I PROMISE

I PROMISE
Chapter 11



"Apa kamu masih mau bertahan sama wanita murahan itu? Sudah beberapa bukti aku tunjukkan kalo dia itu kerja diclub malam jadi ******, tap..."


Kata kata Luna terus terngiang dalam otak Ferland, membuatnya terjaga semalaman. Bagaimana jika itu benar? Sedangkan bukti bukti bahwa Liya ada di club malam ada. Dari yang mengantarkan barang, entah apa isinya, juga beberapa foto saat Liya di gendong dengan laki laki yang sama.


Ferland berjalan menuju balkon rumahnya dan membuka jendela itu perlahan, ia menghirup udara malam yang dingin dan menghembuskannya perlahan. Didudukan dirinya di kursi yang tersedia, sambil memandang kosong kedepan.


Ting!!


Sebuah notifikasi membuyarkan lamunan Ferland, ia mengambil handphone di sakunya dan membukanya. Siapa tau penting kan?


Rahangnya mengeras. Melihat sebuah foto tertampang jelas dilayar ponselnya. Api cemburu membakarnya, terlihat dari matanya yang merah dan rahangnya yang mengeras.


"ARGHH!!" Ferland mengerang keras, untung saja kamarnya kedap suara, jadi tidak akan ada yang mendengarnya. Matanya memerah, rahangnya mengeras, ia sudah tak pedulikan lagi dengan apa yang wanitanya jelaskan esok pagi. Lebih baik ia akhiri semuanya.


Ferland memasuki kamar mandi dan menguncinya dari dalam, dilihat dirinya di cermin dan memukulkan tangannya ditembok beberapa kali hingga jari jarinya memerah. Air mata meluncur dari kelopak matanya yang tajam secara tiba tiba. Rasa benci, kecewa, bercampur jadi satu dalam dirinya.


Setelah sadar apa yang dilakukannya barusan, segera ia membersihkan wajahnya dan kembali untuk tidur.


......o0o......


Luna IPA 1


Land? Jemput aku pagi ini ya? Pliss, kali ini ajaa:(


Ferland menatap datar layar ponselnya, ia memikirkan kembali ajakan Luna untuk berangkat bersama pagi ini. Setelah bersiap siap, diayunkannya kaki jenjangnya ke lantai bawah untuk sarapan bersama keluarga tercintanya.


"Pagi bang land" sapa Villo, adik Ferland. Ferland menatapnya sekilas lalu tersenyum manis.


"Pagi juga princess" jawab Ferland singkat sambil mengusap kepala adiknya lembut.


"Sarapan dulu Land? Bunda udah masak sayur sop kesukaan kamu" kata Linda bunda Ferland.


"Iya Bun" jawab Ferland singkat. Segera ia habiskan sarapannya dan segera pergi menemui Luna untuk berangkat bersama pagi ini. Emang cuma Liya yang bisa selingkuh? Ia juga bisa! Lihat saja, ia akan membuat wanitanya cemburu setengah mati.


"Bun, yah. Tau gak? Bang Land udah punya pacar tau" ujar Villo di tengah tengah keheningan. Ferland menatap adiknya tajam, udh ember kali adiknya ini. Kalo saja bukan manusia, sudah ia buang ke antartika sekalian.


"Oya? Siapa namanya? Kok Villo bisa tau kalo bang Land punya pacar?" Tanya Linda lembut.


"Namanya kak Liya Bun, Kemarin waktu di supermarket Villo lupa bawa uang, terus yang bayarin belanjaan Villo kak Liya. Untung ada kak Liya baik mau bayarin belanjaan Villo waktu itu" ujar Villo panjang. "Kak Liya cantik tau Bun, matanya teduh, kulitnya putih, lumayan tinggi, rambutnya suka diikat, yang aku suka dari kak Liya, dia baik, cepetan akrab sama aku. Buktinya kemarin kita langsung akrab, padahal kita baru kenal" lanjut Villo semangat.


"Oya? Duhh mama jadi pengin ketemu dia? Siapa tadi namanya?" Tanya Linda kemudian


"Kak Liya bun" jawab Villo singkat.


"Oya... Land nanti ajak dia kesini ya? Bunda pengin ketemu dia, pengin lihat, seberapa cantik sih dia sampe anak bunda ini jatuh cinta" Kata Linda semangat.


"Bun, yah. Ferland berangkat dulu ya?" Pamit Ferland, tanpa menjawab pertanyaan sang bunda,, ia mencium punggung tangan orang tua nya dan menatap Villo tajam, yang ditatap seperti itu hanya menampakan giginya yang rapi.


