU, LAGI MARAH DIA," teriak Davi sebelum pergi


"Tenanggg!! kita jagain kok!" ucap Letta


"sip!"


sepeninggalan Davi, Luna pun mengangkat wajahnya dan memandang keseluruh kelas ternyata siswa maupun siswi menatapnya


"mau gw colok tu mata?" tanya Luna, sontak saja membuat siswa-siswi mengalihkan pandangannya


"sieneng sensi bat sih!" ucap Letta sambil mecolek dagu Luna


"kesel gw tuh!" sarkas Luna


"kesel kenapa? cerita, cerita," ucap Naya


"masa ya gw jalan berdua ama Davi! Davi malah dilirik-lirik sampe dipuji langsung dihadapan gw! kan kesel, dasar cewek ganjen bat ama pacar orang!" ucap Luna


"Lunnn, wajar Davi hari ini penampilannya beda kek kemaren, Kalo ama kita-kita mah dah sering. kalo ama anak lain kan baru sekarang, makanya kek gitu " ucap Naya


"tapikan jan sampe dihadapan gw jugaaa! mana si Davi nya ngerespon lagi!" ucap Luna


"ngerespon gimana Lun?" tanya Letta


"gak bilang! cuma disenyumin! asyulah ngesenyumin cewe lain dihadapan gw! gimana gak kesel gw!" ucap Luna


tok tok tok


Ibu Mira tiba-tiba datang, membuat Luna berdengus kasar karna belum selesai bercerita


×××


"pokoknya gw gak mau ketemu davi!" ucap Luna. Sekarang Luna, Letta dan Naya menuju kantin dan Luna selalu bilang tidak mau ketemu Davi


"Iyaaa Lunnn, iyaaaa,"


"Pesen gih gw mau bakso aja," ucap Luna


"Nay pesen gih," suruh Letta


"temenin lah! yakali gw sendiri!" ucap Naya


"duhh mager kali awak ini," ucap Luna dengan logat Bataknya


"dah lah kau saja yang pesanin!" ucap Letta


"benci kali awak ama kelen! dah lah traktir awak baru awak mau pegi!" ucap Naya


"yodah! awak yang traktir!" ucap Luna


"sip emang ter the best lah kau ini!" ucap Naya langsung pergi


"hey neng geulisss!!" datanglah Ravi, Alfi dan Davi


"ck, pergi lah kelen!" usir Luna


"naon atuh neng, akang ada salah ka eneng we?" tanya Alfi


"awak ga mo jumpa ama kelen!" ucap Luna


"aduhh neng, kalo kita ada salah teh bilang biar diselesein baik-baik," ucap Ravi


brak


Luna meninggalkan mejanya dan berpindah kemeja kosong dan pastinya Luna sama sekali tidak peduli dengan Ketiga remaja itu


"Dav! minta maaf gih marah bat ntu orang keknya," ucap Letta


"iyaaaa," ucap Davi


"kalian tunggu disini aja biar gw yang bujuk Luna sekalian nyelesein masalah," ucap Davi mehalangi Letta saat mau pergi


"pesen gw, jangan pake emosi Dav. Luna lagi sensi, terus elu jangan terlalu dibawa bercanda juga," ucap Ravi


"sip makasih,"


"gw doain cepet kelar, inget jangan pake emosi!" ucap Alfi


"siapp!!" Davi pun menuju Luna berada


"salah apa sih davi?" heran Ravi


"Luna cemburu liat Davi digodain," ucap Letta


"*****!"


×××


"Hai gadiss!!" ucap Davi langsung duduk didepan Luna. tetapi tidak dihiraukan oleh Luna, Lunanya malah asik dengan handphonenya


"cewek!" panggil Davi dan lagi-lagi tidak dihiraukan


Davi pun beralih kesamping Luna, bahkan duduk menghadap Luna


"Iyaaa aku salah maaf ya," ucap Davi, Luna masih saja tidak menghiraukan Davi


"hufttt untung sayang,"


Davi pun merebut handphone Luna, karna sedari tadi keberadaannya tidak dianggap oleh Luna


"apaansi lu!" sarkas Luna


"maaf ya," ucap Davi


"Gak! balikin hp gw!" ucap Luna


"maafin dulu, baru aku balikin.." ucap Liam


"Gak! serahlah gak penting juga dah tu hp!" ucap Luna dan ancang-ancang mau pergi


"jangan kemana-mana!" ucap Davi menahan tangan Luna


"lepasin gak! tambah kesel gw liat elu," ucap Luna. Davi pun membengkam Luna didadanya


"ihhh lepasinnn!!" rengek Luna menepuk-nepuk badan Davi


"maaf, Janji Davi gak ngebuat Luna cemburu lagi." ucap Davi mengelus-elus rambut Luna


"lepas hiks hiks benci! gw benci ama elu! hiks hiks," Luna tiba-tiba menangis sambil memukul-mukul punggung Davi


"Pukul aja Lun, maaf yaa maaf!" ucap Davi mencium pucuk kepala Luna. Luna pun berhenti memukuli Davi malah Luna membalas pelukan Davi


"Maaf ya," ucap Davi, Luna pun mengangguk


"mana nih wajah cantiknyaa," ucap Davi menyamakan tingginya dengan Luna


"ihhh! malah nyengir liat wajah gw kusam gini!" ucap Luna


"Lucu, jadi mau cepet kawinin!" ucap Davi


tak


"mulutnya yaa! baru kelas 11 udah mikirin kawin-kawin! pasti ni otak udah tercemar otaknya Alfi!" ucap Luna


"hehe, ayo kita makan!" ajak Davi


"ayoklah, gw laper bat dah!" ucap Luna. Davi dan Luna pun berjalan bergandengan kemeja semula dengan wajah ceriah tetapi tidak bisa menutupi wajah bekas tangis dari Luna


"udah nangis-nangisnya?" sindir Letta


"hooh, enak bat dipojokan ngedrama," ucap Naya


"sirik aja lo! cari pacar sana biar gak sirik ama gw!" ucap Luna


"pacar gw? noh Chanyeol exo pacar gw!" ucap Naya


"halah-halah, gw yang pacar Kyungsoo selingkuhan Sehun diem aja!" ucap Letta


"iduh, jodoh gw Chaeunwoo! trus pacar gw mirip Mark nct! selingkuhan gw Taehyung. biasa aja," ucap Luna


"Davi?! mirip Mark nct? idih dari mananya woy! anjerrr ahahahaha," tawa Letta


"kalian K-popers?" tanya seorang wanita


"EH!"