
Sesampainya di rumah keduanya langsung masuk ke dalam kamar, di dalam kamar Gretta yang lelah langsung tiduran setelah beres cuci kaki.
Albert yang melihat itu tak mau melewati kesempatan baik nya, dia langsung berjalan mendekati ranjang.
"Mau ngapain" tanya Gretta saat Albert akan naik ke ranjang.
"Minta jatah" balas Albert apa adanya.
"Kaki kamu bau, cuci kaki sana" suruh Gretta.
Dan Albert yang malas pun berniat untuk tidak mendengarkan perintah istrinya dan langsung duduk.
Plakk!
Bokoong Albert di tepuk dengan kertas oleh Gretta.
"Cuci kaki, dasar jorok!" kesal Gretta dengan wajah malas nya.
Huh..
"Awas kau habis ini tidak ada kata sabar lagi" balas Albert yang kesal.
Dan Albert mau mau tak mau langsung ke kamar mandi untuk mencuci kaki nya.
Gretta diam dan acuh mendengar ucapan Albert yang sedikit mengancamnya itu.
"Dasar tengil" ucap Gretta sambil bermain ponsel sambil tiduran.
Tak lama kemudian Albert keluar dari kamar mandi dan langsung naik ke ranjang.
Di lirik nya Gretta yang seperti biasanya tidur membelakangi nya, dan jangan lupakan guling yang berada di tengah-tengah antara keduanya.
Albert dengan kasar melempar guling itu ke sembarangan arah, dan tanpa basa-basi dia langsung memeluk dan mencium baju Gretta.
"Albert jangan seperti ini" kata Gretta berontak.
"Kapan aku mendapatkan jatah ku" ucap Albert bertanya.
"Pikiran mu kenapa ranjang terus?" jawab Gretta heran.
Albert mengerikan bahunya tak tau.
"Yang jelas setelah menghabiskan malam dua kali berasama mu aku merasa doyan" balas Albert sambil mencium bahu Gretta lagi.
Gretta yang di cium bahunya sedikit merinding, lalu dia mencoba melepaskan diri meski usahanya masih tidak membuatnya berhasil terlepas dari Albert.
"Banyak wanita, kau bisa menggunakan uang untuk membeli keinginan mu" sahut Gretta sengaja.
Ingin tau apa jawaban Albert akan ucapannya itu.
"Kau pikir aku suka bermain dengan banyak wanita, aku hanya pernah dengan mu saja" jelas Albert jujur.
Dan langsung mendapatkan lirikan dari Gretta.
"Aku tak percaya, kau lihat bahkan aku sampai hamil" kata Gretta menatap Albert heran.
"Aku berkata apa adanya, dan untuk kau hamil mungkin karena milik ku hebat, lihat saja Mommy punya banyak anak dan itu artinya gen Daddy ku hebat di ranjang" jawab Albert dengan senyuman penuh percaya dirinya.
Gretta memutar bola matanya malas, menyesal dia membahas masalah itu.
Albert melihat Gretta yang diam, dan melihat hal itu Albert tak mau membuang kesempatan nya dan langsung membungkam bibir Gretta dengan ciuman.
Hemph..
"Good" ucap Albert tersenyum dan langsung memperdalam ciuman nya.
Gretta yang di cium matanya melihat mata Albert yang begitu dekat, mata mereka saling bertubrukan hingga Gretta yang hampir terbius oleh ciuman Albert itu di sadarkan oleh sentuhan tangan Albert.
Albert meraba bagian yang dia suka yaitu bukit kembar yang menantang, kecil dan padat tapi sangat pas di tangan nya.
"Ahk!" Gretta reflek mengeluarkan suaranya.
Dan semakin membuat Albert gila, dia semakin tak terkendali, entah sejak kapan Albert juga sudah memiliki posisi nya yaitu di atas tubuh Gretta.
Karena melihat Gretta yang seperti mau Albert pun tak membuang waktu nya, dia langsung melakukan permainan bercinta nya meski gerakan penolakan Gretta masih dia rasakan dan lihat.
.
.
"Makasih" kata Albert tersenyum puas.
Gretta menarik selimut dan langsung membelakangi Albert.
Dia heran dengan tubuhnya yang lain di mulut juga lain di hati, bisa-bisa nya dia pasrah dan menikmati permainan Albert tadi.
"Aku benar-benar sudah gila, sejak kapan aku suka main wiki" batin Gretta merasa pikiran nya sudah terkontaminasi oleh Albert yang otak nya berisi masalah ranjang terus.
"Grett" panggil Albert.
"Hem" balas Gretta tak melihat ke arah Albert.
Dan Albert yang tak suka akan hal itu menarik tangan Gretta sehingga membuat Gretta mengubah posisi tidurnya menjadi melihat ke arah Albert.
"Apaan sih?" Gretta masih dengan wajah jutek nya.
"Kita harus membuat perjanjian" kata Albert.
"Perjanjian apa?" tanya Gretta menatap bingung Albert.
Albert menatap Gretta, lalu tangan nya terulur untuk mengusap perut Gretta yang masih rata itu.
"Akbert perjanjian apa?" tanya Gretta lagi.
"Kita buat perjanjian untuk menjenguk anak kita satu minggu 6 kali, jadi dia akan nggak akan ngerasa di abaikan oleh orang tuanya, gimana ide bagus kan?" Albert berkata dengan wajah nya yang so kegantengan.
Gretta diam tak bisa berkata-kata mendengar penuturan suaminya itu, bisa-bisanya dia menanggapi obrolan suami mesum nya.
"Atau kamu mau seminggu tujuh kali? aku sih nggak papa kalau mau nya gitu, 10 kali seminggu juga boleh kalau kamu mau" lanjut Albert santai.
Astaga..
"Otak kamu isi nya emang gituan semua ya?" tanya Gretta jengah.
"Isi apaan? aku hanya nawarin takut kamu mau tapi kamu malu bilang mau nya" balas Albert merasa benar.
Sekali lagi Gretta menggelengkan kepala nya, dia sepertinya harus banyak istighfar saat meladeni suaminya yang otak nya ************ terus.
"Gimana?" tanya Albert bisa-bisa nya masih bertanya.
"Diam atau aku tinju kamu!" kesal Gretta kembali tidur membelakangi Albert karena saking kesalnya.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