"Hati hati bang!" Teriak Villo saat Ferland menjauhi meja makan. Tawa terdengar diruang makan, merasa puas sudah menggoda Ferland.


......o0o......


^^^Gue udah didepan, ^^^


^^^cepet keluar. ^^^


^^^Nanti gue telat!^^^


Luna IPA 1


Kamu beneran jemput aku land? Yeyy ya udah aku kedepan Sekarang.


Ferland hanya membaca pesan tersebut tanpa berniat membalasnya. Lihat saja nanti disekolah, ia akan membuat Liya cemburu setengah mati!


"Yok Land berangkat!" Sebuah suara membuyarkan lamunan Ferland, ia segera menjalankan mobilnya menuju sekolah sebelum bell masuk berbunyi.


"Loh... Itu kan Rafa? Kenapa dia sama Liya? Astaga, tega banget dia sama aku. Jadi ini alasannya dia gak mau berangkat bareng aku pagi ini?" Kata Luna sambil terisak. Ferland menengokan kepalanya untuk melihat apakah yang dikatakan Luna benar atau tidak. Rahangnya mengeras seketika. Baru ditinggal 3 hari sudah semena mena dia. Jalan sana sini dengan laki laki selainnya. Lihat saja, ia akan membuat Liya sakit hati bentuk perlakuannya sudah membuat Ferland sakit hati. Ingat! Hanya untuk balas dendam! Bukan alasan lain, cemburu atau semacamnya! Catat itu!


Ferland segera menjalankan mobilnya melihat lampu sudah berubah menjadi hijau, disampingnya Luna masih saja terisak, ia tak bisa berbuat apapun. Mungkin saja Luna masih syok melihat pacarnya berduaan dengan wanita lain?


......o0o......


Bisik bisik terdengar saat mobil Ferland memasuki area sekolah bersama Luna, yang berstatus sebagai kekasih Rafa. Rasa penasaran masih menyelimuti diri mereka.


"Itukan Luna? Bukannya dia pacar Rafa?"


"Wahh, bau bau cinta bertikung tikung nii"


"Wehh, itu Liya sama Rafa?! Kok bisa sih mereka barengan?!"


Rahang Ferland semakin mengeras melihat wanitanya berboncengan dengan lelaki lain selain dirinya. Segera ia menggandeng tangan Luna lembut dan berjalan menjauhi area parkir. Tanpa sadar ada yang melihat Ferland sendu dari jauh.


"Li?! Kenapa Lo? Jangan nglamun!" Sebuah suara membuyarkan lamunan Liya. Ia segera menggelengkan kepalanya dan melihat Rafa sambil tersenyum.


"Emm, gak papa. Ya udah aku duluan ya Raf, makasih tumpangannya" ujar Liya sambil tersenyum lalu segera pergi dari sana sebelum gosip semakin memanas.


......o0o......


Bell istirahat berbunyi, sebuah kelegaan bagi siswa siswi baileen school. Ferland segera mengumpulkan kertas ujiannya dan berjalan menuju taman belakang untuk menenangkan dirinya.


"Land!! Tungguin aku?!" Luna berjalan cepat mengejar Ferland yang mendahuluinya. Ia menggandeng tangan Ferland sambil bergelayut manja.


"Ck, Lo bisa gak sih gak gangguin gue terus?! Urusin aja pacar Lo?! Tadi aja Lo nangis nangis gak jelas liat pacar Lo boncengan sama perempuan lain?! Tapi sekarang Lo malah ngejar-ngejar gue! Mau Lo itu apa sih?!!" Kata Ferland kesal, bagaimana tidak? Luna membuntuti nya sepanjang jalan. Seakan akan ia tak mau kehilangan induknya. Ferland dibuat kesal dengan sikap manjanya, dan perlakuannya yang semena mena.


"Land, kita itu disini korban, apa kamu gak mau balas dendam sama Liya udah bikin kamu sakit hati dengan pacaran dengan lelaki lain? Aku tau sebenarnya kamu sakit hati. Tapi kamu Pendem semuanya sendiri kan? Yaudah biar aku temenin kamu aja hari ini. Kalo kamu gak mau ya udah gapapa. Aku bakal pergi sekarang." Terang Luna. Ferland hanya mendengus jengah. Baru saja ia akan membalas perkataan Luna, pandangannya bertemu dengan wanita yang berstatus sebagai kekasihnya sedang tertawa bersama Rafa, kekasih dari kakaknya. Luna yang sedari tadi tak mendapat jawaban Ferland, ia memandang Ferland sekilas, lalu mengikuti arah pandang Ferland dan tersenyum sinis.


T B C