
Satu bulan berlalu..
Hubungan Albert dan Gretta jauh lebih baik dari sebelumnya, meski terkadang keduanya juga meributkan maslah spele tapi meski demikan hubungan keduanya masih berlanjut.
Gretta dan Albert juga sekarang sudah kuliah, Albert meneruskan kuliahnya sedangkan untuk Gretta dia baru mulai kuliah nya.
"Kita berangkat seperti biasanya ya" ucap Gretta yang sedang siap-siap.
"Apa tidak lelah setiap hari diantar sampai pagar?" tanya Albert.
Gretta menggeleng pelan.
"Aku tidak apa, kamu tau kan aku sedang mencoba untuk memiliki teman" jelas Gretta.
Albert menghela nafasnya panjang, sebernarnya dia juga tak masalah Gretta tak mau di antar sampai ke parkiran, hanya saja Albert tak tega jika melihat Gretta berjalan jauh dari pagar ke kampus yang jarak nya lumayan membuang waktu 5 menit.
"Ya sudah, aku tunggu diluar" ucap Albert sambil mengambil tas nya, lalu keluar dari kamar nya.
Gretta yang ditinggalkan sendiri nampak merias wajahnya, dia ingin memiliki teman agar tidak di tidak seperti di saat SMA dulu.
Dia akan menebus kebodohan nya yang mau saja di bully orang lain, kali ini Gretta tak akan menjadi gadis introvert lagi, dia tidak mau di bully terus menerus.
Selesai bersiap-siap Gretta langsung keluar kamar dan dia melihat bibi yang sedang beres-beres.
"Bi nanti makanan di meja kasih ke satpam depan aja ya" titah Gretta.
"Baik nyoya" balas bibi.
Lalu Gretta pun keluar dari rumah, dia melihat Albert yang sedang menyalakan mesin mobil nya.
"Ayo masuk" titah Albert.
"Hem" balas Gretta langsung masuk ke dalam mobil.
Didalam mobil nampak Albert yang masih memanaskan mesin mobil nya, dan Gretta memasang sabuk pengaman nya.
Setelah 5 menit Albert pun melajukan mobilnya menjauhi rumah nya, di perjalanan ke kampus keduanya saling mendiamkan.
Sebenarnya hari ini Albert tak ada jadwal pagi, tapi karena Gretta ada jadwal pagi Albert pun akhirnya mengantarkan sang istri dan bangun pagi-pagi sekali.
"Nanti kalau sudah telpon aku" kata Albert.
"Kamu nggak ada jadwal?" tanya Gretta.
"Ada, tapi nanti siang" balas Albert lagi.
Gretta manggut-manggut, lalu tak lama setelah itu mobil mereka sampai di depan gerbang kampus.
Gretta buru-buru turun sebelum orang-orang melihat nya bersama Albert, dia takut teman nya memilih berteman dengan ya hanya untuk memikat Albert.
"Uang jajan sudah aku transfer, ini untuk uang jajan dikantin" ucap Albert mengeluarkan suaranya.
"Makasih" kata Gretta senang mendapatkan uang.
"Jangan lupa makan, ingat anak di perut yang pasti nya akan ke laparan" kata Lucas lagi.
"Iya, pasti nggak akan lupa kok" sahut Albert lagi.
Dan saat Gretta akan keluar dari mobil tiba-tiba tangan Gretta di pegang oleh Albert.
Gretta melirik Albert lalu tatapan matanya jatuh pada Gretta yang menggemaskan.
Hemph..
Albert mencium bibir Gretta, dan mau tak mau Gretta pada akhirya membalas ciuman ya.
Higga..
Tok..tok.
Gretta dan Albert melihat ke sumber suara dan alangkah terkejutnya dia melihat sosok yang sedang tersenyum dibalik kaca mobil.
"Mati kita" ucap Albert melihat seorang pria yang berpakaian culun.
Dan pria itu mengetuk kaca lagi, Gretta dan Albert saling melirik lalu kembali di kagetkan dengan ketukan kaca mobil.
"Ada apa?" tanya Albert ketus.
"Kalian membuat mobil ku menunggu, cepat berjalan" titah pria berkacamata tebal itu.
"Oke" balas Albert langsung melajukan mobilnya.
Lalu mobil keduanya masuk ke area kampus, dan setelah sampai di parkiran Gretta dan Albert saling melirik.
"Apa dia melihat kita berciuman" tanya Gretta.
"Entahlah, aku rasa tidak" balas Albert.
Keduanya diam sebentar lalu kembali saling melirik lagi.
"Aku akan keluar sekarang" kata Gretta kembali bersuara.
"Hem, jika ada yang mengganggu mu beritahu aku" balas Albert saat Gretta sedang membuka sabuk pengaman nya.
Dan sontak ucapan Albert itu membuat Albert mendapatkan lirikan dari Gretta.
"Aku tak selemah itu" kata Gretta tegas.
"Ya kamu tidak lemah tapi lebih ke pasrah saja saat di tindas" sahut Albert tersenyum meledek.
Bukk!
Gretta memukul tangan Albert dengan kesal.
"Itu aku yang dulu, tapi tidak dengan sekarang" sewot Gretta tegas.
"Oke, aku menunggu kamu yang pemberani itu" balas Albert dengan senyuman nya.
Dan Gretta tau jika senyuman Albert adalah senyuman tanda mengejek, yang membuat kesal lalu turun dengan wajah di tekuk nya.
Albert melihat Gretta yang sudah menjauh, dia tersenyum karena telah berhasil menggoda istrinya.
"Aku jadi penasaran bagaimana dia melawan pembully, apa akan menangis di pojokan seperti saat dia sekolah dulu" gumam Albert sambil tertawa.
Lalu Albert yang sudah tidak ada urusan pun memilih pergi dari area kampus, dia akan pergi ke kantor kakak nya untuk bekerja.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