
Mohon maaf bila ada kesamaan atau kesalahan dalam cerita, cerita ini hanya fiksi. selamat membaca.
"Dasar bodoh! bagaimana bisa kalian kalah!"Ucap seorang laki-laki ngegas kepada beberapa orang yang ada di depannya
Mereka sedang berada di dalam salah satu ruangan di kampus yang sudah selesai kegiatannya sedari tadi.
"Bodoh! apa kalian selemah ini?! melawan 3 polisi saja tidak bisa!"Lanjut laki-laki itu dengan raut wajah kesal
Lelaki itu terus saja berkata dengan kasar dan ngegas, sedangkan yang lainnya hanya diam dengan menundukkan kepala mereka.
"Hiks mm hik hiks"Mendadak terdengar suara tangis dari salah seorang yang sedang menundukkan kepala
"....."
".... Ck, udahlah gua mau pulang!"Ujar lelaki itu lagi sambil membawa tasnya dan keluar dari ruangan
•
Ck! kenalin gua Alston umur 24 tahun.
Gua... tch! males banget jelasin!
Gua ketua dari anak-anak di kampus gua, dan gua sangat ditakuti di beberapa kampus disini.
Lol
Gua biasanya habis pulang sekolah langsung pergi ke tempat kerja gua dan setelah itu gua baru pulang ke rumah.
...... Gua kerja jadi wakil dari geng Mafia terbesar di seluruh negara, dan kegiatan gua cuman membantu ketua geng Mafia untuk menyelesaikan masalah masalah yang menggangu.
Dan yah.. Gua anak orang kaya, orang kaya g*la!!
Anj*m! Akkh!! gua jadi kesel kan! tch dah lah pokoknya gua anak orang kaya.
Bodoh! lagian ngapain sih gua ngejelasin kaya begini?!
Back to Story
"Tch sial!"Gumam Alston yang saat ini sedang duduk di mobil otomatis miliknya, yang berarti mobil mandiri yang dapat melakukan apapun sendiri
"Males!"Gumam Alston menutup matanya sambil mendengarkan musik
Tak selang lama mobil yang dinaiki Alston berhenti di depan rumah kecil yang terletak di tempat cukup terpencil dan jarang dilewati oleh orang orang.
Alston keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam bagunan itu, Alston memasuki ruangan kecil yang berisi berbagai macam lukisan.
Alston lalu memasukkan jari tangannya yang sudah terdapat tato pada salah satu lukisan yang memiliki celah, dan lantai yang dipijaknya langsung membawanya ke dalam tanah.
Di sana Alston sudah di sambut oleh beberapa orang yang merupakan anak buah dari geng Mafia ini, kemudian Alston pergi ke salah satu ruangan lain yang merupakan ruangan tempatnya bekerja.
Alston memasuki ruangan dan sudah melihat seorang laki-laki paruh baya sedang duduk di tempat tak jauh darinya.
Dan Alston juga langsung duduk di tempat duduknya. "Ada pekerjaan untukku ketua?"Tanya Alston menatap ke arah pria paruh baya itu
"Ini"Jawab pria itu yang merupakan ketua geng mafia disini dan dia memberikan sebuah suntikan yang berisi cairan bewarna biru kepada Alston
"Apa ini? apa ini racun barumu lagi!"Ucap Alston sambil menatap malas ke arah ketuanya itu
"Tentu saja bukan, itu adalah cairan yang bisa membuat kebal dari semua racun dan dapat membuat darah menjadi obat berbagai penyakit serta membuat pemakainya tidak akan merasakan kesakitan apapun"Jawab ketua menjelaskan
"Jadi kau ingin aku mencobanya? apa efek sampingnya?"Tanya Alston yang memang sudah tau kebiasaan ketuanya yang suka membuat ramuan ramuan baru
"Aku tidak tau, makanya aku menyuruhmu untuk mencobanya"Jawab ketua santai
"Ck yaudah gua coba!"Ujar Alston yang langsung menyuntikkan cairan itu di bahunya
"Eh! itu harus dicampur dengan racun 023 dulu!"Ujar ketua namun terlambat karena Alston sudah menyuntikkan semuanya
"Hah?!! gobl*k! terus gimana ini woy!!"Ucap Alston marah
"Tunggu sebentar!!"Jawab ketua yang langsung keluar ruangan untuk ke tempat penyimpanan
"Tch kepala gua sakit"Gumam Alston yang sudah hampir tak sadarkan diri dengan busa yang keluar dari mulut dan darah dari hidungnya
Tak lama ketua datang dengan membawa botol kecil dengan cairan bewarna putih masuk kedalam ruangan dan dengan cepat langsung meminumkannya kepada Alston yang sudah sekarat.
"Jangan mati Als! aku bisa rugi besar!"Ujar ketua setelah menyuntik Alston
"Sial"gumam Alston sebelum menutup matanya
"Tch! aku kelamaan nyari racun 023 nya, terbuang sia-sia deh racunnya"Ujar ketua sambil memencet tombol di meja kerjanya
Dan langsung terdengar suara ketukan dari pintu. 'tok tok'
"Masuk"Ucap ketua
Masuklah 2 orang berbadan besar ke dalam ruangan. "Ada yang bisa di bantu ketua?"Tanya mereka
"Ya. Bawa mayat ini ke pemiliknya, tapi sebelum itu ambil matanya untuk dijual"Jawab ketua sambil menatap mayat Alston
"Baik ketua"Jawab mereka yang langsung menggotong dan membawa pergi mayat Alston keluar ruangan
"Hehe karena kau adalah orangku akan ku kembalikan mayatmu ke keluargamu, tapi tentu saja aku harus mendapat keuntungan bukan?"Ujar ketua menyeringai yang masih berada di dalam ruangan
•
'Tingtring!'
