He's mine

He's mine
Part 2



Jam istirahat pun dimulai, Tony dan Bucky keluar fakultas dan menunggu didepan fakultas sastra inggris, disana sudah ada Strange tapi tidak ada Natasha.


Sedikit aneh, Strange dan Natasha satu fakultas harusnya Strange bersama Natasha. Tapi kali ini Strange sendirian. 5 menit kemudian, Natasha keluar dengan Clint. Natasha tampak akrab dengan Clint.


Ada apa dengan Natasha? Yang Tony tau, Natasha pernah disakiti oleh Clint dan sejak saat itu Natasha benar-benar menjauhi Clint.  Tapi entah kenapa Clint kembali lagi dengan Natasha.


Kalau Natasha ingin kembali lagi dengan Clint, Natasha benar-benar bodoh mau kembali kepada orang yang menyakitinya.


"Hai guys! Hari ini bolehkan Clint sama Peter makan bareng kita?" Tanya Natasha.


"Peter tidak masalah, tapi kalau Clint gue gamau!" Thor satu-satunya orang yang asal ceplos kalau ngomong mengatakan itu.


"Lo kenapa sih Thor? Clint kan baik?" Natasha tampak tidak terima. Jelas saja Thor tidak mau ada Clint, karena Clint selain menyakiti Natasha ia juga pernah memicu pertengkaran diantar a mereka.


"Dia udah nyakitin elo dan dia udah  pernah memicu pertengkaran diantara kita! Gue gamau!" Thor  termasuk orang yang keras kepala, jadi susah jika ingin berdebat dengan dia.


"Dia udah berubah! Thor!" Thor mendengus kesal. Tony yang percaya akan perubahan Clint mengangguk.


"Gapapa lah mungkin emang dia udah berubah," jawab Tony.


Akhirnya Thor mengalah, dan ia membiarkan Clint bergabung, lalu tak lama kemudian muncullah Peter.


Mereka segera pergi membeli makanan, hingga tiba-tiba Steve lewat tapi ia tidak sendiri ia bersama Sam, Loki dari fakultas Kedokteran, Scott dari jurusan kimia, Pietro Fakultas hukum, dan ternyata ada Bruce juga.


Pantas saja Natasha tadi tidak melihat Bruce. Ia sedang bersama Steve, Sam, Loki dan Pietro.


Tony yang masih tidak terima perlakuan Steve tadi segera menghalangi Steve. Sahabat-sahabatnya mengikuti dirinya.


"Heh Steve!" Bentak Tony.


Steve memandang Tony dengan tatapan dingin.


"Mau apa lo?" Tanya Steve.


"Lo belum minta maaf! Lo tadi nabrak gue!" Kesal Tony.


"Apaan sih? Orang jelas-jelas tadi elo yang galiat! Kok jadi gue yang minta maaf!" Balas Steve.


Sahabat-sahabat Steve merasa heran dengan perdebatan Steve dan Tony. Mereka tidak tau apa yang terjadi diantara mereka. Sahabat-sahabat Steve hanya melihat kejadian itu sambil mencoba mengerti.


"Yang nabrak elo! Gue lihat jalan kok! Elo tuh yang galiat! Mata lo ditaruh dinana hah! Mahasiswa baru kok belagu banget cih!" Bentak Tony.


"Terserah! Mulut-mulut gue! Apa urusan nya sama lo!" Steve mendorong Tony keras. Tony hampir membalas dorongan Steve, kalau saja Natasha tidak menghentikannya akan terjadi pertengkaran disitu.


"Udah ah! Gausah diterusin lagi! Masalah kecil aja mau dibesar-besarin!" Tony menatap tajam Steve seakan mengatakan awas aja lo, Tony cs segera pergi dari sana.


Teman-teman Steve seakan tidak mengerti apa yang terjadi mereka tidak berkomentar apa-apa lalu mereka segera pergi.


15 menit kemudian, waktu istirahat selesai semua maha siswa sudah kembali ke fakultas mereka masing-masing. Dosen masuk ke kelas


"Hari ini saya akan memberikan tugas ke kalian, tugas nya dilakukan perkelompok, kalian buat benda atau makanan apapun tapi harus bahan yang berasal dari hutan, jadi besok pagi kita akan ke hutan dan mencari bahan-bahan yang ada di hutan. Diharapkan membawa pakaian, dan stok makanan karena kita kemungkinan akan berkemah disana," ucap sang Dosen.


