I'M THE QUEEN

I'M THE QUEEN
PART 8



Rupanya Queen mengajak ketiga temannya untuk party at the club. Sudah lama ia tidak clubbing begitupun teman-temannya. Mereka akan happy-happy malam ini, mungkin besok mereka berempat akan membolos sekolah.


Sepanjang perjalanan, Queen menyetel lagu menjelang sampai di tempat tujuan. Mereka semua bernyanyi mengikuti lagu yang berputar. Salah satu lagu yang berputar saat ini adalah lagu, Gasolina - Daddy Yankee. {Yang merasa familiar dengan judulnya, searching sekarang. Pasti beberapa bahkan banyak dari kalian yang tau lagu ini.}


🎵🎵🎵


🎶Oh


Oh


Oh


Oh


Oh


Who's this? (Oh)


Da-ddy Yan-kee (oh, oh)


Zúmbale mambo pa' que mi gata prenda lo' motore'


Zúmbale mambo pa' que mi gata prenda lo' motore'


Zúmbale mambo pa' que mi gata prenda lo' motore'


Que se preparen que lo que viene es pa' que le den (duro)


Mamita, yo sé que tú no te me vas a quitar (duro)


Lo que me gusta es que tú te dejas llevar (duro)


To' los weekenes ella sale a vacilar (duro)


Mi gata no para 'e janguear porque


A ella le gusta la gasolina


(Dame más gasolina)


Cómo le encanta la gasolina


(Dame más gasolina)


A ella le gusta la gasolina


(Dame más gasolina)


Cómo le encanta la gasolina


(Dame más gasolina)


Ella prende las turbina'


No discrimina


No se pierde ni un party de marquesina


Se acicala hasta pa' la esquina


Luce tan bien que hasta la sombra le combina


Asesina, me domina


Janguea en carro', motoras y limosina'


Llena su tanque de adrenalina


Cuando escucha el reggaeton en la cocina🎶


🎵🎵🎵


Mereka terus berteriak mengikuti lirik lagu, padahal orang-orang melihat mereka. Tapi mereka abaikan, tidak penting yang penting mereka happy.


"A ella le gusta la gasolina ...,"


"Cómo le encanta la gasolina ...,"


Malam ini mereka sangat cantik dan seksi, terutama Queen. Queen berbeda dari yang lain, lebih mencolok. Padahal ia tidak memakai pakaian yang cerah, tapi aura pemimpinnya keluar. Siapapun yang melihatnya pasti akan terpesona.


Saat sampai di club, Chelsie memarkirkan mobil. Mereka keluar dari mobil secara serempak, membuat mereka menjadi pusat perhatian pengunjung club. Terutama Queen.


Setelah keluar dari mobil, mereka berjalan dengan gaya bak model. Queen yang beriringan dengan Audrey di depan, sedangkan Chelsie beriringan dengan Riska di belakang.


Sebelumnya mereka sudah membuat kesepakatan, jika dalam waktu 5 jam mereka berempat tidak keluar dari club. Maka, bodyguard Riska harus mencari mereka ke dalam. Bodyguard tidak mereka izinkan masuk atau memantau mereka di dalam, sebelum 5 jam dari mereka memasuki club. Jadi, kalaupun mereka berempat sudah mabuk berat nantinya, bodyguard Riska lah yang akan membawa mereka pulang ke rumah Riska.


Mungkin kalian bertanya, kenapa bodyguard Riska mau? Jika ketahuan majikannya, pasti mereka semua dipecat. Jawabannya, diancam. Riska mengancam akan mengadukan yang tidak-tidak tentang bodyguardnya kepada orang tuanya, tentu saja orang tuanya akan percaya dengan Riska. Dan bisa dipastikan saat itu juga mereka semua akan dipecat. Padahal Riska berniat baik dengan memberikan sogokan, tapi bodyguardnya tidak mau. Bukan sombong, hanya saja mereka melakukan ini sebagai tugas yang padahal bukan. Asal Riska happy, maka gaji mereka juga happy. Toh, gaji mereka selama ini juga tidak sedikit.


Tempat yang mereka kunjungi saat ini sangat ramai dengan berbagai macam kelakuan manusia. Bahkan, Queen dan teman-temannya sudah mabuk. Tapi masih kuat untuk melanjutkan kegiatannya. Mereka berempat berjoget riya mengikuti musik yang menggema di kerumunan orang ramai yang juga melakukan hal sama dengan mereka.


Di tengah asiknya bergembira, ada beberapa pria menghampiri mereka dengan raut wajah terkejut.


"Dek!!! Kalian ngapain ke sini?!!" Tegur Lorenzo sedikit berteriak dengan memegang kedua bahu Queen. Pasalnya, suara musik mengganggu pembicaraannya.


"Eh bang Enzo!! Ayo gabung! Seru banget ini!!" ajak Queen. Ia terus joget-joget tidak jelas dengan teman-temannya.


Wajah Lorenzo sangat terkejut melihat adiknya berada di club. Walaupun Lorenzo tau, adiknya ini lumayan sering berada di tempat seperti ini. Tak menutup kemungkinan bahwa ia sebenarnya tidak suka. Tapi, apa boleh buat. Ia juga sama seperti adiknya. Yang penting Queen tau batasan, tidak masalah menurutnya.


Yang membuat Lorenzo dan teman-temannya lebih terkejut lagi, kenapa mereka bisa berada di tempat ini di waktu yang sama. Tapi mereka tidak terlalu memikirkan itu. Karena dilihat-lihat, Queen, Audrey, Riska dan Chelsie sudah mabuk berat. Lorenzo berniat membawa Queen pulang, tapi ....


