I'M TIRED

I'M TIRED
27



Keysha melangkah menuju kamar yang ada di cafe milik Sammy. Ya, Keysha memutuskan untuk kembali ke sini.


Dibawah, para anggota black rose memenuhi sebagian cafe. Mereka sedang berbincang-bincang dengan Sammy yang jadi komando.


Keysha turun ke bawah lalu duduk di samping Sammy dengan tidak memakai atribut culunnya.


"Kenapa?" Tanya Sammy bingung dengan ekspresi wajah Keysha yang cemberut. "Nyesel putus sama Devan?" Tanya Sammy mengejek.


"Dih, siapa bilang?" Ucap Keysha cepat. Keysha memajukan kepalanya untuk menatap mata Sammy. "Aku pengen milkshake strawberry bikinan kakak" mohon Keysha.


Sammy pun tak bisa berkutik selain meng-iyakan. Sammy pergi membuat milkshake, meninggalkan Keysha sendiri di meja panjang paling depan yang di samping-sampingnya sudah dipenuhi oleh orang penting black rose di bagian Bekasi.


Keysha bingung akan berbuat apa. Keysha menggaruk alisnya yang tidak gatal. "Emm, ada masalah?" Tanya Keysha.


"Untuk saat ini baik-baik saja" jawab ketua black rose bagian Bekasi.


Keysha mengangguk mengerti. "Kenapa kalian bisa datang?"


"Kami disuruh oleh bos Keynan untuk menjaga ketu--"


"Keysha! Jangan panggil ketua" koreksi Keysha memotong ucapan ketua black rose bagian Bekasi.


"Ah, ya, Keysha" ulang si ketua.


Keysha tersenyum manis ketika mengingat wajah tampan Keynan. "Kalian--"


"Meong~"


Si Catty duduk di pangkuan Keysha. Dia menatap Keysha seakan-akan tidak mau dilupakan. Keysha pun tersenyum lalu mengelus-elus kepala Catty dengan lembut.


"Iya-iya, maaf. Janji deh nggak akan kulupain lagi! Sekarang, tidur ya" ucap Keysha seperti tau apa maksud si kucing lucu.


"Ada yang mau dikatakan ketu-- ah, maksud saya Keysha?" Tanya salah satu orang penting.


"Ah iya! Kalian jagain Keynan ya!" Ucap Keysha ceria.


"Maksudnya?" Tanya si ketua bingung.


"Setelah aku pergi, kalian pindah tugas jagain Keynan. Itu juga berlaku buat anggota black rose yang lain" jelas Keysha.


"Lalu posisi ketua besarnya?" Tanya si ketua.


"Si mantan ketua yang bakal ngurus" ucap Keysha menjelaskan.


"Mantan ketua?" Jelas, para orang penting black rose bingung.


Keysha menatap para anggota black rose yang berada di meja lain. "Kak Thalita"


"Apa?!" Teriak para orang penting yang menyebabkan cafe jadi hening dan mereka pun menjadi pusat perhatian.


Keysha menatap para pentolan sambil menahan tawanya. Ekspresi mereka lucu, pikirnya.


"Ada apa sih, sha?" Tanya Sammy yang baru datang dengan milkshake strawberry buatannya.


"Ah! Ini dia!" Keysha berdiri dari tempat duduknya lalu merangkul pundak Sammy. "Dia pacarnya kak Tata!"


"Ha?!" Untuk yang kesekian kalinya mereka terkejut lagi.


"Ya udah, lah, ya!" Keysha mengambil gelas berisi milkshake strawberry lalu berjalan pergi. "Aku masuk dulu ya! Silahkan dilanjutkan bincang-bincangnya!"


Keysha meminum milkshake-nya saat perjalanan menuju kamar. Saat sampai, Keysha menaruh gelas kosong di meja yang ada di kamarnya lalu langsung tidur di kasur empuknya.


Keysha membuang nafas panjang ketika mendengar suara adzan. Dengan cepat, Keysha mengambil mukenah yang selalu ia bawa. Keysha turun ke bawah lalu berdiri di samping Sammy.


"Solat dulu, yuk!" Ajak Keysha antusias.


"Oh, ayo" Sammy bangkit dari duduknya diikuti para orang penting.


Melihat para orang penting berdiri, para anggota lainnya juga ikut berdiri.


"Kita solat dulu!" Ucap si ketua yang membuat semua terkejut tapi tidak berani membantah.


Keysha berjalan terlebih dahulu menuju masjid yang terletak tak jauh dari cafe milik Sammy. Saat Keysha dkk masuk, para jamaah yang berada di dalam masjid pun keluar menghalangi jalan Keysha.


"Maaf, boleh saya tau ini ada apa?" Tanya orang yang paling depan. Jelas mereka terkejut dengan kedatangan sekelompok preman.


"Kita mau solat" ucap salah seorang anggota.


"Maaf ya pak! Mereka gak akan buat masalah kok, saya jamin!" Ucap Keysha meyakinkan.


"Iya, kita nggak akan buat masalah kok!"


"Betul itu! Kita datang baik-baik!"


"Iya, kita cuma mau solat!"


Teriak para anggota dengan kompak yang membuat masjid menjadi ramai.


Dengan cepat, keadaan menjadi hening.


"Ya udah, silahkan" ucap orang paling depan.


Orang-orang pun menyambut dengan ramah Keysha dkk.


