I'M TIRED

I'M TIRED
25



Hari itu, sebelum Diva datang ke sekolah. Di pagi hari yang cerah, Sammy dan Keysha yang sedang dalam perjalanan menuju sekolah pun terganggu karena Sammy yang tak sengaja menabrak seekor kucing.


Keysha yang merasa kasihan pun membawa kucing itu ke sekolah. Keysha berinisiatif untuk mengadopsi kucing yang lucu itu karena bulunya yang lembut.


Sammy yang melihat kucing itu di bawa oleh Keysha langsung menjadi bingung.


Emang ke sekolah boleh bawa hewan peliharaan ya?, Tanyanya dalam hati.


Sammy pun tak banyak tanya dan langsung melanjutkan perjalanannya menuju sekolah.


"Kak Sammy" panggil Keysha.


"Ng?"


"Kakak masih ingat Ana nggak sih?" Tanya Keysha semangat.


"Ana? Riana adiknya Rangga?" Koreksi Sammy.


"Iya!"


"Inget, kenapa?" Tanya Sammy penasaran.


"Ana udah balik ke Indonesia! Yaampun! Setelah sekian lama tinggal di Inggris akhirnya pulang juga! Kangen banget" curhat Keysha dengan semangat.


"Cuma Riana aja yang balik? Rangga-nya enggak?" Tanya Sammy penasaran.


"Bang Rangga itu udah lama di Indonesia tau!" Jelas Keysha memberitahu.


"Apa?!" Sammy berteriak dengan kencang di mobilnya sampai membuat kucing yang sedang tidur di pangkuan Keysha menjadi bangun karena kaget.


"Ih apaan sih kak!" Keysha pun mengelus-elus kepala kucing unyu itu lagi. "Catty jadi bangun nih!"


"Apaan Catty?" Gumam Sammy kesal. "Jadi bener apa nggak, Rangga udah pulang duluan?"


"Hn" Keysha mengangguk membenarkan. "Cuma aku, Keynan, mama, papa sama keluarganya yang tau"


"Abang brengsek" gumam Sammy kesal. "Udah lama pulang tapi nggak pernah ngunjungin gue, kampret!" Umpatnya.


Keysha yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya. Tak tau harus bagaimana dengan sifat kakak-kakak sepupunya itu.


Bang Rangga juga begitu, saat berada di Inggris selalu menanyakan keberadaan Sammy. Saat pulang pun juga begitu, tapi sayangnya dia tak mau bertemu Sammy terlebih dahulu karena katanya, "Mau nyiapin kata-kata dulu buat adu bacot sama dia" jelasnya tak bosan.


Sammy menghentikan mobilnya di parkiran sekolah seperti biasa. "Udah sampai, tapi kucingnya gimana? Mau ditinggal di mobil?" Tanya Sammy seraya menatap Keysha.


Keysha menggeleng lalu membuka tasnya. "Catty, kamu nanti jangan keluar dari sini ya!" Ucap Keysha sambil menunjuk tasnya yang sudah terbuka.


"Meong" sang kucing pun masuk kedalam tas Keysha yang cuma ada satu buku tulis.


Keysha menutup tasnya dan memberi sedikit celah lalu menatap Sammy yang sedang menatapnya dengan takjub.


"Kok kucingnya bisa nurut?" Tanya Sammy penasaran.


"Ya mana kutahu?!" Ucap Keysha kesal.


"Ajaib adek gue" gumam Sammy pasrah.


Sammy dan Keysha pun turun dari mobil tapi Keysha duluan yang masuk ke area sekolah karena Sammy tadi berpamitan untuk mengangkat telfon terlebih dahulu.


Keysha beruntung sekarang karena melihat Devan yang ada di koridor sekolah. Devan berjalan sambil mengotak-atik dompetnya dan secara tidak sengaja menjatuhkan sebuah foto.


Keysha yang penasaran pun mengambil foto itu tapi setelah dia melihat foto itu dia membeku di tempat. Betapa terkejutnya Keysha setelah melihat siapa yang ada di foto itu.


Itu kakaknya dan kekasihnya!


Keysha pun buru-buru menyimpan foto itu lalu mengejar Devan yang sudah jalan jauh.


Devan pun menoleh, menunggu Keysha sambil bersedekap dada. "Apa?" Tanya Devan setelah Keysha sampai di depannya.


