
Mohon maaf bila ada kesamaan atau kesalahan dalam cerita, cerita ini hanya fiksi. Selamat membaca.
"Hm hanya ada 19 orang ya"Gumam Alston sehabis melihat buku absen yang sudah terisi oleh nama anak di kelasnya
"Yap begitulah, ini kan kelas paling rendah"Ujar laki-laki di sebelah Alston tiba-tiba
"Oh"Jawab singkat Alston
"Yoi, jadi kelas kita ini jurusan IPS yang nilainya paling rendah, makanya wali kelas kita tidak datang.. mungkin besok"Ucap laki-laki menjelaskan
"Gua Kenric salken ya.. Lo Alvin kan, tadi gua denger nama lo"Lanjut Kenric tersenyum
"Fuk! nama gua Alston!"Balas Alston mendadak kesal sambil menunjukkan jari tengahnya
"Hahaha lol! ini perkenalan yang tidak biasa"Ujar Kenric malah tertawa
"Nama panjang mu Alvin hendra kan... masa di panggil Alston, gak cocok ah"Ujar Kenric menatap santai orang di depannya
"Hm bener juga, lebih cocok di panggil Alvin"Timpal Delwyn cukup keras dan membuat sekelas jadi membicarakan tentang Alston juga
"T*lol! bikin gua kesel aja! nj*ng!"Teriak Alston marah dengan menunjukkan jari tengahnya kepada seluruh kelas
"Padahal udah gua tahan! sial Lo"Lanjut Alston menendang mejanya
"Hahaha jangan pemarah gitu dong, santai aja.."Ucap Kenric tanpa ada takut takutnya
'Tak!' Jitak Alston di kepala Kenric keras
"Ouch! ahhh sakit.. "Ucap Kenric yang bukannya marah dan malah ngelawak sekelas
"Hahaha sukur salahnya banyak omong!"Ujar Delwyn tertawa
"lahis Lo.. Alvin marah.."Timpal seorang cewek yang di bajunya tertulis nama 'Bianca'
"Alston! gobl*k"Sela Alston keras
"Hahaha gila gua ketawa terus dari tadi! ngakak banget!"Ujar Delwyn yang memang terus tertawa di belakang
"Kita nyimak aja lah"Ucap anak lain yang diangguki anak sekelas yang dari tadi juga diam
"Sial! dah lah! mending sekarang pilih ketua kelas! yang mau ngajuin diri maju ke depan!"Ucap Alston menyudahi
Dan tak lama maju 2 orang laki-laki dengan percaya diri. Satunya memiliki mata yang sipit dan laki-laki satunya menggunakan kacamata yang sangat tebal.
"Oke sekarang kalian yang mau pilih sipit angkat tangan"Ucap Alston tanpa basa-basi
"Mereka nggak memperkenalkan diri dulu? kita kan masih baru dan belum saling kenal"Tanya Bianca menatap Alston
"Nggak perlu, yang penting mereka bisa bertanggung jawab terhadap kelas ini. kalau tidak..."Jawab Alston sambil memperlihatkan kepalan tangannya kepada dua orang yang sedang berdiri di depan
"Haha.. tentu saja ketua harus bertanggung jawab.."Ucap canggung si sipit yang melihat tatapan seram Alston, sedangkan si kacamata hanya mengangguk
"Sudah! cepat yang pilih sipit angkat tangan. Dan yang pilih kacamata lipat tangan di meja"Ucap Alston menatap teman sekelasnya yang juga menatapnya
Setelah beberapa detik semua sudah melakukan apa yang di suruh oleh Alston dan Alston juga sedang menghitung jumlah pemilih masing-masing
"12 kacamata! 7 sipit!"Ucap Alston keras setelah selesai menghitung, Alston sendiri memilih kacamata dengan melipat tangannya di meja
"Yah, kenapa yang milih gua cuma 7 orang.."Ucap mata sipit malas
"Itu.. mungkin karena kacamata terlihat pintar"Balas salah satu laki-laki tersenyum miring
"Yap begitulah"Timpal Delwyn yang di angguki beberapa orang
Sedangkan si kacamata tersenyum semangat.
"Sipit kembali ke tempatmu, dan kacamata perkenalkan dirimu dan tujuan mu menjadi ketua kelas"Ucap Alston memangku kepalanya dengan tangan
"Siapa yang sipit? namaku itu Syivit!"Ucap si sipit yang memperkenalkan dirinya dengan nama Syivit sambil berjalan ke kursinya
"Perkenalkan aku Glacing bisa di panggil Glac, aku akan manjadi ketua kelas mulai sekarang dengan tujuan untuk menjadi ketua kelas. kuharap kita semua bisa berteman baik!" Jelas Glac semangat
-_ "Apa dia sungguh pintar"Batin sekelas ragu
•
Saat ini di kelas sudah tinggal beberapa orang, dan yang lainnya sedang berjalan jalan di lingkungan sekolah untuk lebih beradaptasi.
