I don't know

I don't know
03



Mohon maaf bila ada kesamaan atau kesalahan dalam cerita, cerita ini hanya fiksi. Selamat membaca.


"Fuk you! fuk you! you gonna be a fucek boy~ fucek boy~" Terdengar suara alarm dari hp Alston yang sudah menunjukkan pukul setengah 4 pagi


Alston terbangun dan segera mematikan alarm yang berada di sebelahnya.


"Sekolah.."Gumam Alston sambil berdiri dari tempat tidurnya


Alston mengambil seragam bewarna biru dongker yang sudah ada di lemarinya, setelah itu Alston segera mandi dan bersiap untuk sekolah.


Beberapa menit kemudian Alston sudah selesai bersiap dan sedang berjalan menuruni tangga untuk kebawah yang terdapat motornya.


Sesampainya disana Alston melihat salah satu penghuni apartemen, dan dia menggunakan masker hitam yang menutupi sebagian wajahnya.


"Aku tidak ingat dengan orang itu.. apa dia penghuni baru? dah lah itu gak penting"Batin Alston sambil berjalan ke motornya



Tidak sampai 2 jam, Alston sudah sampai di SMA Saset. "Udah jam setengah 6 tapi kok masih sepi ya"Gumam Alston sambil memarkirkan motornya ditempat yang sudah di sediakan


Di perjalanan tadi juga sepi, Alston hanya melihat beberapa orang lewat dan pria tua yang membersihkan jalanan.


"Apa jam segini masih belum pada beraktivitas? dulu aku bahkan udah mulai pelajaran jam 5"Gumam Alston menggelengkan kepala


Akhirnya Alston memutuskan untuk menunggu orang lain yang datang dengan duduk di atas dahan pohon besar dekat gerbang masuk.


Sambil menunggu, Alston membuka hpnya untuk melihat video game horror yang baru di posting kemarin.


"View-nya 1 jt, dislike 13, komen 2,5 rb.."Gumam Alston sambil membaca beberapa komentar di hpnya


"Gak penting banget."Gumam Alston yang membaca komentar tentang dirinya yang selalu mematikan lampu di setiap video hingga tidak terlihat wajahnya


'Mr boom keren banget, berani main game horror sambil matiin lampu'


'Mr! gua pertama, minta lope dong'


'Wubs1 jt liatin wajahnya bang boom! yang setuju like!'


-Catatan


Wubs \= Subs.


'Bang hantunya kayak telet-abis gak sih? yang sama like' begitulah beberapa isi komentar dengan like terbanyak


"Tch dasar bocah" Gumam Alston tersenyum tipis sambil mematikan hpnya dan menikmati pagi yang cerah dari atas pohon


Di sisi lain, terlihat seorang laki-laki dengan seragam yang sama dengan Alston baru saja turun dari bus.


"Uh.. kayaknya aku terlalu semangat sampai berangkat sekolah sepagi ini"Ucap laki-laki itu sambil berjalan santai menuju sekolah yang tak jauh dari tempatnya turun


"Wuah.. masih sepi, pak satpam nya dimana ya? hah.. harusnya aku berangkat jam 7 aja"Gumam laki-laki itu lagi yang sudah berada di depan gerbang sekolah


Akhirnya laki-laki itu duduk di bawah pohon besar di dekat gerbang, sambil mengeluarkan sebuah buku dari tas ranselnya.


"Semoga saja di sekolah ini nggak ada mereka.. aku kan juga mau punya teman.."Gumamnya sambil melihat lihat buku yang berisi banyak tulisan dengan beberapa gambar


"Hufftt.."Laki-laki itu menghela nafas panjang sebelum menutup bukunya yang di bagian foto seorang perempuan


Selama beberapa detik laki-laki itu melihat sekelilingnya dan matanya tertuju pada tempat parkir sekolah yang terdapat motor hitam milik Alston


"Itu kan! motor mahal yang jumlahnya terbatas! punya siapa ini! masa satpam? atau guru?"Ucap keras laki-laki itu sambil berlari ke arah tempat parkir sekolah


Sedangkan Alston yang masih berada di atas pohon melihat semua yang dilakukan laki-laki tadi, karena memang dia tepat berada di atas pohon tempat laki-laki itu tadi duduk.


