I'M TIRED

I'M TIRED
24 (Diva POV)



Apa benar Devan adalah pacar adikku, Keysha?


Apa benar aku hanyalah simpanannya Devan?


Apa benar aku memiliki apa yang tidak Keysha miliki?


Haha!


Lalu kenapa kalau Devan adalah pacar Keysha? Toh, pasti Devan nggak bener-bener cinta sama Keysha.


Lalu kenapa kalau aku hanyalah simpanan? Toh, pasti Devan lebih memilih aku.


Lalu kenapa kalau aku memiliki apa yang tidak Keysha miliki? Itu adalah nasib dia.


Tolong, izinkan aku egois kali ini.


Aku mencintai Devan.


Hari ini aku tidak masuk sekolah lagi. Setelah mendengar ucapan Keynan kemarin, aku langsung bersiap-siap menuju Bekasi.


Rasanya senang sekaligus bimbang.


Aku sekarang berada di depan gerbang sekolah Devan setelah istirahat di rumah papa semalam.


Bel istirahat sudah berbunyi ternyata. Aku memasuki gerbang yang sedang di jaga oleh satpam tapi satpam itu sudah mengenalku. Lebih tepatnya kepala sekolah disini adalah teman papaku.


Saat masuk, aku melihat Devan bertanding basket dengan kak Sammy. Devan benar-benar tampan saat bermain basket. Menambah kesan seksi, aku beruntung sekali bisa bertemu dengannya.


Ternyata kakak sepupuku yang sedang bertanding dengan Devan tau keberadaanku. Dia menatapku sinis dan senyum miring tercetak di wajahnya.


Aku bingung. Kenapa dia bersikap seperti ini padaku? Padahal aku tak berniat menyerang. Aku hanya kesini sendirian tanpa ada anak buah. Lalu kenapa dia menatapku seperti itu?


"Diva Edward. Aku sudah memperkirakan kehadiranmu dan aku sudah tahan daritadi amarah yang tidak dapat kutahan ini. Sekarang... aku bisa melepas amarah ini kan?" Ucap kak Sammy sinis.


"Maksud kakak ap--"


Buagh...


Aku melotot tak percaya saat melihat kak Sammy menghajar Devan membabi buta.


Kenapa?


Bukannya mereka baik-baik aja? Kenapa bisa jadi gini?


Lupakan soal Diva dan teman-teman Devan beserta teman-teman Sammy. Bahkan Devan pun kaget atas kelakuan Sammy.


Mereka tak tau apa kesalahan mereka sampai memprovokasi Sammy. Bahkan Sammy sampai sebegitu marahnya, jenis provokasi seperti apa yang mereka perbuat. Pikiran Devan berputar di saat dia mengambil wanita milik Sammy, saat itupun Sammy tak semarah ini.


"Itu titipan dari adek gue" jelas Sammy dengan senyum miringnya.


"STOP!" Teriakku marah.


Aku mendekati kak Sammy yang sudah berhenti memukuli Devan tetapi dia tak berhenti menatapku dengan sinis.


"Apa-apaan kakak ini?!"


Aku begitu marah sampai-sampai ingin membunuh orang.


"Dia pacar Keysha dan lo hanya simpanannya. Sadar diri dong!" Ucap kak Sammy sinis.


Apa? Kenapa kak Sammy bisa tau? Siapa--...


Jadi dia...


Keynan.


"Terus kenapa? Kakak mau apa? Mau aku ngalah sama Keysha?" Tanyaku tak suka.


"Anak pintar" ucapnya sinis.


"Jangan mimpi!"


Aku melambungkan kepalan tanganku ke wajah santai kak Sammy. Tapi tinju ku tak sampai ke wajah kak Sammy, ada yang memberhentikan tinju ku di tengah jalan. Aku semakin marah. Aku menoleh pada sang pelaku yang ada di sampingku.


"Mau apa?" Tanyanya.


Aku menyinggungkan senyum miring dan menatapnya tak suka. "Devan itu pacarku"


"Kakak bahagia?" Tanyanya.


"Bahagia dong" ucapku cepat.


"Oh, yaudah" jawabnya acuh.


Apa-apaan?!


Aku pun melayangkan tinju kearah Keysha yang berhasil ditepis dengan mudah.


Sial!


Aku tau kekuatanku kalah dengan kekuatan Keysha. Tapi tolong! Beri aku kesempatan untuk meninju salah satu bagian tubuhnya untuk melampiaskan amarahku!


Tanpa Diva sadari kilatan cahaya memohon melintas di matanya yang berhasil ditangkap oleh Keysha yang ada di depannya.


Buagh...


Aku berhasil?


Aku berhasil meninju dia?


Lupakan soal Diva. Bahkan Sammy dan anggota black rose dari Bekasi yang baru datang atas perintah Keynan pun terkejut.


Aku menatap dengan tabjub sang korban yang jatuh di tanah sambil memegangi perutnya dan mengerang kesakitan.


Aku meninju dia di bagian vital!


Ulu hati.


Apa aku sudah keterlaluan?


"Wah, wah. Kemajuan kekuatanmu sudah sangat mengejutkan ya kak?" Ucapnya seraya tersenyum miring.


Orang idiot pun tau bahwa di dalam ucapan itu terdapat ejekan yang kental.