Semua mahasiswa mulai membicarakan tugas itu ada yang mengeluh karena tugas itu menurut mereka tugas yang sulit. Tapi ada juga yang senang karena bisa menjelajah alam.


"Kelompoknya Steve dan Tony, Sam dan Bucky," Tony menampakan wajah kesal, tentu saja ia kesal dikelompokan dengan orang yang ia benci. Steve juga tampak tidak terima sekelompok dengan Tony.


2 jam kemudian kuliah selesai, Tony keluar dari fakultas nya dengan wajah yang cukup kesal, tentu saja kesal karena ia akan bekerja sama dengan Steve Rogers! Pria yang menyebalkan, atau lebih tepatnya lagi pria yang ia benci.


Natasha, Thor, Strange yang melihat Tony seperti itu menjadi heran. Tak biasanya Tony keluar fakultas dengan wajah yang kesal.


"Lu kenapa coba ton? Muka lo kesel banget keliatannya," Tanya Strange.


"Gimana gue ga kesel sih Strange! Masa iya gue ada tugas sekelompoknya sama Steve! Ditambah lagi tugasnya itu suruh buat produk dari bahan-bahan yang berasal dari hutan dan kami sudah pasti menginap disana, karena kami sekelompok pasti kami disuruh satu tenda!" Tony mengomel-ngomel sedari tadi.


"Kasihan amat lu ton," ledek Thor.


"Emang," Tony segera masuk ke mobil, Bucky mengikuti Tony. Strange hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku sahabatnya yang satu itu.


Tony segera melajukan mobilnya, Strange segera menaiki motornya dan pulang. Sedangkan Thor, ia mengantar Natasha dulu ke perpustakaan.


Tak lama kemudian Tony sampai di rumahnya, Bucky memang ingin mampir dulu di rumah Tony. Sekedar mengobrol dengannya.


Tony masuk kamar dan diikuti Bucky, Tony masuk ke kamar mandi dan berganti pakaian, setelah itu ia kembali menghampiri Bucky.


"Jadi lo mau buat apa?" Tanya Bucky.


"ga tau!" Ya hanya dua kata lima huruf yang diucapkan Tony. Ia terlalu kesal memikirkan tugas kelompoknya bersama Steve.


Bucky tidak melanjutkan bicaranya lagi, karena ia tau kalau Tony sedang kesal Tony tidak bisa diajak bicara. Respon yang akan ia berikan pasti hanya berupa ocehan.


Bucky tidak mau mendengar ocehan dari Tony.


Tony mulai mengambil laptop nya, ia mulai membuka internet untuk mencari barang yang akan ia buat. Akhirnya ia menemukan anyaman yang terbuat dari rotan.


"Hei Buck, gimana menurut lo kalo gue buat anyaman ini?" Tanya Tony meminta pendapat dari sahabatnya itu.


"Boleh," jawab Bucky.


Tony segera mencari cara membuat kerajinan itu.


***


Hari pencarian bahan bahan dihutan pun sampai. Tony sedang berada di universitasnya menunggu kedatangan pasangan tugasnya Steve. Setelah 10 menit menunggu Steve pun datang.


Mereka sama sekali tidak menyapa satu sama lain. Tony tau jika ia tidak mengobrol dengan Steve bagaimana bisa ia mengerjakan tugas itu bersama dengan Steve? Akhirnya Tony membuka pembicaraan.


"Lo udah dapat ide mau buat apa?" Tony pikir Steve akan menjawab pertanyaannya dengan kata-kata yang akan memicu pertengkaran diantara mereka. Tapi ternyata tidak, justru Steve menjawab dengan lembut.


"Belum, lo gimana?" Tony heran apa yang terjadi dengan Steve, ia ingat betul dari kemarin Steve selalu mengajak dirinya bertengkar tumben sekali Steve tidak mengajak dirinya bertengkar.


"Gue sih udah ada ide, ini liat aja," Tony memberikan gambar produk anyaman yang ia rencanakan kepada Steve.


"Pake rotan?" Tanya Steve.


"Menurut lo?" Steve mengangguk, Steve benar-benar aneh. Kenapa ia tidak membalas ucapan Tony. Biasanya ia selalu membalas ucapan Tony.


"Bagus sih," ucap Steve.


Tony tidak membalas perkataan Steve ia menatap Steve. Jantungnya berdegup kencang saat melihat mata Steve yang indah.