
Hari ini adalah hari paling spesial untuk Keysha dan Keynan. Mereka berdua akan menghabiskan waktu bersama lagi seperti kemarin.
Tidak! Keynan tak ingin kejadian kemarin terulang lagi. Kejadian dimana kakaknya harus melihat pacarnya selingkuh didepan matanya sendiri.
Setelah kejadian itu, Keysha tak membalas pesan dari Devan karena sedang ber-mood buruk. Hari ini pun Keysha tak memakai atribut cupunya.
Rambut panjang pirang yang digerai, tak memakai kacamata. Memakai bedak tipis dengan lipstik yang tak terlalu mencolok. Sweater yang sama seperti Keynan kemarin dengan celana hotpants baru dan sepatu yang dibelikan Keynan kemarin.
Sekarang Keysha dan Keynan sudah tampak seperti sepasang kekasih yang cocok. Keysha tampak cantik dan Keynan tampak tampan. Apalagi semua yang dipakai mereka berdua sama tak terkecuali warna rambut yang sama.
"Nggak ke toko buku lagi?" Tanya Keynan lembut.
Keysha menggelengkan kepalanya. "Mau ke mall aja deh" tolak Keysha.
Dan disinilah setelah sekian lama menunggu Keysha berdandan. Di mall yang terletak tak jauh dan tak dekat dengan rumah bibinya.
Keynan dan Keysha turun bersama dengan gaya Keynan yang mencopot kacamata hitamnya. Rambut mereka memang pirang, keturunan dari ibunya. Sedangkan warna mata mereka tak seperti ibunya yang berwarna biru langit. Mata mereka keturunan dari ayah mereka yaitu hitam pekat.
"Key, aku mau main di Mr. Token dulu" ucap Keysha seraya menggandeng tangan Keynan.
"Oke! Untung aku bawa kartunya"
"Siip!"
Mereka pun menuju lantai atas yang menyediakan berbagai macam makanan dan ada satu tempat mainan yang besar.
Keysha pun tak bisa menahan senyumnya ketika melihat tempat main yang sudah lama tak ia kunjungi ada didepan matanya.
"Main bola basket!" Seru Keysha semangat dengan satu tangan yang diangkat.
"Yaudah, yuk!"
Keysha dengan semangat berjalan cepat atau berlari kecil menuju permainan bola basket.
"Key! Pokoknya, kakak mau boneka! Dan itu harus dari kamu biar bisa buat kenangan" pinta Keysha.
"Oke, deh" Keynan tersenyum penuh arti.
Mereka berdua pun bermain basket sendiri-sendiri untuk mengumpulkan kupon. Keysha dengan semangat melemparkan bola basket ke ringnya dan Keynan dengan santai sambil mengunyah permen karet, memasukkan bola basket ke ringnya.
Alhasil setelah perjuangan yang begitu melelahkan mereka mendapatkan banyak kupon tapi itu masih tak cukup untuk menukar boneka.
Tak kehabisan akal, Keynan pun menuju stand permainan pengambil boneka. Dengan skill yang dimiliki Keynan, tak susah untuk mendapatkan satu boneka panda yang ada didalam kaca.
"Suka panda, kan?" Tanya Keynan berharap.
Keysha yang memeluk boneka panda pemberian dari Keynan pun langsung mengangguk semangat. "Aku juga mau coba!" Ucap Keysha semangat.
Dengan dibantu oleh Keynan, Keysha bisa mengambil boneka monyet, tak tanggung-tanggung, Keysha pun mendapatkan dua boneka monyet. Keynan yang melihat keberuntungan Keysha pun hanya bisa melongo, iya beruntung karena boneka monyet yang ingin ikut keluar, bergelantungan dengan tangan yang menempel di alat pengambilnya.
"Yeay! Ini!" Keysha memberikan satu boneka monyet untuk Keynan dan satu lainnya ia bawa. Keysha pun mencoba bermain lagi dan mendapatkan satu boneka Pororo.
Keysha memberikan boneka Pororo itu pada Keynan. "Buat kak Diva"
Keynan pun menerima dengan senang hati dengan senyum manis diwajahnya. "Boneka monyet ini?"
"Buat kamu, soalnya kamu mirip sama boneka itu" kekeh Keysha.
"Kalo adiknya monyet, berarti kakaknya juga monyet" timpal Keynan tak mau kalah.
"Tapi aku panda, bukan monyet" bela Keysha.
"Iya deh, terserah" final Keynan.
"Nah gitu dong!" Bangga Keysha seraya menoel-noel pipi Keynan.
