
Steve dan Tony segera berjalan menuju ke rumah Steve. Mereka berencana untuk menemui sahabat-sahabat mereka yang ditinggalkan mereka disana. 10 menit berjalan, mereka sampai dirumah sederhana dengan cat cokelat. Rumah Steve, rumah Steve memang sederhana dan tidak terlalu besar karena Steve bukanlah orang kaya.
Mereka berjalan ke taman belakang rumah Steve, dan ya sahabat-sahabat mereka masih ada disana.
"Hai guys!" Sam yang melihat wajah Steve gembira benar-benar merasa aneh.
Tony mulai mendekatkan dirinya kepada Steve lalu menggandeng tangan Steve dan ia menaruh kepala nya di pundak Steve sebentar.
Sahabat-sahabat Tony dan Steve aneh melihat hal itu.
"Lo ada apaan sih Steve? Mendadak hepi gitu," tanya Scott.
"Ada apa ya," goda Steve seraya mengecup pipi Tony.
"Wait wait! ANJIRR!!! lo berdua JADIANNN???" Kaget Loki.
"Gausah ngegas bos," ucap Tony.
"Asikk!! Makan makan kitaa!!" Thor yang hobi makan tampak sangat senang. Tapi tidak dengan Strange, ia tampak kesal dengan hal itu.
Jelas saja, Strange masih menyimpan perasaannya dengan Tony. Strange tidak seperti Steve yang mau berkorban demi kebahagiaan Tony. Jika Strange menyukai Tony, maka ia akan melakukan hal apapun untuk mendapatkan Tony.
Ia berjanji pada dirinya sendiri kalau ia pasti akan menghancurkan hubungan Steve dan Tony. Untuk saat ini Strange tidak akan bertindak apa-apa, mungkin di hari kedepan ia akan melakukan sesuatu.
"Kalian jadian, bentar lagi gue yang jadian," ucap Sam.
"Jadian sama siapa? Elo kan jomblo abadi Sam," ledek Wade.
"Anjir jomblo abadi," Peter tertawa mendengar kata-kata itu.
"Jadian sama Bucky lah, ya ga Buck?" Bucky terkejut, ia langsung salting dan pipinya memerah.
Sejak Sam menenangkan Bucky saat perkemahan waktu itu. Bucky mulai merasakan perasaan yang bahkan belum pernah ia rasakan sebelumnya, cinta. Ia tidak pernah jatuh cinta sampai seperti ini.
"Kode kode bertebaran gaes," ledek Clint.
"Makan enak lagi nih," Thor yang hobi makan langsung menimpali perkataan Clint.
Sahabat-sahabat nya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sahabatnya yang hobi makan itu. Loki menatap Thor sebentar lalu tersenyum.
"Kalo mau makan makan ayolah, kita ke restoran dekat sini, ada restoran Clinx, makanannya enak dan harganya ga mahal mahal banget," ujar Tony.
"Aseek, besok aja. Besok kan libur," ucap Loki.
"Okee, eh kita pulang duluan ya Tones, kalian berduaan aja lah dulu," ucap Bucky.
"Sipp," sahabat-sahabat Steve dan Tony segera pergi meninggalkan kedua orang yang baru saja jadian.
Steve dan Tony kini sedang duduk di kursi taman, Tony menggandeng lengan Steve lalu menyenderkan kepalanya ke pundak Steve. Steve sesekali mengelus kepala Tony lalu mengecup kepala Tony.
Pria itu menerima kecupan Steve dengan senyuman manis. Steve sangat mencintai pria yang ada disampingnya itu.
Angin sudah mulai bertiup kencang, mereka masih saja duduk di taman menikmati waktu berdua. Steve tidak pernah menyangka, cinta nya yang tak terbalaskan kini sudah terbalaskan. Steve sudah mendapat kesempatan ini, kesempatan untuk lebih mencintai Tony dan Steve tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini.
Tak lama kemudian hujan rintik-rintik mulai turun, hujan rintik-rintik itu berganti menjadi hujan yang deras.