"Solat yang bener loh ya! Jangan main-main!" Ucap Keysha saat solat akan dimulai.


"Awas kalo ada yang main-main! Ku buat giginya ompong nanti!" Ancam Keysha yang membuat para anggota takut.


"Siap ketua!" Ucap mereka kompak.


Para jamaah lain yang melihat itupun hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Solat dimulai dengan baik dan berakhir dengan baik juga. Tapi saat akan berdoa, salah satu anggota mengentut yang menyebabkan para anggota lain tertawa terbahak-bahak.


Keysha tersenyum kesal mendengar keramaian yang dibuat oleh anggotanya. Keysha berdiri dari tempatnya dan menatap para anggota yang berada di depannya sambil bersedekap dada.


Para anggota belum sadar bahwa Keysha sudah menatap mereka dengan tatapan seramnya. Mereka malah tertawa terbahak-bahak.


Para jamaah lain mulai terganggu sehingga kegiatan berdoa yang akan dilaksanakan juga ikut berhenti. Melihat itu, Keysha jadi malu sendiri.


"Mau ku cabut semua ya giginya?!" Teriak Keysha galak.


Seketika ruangan menjadi hening. Para anggota menunduk takut dan sebagian berpura-pura berdoa.


Keysha duduk di tempatnya lagi lalu acara berdoa pun dimulai dengan lancar. Setelah berdoa, para anggota masih tetap tak bergeming sehingga membuat para jamaah pria heran termasuk Sammy.


Sammy menatap para orang penting yang masih diam menunduk. "Kalian kenapa?" Pertanyaan yang ada di pikiran para jamaah lain pun ditanyakan.


"Ketua Keysha lagi marah" ucapan si ketua itu pelan, tapi jelas terdengar di ruangan yang hening itu.


"Iya marah! Kalian gak bisa tertib, katanya tadi gak akan buat masalah, kenyataannya gimana?!" Tanya Keysha yang sudah ada di belakang para anggota.


Jamaah pria pun juga ikut takut. Mereka tetap berdiri ditempatnya tak berani bergerak kecuali Sammy yang menatap para anggota dengan bersedekap dada ditambah tawanya yang kecil tapi masih terdengar.


"Gak bisa jawab?! Bisu ya?!" Tanya Keysha makin garang.


"Maaf" ucap para anggota.


Keysha tersenyum tipis dan mulai menjalankan rencananya lagi. "Kenapa minta maaf sama aku?! Yang di rugikan itu bukan aku aja"


Para anggota yang langsung tau maksudnya pun menatap para jamaah yang masih berdiri diam kecuali Sammy yang menatap mereka dengan bersedekap dada.


"Maafkan kami sudah menganggu" ucapan kompak dan tulus para anggota membuat para jamaah tersenyum.


"Ya sudah, tidak apa-apa. Yang penting kalian sudah sadar" ucap orang paling depan tadi yang menjadi imam.


"Gak bisa gitu dong!" Sela Keysha tak terima. "Kalian tetep dapet hukuman!"


"Ya, berikan hukumannya ketua" ucap si ketua.


Para jamaah wanita yang sudah pergi kembali lagi karena kepo dengan keadaan sekarang. Masjid yang di singgahi Keysha sekarang pun menjadi ramai tapi hening.


"Jangan panggil aku ketua! Ini berlaku buat kalian semua juga!" Ucap Keysha tegas.


"Ba-baik Keysha!" Ucap mereka kompak.


"Hukumannya adalah, kalian harus membuat daftar piket untuk membantu membersihkan masjid ini selama sebulan. Kalian juga harus solat lima waktu di masjid ini selama sebulan" ucap Keysha seraya tersenyum miring.


"Kalian juga harus menjaga keamanan masjid ini karena ini menjadi tanggung jawab kalian selama sebulan. Membantu warga sekitar sini juga kewajiban kalian. Satu lagi, kalo solat bukan baju preman yang dipakai" Keysha bersedekap dada menatap para anggota yang masih tak bergeming.


"Mulai besok hukuman dimulai. Ketua, tolong buatkan daftar piket juga daftar solat" ucap Keysha sedikit melemah.


"Baik" ucap si ketua.


"Bapak-bapak jamaah, mohon bantuannya untuk mengajarkan hal baik pada anggota saya. Mohon juga bilangin ke imam yang akan mengimami solat lima waktu ini selama sebulan kedepan untuk menandatangani kertas yang akan diberikan pada anggota saya yang solat"


"Kami akan bantu" ucap orang yang paling depan tadi.


"Terima kasih" ucap Keysha lalu mengalihkan pandangannya pada para anggotanya. "Ayo, kita pergi ke pasar" ucap Keysha lalu pergi.


"Ngapain ke pasar?" Tanya Sammy yang masih ditempatnya.


"Beli baju Koko buat mereka!" Ucap Keysha yang sudah ada di depan masjid.


Jelas kata-kata itu masih terdengar meskipun terdengar lemah. Para anggota yang mendengarnya tersenyum penuh arti seraya menatap Keysha yang mulai menjauh.


"Sebulan kedepan kertas daftar solatnya taruh aja di cafe. Inget, kalo bohong Tuhan tau" ucap Sammy mengingatkan lalu pergi diikuti para anggota lainnya.


"Makasih pak! Mohon jangan bosan sama kita ya nanti!" Ucap para anggota diikuti oleh tawa mereka yang terlihat bahagia.


like.