
Hari sudah semakin malam Steve dan Tony masih saja terbangun, mereka tidak bisa tidur. Entah apa yang terjadi pada kedua pria ini, sejak mendengar kata-kata 'banyak serigala yang muncul malam ini'. Mereka ketakutan.
Tony sedang memandang gelapnya langit malam, ia suka langit malam. Langit malam baginya sangat indah dan ia selalu merasa tenang jika melihat indahnya langit malam. Ditambah lagi, ada Steve disisinya.
Mungkin Tony belum menyadari kalau dia diam-diam memendam perasaan kepada Steve. Perasaan yang sudah lama tidak ia rasakan, Perasaan cinta.
"Lo ga tidur?" tanya Steve pada Tony yang sedang melamun sembari menatap langit.
"Engga bisa tidur," ucap Tony
"Tenang aja, gue bakalan jagain elo," ucap Steve.
"Maksud lo apaan? Lo ngira gue penakut gitu? Enak aja, gue orang nya pemberani kok," Tony termasuk orang yang memiliki tingkat gengsi tinggi. Ia tidak mau terlihat penakut, apalagi di depan Steve.
"yee siapa bilang elo penakut, gue kan cuma mau ngelindungin elo aja," jawab Steve
Pipi Tony memerah, ia tidak mau memandang Steve. Steve tertawa melihat Tony. Menurutnya pria ini sangat imut saat pipinya memerah.
"Udah tidur sini," Steve menepuk kaki nya menyuruh Tony tidur dikaki Steve.
Tony menurut ia segera menaruh kepalanya di kaki Steve. Steve bernyanyi kecil untuk membuat Tony tertidur.
say you'll remember me, standing in the nice dress staring at the sunset babe, red lips and rosy cheeks say you'll see me again even is it just in your wildest dream
Tony menikmati suara indah milik Steve, ia sangat menyukai suaranya. Kebetulan lagu yang dinyanyikan Steve adalah salah satu lagu favorite Tony.
Steve terus bernyanyi hingga Tony tertidur. Setelah pria itu tertidur ia membisikan sesuatu, suaranya hampir tidak kedengaran.
"Good Night, I love you," ya Steve tau Tony tidak mungkin mau dengan pria seperti nya. Jadi ia hanya mengucapan kata i love you saat dia tertidur dengan suara yang kecil.
Ia mungkin tersenyum, tapi jauh didalam hatinya ia merasa sedih. Karena ia tau, Tony tidak akan pernah memiliki perasaan untuknya. Steve hanya bisa mencintai Tony di dalam diam dan menunggu balasan cinta itu.
5 Jam kemudian Tony terbangun, ia melihat Steve yang berusaha untuk tidak tidur demi menjaga Tony. Melihat itu, hati Tony tidak tega.
"Steve lo tidur aja, biar gue yang jaga," ucap Tony.
"Gausah, bentar lagi pagi kok," Steve tidak ingin Tony kelelahan karena berjaga malam, maka itu ia menolak permintaan Tony untuk giliran dengannya.
"Engga! Pokoknya gue gamau tau! Lo tidur atau gue tinggalin," ancam Tony.
"Iya iya gue tidur," Steve akhirnya tertidur
Tony lagi-lagi tidak bisa melepaskan pandangannya dari wajah tampan Steve yang sedang tertidur. Dunia Tony seakan berubah setiap ia melihat wajah pria yang sedang tidur di kakinya itu.
Terkadang Tony ingin mengetahui bagaimana perasaan Steve untuk dirinya, tapi ia tak yakin ia bisa mengetahui bagaimana perasaan Steve untuknya.
kenapa Steve berusaha melindunginya? Kenapa Steve selalu perhatian dan rela berkorban untuknya? 2 Pertanyaan itu yang terus terusan terpikir dibenaknya, 2 pertanyaan itu yang terus terusan membuat Tony penasaran.
Lagi-lagi ciuman yang diberikan Steve pada bibirnya tadi, kembali terbayang dipikiran Tony. Tony sungguh menyukai ciuman itu.
Pagi pun tiba, Steve sudah terbangun dari tidurnya. Tony menyambut Steve dengan senyuman manis miliknya, dan senyuman itu cukup membuat Steve tidak mengalihkan pandangannya dari Tony.
Secara tidak sengaja Tony menyenggol tas nya, dan sebuah foto terjatuh dari tasnya itu. Ia mengambil foto itu, mendadak raut wajahnya yang senang berubah menjadi raut wajah sedih.
Steve menyadari itu, ia segera bertanya pada Tony.
"Lo kenapa sedih?" Tanya Steve
"Engga, gue gapapa," jawab Tony.
Secara tidak sengaja Steve melihat foto itu, dan foto itu adalah foto seorang gadis cantik berambut blonde sedang tersenyum.
"Itu siapa?" Tanya Steve.
"Pacar gue,"
DEG! Hati Steve seakan tertusuk jarum yang tajam. Sakit, itu yang ia rasakan sekarang. Ia tidak mengira kalau ternyata pria yang ia sukai itu memiliki pacar.
Selama ini ia mengira Tony memiliki perasaan yang sama dengannya, tapi itu semua hanyalah sebuah kebohongan. Kebohongan yang tidak ia sadari sebelumnya.
Steve memang membenci Tony dari awal mereka bertemu. Setelah hari demi hari mereka lewati bersama, perasaan itu kian pudar dan tergantikan oleh perasaan suka.
Tapi sekarang, perasaan suka itu harus ia lupakan. Steve tidak akan bisa memiliki Tony. Tidak akan pernah.
"Gue udah satu tahun pacaran sama dia, saat kami ingin memasuki 2 tahun pacaran. Ia harus pindah ke luar negeri, jadi kami LDR. Gue sempat lama ga memikirkan dia. Tapi setelah gue liat gambar ini, lagi-lagi gue kembali memikirkan dirinya, dan ya. Gue rindu sama dia," ujar Tony.
Steve hanya bisa tersenyum hambar mendengar ucapan Tony lalu ia menggenggam tangan Tony.
"Tony, gue ingin mengakui sesuatu," ucap Steve.
"Hah? Maksud lo?" Tony mulai bingung dengan respon Steve.
"Jujur, gue cinta sama lo. Maaf kalo gue lancang cinta sama lo, ga seharusnya gue memiliki perasaan ini, lo udah ada yang punya. Hanya saja, gue ga bisa menahan perasaan ini," ucap Steve pelan ia menahan air mata nya yang bisa saja lolos keluar.
"Steve maaf, " Tony tidak tau harus menjawab apa lagi. Ia yakin, Steve pasti sangat tersakiti mendengar dirinya mengatakan kalau ia sangat merindukan Pepper.
"Tidak apa-apa Tony. Yang terpenting lo bahagia sama Pepper, terus lah berjuang untuknya, gue pergi bentar ya," Steve segera meninggalkan Tony.
Perasaan bersalah mulai menghantui Tony, Steve pasti benar-benar tersakiti sekarang. Ia benar-benar pria yang bodoh, tunggu. Ada apa dengan nya? Kenapa dia merasa bersalah? Bukankah memang Pepper yang ia cintai dari awal? Kenapa ia harus merasa bersalah?
Tony benar-benar tidak mengerti dengan hatinya. Sebenarnya, Untuk siapakah hatinya? Pepper atau Steve?
**okee nextt gaess maap Gajeee. maklum penulis pemula, semoga kalean suka yaa.
btw fans nya Capt ku minta maaf telah menyakiti idola kalean :( aku juga gatega sebenarnyaa. tapi mau gimana lagi :((
ily 3000**