I don't know

I don't know
02



Mohon maaf bila ada kesamaan atau kesalahan dalam cerita, cerita ini hanya fiksi. Selamat membaca


10 hari berlalu, dan Alston hanya berada di apartemennya untuk membuat konten di wowtube atau juga meretas beberapa perusahaan besar untuk di peras uangnya.


Di wowtube, Alston sudah di kenal dengan sebutan 'Explosion gamer' atau juga 'Mr. boom' hal ini karena Alston yang sangat pro dalam bermain game dan sifatnya yang selalu ngegas.


Wubscribers nya sendiri kurang lebih sudah mencapai 500 rb hanya dalam kurun waktu 1 Minggu. Hanya saja Alston tidak pernah tampil langsung di depan kamera, hal ini membuat para penonton penasaran.


-Catatan


Wubscribers \= subscribers.


Editing video juga dilakukan oleh Alston sendiri, dan sekarang dia sudah bisa mendapatkan penghasilan dari aplikasi wowtube ini.


Kalo tentang penghasilannya..


Alston biasanya bisa mendapatkan uang sebanyak ** jt dari wowtube, tapi itu juga tergantung dari banyaknya view.


Dan kalo dari kacker, Alston bisa banyak mendapatkan uang dan informasi dari sana. Bisa dari memeras orang kaya, menjual informasi, dll.


Juga akhir akhir ini Alston sedang membuat sistemnya keamanan sendiri agar aman dan tidak bisa di retas oleh siapapun.


Alston masih tetap tinggal di apartemen yang sama, hanya saja ruangannya sedikit di ubah dan di rapihkan.


Di dalam apartemen Alston terdapat 4 ruangan, dekat pintu ada ruang tamu, lalu ada ruang makan dan dapur, dan ruang kamar dan kamar mandi yang di jadikan satu, dan terakhir gudang yang sekarang sudah Alston jadikan tempat rekamannya.


Alston beberapa hari terakhir ini, sudah membeli beberapa barang baru untuk kebutuhannya. Dan juga dia sudah bertemu dengan beberapa orang di apartemennya yang sepertinya tidak terlalu ramah kepadanya.


walau begitu para penghuni di apartemen ini sedang pada berlibur ke rumah mereka dan hanya menyisakan beberapa orang yang membuat Alston masih baru melihat sedikit orang.


Dan juga Alston juga baru menyadari bila ternyata Alvin yang saat ini tubuhnya sudah di tempati olehnya hanya memiliki 1 orang teman, dan sisanya adalah anak yang biasanya membully.


Alston tau saat dia membaca chat chat di hp Alvin, di situ kebanyakan hanya berisi cacian dan ejekan. Dan sisanya berisi chat dari gurunya yang memberitahukan tentang beasiswa dan sekolah barunya nanti.


Kembali ke cerita, saat ini jam menunjukkan pukul 5 sore


Dan Alston baru saja mandi karena sehabis berolahraga di atap gedung apartemen.


"2 hari lagi masuk sekolah"Gumam Alston yang sedang memakai bajunya


Setelah memakai baju, Alston merebahkan tubuhnya di kasur.


"Gua tiba-tiba kok penasaran ya.. kira-kira waktu gua mati ada yang sedih gak ya"Gumam Alston sambil menutup kepalanya dengan bantal


"Kalo perempuan itu pasti gak mungkin, paman sin.. paman sin gimana ya? dia yang udah rawat gua dari kecil"Lanjut Alston


"Tch, sial! gua.. pingin mukul orang"Gumam Alston lagi yang makin mengeratkan bantal di kepalanya


"Lol kepala gua malah sakit lagi! jangan sampe pingsan"Ujar Alston yang akhirnya berdiam diri di kasur


Beberapa menit setelahnya


Alston berdiri dari tempat tidur dan menuju ke dapur. "Makan apa ya"Gumam Alston sambil membuka kulkas yang sudah terisi beberapa bahan makanan


"Makan spaghetti aja lah"Ucap Alston akhirnya sambil mengambil bahan bahannya


POV


Biar ku ceritakan sedikit tentang Alston..


Alston merupakan anak tunggal dari seorang pengusaha sukses dan seorang model, dan bisa dibilang jika keluarga Alston merupakan keluarga kaya dan cukup berpengaruh di abad 23.


