I'M TIRED

I'M TIRED
26



"Apa?" Jelas Keysha terkejut, tak tau apa yang dimaksud kakaknya itu.


"Keysha, dia bukan ibu kandungku! Ibu kandungku yang juga bibi aslimu, hilang entah kemana!" Jelas Sammy jujur.


"Tapi kenapa mama?..."


"Keysha, ibuku adalah adik dari mama mu. Tapi mereka berdua sudah berpisah sejak kecil, ibuku ikut dengan nenek sementara mama mu ikut dengan kakek. Mereka memang pernah bertemu, tapi itu waktu kecil dan hanya sekali. Setelah itu mereka berpisah lagi sampai ibuku melahirkanku. Pernikahan ayahku dan ibuku dilakukan dengan diam-diam. Dan saat pernikahannya pun, mama mu tidak hadir karena ikut dengan papa mu keluar negeri" kak Sammy terdiam cukup lama sambil menatapku.


"Setelah melahirkanku dan merawatku selama satu tahun, ibuku pergi dari rumah tanpa membawaku karena ada pelakor sialan itu! Dia menghancurkan keluargaku! Setelah itu, mama mu pergi mengunjungiku dan ibu tiriku. Mama mu pun tak merasa curiga dan percaya bahwa ibu tiriku itu adalah adiknya" Sammy bercerita sampai tak menggubris bel masuk yang sudah berbunyi di sela-sela ceritanya.


"Kamu tau Keysha, siapa identitas ibu tiriku itu?" Tanya Sammy dengan benci.


Keysha menggelengkan kepalanya.


"Dia mantan narapidana atas kasus pembunuhan terhadap anaknya sendiri!" Jelas Sammy sambil menahan amarah.


"Astaga!" Keysha terkejut sampai mundur beberapa langkah. "Tapi kakak tau darimana?" Tanya Keysha tak yakin.


"Surat peninggalan ayah! Aku menemukannya dibawah tumpukan bajuku, setelah itu aku mencari tau kebenarannya. Dan ternyata itu memang banar!" Sammy membuang nafas putus asa lalu berbalik pergi meninggalkan Keysha sendiri.


Keysha menatap punggung Sammy yang semakin menjauh. Dengan perasaan tak karuan, Keysha memikirkan lagi apa yang diucapkan oleh Sammy.


Dimana bibi asliku? Apa dia masih hidup? Apa di akan kembali? Bagaimana aku menjelaskannya ke mama? Apa mama akan percaya?


Pertanyaan itu selalu berputar di kepala Keysha saat ini.


"Keysha?"


Keysha menoleh dan menemukan Devan dengan teman-temannya yang sedang tersenyum menatapnya.


Mereka mau ke kamar mandi? Pikir Keysha.


Keysha jadi mengingat apa kata Sammy. Keysha juga tersenyum lalu mengambil sebuah foto di sakunya dan memberikannya pada Devan. "Wah! Kak Ave kenal sama cewek itu?"


Jelas Devan terkejut. "Keysha, ini lo dapet darimana?"


Keysha memiringkan kepalanya dan berkedip polos. "Dari kak Ave"


"Kapan gue ngasihnya?" Tanya Devan panik.


"Kak Ave nggak ngasih, cuma dompet kak Ave baik sama Keysha jadi dia ngejatuhin foto itu buat ngasih tau Keysha" jelas Keysha dengan senyum manisnya.


Devan menghembuskan nafas lega. "Lupain ya, sha"


"Hahaha, gampang banget ya ngomongnya?" Kekeh Keysha yang menyebabkan Devan dkk heran.


"Katanya, lo bolehin gue selingkuh? Kata lo juga, lo gak bakal nyerah kalo gue selingkuh" ingat Devan.


Keysha yang mendengar itu pun tertawa terbahak-bahak. Keysha menatap Devan dengan pandangan menghina. Cowok ini, pikirnya, gak peka banget ya? Dan dia nganggep serius perkataan gue yang udah jelas cuma buat nenangin.


"Emang... gue sejelek itu ya?" Tanya Keysha disela-sela tertawanya.


Devan dkk pun menjadi terkejut atas perubahan drastis Keysha.


"Eh! Dia berubah!" Bisik Rimba takut.


"Ya, gue emang ngomong gitu. Tapi itu nggak berlaku kalo yang jadi selingkuhan lo itu dia!" Jelas Keysha enteng.


"Kenapa?" Tanya Axel penasaran.


"Kenapa?" Ulang Keysha. "Pfft!"