Aku marah. Aku membabi buta memukuli Keysha yang sudah kulupakan statusnya sebagai adikku yang seharusnya aku lindungi.


"SETOP! BERHENTI!" Kak Sammy yang akan meleraiku pun ikut terkena seranganku.


Kak Sammy berhenti di tempatnya sambil menatap heran Keysha yang diam saja di tanah tanpa membalas. Jangankan kak Sammy, aku aja juga heran. Kenapa Keysha nggak melawan? Ini bukan Keysha yang aku kenal.


Aku pun lebih kuat memukul Keysha yang masih diam saja.


"BODOH! LAWAN IDIOT! KAU BISA MATI KEYSHA!" Teriak kak Sammy yang tak di dengarkan oleh Keysha. Suara kak Sammy seperti orang yang akan menangis, benar saja.


Tak lama setelah teriakannya itu kak Sammy mengeluarkan air mata. Aku tersenyum miring dan melanjutkan kegiatanku. Tapi senyumku membeku ketika melihat sesuatu.


Memang Keysha diam saja. Tangannya menyilang untuk melindungi wajahnya. Bukan! Dia melindungi matanya. Dibalik tangan yang menyilang itu ada mata yang menatapku dengan kasih sayang.


Tapi kenapa? Aku pun lebih kuat meninju dia.


Tinjuku bukan terkena Keysha tapi kak Sammy! Ya, kak Sammy melindungi Keysha dengan tubuhnya. Aku pun berhenti meninju kak Sammy dan menatapnya dengan bingung.


"Minggir kak!" Teriak Keysha seraya mendorong Sammy.


"Bodoh! Kau mimisan! Obati dulu lukamu!" Ucap kak Sammy khawatir.


Mimisan? Ah, aku baru tau kalau hidung Keysha mengeluarkan darah. Bibirnya juga pucat. Apa aku terlalu berlebihan? Tapi Keysha melindungi wajahnya sedari tadi.


"Hei Diva! Aku udah berjanji pada saudara kembarmu akan melindungi adiknya yang sangat dia sayangi. Maka dari itu, kemarilah! Pukul aku sesukamu!" Ucap Sammy sinis.


"Baiklah" ucapku meremehkan.


Aku pun mulai memukuli kak Sammy yang diam saja seperti Keysha tadi. Aku tak menyadari tatapan Keysha yang sudah berubah menjadi ganas.


Aku juga tak menyadari waktu Keysha berdiri dan melepas atribut culunnya. Bahkan darah yang ada di hidungnya sudah tak ada.


"Kau..." aku menoleh dan menatap Keysha dengan terkejut. Keysha berdiri dan menatapku dengan tatapan itu.


Aku tau tatapan itu! Itu tatapan persisi seperti dulu setelah Keysha diculik. Tatapan psikopatnya. Tanpa sadar aku berhenti meninju dan berjalan mundur. Aku ketakutan.


"Jangan Keysha! Dia kakakmu!" Teriak kak Sammy yang masih berada di tanah.


"Satu luka yang diterima oleh kakakku akan kubalas sepuluh kali lipat. Aku tak punya kakak kecuali kak Sammy dan bang Rangga. Kau bukan kakakku" ucap Keysha dingin.


Bang Rangga? Sudah lama sekali aku tak bertemu dengannya dan adiknya, Riana. Sepupu dari pihak ayah yang tinggal di luar negeri.


Sayangnya, Diva tak mengetahui bahwa Rangga sudah pulang ke Indonesia. Malah satu sekolah dengannya dan Keynan.


"Ku bunuh kau!" Teriak Keysha yang sedang berlari kearahku.


Kaki ku tak bisa digerakkan, tanganku juga. Tubuhku gemetar ketakutan. Aku memejamkan mata, menerima dengan pasrah.


Buagh...


Eh... aku tak merasakan apa-apa. Perlahan aku membuka mataku.


"Devan!" Aku menghampiri Devan yang tersungkur di tanah.


Keysha juga menghampiri Sammy lalu membopong tubuhnya. "Oh, yaudah. Langgeng ya! Lupakan tentang hubungan kita!" Ucap Keysha yang berdiri sambil membopong Sammy.


Adikku terlihat sangat cantik. Dengan rambut pirang panjangnya yang berkibar-kibar disertai mata yang menyejukkan hati.


"Dia! Itu dia!" Teriak salah satu teman Devan.


"Ternyata dia Keysha!" Aku pernah melihatnya, dia teman kak Sammy.


Aku tak mendengarkan semuamya lagi. Aku membantu Devan yang sudah lemas untuk berdiri lalu menatap anggota black rose yang ada di belakangku. Kekuatan Keysha sangatlah luar biasa. Sekali pukul sudah bisa membuat Devan tak berdaya.


"Bantu bawa ke rumah sakit" ucapku memerintah.


"Permintaan maaf kami. Kami di suruh untuk menjaga dan menuruti perintah ketua, bukan anda yang sudah menyakitinya" ucap salah seorang anggota dan memimpin anggota lainnya masuk ke dalam.


Sialan!


"Lo bakal jauhin gue?" Tanya Devan dengan suaranya yang sudah lemah pada Keysha yang akan pergi dengan Sammy.


like.