I Hate You Love Me!

I Hate You Love Me!
Di abaikan



Malam-malam Albert terbangun karena mendengar suara, dia membuka matanya dan melirik ke samping nya.


"Tidak, jangan siksa aku ibu. aww ibu jangan lakukan itu sakit" Gretta bergumam dalam tidurnya.


Albert yang melihat itu langsung menepuk pipi Gretta guna untuk membuat istrinya bangun, tapi Gretta masih terus bergumam tak jelas.


"Sakit, jangan siksa aku lagi, aku mohon" lanjut Gretta.


Dan kembali membuat Albert khawatir pada istrinya, Albert mengguncangkan tubuh istrinya dan pada akhirnya Gretta pun bisa bangun.


Gretta yang bangun nampak seperti orang ketakutan, dan selang satu menit kemudian Gretta menangis tanpa alasan.


Albert yang melihat itu hanya diam, hingga dia pun mengulurkan tangan nya untuk mengusap punggung istrinya.


Gretta yang mendapatkan usapan diam sebentar, lalu melirik Albert.


"Apa aku boleh memeluk mu" tanya Gretta.


"Tentu" balas Albert.


Gretta langsung menghamburkan tubuhnya ke pelukan Albert, dia menangis sesegukan di pelukan Albert.


Albert yang di peluk hanya diam, dia memilih membiarkan Gretta menangis di pelukan nya sampai Gretta bisa menenangkan dirinya, dan selama Gretta memeluk nya Albert terus mengusap punggung Gretta.


Hingga akhir nya Gretta yang sudah tenang pun melepaskan pelukan nya.


"Ada apa? apa kamu mimpi buruk?" tanya Albert yang penasaran.


"Wanita jahat itu" balas Gretta ambigu.


"Maksud mu ibu tiri mu?" tanya Albert.


Membuat Gretta langsung melitik Albert dengan wajah yang memiliki tatapan mata kosong.


"Dia akan bebas" ucap Gretta sedih.


"Lalu kamu takut jika dia kembali menyakiti mu?" tanya Albert menebak.


Gretta kembali diam, dia ingat akan masa kecilnya yang selalu di siksa ibu tirinya, bahkan sering kali Gretta di kurung tanpa di beri makan seharian di gudang yang kotor berdebu.


Kejadian itu selalu di lakukan di saat Papa nya sedang keluar kota, dan ibu tirinya selalu memperlakukan Gretta layaknya pembantu bahkan tak jarang Gretta juga mendapatkan perlakuan kasar dari mantan ibu tirinya itu.


"Dia bilang dia akan kembali untuk membalas dendam" ucap Gretta lagi.


"Apa dia bilang begitu? kurang ajar sekali lihat saja jika dia berani menyentuh secuil saja tubuh mu aku akan memberikan pelajaran padanya" sahut Albert yang langsung di lirik oleh Gretta.


Apa dia tidak salah dengar Albert akan membantunya melawan wanita jahat itu? sedangkan dulu saja Albert selalu melihat Gretta di cubit di pukul tapi pria itu malah acuh padanya.


Albert ikut merebahkan tubuhnya dan menarik Gretta ke pelukan nya.


"Aku sungguh akan menjaga mu, percayalah dia tak akan bisa membuat mu terluka lagi. mungkin dulu aku tidak membantu mu karena aku rasa itu bukan masalah ku, tapi sekarang aku tidak akan acuh lagi" jelas Albert lagi.


"Jadi dulu kamu acuh karena itu bukan masalahmu? cih dasar tidak memiliki rasa kemanusiaan" ketus Gretta yang kesal dengan Albert yang tidak memiliki rasa empati pada kesedihan orang lain.


Gretta menjauhkan tubuhnya dari Albert, kesal karena kembali ingat akan sikap acuh bocah yang selalu dia minta untuk menolong nya karena mereka berdua satu perumahan yang sama.


Albert kembali menarik Gretta ke pelukan nya tapi Gretta menolak dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Apa salahku? dulu aku hanya anak kecil yang taunya makan dan pop saja, untuk masalah menghadapi ibu tiri yang jahat jelas aku tak tau" gumam Albert sambil melihat Gretta yang merajuk.


Gretta mendengar ucapan Albert dan dia tak mengatakan apa-apa karena masih kesal pada suaminya.


"Lihat saja aku tak akan mau dia sentuh, dasar Alberto nyebelin!" batin Gretta yang sangat gemas dan rasanyaa dia ingin mencekik Albert karena saking gemasnya.


.


.


Pagi harinya Gretta yang masih kesal nampak sedang merajuk, bahkan saat bangun pun Gretta yang melihat Albert juga sudah bangun langsung bangkit dari ranjang.


"Tunggu" kata Albert yang melihat Gretta berjalan ke kamar mandi.


Bruk!


Pintu kamar mandi di tutup dengan kasar oleh Gretta dan Albert yang melihat itu langsung mencoba membuka pintunya.


"Soal di kunci" dengkus Albert kesal.


tok..tok..


Albert mengetuk pintu dua kali tapi nihil Gretta yang ada di dalamnya tidak mau mendengarkannya dan juga tidak mau membukakan pintunya.


"Nasib-nasib padahal muka udah ganteng maksimal, tapi kenapa masih aja diabaikan padahal kan pagi-pagi gini enaknya mandi bersama saling gosok dan setelah itu Wiki Wiki deh" gumam Albert dengan pikiran nya yang mulai menerawang yang isinya pikiran mesum semua.


Karena tidak mungkin menunggu di depan pintu Albert akhirnya memilih duduk di sofa sambil main game.


Setelah setengah jam Gretta keluar dengan memakai baju nya, Albert yang melihat itu bangkit tapi Gretta yang sudah tau gerakan Albert langsung buru-buru keluar dari kamarnya.


"Dia mengabaikan ku? ck menyebalkan sekali lihat saja dia yang akan kembali menyapa ku atau aku, yang jelas aku tidak mau menyapa nya dulu" gumam Albert yang merasa jengah dengan Gretta yang tanpa alasan mengabaikan nya.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