Dan Alston termasuk orang yang masih berada di kelas, Alston sedang duduk dengan menutup mata sambil mendengarkan musik dari hendset nya.
Mendadak Alston merasakan sentuhan tipis dari punggungnya, kemudian Alston membuka matanya dan menghadap ke kursi belakangnya.
Ternyata itu adalah seorang laki-laki dengan matanya yang lebar beserta pipinya yang juga cukup bulat.
"Apaan!"Tanya Alston yang tiba-tiba ngegas
"Ah itu.. makasih yang tadi, Als- Alston"Ucap Arlo ragu sambil menatap ke arah Alston dengan senyum tipisnya
"Bodoh"Balas Alston yang langsung kembali membalikkan tubuhnya
Sedangkan Arlo sedang tersenyum canggung dengan jawaban yang di berikan Alston.
"Arlo kan? salken gua Zaldy"Ucap seorang laki-laki dari belakang Arlo memperkenalkan diri
"Ah iya, salam- salam kenal juga"Balas Arlo mengangguk kan kepalanya
"Mau ikut gua keliling sekolah? sekalian liat kantinnya"Ajak Zaldy pada Arlo
"Eee ah.. oke"Jawab Arlo berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mengikuti Zaldy yang sudah berjalan di depannya
Dan begitulah akhirnya di kelas hanya tinggal Alston dan seorang perempuan yang duduk tak jauh dari Alston tanpa ekspresi.
Beberapa jam kemudian, bel pulang berbunyi dan anak di kelas Alston juga sudah mulai kembali ke kelas dan sedang bersiap untuk pulang.
"Apa kita sudah boleh pulang?"Tanya Bianca yang sudah berdiri untuk pulang
Sedangkan Alston langsung saja keluar kelas tanpa berkata apapun.
"Yap sepertinya sudah boleh"Ucap Kenric yang juga akan keluar kelas
Di sisi Alston saat ini dia sedang berjalan bersamaan dengan anak kelas lain yang juga baru keluar, dan Alston menuju tempat parkir motor dengan handset yang terpasang di telinganya.
Sesampainya disana, Alston melihat bila motornya sedang di naiki dan di foto oleh beberapa anak dari sekolahnya yang tentu saja tidak Alston kenal.
"Menyingkir"Ucap Alston saat di dekat beberapa orang yang menaiki motornya
"Hah? apa kau pemilik motor ini? ternyata anak baru to.."Ucap seorang laki-laki yang masih duduk di motor Alston
"Menyingkir"Ucap Alston lagi yang kali ini sudah menjadi tontonan para murid yang lewat
'Dia anak baru ya? sial sekali dia sudah bermasalah dengan Roko di hari pertama'
'Siapa itu Roko? apa dia preman sekolah?'
'Yap dan lagi, Roko itu anak keluarga Syin'
Begitulah yang di ucapkan anak-anak yang melihat Alston dan anak bernama Roko itu.
"Lo kagak tau gua ya? gua itu anak keluarga Syin'"Ucap Roko menatap Alston remeh
"Bukan urusan gua. Minggir sana!"Balas Alston sambil menendang perut Roko hingga terjatuh dari motor
'Bruk'
"Kau! beraninya! dan kalian! kenapa diam saja!"Ucap keras Roko kepada beberapa orang di dekat Alston
Dan langsung saja kedua tangan Alston dipegangi oleh dua orang di dekat Alston.
Dan yang lainnya mulai bersiap untuk memukul Alston.
'Hey apa kita harus menyelamatkan nya?'
'Dia anak baru, bagaimana jika laporkan ke guru'
'Biarin aja, lagian ini kan cuma candaan sesama teman'
'Eee apa?'
Itulah suara suara yang terdengar di telinga Alston
"Kalian gobl*k ternyata"Ucap Alston sambil menghempaskan dua orang yang memegangi tangannya ke tanah dengan mudah
'Brugh'
"Alvin dulu sering kerja paruh untuk mendapatkan uang, bahkan dia sudah pernah mengangkat barang seberat 11 kg. Ini bukan apa-apa jika di bandingkan kekuatan fisiknya"Batin Alston yang merasa cukup beruntung
"Hajar anak itu!"Ucap salah seorang pengikut Roko
Dan ada 5 orang yang langsung menyerang Alston tanpa permisi, namun tentu saja dapat Alston hindari dengan mudah.
