I Hate You Love Me!

I Hate You Love Me!
Cara jitu Albert



Masih di restoran Gretta yang sedang makan tiba-tiba di datangi seorang pria.


"Gretta" panggil pria itu.


Gretta mendongak dan seketika kaget melihat siapa yang ada di depan nya saat ini.


"Kak Johan" ucap Gretta tak percaya bisa bertemu dengan pria itu di sini.


"Boleh aku duduk?" tanya Johan.


Gretta diam sebentar lalu pada akhirnya mengangguk.


"Kamu apa kabar? sudah lama tidak bertemu tubuh kamu terlihat berbeda Gret" kata Johan melihat perbedaan Gretta dari saat terakhir mereka bertemu.


Hah?


"Kakak bisa aja, aku baik dan mungkin karena banyak makan aku jadi gendut" balas Gretta sambil makan.


Johan mengangguk, dia memang merasa jika mantan tetangga nya itu sekarang sedang gendutan.


"Gendut juga cantik" sahut Johan.


"Oh iya, kamu ke sini buat travelling lagi?" lanjut Johan bertanya.


Gretta menggeleng pelan.


"Aku mau kuliah di sini" balas Gretta.


"Dimana?" tanya Johan.


"Di Universitas X, kenapa gitu?" tanya balik Greta.


"Universitas X? kenapa kebetulan sekali" Johan menjawab dengan senyuman nya.


"Kebetulan?" Gretta menatap bingung.


Johan pun menjelaskan jika dia saat ini sedang mencari kesibukan dengan menjawab dosen, sebenarnya usaha restoran nya cukup membuat dompet dan tabungannya gemuk, tapi dia merasa suntuk dan memilih melakukan hal baru.


Dan restoran yang saat ini Gretta kunjungi adalah salah satu restoran Johan, pria itu memang memiliki banyak restoran di berbagai negara karena dia memang pecinta kuliner.


Dari kejauhan nampak Albert yang menatap tajam ke arah Johan dan Gretta, jelas Albert tau siapa Johan dan dia merasa kesal melihat Gretta di dekati pria lain.


"Aku bahkan lebih muda dan tampan, apaan bewokkan kaya gitu mana badan nya gede udah kaya kingkong berbulu aja" gerutu Albert sambil menekan garouh dan pisau nya keras ke steak daging di piring.


Hingga..


Steak daging itu terbang dan Albert yang tidak sadar masih menekan garpuh dan pisau nya.


"Tumben susah motong daging nya" gumam Albert yang masih fokus ke arah Gretta dan Johan.


Dan setelah cukup lama memotong tak mendapatkan hasil Albert melihat ke piring nya, dia melongo tidak menemukan daging di piring nya.


"Apa di curi jin?" gumam Albert.


"Ehk tapi mana ada jin ngambil daging, mungkin di gondol kucing" lanjut Albert sambil melihat ke kolong meja, tapi nihil daging steak itu tidak jatuh ke bawah meja.


"Iwww" suara wanita membuat Albert melirik ke meja di samping nya.


Dia melihat daging itu berada tepat di atas tas seorang gadis muda cantik.


"Sorry itu daging ku" ucap Albert bangkit dan mengambil steak daging itu dan menyimpan nya di piring.


Gadis muda itu nampak kesal, tapi melihat wajah tampan Albert dia tak jadi marah dan nampak tersenyum cerah.


"Ini tisue nya, sekali lagi maaf" kata Albert sambil memberikan tisue.


Gadis itu menerima nya dan mulai membersihkan tas nya, sesekali dia melirik Albert yang nampak sedang minum jus.


"Ganteng banget, pasti anak orang kaya" batin gadis itu.


Dan saat Albert bangkit gadis itu langsung ikut bangkit, dia mengulurkan tangan nya untuk mengajak Albert berkenalan dengan nya.


"Lihat, dia memilih mengabaikan suami tampan nya, dan aku malah banyak di kerumuni perempuan cantik, jadi siapa yang menang?" batin Albert tersenyum smirk.


"Alberto, panggil saja Albert" ucap Albert.


"Aku Kanaya, panggil saja Naya" balas Naya ramah.


Albert mengangguk, lalu Albert pun pergi duluan ke mobil setelah membayar tagihan nya dan tak lama kemudian Gretta menyusul masuk ke dalam mobil.


Keduanya kembali mendiamkan tanpa ada yang mau memulai obrolan pembicaraan, hingga akhirnya mobil sampai di rumah dan kembali keduanya keluar tanpa basa-basi.


Di kamar Albert baru keluar dari kamar mandi, dan dia melihat Gretta yang sedang bermain ponsel.


"Ehem" Albert memberi kode dengan batuk.


Tapi tak di lirik sedikitpun oleh Gretta, dia masih fokus berbalas-balasan pesan dengan Johan yang nantinya akan menjadi dosen nya.


Gretta menanyakan tentang buku-buku yang harus dia beli untuk kepentingan kuliah nya, dan Johan memberitahu beberpa buku yang harus Gretta beli di toko buku.


"Dimana baju ku?" tanya Albert pura-pura menanyakan baju nya.


"Di lemari, gitu aja nanyain" balas Gretta sewot.


"Tidak ada, aku mau baju yang di beli kemarin" kata Albert lagi.


Huh..


Gretta menghembuskan nafasnya kasar, lalu dia pun mau tak mau bangkit dan berjalan mendekati almari.


Gretta mencari baju yang Albert mau, dan setelah menemukan nya dia langsung memberikan pada Albert.


"Baju ada, bilang aja malas nyari" kesal Gretta.


"Masalah gitu aja marah, oke aku minta maaf sudah membuat kamu marah" Albert memegang tangan Gretta.


"Minta maaf tapi nggak pake pegang tangan juga" Gretta melepaskan tangan Albert yang memegang tangan nya.


Tapi Albert malah balik memeluk Gretta, dan dia menatap Gretta dalam.


"Maaf, aku ngaku salah" ucap Albert masih menatap Gretta.


"Jadi kamu ngaku salah?" tanya Gretta.


"Hem, semua memang salahku jadi maafkan aku" balas Albert lagi.


Gretta diam, dia senang pada akhir nya Albert lah yang minta maaf karena memang Albert lah yang bersalah di sini.


Huh..


"Baiklah, aku maafkan tapi lain kali jika kamu pulang malam tanpa mengabari lagi tidak ada toleransi lagi" tegas Gretta.


"Oke" balas Albert cepat.


"Sudah jadi lepaskan tangan ku" ucap Gretta yang ingin kembali bermain ponsel.


Albert menatap Gretta dan entah kenapa dari tatapan itu Gretta merasakan perasaan nya mulai tak enak.


"Kita sudah 2 malam loh" Albert memberikan kode.


"Lalu?" balas Gretta tau ujung nya akan kemana.


"Em, biarkan aku menjenguk anak kita, dia pasti sangat merindukan Papa nya" lanjut Albert dengan senyuman nya.


Gretta diam sesaat, lalu pada akhirnya dia pun memilih mengangguk meski sebenarnya rasa kesal nya pada Albert masih ada.


"Lihat pesona ku benar-benar tidak main-main, hanya perlu minta maaf dan selesai jatah malam ku langsung tercukupi" batin Albert tersenyum penuh kemenangan.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