Pintu dibuka, dan memperlihatkan seorang pria paruh baya yang akan menyambut tamunya. Namun yang dia temukan hanyalah sebuah peti mati bewarna hitam dengan bercak darah di sekitarnya.
Dengan wajah pucat dan terkejut, pria itu kembali masuk kedalam rumah. Tak lama setelah itu keluar beberapa orang laki-laki dan seorang perempuan dengan pakaian mewahnya.
"Cepat buka petinya~" Ucap perempuan berbaju mewah itu memerintah
"Baik nyonya"Jawab mereka yang kemudian langsung membuka peti mati itu dengan mudah
Di dalam peti mati itu, terlihat mayat seseorang yang wajahnya sudah di penuhi dengan darah segar. Dan jika lebih di amati, mayat tersebut sudah tidak memiliki kedua matanya.
"Ini! tuan muda!"Ujar salah satu pria paruh baya yang sebelumnya membukakan pintu
"Benar! itu tuan muda!! cepat kalian panggil polisi dan cek cctv"Timpal yang lainnya
"Bagaimana bisa seperti ini?! tuan muda.. maaf tidak bisa menjagamu dengan baik seperti yang sudah diperintahkan almarhum tuan besar.."Gumam pria paruh baya itu lagi sambil terduduk di samping peti mati
"Ouh~ jadi ini Alston ya? ternyata dia mati ya? hihi"Ucap perempuan itu sambil ketawa ketawa sendiri
"Eh tunggu, kalo kamu mati siapa yang sama aku dong??~"Lanjut perempuan itu dengan menendang nendang peti matinya
"Nyonya, jangan begini nyonya.. tuan muda adalah anak anda nyonya"Ucap salah seorang memohon
"Anak ku?? haha kamu pasti bercandakan~~ mana mungkin itu anakku~"Jawab perempuan itu lagi
Beberapa detik setelahnya datang seorang pria dengan tergesa gesa.
"Cctv nya nya bermasalah, sepertinya ada yang sudah merencanakan ini" Ucap pria yang baru datang itu
"Cari! cari pelakunya sampai dapat!"Ucap keras pria paruh baya yang terduduk di dekat peti mati Alston
•
Ditempat dan waktu lain
"Ukh!! kepalaku.."Gumam seorang laki-laki yang baru bangun
"Ini.. ahk!! ingatan apa ini!"Lanjutnya sambil memegangi kepalanya ketika merasakan banyak sekali ingatan yang masuk ke pikirannya
Seorang laki-laki berumur 15 tahun bernama Alvin merupakan seorang anak yang sudah tidak memiliki satupun keluarga, dan hanya tinggal sendirian di sebuah apartemen kecil peninggalan keluarganya.
Dia merupakan anak yang baik+semangat, dan tahun ini dia akan bersekolah di luar kota karena dia mendapatkan beasiswa.
Namun tubuhnya sedari kecil sudah lemah hingga membuatnya menjadi sering pingsan, dan hal ini membuatnya memiliki ganguan jantung yang bisa menyebabkan mati mendadak.
Back to Story
"Ukh! ternyata begitu kejadiannya.. tapi bukankah ini sangat bodoh! bagaimana bisa aku ada di tubuh ini?!"Ucap laki-laki itu lagi
"Dan gua itu Alston! bukan Alvin!"Lanjut laki-laki itu lagi yang ternyata adalah Alston
"Ah gua inget! ahh sial! ketua b*ng*at!! beraninya mengambil mataku!!"Ucap Alston marah
"Gua kan.. belum mati tadinya"Gumam Alston yang akhirnya duduk di tempatnya untuk menenangkan diri
"Sial!!"Maki Alston pelan sebelum semuanya menjadi gelap
Flashback
"Ambil matanya untuk dijual"Ucap ketua
"Baik ketua"Jawab kedua orang itu sambil membawa tubuh Alston keluar ruangan
Kedua orang itu membawa tubuh Alston ke dalam suatu ruangan berdinding putih dengan alat alat rumah sakit yang berjejer rapi di sana.
"Gobl*k! gua gak mati woy!!"Ucap Alston marah, namun suaranya tidak bisa keluar dari mulut yang berbusa karena racun
"Kok gua gak bisa buka mata dan menggerakkan seluruh tubuh?! apa ini efek racunnya!? jika benar kenapa mereka tidak memeriksa nafasku dulu!"Batin Alston panik karena mendengar suara suara pisau kecil yang biasanya untuk menggambil dan mencongkel mata orang
Ternyata kedua orang itu sudah bersiap dengan benda-benda tajamnya untuk mengambil mata Alston.
Beberapa detik kemudian kedua orang itu saling menganggukkan kepala mereka dan langsung melakukan tugas mereka.
"Akh ini.. tidak sakit, berarti bukankah ketua ****** itu sudah berhasil dengan penemuannya?"Batin Alston yang hanya merasa gesekan kecil di bagian matanya
"Tapi.. gua bisa mati kekurangan darah. sial! lemes banget tubuh gua"Batin Alston lagi yang merasakan cairan kental membanjiri kepalanya
"Selesai, udah ayo kita masukkan kedalam peti dan bawa ke rumahnya"Ujar salah satu orang yang mengambil mata Alston
Di perjalanan
"Gua ini.. di dalam peti ya"Batin Alston yang sudah sangat lemah
"Akh sakit! badan gua sakit!! ukh!!"Batin Alston sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya
Flashback finished
Terimakasih telah membaca