
Keysha masuk ke dalam rumah bibinya dan disambut dengan bibinya yang berada diambang pintu.
"Assalamualaikum" ucap Keysha seraya mencium tangan bibinya.
Bibinya langsung menarik tangannya sebelum dicium oleh Keysha. "Dimana Sammy?"
"Keysha nggak tau, bi" ucap Keysha takut.
Plak...
Satu tamparan keras mendarat di pipi Keysha.
"Enak ya kemarin santai-santai?! Sekarang nggak ada lagi santai-santai. Kamu itu cuma bisa bikin marah aja!" Bibi mengambil sebuah sabuk lalu mencambuk punggung Keysha.
"Ampun! Ampun bi!" Ucap Keysha kesakitan seraya berjongkok.
"Enak aja!"
Cambukan makin keras, yang membuat darah Keysha menetes tepat di boneka yang diberikan oleh Keynan.
Keysha pasrah, Keysha tak bisa apa-apa. Keysha berharap bisa tidur dengan tenang.
Bibi menarik Keysha yang berjongkok lalu menghempaskannya. "Cari Sammy! Suruh dia pulang! Jangan balik kalo belum ketemu Sammy!"
Keysha mengambil dua bonekanya lalu pergi ke kamarnya untuk ganti baju. Boneka panda yang setengah bermandikan darah ditaruh diatas laci lalu Keysha mengganti bajunya.
"Baju dari Keynan" lirih Keysha sambil menatap baju yang belakangan punggungnya sobek dan banyak darah.
Keysha tak punya waktu lagi. Dengan gerakan cepat menaruh bajunya ke kardus yang sudah berisi banyak baju sobek dan berdarah. Keysha keluar dari kamar sambil membawa boneka monyetnya. Tak sempat mengobati lukanya dan memakai atribut cupunya, Keysha langsung berlari menuju cafe smash.
Keysha tak punya uang untuk naik kendaraan. Oleh sebab itu Keysha berlari dari rumahnya ke cafe smash yang cukup jauh. Bibir Keysha sudah sangat pucat ditambah darah yang tak berhenti menetes dari punggungnya. Keysha memakai baju berwarna hitam agar tak tampak ada darah.
Keysha ngos-ngosan setelah sampai didepan cafe smash. Dengan cepat Keysha masuk ke cafe smash. Bau darah menyebar ke seluruh cafe setelah Keysha masuk.
Keysha dengan wajah yang pucat mencari keberadaan Sammy, tapi tak terlihat. Yang Keysha lihat adalah teman-teman Sammy sedang berbincang dengan Devan dkk tanpa Sammy.
Tanpa berpikir panjang, Keysha menghampiri teman-teman Sammy.
"Kak Jo! Kak Sammy mana ya?" Tanya Keysha langsung dan tak menyadari tatapan bingung dari pemuda-pemuda yang duduk di sana.
"Kak Jo!" Teriak Keysha menyadarkan Jo dari lamunannya.
"Eh iya! Itu lagi buat minuman" ucap Jo seraya menunjuk Sammy yang sedang membuat minuman.
Keysha mengangguk dan tersenyum. "Makasih ya kak" ucap Keysha seraya berbalik.
"Lo kenal sama dia? Siapa men?" Tanya Rimba heboh.
"Cantik" gumam Jo tapi masih bisa didengar oleh teman-temannya dan Keysha yang belum jalan.
Mata Keysha tak sengaja bertemu dengan mata Devan. Keysha pun dengan antusias bertanya, "Apa kabar kak Dev?" Tanya Keysha sambil tersenyum manis.
Keysha sudah melupakan rasa sakit di punggungnya setelah melihat kekasihnya itu.
Devan mengerutkan alisnya bingung. "Lo kenal gue?" Tanya Devan bingung.
Keysha pun ikut bingung. "Ngomong apasih? Aku kan--"
Keysha melebarkan matanya saat sadar akan atribut yang tidak ia gunakan. Keysha meraba wajahnya dan melihat rambut pirangnya. Keysha menyengir malu.