"Bodoh. kenapa anak itu berisik sekali dari tadi"Gumam Alston sambil memegangi rambutnya yang terkena angin hingga berantakan sampai mengenai kemata


Beberapa menit kemudian sudah banyak guru dan murid lain yang datang, pak satpam juga sedang mengatur jalanan yang mulai ramai.


"Berisik banget sih, mending ke kelas aja"Gumam Alston sambil meloncat turun ke bawah hingga mengagetkan beberapa orang yang ada di dekatnya



Saat ini Alston sudah berada di kelas dengan cukup banyak anak yang sudah datang, hingga membuat ruangan kelas sangat berisik.


Alston sendiri menggunakan handset untuk mendengarkan musik dengan kakinya yang di naikkan ke atas meja.


Tak lama terdengar suara bel keras 'tringgggg!' dan datanglah 3 anak laki-laki + 1 perempuan dengan membawa beberapa barang di tangannya serta beberapa anak lainnya yang juga baru masuk.


"Semuanya diam! duduk di tempat kalian!"Ucap keras salah satu laki-laki yang beru masuk


Dan tentu saja semua anak baru yang berada dikelas langsung duduk di tempat mereka, termasuk Alston yang menurunkan kakinya dan meletakkan handset nya kedalam tas.


"Selamat pagi dan selamat datang para anak baru, perkenalkan kami adalah kakak kelas kalian"Ucapnya lagi


"Kenalin ini namanya kak Sawi dari kelas 3, terus ini kak Paul dari kelas 2, lalu dia kak Acung dari kelas 2, dan saya sendiri kak Resin dari kelas 3"Ucap laki-laki bernama Resin memperkenalkan dirinya dan temannya


-Catatan


Kak Sawi \= perempuan kelas 3


Kak Paul \= laki-laki kelas 2


Kak Acung \= laki-laki kelas 2


Kak Resin \= laki-laki kelas 3.


"Baik, pada hari pertama kalian.. kita akan saling memperkenalkan diri agar kita bisa akrab"Lanjut kak Resin


"Silahkan kalian memperkenalkan diri kalian, mulai dari barisan depan"Ucap kak Sawi mulai bicara


Akhirnya satu-persatu anak memperkenalkan diri mereka namun di pertengahan datang seorang laki-laki yang sebelumnya datang ke sokolah setelah Alston.


"Maaf! saya terlambat!"Ujar laki-laki itu menundukkan kepalanya di depan kakak kelas


"Ternyata anak bodoh itu"Batin Alston memperhatikan


"Udah gakpapa, diakan masih baru"Ujar kak Sawi kepada kak Acung pelan


"Maaf! saya tidak akan mengulanginya!"Ucap laki-laki itu lagi


"Siapa namamu?"Tanya kak Resin


"Aku.. Arlo"Jawab laki-laki yang bernama Arlo itu


"Hmm? karena kamu telat.. bagaimana jika di berikan hukuman"Ucap kak Sawi sambil menatap ke arah 3 orang didekatnya


"Bagaimana jika kau melepaskan celanamu? itu adalah hukuman yang ringan"Lanjut kak Sawi tersenyum kaku menatap Arlo


"Hah? uh, ini... apa tidak ada hukuman lain?"Tanya Arlo ragu sambil menegakkan kepalanya


"Hukuman lain? bagaimana jika melepas seluruh pakaiannya mu? atau menggunduli rambutmu?"Balas kak Acung tersenyum miring


Di saat seperti ini anak lainnya hanya diam dan mendengarkan, tidak ada satu orangpun yang berbicara. Mungkin karena mereka masih beradaptasi.


"Uh tapi in-"Ucap Arlo yang terpotong oleh suara keras seseorang


"Ini namanya pelecehan! tol*l!"Ucap Alston keras yang duduk santai di dekat jendela sambil menaikkan 2 kakinya ke atas meja


"Woy yang sopan sama kakak kelas!"Ucap kak Acung keras


"Sopan? Lo siapa memang? tol*l!"Balas Alston sambil menaikkan 1 jari tengahnya kepada kak Acung


"Kamu!"Ucap keras Acung menggeram marah


"Nama kamu siapa? kenapa baru masuk udah gak sopan sama kakak kelas."Tanya kak Sawi menatap Alston


"Tch pergi aja sana. memang lo mau lepas celana kalo lo telat? punya harga diri kagak!"Ucap Alston yang bukannya menjawab


"Aku kan cewek! lagian aku juga gak bakal telat"Jawab kak Sawi yang juga mulai marah


"Kamu! Lo mau lepas celana?"Tanya Alston beralih menunjuk ke arah Arlo


"Ngg enggak.." Jawab Arlo menggelengkan kepalanya


"Kalian harus patuh sama yang lebih tua, yang berarti kalian harus patuh sama kita. Nggak boleh membantah"Jelas kak Resin tanpa emosi


"Dah lah gua males nge bacot, nih uang 400 k. Terus kalian pergi aja, dan jangan memperpanjang masalah ini"Ucap Alston memamerkan uangnya


Bukannya Alston kehabisan kata-kata, tapi dia hanya malas banyak omong. Menurutnya.. bicara itu sangat merepotkan.