Dalam beberapa menit mereka kehabisan nafas dan melepaskan ciuman itu. Kedua pria itu segera masuk ke rumah.
***
Sam dan Bucky sedang duduk di ruang tamu Bucky, awalnya mereka dan sahabat-sahabat yang lainnya ingin pergi ke mall, tapi Sam dan Bucky, mereka memutuskan untuk pergi ke rumah Bucky.
Mereka ingin mengobrol berdua, sejak di perkemahan Sam dan Bucky jadi sangat dekat dan tidak bisa terpisahkan. Mereka seperti perangko dan amplopnya tidak bisa lepas.
"Cepat banget itu si Tony sama Steve jadian, perasaan dulu Tony itu benci banget dah sama Steve. Lo ingat ga waktu di kelas? Tony gamau nyapa Steve kan?" Tanya Bucky yang membuka pembicaraan.
"Itulah mengapa cinta sangat kuat. Ia mampu mengalahkan benci," ucap Sam.
"Tapi terkadang cinta yang kuat tidak berarti cinta bisa selalu kuat. Ada kalanya cinta menjadi lemah, apabila dia merasa kecewa," ucap Bucky.
Mendorong Bucky pelan lalu tertawa tiba-tiba. Bucky aneh melihat Sam yang seperti itu.
"Lo kenapa? Lupa minum obat?" Tanya Bucky.
"Iya gue kalo udah liat lo langsung lupa minum obat, soalnya lo terlalu indah," gombal Sam.
"Apaan coba? Ga nyambung banget lo ngegombal," ucap Bucky.
"Gue ga gombal cuma muji," ucap Sam.
"Iyain deh biar Sam senang," jawab Bucky.
Sam tertawa, lalu menatap Bucky. Bucky yang merasa Sam menatap nya mendadak merasa gugup, jantung nya berdegup kencang. Tatapan Sam benar-benar membuat Bucky nyaris tak sadarkan diri alias terhipnotis.
"Buck, gue suka sama lo," ucap Sam.
Bucky terkejut mendengar pernyataan Sam. Sam menyukainya? Itu artinya cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
"Gu..gue juga suka sama lo," ucap Bucky.
"Benarkah?" Sam juga tak kalah kaget mendengar ucapan Bucky.
"Ya," Sam langsung mencium bibir Bucky, Bucky terkejut dengan perlakuan Sam. Tak lama kemudian Bucky membalas ciuman Sam. Mereka, berciuman sampai kehabisan nafas.
Lalu mereka melepas ciuman itu dan ya sudah ada 2 pasangan yang dipersatukan dengan 2 cara yang berbeda. Yang satu lewat kebencian dan yang satu lewat pertemuan yang singkat.
Sam Bucky, Steve Tony. 4 orang yang dipertemukan untuk sama sama saling melengkapi satu sama lain. Ini bukan suatu kebetulan.
"I love you, Sam," ucap Bucky.
"I love you to winter," ucap Sam.
SKIP: Keesokan paginya.
Steve sedang bersiap-siap, ia berencana untuk menjeput Tony, Sam dan Bucky. Mereka akan pergi makan di restoran Clinx, untuk merayakan hari jadiannya Steve dan Tony. Lalu apakah Steve dan Tony sudah mengetahui tentang hubungan Sam dan Bucky? Belum, mereka belum tau. Tapi mereka pasti akan segera tau.
Steve segera menjalankan mobilnya menuju rumah Tony. 15 menit kemudian, ia sampai di rumah Tony, rumah Tony sangatlah besar. Bisa dibilang Tony adalah orang kaya, Steve tidak terkejut. Karena ia tau Tony adalah anak pemilik perusahaan Stark Industries Perusahaan yang besar dan terkenal.
Wajar saja kalau Tony memiliki rumah yang besar bak istana. Terkadang Steve iri dengan pacarnya itu, dia memiliki rumah bak istana, barang-barang mahal. Tapi Steve berusaha untuk merubah sifat iri nya itu.