"Sorry, gue temennya kak Sammy dan kak Sam sering cerita tentang kalian" ucap Keysha gugup.
"Tapi gue kayak akrab sama suara Lo" jelas Devan yang diangguki oleh teman-temannya.
"Kebetulan kali" ucap Keysha mengalihkan pandangannya. "Yaudah gue ke kak Sam dulu ya" Keysha berlari ke Sammy yang sedang sibuk dengan minumannya dan tak sadar akan kehadiran Keysha.
Keysha duduk didepan Sammy dan memandangi wajah tampan Sammy dengan intens.
Ternyata kak Sammy ganteng juga, hihihi. Batin Keysha.
Keysha menutupi wajahnya dengan boneka monyet yang ia bawa. Sengaja tak mengganggu Sammy agar tidak buru-buru pulang. Tapi itu menyebabkan kebalikan dari harapan Keysha. Sammy merasa terganggu dan menatap boneka monyet yang menyembunyikan wajah Keysha.
Setelah menyadari bahwa Sammy menatap dirinya, Keysha berdehem lalu berkata, "Halo kak Sammy" Keysha mengubah suaranya menjadi suara anak kecil seraya memainkan tangan sang boneka monyet.
"Siapa?" Tanya Sammy.
"Siapa hayo? Ayo, coba tebak" ucap Keysha dengan suara anak kecilnya.
"Jangan main-main" ucap Sammy tak suka.
Sebelum Keysha bisa menjawab, Sammy sudah mengambil boneka yang ada didepan wajah Keysha secara paksa yang membuat Keysha kaget sekaligus sakit di hidungnya karena terkena tangan Sammy.
Keysha mengerucutkan bibirnya seraya mengusap hidungnya. "Sakit tau"
Sammy pun sadar setelah mendengar ucapan Keysha dan langsung meninggalkan pekerjaannya, menghampiri Keysha yang duduk didepannya yang hanya dibatasi oleh sebuah meja.
"Sakit banget?" Tanya Sammy khawatir.
Keysha tersenyum lalu menggelengkan kepalanya. "Nggak kok, cuma bercanda"
"Kamu ngapain kesini? Kenapa nggak pake atributnya?" Tanya Sammy seraya duduk didepan Keysha.
"Lupa, hehehe" ucap Keysha dengan cengirannya.
"Ngapain kesini?" Tanya Sammy lagi.
"Eh! Itu bonekanya" Keysha mengambil boneka yang ada di meja lalu memberikannya pada Sammy. "Buat kakak!" Ucap Keysha mengalihkan pembicaraan.
Keysha mengangguk. "Kak pengen milkshake!" Rengek Keysha.
Sammy menggelengkan kepalanya seraya mengacak rambut Keysha. "Din! Milkshake strawberry satu!"
Yang dipanggil pun segera menjawab. "Oke!"
Keysha yang dari tadi memandangi Sammy pun langsung bertanya, "Kak Sammy kerja disini?" Tanya Keysha menyelidik.
"Eh Keynan mana?" Sammy pun mengalihkan pembicaraan.
"Balik" jawab Keysha singkat.
"Ke Surabaya?" Tanya Sammy memastikan.
"Iya" jawab Keysha malas.
"Naik apa?" Tanya Sammy lagi.
"Pesawat lah" jawab Keysha jengkel.
"Terus mobilnya?" Sammy pun tak berhenti bertanya.
"Kan, ada rumah papa di Bekasi" jawab Keysha acuh.
Sammy berhenti bertanya dan menggenggam tangan Keysha. "Mukamu pucat, kamu kenapa?" Tanya Sammy khawatir.
"Bos ini minumnya ya!" Ucap Dina seraya meletakkan milkshake pesanan Sammy di depan Keysha.
"Makasih" ucap Keysha lalu meminum milkshake kesukaannya.
"Keysha, kamu kenapa?" Tanya Sammy lagi.