Kembali ke cerita, ketiga kakak kelas itu saling menatap dengan tatapan kepingin tapi gengsi.


"....."


"Oke baiklah, kita selesaikan disini saja"Ucap kak Resin yang matanya sudah menatap lembaran uang di tangan Alston


"Tapi Sin.."Rujuk kak Sawi tapi matanya juga sesekali menatap lembaran uang


"Udah kak, selesain sampe sini aja. Lagian kita juga yang untung"Ucap kak Acung pelan kepada kak sawi namun tetap terdengar oleh semua yang ada di kelas, mungkin karena saking sepinya


"Dasar bocah sok"Batin Alston menatap orang di depannya


"Nih ambil"Ucap Alston menyerahkan uangnya ke kak Resin yang memang paling dekat dengannya


"Baik semuanya, sebelum kami pergi. Kakak cuman mau ngasih informasi, kegiatan kalian cuman perkenalan, trus cari pemimpin kelas, dan setelah itu kalian boleh jalan jalan di sekolah sampai bel pulang siang nanti"Jelas kak Resin panjang lebar setelah menerima uang dari Alston


"Dan ini, kamu yang absen anak kelasmu"Ucap kak Resin sambil memberikan sebuah buku kepada Alston


Setelah itu, akhirnya ke empat kakak kelas itu keluar dan orang di kelas masih tetap sepi dan hanya saling menatap satu sama lain.


Sedangkan Arlo yang masih di depan pintu langsung mencari tempat duduk yang kosong, dan dia duduk tepat di belakang Alston.


"Hey bukankah kakak kelas yang tadi memang keterlaluan"Ucap salah satu perempuan memecahkan keheningan


"Masa harus lepas celana di depan kita"Lanjutnya


"Iya, aku jadi kasian sama anak yang tadi"Timpal perempuan lain sambil merilik ke arah mbek


"Dasar cewek! kalo gitu kenapa tadi kamu nggak bantuin"Ucap seorang laki-laki yang duduk di paling belakang


"Apaansih, lagian kenapa tadi Lo juga diem aja"Ucap perempuan tadi menatap laki-laki di kursi belakang


"Otak masih tadi masih low, kalo gak udah gua ajak gelut tadi"Balas laki laki itu lagi yang membuat anak lain tertawa dan saling mengobrol satu sama lain


Dan begitulah akhirnya kelas menjadi berisik dan ricuh.


"Woy! ni kalian satu persatu tulis nama disini!"Ucap keras Alston yang membuatnya di perhatikan oleh sekelas


"Cepetan jangan diem aja!"Lanjut Alston menaruh buku yang tadi di berikan kakak kelas ke atas meja


"....." Beberapa detik kemudian laki-laki yang di kursi belakang tadi berdiri dan berjalan ke arah tempat Alston sambil membawa bulpen


"Kamu tadi keren juga, siapa namamu? salken gua Delwyn"Ucap Delwyn yang sudah di dekat Alston dan sedang menulis namanya di buku


"Alvin Hendra, panggil gua Alston. Salken juga"Balas Alston dengan suara cukup keras


"Hm? oh ok. Woy cepetan ni Lo absen juga! biar cepat selesai!"Lanjut Delwyn sambil menyuruh yang lainnya absen


Dan satu persatu anak akhirnya datang dan menuliskan nama mereka masing-masing.


"Merepotkan"Gumam Alston sambil mengeluarkan hp serta handsetnya dan kemudian memasangnya untuk mendengarkan musik sembari menunggu yang lain menuliskan nama


Sedangkan di kursi belakang Alston, Arlo sedari tadi memandangi punggung Alston dengan wajah ragu.


"Bagaimana cara berterima kasih dengannya ya.."Gumam Arlo pelan terus menerus


Terimakasih telah membaca