"Gak! Gue gak mau pulang bang! Happy-happy dulu. Males di rumah, sepi gak ada mama papa. Mending di sini kita having fun, iya gak girls!!" teriak Queen menggila.


"Yoaiii!!!" teriak teman-temannya membalas teriakan Queen.


"Udah sih Zo, sekali-kali. Kita juga kan tadi niatnya ke sini mau happy-happy," ujar Alex dan dibenarkan oleh Jack dan Randy. Sementara Nico dan Tristan, hanya diam dengan tatapan sulit.


"Tapi, adek gue ...,"


"Udah, gak papa. Kan ada kita-kita juga," sahut Jack.


Lorenzo pun pasrah, karena tujuan mereka ke sini emang mau senang-senang. Tadinya mereka semua hanya di markas. Tapi karena bosan, berakhirlah mereka di tempat ini. Markas di sini bukan tempat perkumpulan suatu geng ya, hanya tempat untuk mereka berkumpul jika malas di rumah.


"Oke girls! Mari kita lanjutkan party ini!!!" teriak Alex heboh.


Semuanya melanjutkan kegiatan mereka. Kecuali Lorenzo, Nico dan Tristan. Mereka hanya duduk di sebuah sofa dengan meja panjang sembari meminum minuman yang sudah mereka pesan. Mereka tidak akan minum sampai mabuk, memikirkan teman-temannya siapa yang mengurus kalau mereka semua mabuk.


Lorenzo dan teman-temannya belum tau kalau di depan ada bodyguard Riska yang menunggu keempat gadis itu.


Salah satu dari mereka bertiga, ada yang bergumam dalam hati dan menatap ke arah Queen.


'Queenara. Setelah lo resmi jadi milik gue, gak akan gue biarin lo menginjakkan kaki di tempat terkut*k ini. Cam kan itu!' Ucapnya membatin dengan menggenggam erat gelas yang ia pegang, untung kedua temannya tidak ada yang menyadari itu.


5 jam sudah berlalu, Queen dan yang lainnya semua sudah dalam keadaan mabuk berat. Berakhirlah mereka di sofa panjang tempat Lorenzo, Nico dan Tristan duduk tadi. Mereka semua kelelahan, bahkan hampir semua dari mereka yang joget-joget tadi tidak sadarkan diri lagi. Hanya Queen, Riska, dan Jack lah yang masih setengah sadar.


"Udah dek, lo udah banyak minum. Udah mabuk berat gini juga," geram Lorenzo. Ia merebut paksa gelas yang ada di genggaman Queen, sampai-sampai separuh air dalam gelas itu tertumpah karena tarikan paksa Lorenzo.


"Bang ... gue belum mabuk .... Masih kuat nih, gue!" serunya. Dengan wajah polos tapi tak sepolos kelakuannya, ia merengek meminta minumannya kembali.


"No way! Gue putusin juga lid ...,"


"Siapa kalian?! Berani-beraninya menggoda gadis-gadis ini!!" teriak bodyguard Riska memotong pembicaraan Lorenzo dan Queen.


"Lo yang siapa?! Datang-datang marah gak jelas!" ucap Tristan lantang.


Baru saja bodyguard itu ingin menarik Riska dari tempat duduknya, Tristan sudah lebih dulu menendang si bodyguard. Lumayan kuat sampai bodyguard terpental ke belakang. Baru saja mereka akan lanjut berkelahi, tiba-tiba Riska bersuara.


"Stop!! Udah bang, jangan dipukul lagi. Mereka bukan orang jahat, mereka bodyguard Papi gue!" seru Riska. Berhasil menghentikan aksi mereka, tampak mereka semua sama-sama terlihat kaget.


"Oh, kalian teman-temannya non Riska? Ngomong dong!" ucap salah satu pengawal.


"Jadi, kalian bodyguard nya Riska?" Bukannya menjawab, Tristan justru bertanya balik


"Kalo ditanya ya dijawab cil. Jangan balik nanya!" sinis salah satu bodyguard. Ia kesal dengan Tristan, karena tiba-tiba menghajarnya.


"Yee ... bapak, sinis aja. Maaf tadi saya reflek, saya pikir bapak orang jahat."


"Iya paham, saya juga kalau jadi temannya akan ngelakuin hal yang sama. Ya udah, ini non Riska sama teman-temannya saya bawa pulang ya. Tadi mereka pesan, dibawa balik ke rumah non Riska aja semuanya."


"Yang ini gak usah pak, adek saya soalnya. Saya bawa pulang aja," ucap Lorenzo.


"Tapi ...,"


Belum sempat bodyguard itu selesai bicara, Nico memotong ucapannya.


"Tenang aja, adek kandungnya kok." Nico tau bodyguard Riska ini tidak terlalu percaya dengan pengakuan Lorenzo, sebab itulah ia membantu meyakinkan.


Lorenzo baru paham, rupanya bodyguard di depannya ini tidak percaya dengan dengannya. Segera ia mengeluarkan ponsel dan menunjukkannya foto keluarganya kepada 4 bodyguard Riska.


"Baiklah-baiklah, saya percaya. Kalau begitu saya bawa non Riska dan dua temannya saja pulang ke rumah," ucap Bodyguard.


"Oh, ya udah. Eh pak, boleh bantu bawa temen saya yang satu ini? Pada mabuk soalnya," minta Tristan.


Karena Lorenzo membawa Queen, Randy dibawa Nico, Alex dibawa Tristan. Tersisa Jack, sementara ketiga teman Queen dibawa bodyguard. Artinya tersisa satu bodyguard juga, sebab itulah Tristan meminta bantuannya untuk membawa Jack ke parkiran.


...****************...