Keysha pun mengangkat telapak tangannya memberi tahu untuk menunggu menghabiskan minumnya. Tak lama setelah itu, Keysha meletakkan gelas kosong didepan mejanya. "Gak papa kok kak! Cuma kecapekan aja"
Sammy menatap Keysha curiga lalu memandangi Keysha dari atas ke bawah dan terpaku di lantai bawah Keysha duduk yang terdapat darah.
Sammy pun berdiri dari duduknya dan memeluk Keysha. "Yang mana yang sakit?" Tanya Sammy hampir menangis.
"Kak, kenapa sih?" Tanya Keysha bingung.
"Jawab! Yang mana yang luka!" Bentak Sammy yang masih memeluk Keysha.
Setelah menyadari baju belakang punggung Keysha basah, Sammy pun menatap tangan yang dibuat memeluk punggung Keysha. Ada darah ditangan Sammy.
Tanpa basa-basi, Sammy pun langsung menggendong tubuh Keysha menuju ruangannya.
"Eh kak!" Sepontan, Keysha memeluk leher Sammy.
Keysha pun tak membantah ketika Sammy membawanya ke lantai dua. Sedangkan teman-teman Sammy melongo melihat kelakuan Sammy yang manis.
Keysha mengerutkan keningnya ketika memasuki sebuah ruangan bersama Sammy. "Ruangannya siapa kak?"
"Ruangan kakak, cafe ini punya kakak" jawab Sammy jujur.
"Hah?" Keysha pun terlihat bodoh setelah mendengar ucapan Sammy. Tidak menyangka bahwa kakaknya yang mesum ini ternyata sudah mempunyai usahanya sendiri.
"Kakak obatin punggungnya"
Sammy mengangkat baju belakang Keysha sampai terlihat punggung Keysha yang penuh darah. Bahkan daleman Keysha pun sudah penuh darah.
Sammy menggelengkan kepalanya lalu mencopot daleman Keysha yang membuat Keysha menjerit. "Kakak mau ngapain!" Pekik Keysha seraya berbalik menatap Sammy dengan tangan yang menyilang di dadanya.
"Ck, mau di obatin juga, sini! Diem!" Ucap Sammy kesal.
Keysha pun menurut, duduk kembali lalu diam bagai patung saat Sammy sedang mengobati lukanya.
"Dia lagi ya?" Tanya Sammy.
Keysha tersenyum kecil. "Nggak papa kok kak"
"Kenapa sih, kamu selalu bilang nggak papa?" Tanya Sammy heran.
"Aku mau pulang, kak Sammy juga harus pulang! Disuruh bibi" ucap Keysha membenarkan pakaiannya lalu menatap Sammy dengan sungguh-sungguh.
"Oke" jawab Sammy lalu keluar dari ruangan.
Keysha menutup pintu ruangan itu lalu mengikuti Sammy menuruni tangga. "Minuman yang dibuat kak Sammy tadi gimana?" Tanya Keysha bingung.
"Nggak penting, nanti bisa buat lagi" ucap Sammy seraya menuruni tangga sambil memainkan kunci mobilnya.
Sammy terdiam sebentar, membuka pintu cafenya lalu masuk ke mobil dan menunggu Keysha masuk kedalam mobilnya. Setelah Keysha masuk, Sammy pun bertanya pertanyaan yang selalu menjadi soal di otaknya.
"Sha?"
"Kenapa kak?" Tanya Keysha memandangi ekspresi rumit yang dipasang Sammy.
"Kenapa kamu kuat banget?" Sammy menatap mata Keysha yang berada di sampingnya. "Kenapa kakak nggak pernah liat kamu nangis meskipun udah di siksa?"
Keysha membuang pandangannya, menatap cafe yang berada didepannya.
Keysha tersenyum kecil lalu menatap Sammy yang sedang menatapnya. "Aku inget kata-kata kak Dicky" keysha menarik nafas panjang lalu melanjutkan,
"Apapun yang terjadi, nikmati hidup ini. Hapus air mata, berikan senyummu. Kadang, senyum terindah datang setelah air mata penuh luka"
like.