Keysha memang sudah lebih dekat dengan Devan sejak hari dimana Devan ketahuan selingkuh dan saat di sekolah, Keysha menjelaskan bahwa dia tak apa-apa bila Devan selingkuh. Itu tidak akan membuatnya mundur mendapatkan hati Devan meski sudah menjadi pacarnya.


Keysha tersenyum manis seraya menyodorkan bekal yang sedari tadi ia bawa. "Mau nggak?"


"Mau dong" jawab Devan cepat.


"Eits!" Keysha mengangkat bekal yang ada di tangannya tinggi-tinggi.


Devan pun menatap Keysha seperti menatap orang idiot. Bagaimana tidak? Devan lebih tinggi daripada Keysha dan otomatis dengan fakta itu, Devan bisa mengambil bekal itu dengan mudah.


"Apa? Gak bisa ngambil ya?" Tanya Keysha meremehkan.


Devan yang merasa kesal pun langsung mengambil bekal itu dengan mudah tapi tanpa diduga Keysha mundur beberapa langkah tanpa hati-hati yang berakibat dirinya terjungkal ke belakang.


Dengan refleks yang bagus, Devan menarik tangan Keysha tapi dirinya tak bisa menyeimbangkan diri dan jatuh dengan Devan di bawah dan Keysha diatasnya.


Murid-murid yang berada disana pun langsung bersorak histeris melihat pola yang Devan dan Keysha lakukan. Keysha langsung sadar dan bangun dari jatuhnya itu. Beruntung bekal yang dia bawa tidak tumpah dan berada di dekat Devan.


Pipi Devan dan Keysha pun menjadi merah otomatis. Devan menatap Keysha dan menyadari bahwa Keysha itu cantik. Devan yang sudah jatuh cinta pada Keysha pun tambah cinta.


"Ak-aku duluan ya kak! Jangan lupa bekalnya dimakan!" Ucap Keysha lalu berlari menjauhi Devan sejauh-jauhnya.


Aku sadar diri kok, kak. Mangkanya waktu aku ngelihat kakak selingkuh aku nggak bisa apa-apa. Kakak pasti ingin punya pacar yang cantik, jadi aku bisa ngelupain hal itu. Hal sekecil itu nggak akan membuatku menyerah mendapatkan kakak. Tapi... Kalo kakak sama kak Diva, aku nggak bisa apa-apa. Otomatis aku harus melepas kakak. Tapi izinkan aku egois untuk kali ini, untuk terakhir kalinya izinkan aku bahagia.


Keysha duduk di tempat duduknya dengan senyum yang mengembang diwajahnya yang membuat Desy yang duduk disampingnya bingung. Saat akan bertanya pada Keysha tiba-tiba Sammy datang dengan menggebrak pintu kelas Keysha.


Dengan wajah marahnya yang terlihat seram, dia menarik Keysha pergi dari kelas itu. Keysha pun menurut saja.


"Putusin Devan!" Ucap Sammy penuh penekanan setelah sampai di samping toilet yang sepi.


"Ha?" Keysha memiringkan kepalanya seraya menatap Sammy bingung. "Kenapa?"


"Dia selingkuh sama Diva!" Jelas Sammy.


Deg...


Jadi benar ya?


Keysha tersenyum miris sambil berkata, "Kak, aku mau egois"


"Dek..."


"Aku mau bahagia untuk terakhir kalinya" ucap Keysha lemas.


Hidungnya mulai mengeluarkan darah segar. Tapi dengan cepat Sammy memberi sapu tangan yang sudah ia bawa dari rumah. "Udah minum obat?" Tanya Sammy khawatir.


Memang Sammy sudah mengetahui penyakit Keysha saat penyakitnya sudah mulai parah. Saat mengetahui itupun, Sammy tampak sangat marah karena Keysha sudah menyembunyikan hal sebesar ini padanya.


Keysha mengangguk dengan senyum di wajahnya. Ini yang Keysha inginkan dari dulu saat dirinya sedang sakit, diperhatikan.


"Kamu mau tinggal sementara di kamar yang ada di cafe kakak? Atau mau tinggal dirumah papa kamu?" Tanya Sammy menawar.


"Kakak ngusir aku?" Tanya Keysha sedih.


"Enggak dek!" Jawab Sammy tegas. "Kalo dirumah kamu bakal tersiksa, apalagi dengan kondisimu yang bagini!"


"Keysha nggak papa kak! Lagian Keysha seneng kok bisa bantu bibi Keysha sendiri!" Ucap Keysha semangat.


"Tapi dia bukan ibuku" gumam Sammy pelan tapi masih terdengar oleh Keysha.


like.