
Saat ini Gretta dan Albert sedang makan di salah satu restoran yang ada di mall, keduanya nampak sedang menikmati makanan yang keduanya pesan.
Setelah selesai makan Albert pun mengajak Gretta belanja, keduanya langsung masuk ke salah satu toko pakaian.
"Pilih lebih banyak kita akan di sini lama dan baju kita hanya sedikit" kata Albert yang melihat Gretta mengambil dua stelan pakaian saja.
"Aku akan gendut dan besar, sayang jika terlalu banyak membeli pakaian yang pas tubuh" balas Gretta.
"Tidak apa kamu akan kembali kurus setelah melahirkan" sahut Albert meyakinkan.
Dan Gretta yang menolak akhirnya memilih kembali mengambil beberapa stelan dan dress yang menurutnya cocok dengan fashionnya dan tubuhnya.
Albert juga nampak mencari-cari dress cantik dan saat mendapatkan nya dia tersenyum dan menyimpan dress pilihan nya di keranjang.
"Sudah" ucap Gretta yang sudah mendapatkan beberapa dress dan stelan.
Albert mengangguk lalu kini giliran dia yang mencari pakaian untuk nya.
"Bantu aku memilih" pinta Albert.
"Aku tidak pandai memilih pakaian pria" balas Gretta menolak.
Tapi Albert tidak mau mendengar penolakan, dan mau tak mau Gretta pun akhirnya memilihkan stelan pakaian untuk suaminya.
Albert melihat Gretta yang memilihkan kaos dan celana untuk nya, dia tersenyum dan langsung memasukkan sweater couple untuk mereka berdua.
"Ini sangat norak" kata Albert melihat kaos warna peach yang di pasangkan dengan celana jeans orange.
"Sudah aku bilang aku tak pandai memilihkan pakaian pria" balas Gretta dengan wajah jutek nya.
"Bukan tidak bisa tapi tidak terbiasa" sahut Albert yang langsung mengganti celana orange itu dengan celana warna cream yang menurutnya jauh lebih cocok karena dia juga sudah memasukkan 3 celana hitam.
Setelah selesai belanja keduanya langsung ke kasir, selesai membayar Albert tak langsung pulang melainkan mengajak Gretta ke tempat dalaman.
Gretta yang melihat isi toko di depan nya itu tau akan pikiran Albert, dia langsung melirik Albert dan di saat bersamaan juga Albert melirik ke arah nya.
"Kita belum punya banyak c*, kamu juga butuh br* kan? " ucap Albert dengan senyuman nya.
"Aku membawa 5 pasang" balas Gretta.
"Itu akan habis jika tidak di cuci" sahut Alberta cepat.
Gretta tak mau berdebat dan akhirnya memilih 1 lusin c* dan br*, pun dengan Albert yang mengambil dalamnya, dan tanpa sepengetahuan Gretta Albert dengan sengaja menambahkan Lingerie ke keranjang belanjaan mereka.
"Rencana berhasil, aku tidak sabar untuk melihat Gretta memakai gaun tipis yang seksi" batin Albert sambil melirik Gretta.
Dan Gretta yang sedang menunggu Albert membayar belanjaan mereka dia melihat wajah aneh suaminya itu.
"Kenapa aku merasa merinding tatapan Albert itu seperti ingin memakan mangsanya" batin Gretta merinding.
.
.
Albert dan Gretta sampai di rumah menjelang sore, dan saat mereka datang keduanya melihat seorang wanita paruh baya yang menunggu di teras rumah.
Keduanya pulang menggunkan mobil milik Mike, tadi sebelum berangkat Albert menelpon kakak nya untuk meminjam mobil karena dia akan belanja.
"Ibu siapa?" tanya Albert.
"Saya pembantu yang di pesan tuan Mike, tuan" balas wanita bernama Med itu.
"Oh, kalau begitu tolong bantu saya membawa belanjaan ya" kata Albert sambil berjalan.
"Baik tuan" sahut Med yang langsung membantu membawa barang belanjaan sang majikan baru.
Gretta dan Albert masuk ke dalam rumah, karena lelah Gretta yang tak membawa apa-apa karena tidak di perbolehkan oleh Albert memilih langsung ke kamar nya untuk mandi.
Sedangkan Albert dia bulak balik membantu membawa barang-barang belanjaan nya, karena selain belanja pakaian Albert juga belanja kebutuhan dapur seperti beras dan bahan makanan yang lain nya.
"Bi, nanti tolong beresin di kulkas ya" kata Albert meminta tolong.
"Baik tuan, ada lagi?" tanya Med.
"Tidak, setelah itu Bibi istrahat saja, mungkin nanti jam 8 malam kita mau makan malam dan tolong masakan ya" ujar Albert sambil melihat pembantu baru nya itu.
Med megangguk paham dan setelah itu Albert pun memilih ke kamar nya untuk menyusul sang istri.
****
Malam nya setelah selesai makan malam Albert dan Gretta memilih langsung ke kamarnya, keduanya sibuk dengan gadget nya masing-masing.
Hingga Albert yang merasa bosan akhir nya merebahkan tubuhnya di ranjang dan tak butuh waktu lama Albert yang mengantuk pun tertidur.
"Tumben dia nggak bikin kesel" gumam Gretta yang melihat Albert sudah tertidur.
Heran karena tak seperti biasnya suami tengil nya membuat dia kesal dengan tingkah nya yang menyebalkan itu.
