
"Kak Ave!" Teriak Keysha saat melihat Devan berjalan dikoridor sekolah.
Devan yang merasa terpanggil pun berbalik dan menatap Keysha yang sudah ada di depannya. "Kenapa?"
"Hehehe, maaf ya kak. Beberapa hari ini aku nggak bikinin bekal, sekarang aku bikinin kok" ucap Keysha sambil menyodorkan kotak bekal yang sedari tadi ada ditangannya.
"Makasih, gue ke kelas dulu, ya!" ucap Devan seraya mengacak rambut palsu Keysha lalu meninggalkannya.
Keysha tersenyum dan melangkah menuju kelasnya dengan perasaan gembira. Keysha duduk di bangku samping Desy yang sedang sibuk membaca novelnya.
Desy menutup novelnya ketika melihat Keysha duduk. Dengan mata lebar Desy bertanya, "Keysha?"
"Iya?" Ucap Keysha seraya tersenyum menatap Desy.
"Darimana aja hah?!" Tanya Desy khawatir.
"Dari... Ujung dunia, heheh" ucap Keysha sambil menunjukkan cengirannya.
"Serius ihh!" Kesal Desy.
"Aku dua rius"
"Au ah sha!" Ucap Desy dengan nada marah.
"Yaa.. kok marah?"
"Tauk!" Ucap Desy seraya membuka novelnya lagi.
Hari ini Keysha merasa lelah. Keysha meletakkan kepalanya di atas meja. Tak lama kemudian Keysha tertidur. Kebetulan guru yang mengajar sekarang sangat baik sehingga saat Keysha tertidur guru itu tak mempermasalahkan. Guru itu mengizinkan apa saja asalkan nanti waktu ulangan bisa mengerjakan.
Keysha tertidur sampai waktu istirahat pertama berbunyi. Keysha bangun ketika Desy menggoyang-goyangkan badannya yang agak panas. Keysha merasa ada yang salah dengan hidungnya. Hidungnya tak seperti biasanya. Sedikit berbeda.
Tiba-tiba cairan merah keluar dari hidung Keysha. Keysha yang menyadari itu langsung menuju kekamar mandi. Cukup lama Keysha berada dikamar mandi. Bibir Keysha tampak pucat. Keysha berinisiatif untuk membeli permen agar mengurangi kepucatan dibibirnya.
Koperasi adalah tempat dimana permen itu dijual. Keysha harus melewati lapangan dulu agar bisa sampai ke koperasi.
Di lapangan, Keysha melihat Sammy dkk sedang bertanding basket dengan Devan dkk. Kelas mereka sedang melaksanakan pelajaran olahraga. Keysha memakan permen yang sudah ia beli sambil duduk tak jauh dari lapangan.
Ada seorang gadis yang berpakaian bebas melewati Keysha dengan santai. Gadis itu tampak berbeda dengan yang lain akibat bajunya yang serba hitam. Keysha menatap gadis itu.
Rupanya gadis itu tak mengetahui bahwa ada Keysha disana. Keysha merasa familiar dengan gadis itu. Gadis itu pun menoleh pada Keysha karena merasa dipandangi.
Gadis itu beserta Keysha tampak kaget. Keysha sangat kaget dengan apa yang ia lihat. Keysha langsung melompat dan memeluk gadis itu sambil menangis. Gadis itu membalas pelukan Keysha lalu melepaskannya.
"Ah, hai" ucap gadis itu dengan suara yang masih sama seperti dulu.
"Kak Thalita..." ucap Keysha sendu.
"Ya, ini kakak" ucap Thalita sambil tersenyum manis.
"Huhuuu... Maaf kak" Keysha menutupi matanya yang sudah banyak mengeluarkan air mata. "Maaf, karena aku... Karena aku kak Dicky... Kak Dicky... Huhuuu... Maaf"
Thalita tersenyum. "Udah, itu udah takdir Keysha. Kita nggak bisa ngapa-ngapain juga kan?"
"Kakak Tata, tau aku?" Tata, panggilan sayang Dicky dan Keysha pada Thalita.
"Maksudnya? Ambigu banget pertanyaanmu"
"Ih, kan aku berpenampilan culun gini. Kakak kok bisa tau ini aku?" Ucap Keysha kesal.
Thalita tersenyum penuh arti. "Kakak udah lama ngawasin kamu sha"
"Makasih kak, eh iya! Ada yang mau aku kenalin ke kakak!" Ucap Keysha sadar.
Thalita mengerutkan keningnya. "Siapa?"
"Ituloh, sepupuku yang sepantaran sama kak Dicky" jawab Keysha semangat.
"Oh... Mana orangnya?" Tanya Thalita.