Saat Alston berumur 8 tahun, Alston sudah lulus sekolah dasar dan langsung mengikuti sekolah militer di luar negeri pada umur ke 9 tahun.


Namun pada umurnya yang ke 17 tahun, Alston harus di pulangkan kembali ke rumah karena mendapatkan kabar bila ayah dan ibunya kecelakaan saat ingin mengunjunginya.


Di duga kecelakaan terjadi karena seseorang sengaja menaruh peledak di dalam mobil ayah Alston, yang di curigai merupakan salah satu saingan kerja orang tua Alston.


Setelah Alston sampai rumah, Alston melihat paman sin yang merupakan pelayan yang paling dekat dengan ayahnya sedang berada di sebelah orang yang sudah tertutup kain putih.


"Pa-paman? mana? mana ayah?!"Tanya Alston dengan suara bergetar


Paman sin berdiri dari duduknya dan dan menatap Alston sendu.


"Maaf tuan muda, tuan besar telah tiada. Dan nyonya besar masih di rawat di rumah sakit"Ucap paman sin sambil menepuk pundak Alston


"A-apa?"Gumam Alston sambil mendekat ke sebelah seseorang yang di tutupi kain putih


"I-ini ayah.. kenapa begini.."Ucap Alston setelah membuka dan melihat orang yang di tutupi kain putih



Sejak kejadian itu, keluarga Alston kacau.


Ibu dari Alston menderita penyakit jiwa karena tekanan yang terlalu besar, dan itu membuat ibu Alston menjadi lebih menggila jika di hadapan Alston.


Bahkan ibunya Alston sering main kasar dan teriak teriak pada Alston seorang, hal ini juga yang membuat mental Alston sedikit terganggu dan membuatnya sering melampiaskan kekesalannya ke orang lain.


Yah.. sebenarnya juga ibunya Alston sama sekali tidak peduli kepada Alston dan hanya memanfaatkannya untuk mendapatkan hati ayahnya Alston


Di saat seperti ini, hanya paman sin lah satu-satunya orang yang membuat keluarga ini tetap berdiri, sedangkan Alston memutuskan untuk sekolah di dekat rumahnya saja.


Kemudian di umur ke 18, Alston tanpa sengaja di rekrut menjadi anggota mafia karena kejeniusannya dalam segala bidang yang membuat sang ketua mafia tertarik.


Back to Story


Saat ini Alston telah selesai memasak dan tengah memakan makanan buatannya.


"Perfect"Gumam Alston yang menilai makanannya sendiri


Beberapa menit kemudian, Alston telah menyelesaikan makannya dan sedang berada di balkon untuk minum cola sambil menikmati angin sore.


BTW Alston berada di lantai 2 dari 3.


"Di masa ini enak juga, masih bisa melihat pemandangan sebagus ini"Gumam Alston menikmati semilir angin yang menerpa rambutnya


"Kok gua gak pernah ngenikmati alam kayak gini ya.. Sekarang ngelihat langit aja bagus banget. kenapa gua baru sadar ya?"Gumam Alston tersenyum tipis


Alston berada di balkon hingga hari sudah gelap, dan terdengar suara dering hp yang membuat Alston memutuskan untuk masuk kedalam apartemen.


"Pak guru?"Gumam Alston yang melihat nama orang yang menelfon nya


Alston kemudian mengangkatnya dan mendengarkan ucapan langsung yang keluar dari guru SMP Alvin yang bernama pak Hans.


"Alvin mendadak ada pengumuman di sekolah SMA mu, katanya besok sudah mulai sekolah untuk perkenalan.


Ini bapak juga bingung, kanapa baru di beritahu sekarang.. Jadi mending kamu siap siap ya besok.


Pake baju yang Minggu lalu diberikan, dan jangan lupa jaga imej sekolah ya"Ucap pak Hans panjang lebar tanpa mempersilahkan Alston bicara dan langsung menutup teleponnya


"Gurunya sopan"Gumam Alston sambil meletakkan kembali hpnya


Alston kemudian merebahkan dirinya di kasur dan bersiap untuk tidur, sambil mendengarkan musik dari hp lainnya untuk menemani malamnya yang selalu sepi.


Terimakasih telah membaca