I Hate You Love Me!

I Hate You Love Me!
Di cari Albert



Albert yang menunggu merasa heran karena sejak tadi dia sudah memencet bel tapi pintu masih tertutup.


"Apa dia sudah tidur" gumam Albert.


"Tidak mungkin, ini belum lama dari dia belanja tadi, pasti Gretta sengaja tak membuka nya" lanjut Albert.


Sempat kepikiran oleh Albert untuk naik pohon dan nantinya akan langsung ke balkon salah satu kamar.


Tapi dia tidak tau yang mana kamar Gretta yang membuat dia akhirnya memilih pilihan aman, yaitu jalan pintu depan.


Ceklek!


"Sudah aku duga kamu akan__" ucap Albert terpotong.


Byurr!


Gretta menyiram seember air ke tubuh Albert, membuat pria 19 tahun itu langsung basah kuyup tubuh nya.


"Pergi!" teriak Gretta marah.


"Hey aku ke sini baik-baik, kenapa kau malah menyiramiku seperti kuburan!" Albert tak terima.


"Terserah, yang jelas aku mau kau pergi dari sini karena aku tak sudi melihat wajah menjijikkan mu!" tegas Gretta yang tak bisa membendung kemarahan nya.


Albert menatap kesal Gretta, niatnya ke sini untuk menawari Gretta menjadi kekasihnya tapi seperti nya semuanya akan sia-sia.


"Cepat pergi Alberto!" usir Gretta lagi.


"Kau yakin mau aku pergi?" tanya Albert.


"Ya, sangat yakin karena aku tidak mau rumah ku kotor di injak oleh pria seperti mu" balas Gretta sinis.


"Baiklah, tapi besok aku akan ke sini lagi untuk menawari mu menjadi kekasihku" ucap Albert santai.


Pletuk!


Gretta melemparkan ember nya ke kepala Albert agar pria itu bisa berpikir dan tidak bersikap seenaknya.


Aww!


"Sakit Gretta" kesal Albert memegang kepalanya.


"Rasakan, cepat pergi!" ketus Gretta lalu menutup pintu.


Dan saat pintu tertutup terdengar suara Albert lagi.


"Lihat saja kau akan menjadi kekasih ku" teriak Albert.


"Dalam mimpi mu" balas Gretta pelan.


Tak sudi dia menjadi kekasih dari pria yang pernah mrmbully nya.


Gretta kembali ke kamar nya dan langsung menghamburkan tubuhnya ke ranjang nya.


"Besok aku harus pergi lagi, ya tinggal satu lagi dan setelah itu aku selesai" gumam Gretta yang akan lanjut traveling ke tempat terakhir yaitu Paris.


Pagi hari nya Gretta benar-benar langsung pergi ke tempat tujuan terakhirnya, setelah berpamitan Dia pun akhirnya pergi meninggalkan kota kelahirannya.


Travelling kali ini agak berbeda dari biasanya, jika ke tempat-tempat yang sebelumnya Gretta hanya tinggal dua atau empat hari saja maka lain dengan sekarang Gretta akan tinggal selama 2 minggu.


Bagaimana pun saat ini dia masih dalam suasana kehilangan jadi Gretta akan travelling sambil liburan menikmati kota Paris.


"Apa? dia melakukan nya?" tanya Gretta.


"Ya non, hampir tiga hari ini tuan Albert datang untuk menanyakan nona" jelas bibi.


"Dia benar-benar kurang kerjaan" kesal Gretta.


"Bi jika Albert masih datang bibi nggak usah keluar, biarin aja terus minta bapak satpam copot dulu bel nya biar kuping bibi nggak budek terus-terusan denger suara bel ulah pria nggak jelas itu" lanjut Gretta.


Panggilan Gretta akhiri, dia benar-benar tak habis pikir dengan pemikiran Albert saat ini.


"Albert gila, lihat saja jika dia terus mengusik ku aku akan membuat kehidupan nya hancur" gumam Gretta marah.


Lalu Gretta yang sudah punya jadwal ngopi santai pun memilih berganti pakaian, dan langsung jalan ke cafe terkenal yang akan dia kunjungi.


.


.


Hari ini Gretta sedang di restoran, hampir tiap hari Gretta berganti-ganti restoran yang memiliki menu makanan halal.


"Sorry" ucap Gretta saat dia tak sengaja menabrak seseorang.


Dan saat dia melihat sosok itu keduanya nampak sama-sama terkejut.


"Kita bertemu lagi" ucap Andre.


"Dunia begitu sempit" balas Gretta heran karena terakhir dia bertemu di salah satu club yang ada di Dubai.


Dan sekaligus malam tersialnya karena berakhir di tangan Alberto.


"Ya, takdir memang terkadang aneh" sahut Andre lagi.


Gretta hanya mengangguk, terakhir bertemu dengan Andre dia mabuk dan Gretta merasa Andre bukan orang baik.


Gretta langsung meleos pergi tanpa berkata apa-apa, dan hal itu membuat Andre berjalan mengejar nya.


"Kau kemarin kemana? aku mencari mu untuk mengantarkan mu" ucap Andre sambil menarik kursi dan duduk begitu saja tanpa di persilahkan dulu.


"Maaf, tapi akan ada yang duduk di sana" kata Gretta.


"Tapi yang aku lihat tidak ada yang akan duduk di sini" balas Andre sambil melihat ke sana kemari.


"Dia masih di perjalanan" jawab Gretta asal.


"Benarkah? kalau begitu aku akan menemani mu hingga teman mu datang" sahut Andre kekeh.


Beberapa menit berlalu..


Tidak ada yang datang dan membuat Andre tersenyum, itu tandanya Gretta sendirian dan ucapannya tadi hanya omong kosong.


"Kau tidak mau pesan?" tanya Andre yang memanggil pelayan.


Gretta hanya diam, dia bisa saja pergi tapi Gretta enggan.


"Aku akan memesankan makanan mu" lanjut Andre.


"Tak usah!" balas Gretta ketus.


"Tidak apa, hanya memesankan ini, atau kamu mau aku traktir?" tanya Andre dengan alis yang di angkat sebelah ke atas.


"Aku bilang tidak usah" tegas Gretta.


Lalu Gretta pindah tempat duduk, dan Andre berniat ikut duduk tapi seseorang nampak mengmbil tempat duduk nya.


"Akhirnya aku menemukan mu, honey" ucap seseorang yang duduk di depan Gretta.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