I Hate You Love Me!

I Hate You Love Me!
Luluh Albert



"Bagaimana kondisi nya dok?" tanya Albert.


"Pasien kehilangan banyak darah, obat abor*i yang dia minum membuat nya kehilangan banyak darah dan jika tidak segera mendapatkan donor darah pasien dan janin nya mungkin tidak bisa selamat" ucap dokter menjelaskan.


Apa!


Jantung Albert seketika terasa sakit.


Bagaimana bisa Gretta meminum obat abor*i, kenapa dia melakukan itu?.


Sekalipun Albert belum yakin jika janin itu anak nya, tapi dia tidak sampai kepikiran untuk meminta Gretta membun*h janin tak berdosa itu.


"Tolong selamatkan pacar saya dok, berapapun biaya nya tolong selamatkan keduannya" pinta Albert pada dokter.


Dokter hanya mengangguk meski dia tak bisa menjamin apa yang Albert mau, tapi dia hanya bisa berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan.


Dan selebihnya hanya Tuhan yang tau karena jika Tuhan sudah berkehendak lain dia tak bisa melakukan apa-apa.


Albert duduk dengan pandangan yang menerawang, dia tak parcaya jika Gretta seberani itu melakukan hal yang sangat fatal seperti ini.


"Albert" panggil Alya.


Albert yang di panggil langsung melirik, Alya yang ke rumah sakit sendirian itu langsung duduk di samping putranya.


"Kamu lihat apa yang dia lakukan?" tanya Alya.


"Dia mau membun*h anak nya" ucap Albert matanya lurus ke depan.


"Kau tau kenapa dia melakukan itu?" tanya Alya lagi.


Dan Albert hanya diam, menurutnya tak ada alasan yang begitu jahat untuk membun*h darah daging sendiri.


"Gretta tinggal sendirian, dia tak punya pundak hanya untuk sandaran menangis. harusnya kau tau jika Gretta adalah gadis yang kesepian dia hanya butuh uluran tangan sayang" ucap Alya dengan helaan nafas panjang.


Albert melirik sang Mommy dengan wajah yang tidak bisa di artikan.


"Dia punya banyak uang, rumah dan kekayaan yang di tinggalkan Papanya, apa itu masih kurang?" tanya Albert.


"Uang tidur menjamin kehidupan seseorang, kau tau Mommy dulu juga seperti Gretta. Mommy punya uang yang di transfer kan Oma Opa kamu dan meski punya uang Mommy tak pernah bahagia, Mommy mencari kebahagiaan di luar hingga Mommy terjebak dalam tipu daya orang jahat dan bertemu dengan Daddy " Alya menjeda ucapan nya.


Lalu Alya menceritakan bagaimana pertemuan pertamanya dengan Luke, juga drama kecil sebelum mereka saling menerima satu sama lain yaitu saat Mommy nya pura-pura hamil.


Albert mendengarkan sambil bersandar di bahu sang Mommy.


"Mommy hanya butuh sandaran, seseorang tempat berlindung dan juga kasih sayang. hanya itu" ucap Alya sambil melirik Albert.


Dan Alya kaget melihat putranya yang ternyata menangis.


"Hey kenapa menangis" Alya menatap heran putranya.


"Begitulah, kau terlalu keras untuk gadis yang sedang merasa kesepian" balas Alya apa adanya.


"Gretta kehilangan banyak darah Mom, Dokter bilang dia meminum obat abor*i dan sekarang kondisinya sangat mengkhawatirkan, dia kehilangan banyak darah yang bisa membuat janin dan dirinya terancam" jelas Albert memeluk Alya.


Mendengar ucapan sang putra Alya sangat kaget, sudah dia duga jika Gretta yang baru saja di tinggalkan Papanya pasti akan melakukan hal salah maka dari itu Alya meminta Albert membawa Gretta ke rumah nya, Alya mau Albert bicara pelan-pelan dan mengajak Gretta menikah.


"Mom apa mereka akan baik-baik saja?" tanya Albert di pelukan Alya.


"Berdoalah, Tuhan pasti akan membuat Gretta dan janin yang ada di perutnya selamat" kata Alya positif.


Dan selama Gretta di UGD Albert masih memeluk Alya, dia merasa memiliki perasaan bersalah setelah mendengar cerita sang Mommy.


Hingga setelah satu jam lebih menunggu Albert mendengar kabar baik, Gretta dan janin yang ada di dalam rahim nya bisa di selamatkan, meski saat ini kondisinya masih sangat lemah.


"Mau kemana?" tanya Alya saat Albert akan masuk ke ruangan dimana Gretta di rawat.


Sebelumnya Gretta sudah di pindahkan ke ruangan intensif, dan Albert berniat menemui Gretta.


"Aku mau bertanya pada Gretta" balas Albert.


"Jangan sekarang, lebih baik sekarang kamu makan dulu. biarkan Mommy yang menemui Gretta" ucap Alya.


"Tapi Mom__"


"Tidak ada tapi-tapian, Gretta sedang down dan sekarang bukan waktunya kalian berdebat, beri Gretta ruang untuk sendiri. oke" pinta Alya menatap putranya.


Huh..


Albert diam nampak berpikir, dia sangat penasaran akan alasan Gretta melakukan semua ini.


Tapi setelah mendengar penjelasan sang Mommy Albert merasa kali ini dia tidak boleh egois, Albert tak mau kondisi janin Gretta memburuk karena mental Gretta akan down jika bertemu dengan nya dan Albert sangat yakin untuk hal itu.


"Baiklah, aku akan pulang saja" ucap Albert akhirnya.


"Hemm itu lebih baik" balas Alya lagi.


Albert pulang dengan memakai mobil Gretta, sedangkan Alya memilih masuk ke ruangan Gretta.


Saat baru masuk Alya melihat Gretta yang terbaring lemah di ranjang pasien, wajahnya yang pucat membuat Alya merasa sedih.


"Malang sekali nasib mu sayang, Mommy janji akan membuat mu mendapatkan keluarga lagi, Albert akan membahagiakan mu" gumam Alya mendaratkan bokooong nya untuk duduk di sofa, dan memilih menunggu Gretta bangun sambil tiduran di sofa.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