I Hate You Love Me!

I Hate You Love Me!
Ulat bulu



"Albert" panggil seseorang.


Albert melihat ke sumber suara, dia melihat seorang yang waktu itu pernah bertemu dengan nya di restoran.


"Kamu" Albert melihat gadis muda itu.


"Iya, kamu lupa nama ku?" tanya Kanaya.


"Naya?" ucap Albert.


"Astaga kamu ternyata tak meluapkan nama ku" Kanaya nampak kegirangan.


Albert tak lagi membalas melainkan dia melihat sekitarnya, tumben dia tidak melihat Gretta di kantin padahal ini jam makan siang.


"Boleh aku duduk bersama mu?" tanya Kanaya.


Baru saja Albert akan menolak tapi Kanaya sudah menarik kursi yang membuat Albert hanya bisa membiarkan nya.


Kanaya terus melihat Albert, dia rasa Albert pasti sangat mudah di dekati dan jika pun sulit dia akan berusaha semampunya untuk mendapatakan Albert.


"Kamu mencari sesuatu? atau menunggu seseorang?" tanya Kanaya melihat Albert yang terlihat mencari seseorang.


Albert mengangguk.


"Ya, aku sedang menunggu ist__ sepupu ku" jawab Albert sedikit meralat ucapan nya.


Dia ingat jika Gretta meminta nya menyembunyikan status hubungan mereka yang seorang suami istri.


"Perempuan?" tanya Kanaya.


"Ya" balas Alex cepat.


Dan saat bersamaan juga Albert melihat Gretta yang berjalan bersama teman wanita nya.


Albert langsung melambaikan tangan nya, Gretta sebenarnya tak mau satu meja dengan Albert tapi saat melihat seorang gadis berambut pirang yang duduk bersama Albert seketika dia merasa marah dan kesal.


"Dia benar-benar tidak bisa menjaga perasaan ku" kesal Gretta dalam hati.


Gretta mendekat Albert dan dengan santainya dia duduk di meja yang bersebelahan dengan Albert.


"Halo, aku Kanaya teman nya Albert" ucap Kanaya memperkenalkan dirinya.


"Oh" balas Gretta singkat.


Kanaya melihat Gretta yang acuh, dia merasa sepupunya Albert satu ini sangat menyebalkan.


"Ini Gretta, sepupuku" ucap Albert.


Dan langsung mendapatkan cubitan di pinggang oleh Gretta.


"Sepupu" Gretta menekan kata sepupu dan matanya menatap tajam pada Albert.


"Sakit tau" kesal Albert yang di cubit.


"Rasakan saja" balas Gretta acuh.


Kanaya melihat tingkah kedua sepupu itu yang sangat aneh, tapi dia tidak mau berpikiran aneh dan lebih memilih memesan makanan nya.


Gretta juga memesan makanan nya, Albert juga memesan hingga setelah lama menunggu pesanan mereka datang.


"Albert suapi aku" pinta Gretta.


"Wah ternyata kamu manja ya pada Albert" Kanaya menyahut cepat.


Gretta mengangguk sambil melirik Albert.


"Aku dan Albert tumbuh bersama, kami juga sekolah di sekolah yang sama terus bahkan aku sering mengintip Albert yang tidak memakai apa-apa" ucap Gretta dengan santai.


"Tidak memakai apa-apa?" Kanaya menatap bingung.


Albert langsung melirik ke arah Gretta, kapan dia di masa kecilnya memperlihatkan tubuhnya pada Gretta.


"Kau menipunya" bisik Albert.


"Diamlah, aku tidak menipu karena aku memang setiap hari melihat tubuh telanjang mu yang hot" balas Gretta yang juga berbisik.


"Oh jadi kau suka tubuh telanjang ku yang hot? ck kau mendambakan ku kan?" tuduh Albert masih dengan berbisik.


Sontak Gretta yang di suapi itu melotot pada Albert.


"Jangan geer, kau yang selalu memaksa untuk main aku hanya menuruti" bisik Gretta dengan tegas, tentu dia tak mau mengakui jika dia juga menikmati percintaan mereka.


Keduanya yang sedang saling berbisik mengundang perhatian Kanaya, apalagi Albert juga menyuapi Gretta dengan lembut.


"Albert seorang pria yang lembut, beruntung nya aku jika aku bisa mendapatkan pria sempurna seperti Albert" batin Kanaya penuh damba pada Albert.


.


.


Albert pergi sebentar ke toilet setelah selesai makan, dan kini tinggal Gretta dan Kanaya yang sedang duduk berhadapan dengan Gretta.


"Kamu beruntung menjadi sepupunya, Albert sangat lembut dan perhatian padamu" kata Kanaya memulai obrolan.


Apa?


Beruntung?.


Tidak, menurut Gretta dia bukan beruntung melainkan dia lebih ke harus menerima takdir nya yang harus bersama Albert.


Dan untuk Albert yang lembut dan perhatian Gretta rasanya mau muntah, dari mana perhatian nya, Albert melakukan sesuatu yang baik jika ada mau nya saja dan Gretta yakin jika sampai di rumah nanti si bahlul Albert akan meminta jatah harian nya.


"Apa Albert punya pacar?" tanya Kanaya lagi.


Hah?..


"Tidak" balas Gretta cepat.


"Syukurlah" Kanaya nampak lega.


"Maksudnya?" tanya Gretta.


Kanaya melirik Gretta lalu..


"Jika Albert tak punya pacar aku rasa aku punya kesempatan untuk menjadi pacarnya" jelas Kanaya dengan percaya dirinya.


Membuat Gretta melotot mendengar pengakuan gadis ganjen di depan nya.


"Albert memang tidak punya pacar nona, tapi dia punya istri yang sedang mengadung benih nya, dan itu adalah aku sendiri" batin Gretta kesal.


Dia merasa seperti sedang di hadapkan dengan calon ulat bulu yang mau menikung secara terang-terangan.


"Apa Mommy nya Albert galak?" tanya Kanaya ingin mencari informasi tentang Albert lebih banyak lagi dari Gretta yang dia anggap sebagai sepupu Albert.


"Sangat galak, bahkan Albert selalu di pukul bokoong nya jika melakukan kesalahan" jelas Gretta apa adanya.


"Kalau begitu bantu aku mencari tau kesukaan Mommy nya Albert, aku mau mengambil hatinya agar bisa mendekati Albert dan mendapatkan restu dari Mommy Albert" lanjut Kanaya yang membuat Gretta tidak bisa berkata-kata.


Benar-benar ulat bulu.


"Langkahi mayat ku dulu jika kau mau mengambil mertua kesayangan ku, enak saja Mommy Alya adalah mertua ku dan tak akan aku berikan pada wanita manapun!" batin Gretta yang semakin tak menyukai Kanaya.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