"Kalian beruntung karena aku sedang kesal"Ucap Alston tersenyum miring
Alston dengan keras menendang perut beberapa orang yang akan memukulnya hingga mereka terjatuh dan memuntahkan makanannya.
'Ugh! hooek!'
"Tch kebanteran" Gumam Alston malas
'Mereka bertarung! apa kita harus menolong anak baru itu?'
'Jangan! jangan berurusan dengan anak bernama Roko itu'Ucap beberapa orang yang dari tadi melihat
"Cukup biar gua aja yang lawan dia, satu lawan satu"Ucap Roko menyuruh gengnya untuk mundur
"Kau harus senang karena bisa merasakan pukulan ku"Ucap Roko kepada Alston sambil meregangkan otot-otot tangannya
"B*cot"Balas Alston sambil menunjukkan jari tengahnya yang tentu saja membuat Roko geram
Roko langsung meluncurkan tinjunya ke arah bagian leher Alston namun terblokir oleh tendangan Alston yang lebih cepat.
'Brugh!' tubuh Roko terhuyung hingga menabrak motor Alston
"Hehe, kau. Kuat juga kau"Ucap Roko menyeringai ke arah Alston
Sedangkan Alston hanya menatap malas orang didepannya.
"Woy Alvin! ngapain kamu berantem!"Ucap keras seseorang tak jauh dari Alston
Alston menatap ke asal suara dan melihat Delwyn, Kenric, dan Syivit yang sedang berlari ke arahnya.
"Siapa kakak kelas ini?"Tanya Kenric melihat ke arah Roko
"Keren sekali bisa melawan kakak kelas!"Timpal Delwyn mengacungkan jempolnya
"Menyingkir! jangan mengganggu"Balas Alston menyuruh pergi
"Kakak itu... Roko! benar itu Roko preman sekolah ini"Ujar Syivit keras yang perkataannya membuat Roko tersenyum bangga
"Biar aku panggilkan guru!"Lanjut Syivit berlari kembali ke sekolah
"Tch sial"Gumam Alston malas
"Ini nomorku. Aku nanti akan mengirimkan uang berobat temanmu, gua mau pulang"Ucap Alston sambil menyerahkan kartu identitas miliknya
"Jadi kau takut"Balas Roko menatap Alston dengan tatapan mengejek
"Aku malas berurusan dengan guru, lagipula kamu hanyalah bocah lemah"Ucap Alston sambil memasukkan kartu namanya di saku baju Roko dan langsung menaiki motornya
"Dan kalian bubar sana"Lanjut Alston sambil menjalankan motornya cepat
"Apa?! hey kau! beraninya kau mengataiku!"Ucap marah Roko setelah otaknya ngelow sesaat
"Lhoh! kemana anak itu!"Lanjut Roko yang tidak lagi melihat Alston
-_-"Tol*l, apa dia beneran preman sekolah ini"Gumam pelan Delwyn dan Kenric yang juga beranjak pergi seperti murid lainnya
"Ric ternyata motor itu punya Alvin, orang tuanya kerja apa ya"Ucap Delwyn yang sedang berjalan dengan Kenric
"Entah, tapi Alvin sepertinya sangat kua-"Jawab Kenric yang terpotong oleh teriakan seseorang
"Hey kalian! mana Alvin dan kak Roko!"Teriak Syivit berlari ke arah Kenric dan Delwyn yang dibelakangnya di ikuti seorang pria paruh baya
"Udah pergi"Jawab Kenric setelah Syivit cukup dekat
"Maksudmu? pergi? lalu bagaimana dengan Alvin? apa dia terluka? aku sudah membawa seorang guru"Balas Syivit sambil menunjuk seorang guru yang tak jauh darinya
"Alvin baru saja pulang dan tidak terluka"Jawab Kenric sambil melihat seorang laki-laki yang menuju ke arahnya
"Hey, kau Arlo kan. Ada apa"Ucap Kenric menanyai teman satu kelasnya yang baru datang
"Itu.. bagaimana dengan Alston? aku tidak sengaja dengar dari Syivit"Tanya Arlo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Aman, tidak ada yang terluka, dan kau Syivit sebaiknya kau menjelaskan kepada guru yang sudah kau bawa"Ucap Delwyn menjawab intinya
"Ah iya, aku pergi dulu kalau begitu"Ucap Syivit yang pergi ke arah guru tak jauh di belakangnya
Terimakasih telah membaca