Keynan memegangi tangan Keysha yang berada di pipinya dan rasa dingin pun terasa di telapak tangan Keynan yang memegangi tangan Keysha. Keynan mengerutkan keningnya, "Kakak sakit?"
Keysha menggeleng dan mengambil tangannya yang ada di tangan Keynan. "Nggak kok, sekarang kakak mau pulang!" Ajak Keysha antusias.
"Yaudah, yuk" Keynan menggandeng tangan Keysha yang terasa dingin dengan erat lalu berjalan menuju parkiran mobil.
"Beneran nggak beli apa-apa nih, kak?" Tanya Keynan tak yakin saat mereka sudah memasuki mobil.
Mobil Keynan berjalan sampai berhenti saat lampu berwarna merah. Keynan yang tak melakukan apa-apa pun membuka handphonenya.
"Sialan!" Umpat Keynan seraya menggenggam erat handphonenya.
Keysha mengerutkan keningnya dan bertanya dengan nada penasaran, "Kenapa?"
"Nggak papa, kak. Cuma mantanku ternyata udah pacaran sama temenku, kelihatan bahagia pula!" Ucap Keynan tak suka menekan kata 'mantan'.
Keysha tersenyum kecil. "Jangan mengucapkan kebahagiaan orang lain hanya karena kamu iri"
"Loh, kenapa?" Tanya Keynan bingung.
"Karena nanti dosa besar envy bakal dapet banyak poin jiwa, ke-enakan dianya nanti" jelas Keysha asal.
"Astaga, kak. Kupikir kakak bisa buat kata-kata bijak. Ternyata malah nge-bahas salah satu komik" ucap Keynan tak percaya.
"Karena percayalah, kamu bisa lebih bahagia daripada orang itu" gumam Keysha seraya tersenyum miris.
"Emang, kakak pernah buktiin?" Tanya Keynan yang mendengar ucapan Keysha.
Keysha menggeleng dengan wajah polos. "Belum, tapi itu kata-katanya kak Dicky"
"Kampret" umpat Keynan kesal seraya menjalankan mobilnya.
"Kenapa sih?"
"Au ah!" Jawab Keynan kesal.
Keynan terdiam cukup lama lalu dengan canggung berkata, "Kak, aku sayang sama seseorang"
"Kalo sayang ya perjuangin" saran Keysha acuh.
"Tapi dia selingkuh sama temenku sendiri" jelas Keynan pelan.
"Yang tadi kamu curhat katanya mantanmu udah pacaran sama temenmu itu... 'mantan' artinya pacar yang sedang selingkuh ini?" Tanya Keysha meminta kejelasan.
Keynan mengangguk membetulkan. "Yup!"
"Itu masih pacar kamu loh" koreksi Keysha membenarkan.
Keynan menggeleng dengan cepat lalu menjawab, "Mau aku putusin"
"Eh, tolol! Itu lebih tepatnya 'calon mantan pacar'!" Ucap Keysha jengkel.
"Idih, ngegas banget mbaknya" kekeh Keynan geli melihat ekspresi kesal kakaknya.
"Kau bodoh! Di dunia ini itu ada banyak cewek!" Jelas Keysha.
"Dan di dunia ini juga ada banyak cowok!" Balas Keynan santai.
"Anying" umpat Keysha kesal.
Mereka berdua diam saat mobil berhenti di depan rumah bibinya.
Keysha keluar dari mobil terlebih dahulu diikuti oleh Keynan.
"Kak, aku balik ya!" Pamit Keynan saat Keysha akan melangkah masuk rumah.
Keysha berbalik menatap Keynan lalu tersenyum dan berlari memeluk adiknya itu. "Jaga dirimu baik-baik! Maaf kalo kakak ada salah, dan makasih untuk hari ini" ucap Keysha tulus.
"Oke!"
Keynan melepas pelukannya lalu masuk kedalam mobil. Keynan membuka kaca mobilnya lalu melambaikan tangannya saat mobilnya melaju dengan pelan.
"Adikmu yang tampan ini pulang dulu ya kak! Kalo liburan, aku bakal balik buat jenguk kakak! Jaga diri kakak baik-baik. Jangan lupa obatnya diminum! Dadah kakakku yang cantik! Sampai jumpa!" Ucap Keynan ceria.
Keysha tersenyum menatap mobil Keynan yang perlahan menjauh dan berkata pelan dengan senyum kecil diwajahnya,
"Bodoh! Yang benar itu 'selamat tinggal'. Selamat tinggal adikku, ketemu lagi di surga nanti ya!"
like.