"Tapi itu sangat bagus karena malam ini aku terhindar dari pria mesum itu, ya meski aku menyukai sensasi nya tapi aku kesal karena dia terlalu memaksa" lanjut Gretta lagi.
Lalu Gretta yang merasa sudah lelah bermain ponsel itu akhirnya memilih ikut merebahkan tubuh nya di samping Albert.
Di tatapnya wajah Albert yang nampak teduh saat tidur, tapi aneh nya sangat menyebalkan dan menjengkelkan jika sudah bangun.
Saat Gretta sedang menatap Albert di saat bersamaan juga Albert membuka matanya dan melihat Gretta yang ketahuan sedang menatap wajah nya.
"Kamu ketahuan" kata Albert yang tiba-tiba sudah membuka matanya.
Gretta sontak langsung mengubah posisi nya menjadi membelakangi Albert, tapi dengan cepat di tarik Albert hingga pada akhirnya Gretta menjadi berhadapan dengan nya.
"Aku sesak" kata Gretta.
"Jujur kau memuja ketampanan ku kan?" tuduh Albert sambil menatap Gretta yang mencoba untuk menghindari tatapannya.
"Tidak sama sekali" balas Gretta cepat.
"Jangan bohong, hidung mu merah jika kamu berbohong" sahut Albert lagi.
Gretta menghembuskan nafasnya pelan lalu menatap wajah Albert yang juga sedang menatap nya.
Mata keduanya saling bertubrukan dan tanpa sadar bibir keduanya menempel tanpa drama seperti biasnya.
Cup..
"Jujur aku tampan kan?" ucap Albert masih mau mendengar pengakuan istri nya.
"Iya, puas" balas Gretta cepat.
"Sedikit, aku akan lebih puas jika kamu mengakui ketampanan ku di depan orang" sahut Albert lagi.
Gretta memutar bola matanya malas mendengar jawaban menyebalkan suaminya, kenapa juga dia menanggapi obrolan suaminya yang selalu bersikap narsis itu.
Lama keduanya diam hingga akhir nya Albert melihat Gretta yang tidur, Albert yang merasa Gretta hanya bpura-pura pun langsung memencet hidung Gretta sehingga membuat Gretta berteriak.
Aww!
"Sakit!" kesal Gretta.
"Suruh siapa kamu pura-pura tidur" balas Albert santai.
"Dasar suami kejam" kata Gretta mendengkus sebal.
"Hey aku tidak kejam, aku hanya masih ingin mengobrol denganmu dan kamu malah meninggalkan ku dengan pura-pura tidur Bukankah itu lebih kejam?" sahut Albert lengkap dengan wajah menyebalkannya.
Huh..
Gretta menghembuskan nafasnya kasar lalu dengan malas melihat Albert lagi.
"Obrolan apa lagi?" tanya Gretta dengan wajah galak nya.
"Jangan marah-marah, tidak baik untuk wanita hamil marah-marah berlebihan cobalah untuk rileks" kata Albert sambil mengusap pipi Gretta.
Siapa yang bisa rikeks jika di hadapkan dengan seorang Albert yang memiliki sikap yang sangat menyebalkan dengan tingkah tengilnya itu.
"Langsung saja" kata Gretta yang sudah teramat kesal dan mau tidur.
Albert sekali lagi mengusap pipi Gretta lalu dia memasukkan anak rambut Gretta ke belakang telinga sang istrix, dan saat melihat kecantikan sang istri dia pun tersenyum bangga.
"Kamu ternyata lebih cantik dari yang aku kenal dulu" kata Albert mulai memuji Gretta.
"Aku memang cantik" balas Gretta sombong.
"Ya tapi tidak dengan dulu kamu adalah gadis kecil yang badannya gendut, bergigi ompong dan juga selalu menangis hanya karena masalah sepele" Albert berkata sambil mengusap pipi Gretta lagi.
Dia kembali mengenang masa kecilnya di mana dia dan Gretta pernah sekolah di TK yang sama, dan tak hanya itu saja keduanya juga tumbuh di lingkungan yang sama karena memiliki rumah di perumahan yang sama.
"Kau memang jiwa pembully" sahut Gretta sewot.
"Aku tidak membully mu, aku selalu jujur jika kamu gendut dan ompong, kamu juga selalu mendekatiku dan sekarang aku yakin jika dari kecil kamu memang sudah tergila-gila padaku, ya kan mengaku saja?" tuduh Albert dengan wajah tengil nya.
Gretta yang mendengar tuduhan suaminya itu jelas sangat kesal dia spontan saja dia mendorong tubuh Albert hingga Albert jatuh dari ranjang.
Aww!
"Gretta sakit" ringis Albert.
Gretta hanya diam dan melihat Albert yang jatuh di lantai.
"Istri kejam, suami yang ganteng gini di dorong sampai jatuh, duh bokong ku yang malang" lanjut Albert di bawah ranjang mengeluh dengan wajah lebay nya.
Dan Gretta yang masih kesal alih-alih merasa bersalah telah menjatuhkan suaminya dia malah tak perduli sama sekali, Gretta berbalik dan memunggungi Albert yang kembali tidur di samping nya itu.
"Dia kembali mengingatkan ku pada luka lama, Albert yang kejam dan tak pernah perduli padaku sekalipun dia selalu melihat aku yang disiksa oleh wanita jahat itu" batin Gretta yang kembali teringat akan masa kecilnya yang sangat mengerikan.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