"Bentar"
Keysha melambaikan tangannya agar Sammy menoleh padanya. Dan benar. Tapi bukan hanya Sammy, Devan dkk dan juga Sammy dkk menoleh semua. Keysha jadi malu sendiri.
"Kak Sammy!" Teriak Keysha.
Sammy pun menghampiri Keysha karena kepo. "Ada apa sha?"
"Hai, Thalita Kirana Kusuma" ucap Thalita sambil menyodorkan tangannya.
Sammy menjabat tangan Thalita. "Sammy Renald"
"Salam kenal" ucap Thalita sambil tersenyum.
Sammy terpaku melihat kecantikan Thalita. Benar-benar cantik. Sammy masih tak percaya bahwa sepupunya itu pernah berpacaran dengan gadis secantik ini. Sammy baru sadar akan suatu hal.
"Eh... Berarti kamu queen black?" Tanya Sammy sedikit terkejut seraya memperhatikan penampilan Thalita.
"Iya" jawab Thalita acuh. Thalita tidak suka dengan sebutan queen black lagi, karena dengan sebutan itu bisa mengingatkannya pada cinta pertamanya, Dicky.
Sammy melongo tak percaya. Dia benar-benar tak percaya bahwa yang dihadapannya ini adalah seseorang yang begitu terkenal.
Keysha yang sadar dengan ekspresi wajah Sammy pun mempunyai sebuah ide. "Apa?! Kak Sammy suka sama kak tata?" Tanya Keysha tak percaya.
"Eh?" Ucap Sammy masih belum sadar.
"Apa?" Tanya Thalita bingung.
"Loh? Eh?" Ucap Sammy kikuk.
"Yaampun! Ternyata kak Sammy udah jatuh cinta!" Teriak Keysha keras, sengaja.
Kawan-kawan Sammy dan Devan dkk yang mendengar itu pun ingin tahu lebih. Mereka mendekati Sammy yang sedang bingung.
"Ngomong apa sih sha?" Tanya Sammy malu ketika di dekati oleh teman-temannya.
"Aduh kak, udah deh. Keysha setuju kok kalo kak tata jadi kakak ipar Keysha" ucap Keysha menggoda.
"Nanti yang ada kakak yang dihajar Dicky" ucap Sammy malas.
Thalita yang menyimak pun tertawa kecil. "Aku masih ingat kamu loh. Yang waktu itu dihajar Dicky sampe pingsan kan, gegara mau gituin adeknya" kekeh Thalita.
Teman-teman Sammy dan Devan dkk kaget mendengar ucapan Thalita. "Lo kalah sam?" Tanya mereka tak percaya.
Sammy menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal. "Dicky itu jauh lebih kuat dibanding gue. Perbandingannya kayak besarnya planet pluto dan besarnya bumi"
"Tapi kok kamu tau?" Tanya Sammy heran.
Thalita mengangkat bahunya. "Aku ada disana"
"Tapi kok aku nggak liat?" Tanya Sammy.
Thalita mengingat masa lalu lagi dan tertawa kecil. "Disuruh Dicky sembunyi. Katanya sepupunya itu Playboy, dia gak mau aku jadi korbannya"
"Astaga, Dicky kutu kupret itu... Anjirr" ucap Sammy malu.
Thalita tampak bingung setelah melihat arah jarum jam yang ada di tangannya. Thalita menatap Keysha dan Sammy secara bergantian dengan bimbang.
Keysha yang melihat itupun tak tahan untuk bertanya, "Kenapa sih kak?" Tanya Keysha.
"Kakak ada kerjaan nih" ucap Thalita sambil tersenyum canggung.
"Kakak udah kerja?" Tanya Keysha tak percaya.
Thalita mengangguk. "Aku sih gak bakal ke Indonesia kalo gak ada tugas disini. Rencananya aku mau liat keadaanmu bentar, eh... Malah ketemu kamu"
"Yaudah deh, btw kerjaan kakak apa?" Tanya Keysha yang diangguki oleh Sammy.
"Mata-mata" jawab Thalita tenang.
"Hah?!" Pekik Keysha, Devan dkk dan Sammy dkk.
"Hihihi, ya--" Thalita pun memberhentikan suaranya ketika mendengar suara teriakan dan langsung menoleh, dengan cepat Thalita memasang kewaspadaannya.
"AAAAA!" Teriak siswi-siswi yang berada di lapangan, sebagian dari mereka berlari kocar kacir.
Sontak Keysha dkk menoleh dan melihat seorang siswi sedang dicodong pistol oleh seorang pria paruh baya.
"Kok targetnya ada disini?" Gumam Thalita bingung.
like