"Gue udah nahan diri tau nggak?! Lo pikir hati gue nggak sakit ngeliat lo selingkuh? Lo pacar gue tapi selingkuh di depan mata gue! Dan pertanyaan yang betul..." Keysha menunjuk wajah tampan Devan. "Lo nganggep gue ada gak sih?"


Keysha mengendus kesal ketika tak mendengar jawaban dari Devan setelah menunggu cukup lama.


"Hei, sadar dong!" Keysha mulai berteriak. "Tuhan nyiptain hati bukan untuk disakitin!"


Keysha berbalik dan melangkah pergi dua langkah lalu berhenti kembali. "Kenapa, kan, pertanyaan lo?"


Devan dkk terkejut. Sangat jelas mereka tidak percaya.


"Kenapa? Nggak percaya?" Tanya Keysha mengejek, "Diva Edward, mempunyai seorang kakak kembar laki-laki bernama Dicky Edward. Mereka juga mempunyai adik kembar laki dan perempuan bernama Keynan Edward dan..."


Keysha berhenti sejenak lalu berbalik badan menatap Devan dkk. "Kenalin, nama gue Keysha Edward" ucap Keysha seraya tersenyum miring.


"Jadi Sammy sepupu lo?" Tanya Jason tak percaya.


Keysha mengangkat bahunya acuh. "Ya, begitulah"


"Kenapa lo nggak mirip sama Diva?" Tanya Rimba bingung.


"Cumi" ucap Keysha seraya berbalik lagi.


"Maksud lo?" Tanya Devan tak mengerti.


Keysha tersenyum miring, "Level otak kalian"


"Anjing" umpat Rimba marah.


Bagaimana mereka tidak marah? Mereka adalah pelajar terpilih yang melakukan pertukaran pelajar ke Canada belum lama ini.


Keysha pun tertawa lagi, tawa kali ini cukup untuk mengubah aura sekitar yang mebuat bulu kuduk mereka berdiri. "Kenapa? Marah? Lo pikir gue juga gak marah? Gue juga bisa marah loh, dan sekarang..." Keysha berbalik lagi sambil menunjukkan mata ganasnya. "Marah banget" ucap Keysha penuh penekanan.


Hal itu sudah cukup membuat semua orang yang melihatnya takut.


Keysha berbalik lagi lalu membuang nafas lelah. "Gue kecewa" ucap Keysha lalu berjalan. "Lo harus inget, kak. Kalo nggak ada satupun manusia yang baik-baik saja setelah dikecewakan berkali-kali"


Keysha semakin berjalan menjauh. "Jaga kakak gue, maaf kalo gue ada salah dan terima kasih untuk semuanya"


Ucapan itu membuat hati Devan dkk merasa akan kehilangan. Mereka menatap punggung Keysha yang semakin jauh.


"Dia fake nerd" jelas Axel yang menyadarinya.


"Ya" Devan ikut membetulkan.


Karena kejadian ini, Devan dkk ingin melampiaskan amarah mereka pada sesuatu dan alhasil mereka memilih memain basket bersama Sammy dkk yang juga butuh pelampiasan.


Tidak! Sammy juga bermain basket karena ingin mengawasi Devan untuk ia jadikan samsak nanti.


Bel istirahat pun berbunyi.


Saat ini Keysha sedang berada tak jauh dari lapangan, memperhatikan permainan bola basket milik Sammy sampai Sammy yang menghajar Devan.


Keysha tetap tak bergeming. Berbeda dengan Desy disampingnya yang sudah panik kalang kabut.


"Kakak!"


Panggilan itu membuat Keysha terkejut. "Kakak?" Ulang Keysha.


Desy pun memegang tangan Keysha dengan tangan dinginnya yang sudah bergetar. Desy mencopot kacamata bulatnya dan tampaklah wajah cantik Desy.


Sebetulnya, Keysha sudah tau kalo dibalik kacamata itu Desy adalah gadis yang cantik. Tapi Keysha masih terkejut setelah melihat perubahannya. Benar-benar sangat berbeda. Sekarang dia menjadi sangat mirip dengan Devan.


"Sha, kak Devan itu kakakku. Tolong bantu dia? Kumohon, bantulah kakakku" ucap Desy memohon.


Ya, alhasil Keysha melakukan apa yang ingin dia lakukan untuk melampiaskan amarah ini. Sampai akhir pun, sekarang Keysha bisa bebas tanpa ada atribut yang menghalangi.


"Lo bakal jahuin gue?"


Ucapan Devan itu membuat Keysha tak jadi melangkah. "Gue kecewa sama lo"


Keysha menghembuskan nafas panjang. "Bukan benci yang membuat orang menjauh, tapi kecewa"


like.