I Hate You Love Me!

I Hate You Love Me!
Hadiah



Hari ini Albert dan Gretta akan berangkat ke New York, saat ini keduanya sedang dalam perjalanan ke bandara setelah berpamitan pada keluarga Albert.


"Kamu yakin tidak mau pakai jet pribadi Daddy saja?" tanya Albert merasa malas naik pesawat umum.


"Kalau tidak mau pergi saja sendiri, aku akan naik pesawat saja" balas Gretta sambil melihat ke sembarangan arah.


Albert menghela nafasnya panjang, tidak mau membuat Gretta kesal padanya Albert pun akhirnya memilih mengalah.


Gretta melihat jalanan kota yang tak terlalu padat, dia menghela nafasnya panjang lalu membuang nya asal.


"Papa Mama, aku akan memulai hidup baru bersama Albert. aku tidak tau jalan seperti apa yang akan aku lewati nanti, tapi aku harap semuanya berjalan dengan baik, doakan kami" batin Gretta sambil melirik Albert.


Dan Albert yang menyadari itu langsung memeluk tangan Gretta.


"Oke naik pesawat umum" kata Albert sambil memeluk tangan Gretta dari samping.


"Tumben nggak mau debat?" tanya Gretta.


"Jadi mau debat dulu?" tanya Albert menaikan sebelah alisnya ke atas.


Dan Gretta menggeleng sebagai jawaban.


"Begini lebih baik" ucap nya sambil melepaskan pelukan Albert.


Tapi jelas tak semudah itu bisa terlepas dari Albert, dengan santai Albert mencium pipi Gretta.


"Aku tak akan mengajak mu debat di sini, tapi mungkin di kamar" bisik Albert dengan wajah menyebalkan nya.


Dan sontak saja mendapatkan tatapan tajam dari Gretta.


"Jangan mulai!" Gretta melotot.


"Oke" balas Albert nyengir, paham betul jika diteruskan istri nya akan ngamuk bahkan mendiamkan nya seperti semalam tepatnya setelah Albert minta jatah seminggu 6 kali.


.


.


Selama di dalam perjalanan Albert dan Gretta memilih tidur, lebih tepatnya setelah keduanya selesai makan dan bosan membaca buku.


Perjalanan yang cukup lama membuat mereka kembali bangun dengan masih berada di pesawat.


"Mau kemana?" tanya Albert saat Gretta bangkit dari duduknya.


"Aku akan cuci muka" balas Gretta membuka sabuk pengaman nya.


"Ikut" sahut Albert sambil mencoba membuka sabuk pengaman nya.


Dan mendengar itu Gretta yang akan pergi memilih duduk kembali, yang membuat Albert mengerutkan kening nya heran.


"Kenapa duduk lagi?" tanya Albert.


"Kamu pikir ini lelucon Albert? ini pesawat" Gretta menjawab dengan nada ketusnya.


"Oke, aku paham. tapi kita suami istri" balas Albert lagi.


Gretta tak mau menjawab saking kesalnya, hingga akhirnya dia sudah tak tahan menahan rasa ingin buang air kecil nya.


Albert yang melihat itu tak tega dan menyuruh Gretta untuk pergi sendiri.


Dan Gretta tak menjawab tapi langsung pergi meninggalkan Albert dengan langkah yang sedikit terburu-buru.


Albert yang melihat itu diam, dia sendiri heran kenapa dia selalu mau mencari perhatian Gretta hingga hal sekecil apapun pasti akan dia permasalahkan.


"Apa ini karena aku tertarik padanya? secepat ini aku jatuh cinta?" gumam Albert bertanya pada dirinya sendiri.


"Jika aku benar sudah tertarik padanya aku tidak boleh memperlihatkan nya, dia akan jumawa dan besar kepala jika tau aku yang pertama menyukai nya, ya aku harus menahan rasa ini sampai dia yang pertama kali mengatakan nya" lanjut Albert sambil melihat ke arah dimana jalan ke toilet.


Beberapa jam berlalu..


Albert dan Gretta akhirnya sampai, keduanya langsung di jemput oleh mobil kakak nya Albert, Mike.


Mike sang kakak sudah mendengar cerita dari Mommy nya, dia tak menyalahkan Albert sekalipun dia kecewa akan kelakuan adik nya itu.


"Aku akan langsung ke apartemen saja kak" kata Albert membuka suara.


"Daddy sudah membeli rumah yang jarak nya tak jauh dari kampus kalian" balas Mike yang menyupir.


"Apa, kenapa Daddy tak bilang?" tanya Albert kaget.


Dia memang tak mengetahui akan hal ini, Albert hanya menebak jika Daddy nya mungkin akan membelikan nya apartemen untuk dia tinggali bersama Gretta.


"Itu hadiah pernikahan kalian" balas Mike lagi.


"Dan hadiah dari kakak?" tanya Albert.


"Kau mau apa?" tanya balik Mike.


Albert melihat ke arah Gretta lalu melihat ke perut istrinya itu.


"Gretta dan aku butuh mobil, aku mau motor saja" balas Albert dengan wajah santai nya.


"Mobil dan motor?" tanya Mike memastikan.


"Hem, jika tidak keberatan sekalian dengan asisten rumah tangga, aku tidak mau istriku kecapean membereskan rumah" lanjut Albert yang semakin tak tau diri.


Mike menggelengkan kepalanya, kalau tidak meyebalkan itu jelas bukan adiknya.


Beginilah Albert, terlihat cool dan kalem tapi aslinya begitu sangat menyebalkan apalagi di tambah sikap tengil nya yang bisa membuat siapa saja kesal.


"Bagaimana kak?" tanya Albert lagi.


"Oke" balas Mike cepat.


"Thank's, kakak memang terhebat" balas Albert senang.


Mike hanya mengangguk, tentu saja dia akan memberikan apapun untuk adik nya karena dia sangat menyanyangi adiknya.


Dan Gretta yang sedari tadi diam hanya bisa menggelengkan kepalanya, bisa-bisanya Albert membawa nama nya untuk mendapatkan hadiah.


Tapi untuk asisten rumah tangga, Gretta tak menyangka jika Albert memperhatikan kesehatan nya dan tak mau sampai dia kecapean.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🙏🤗