
Steve segera memarkirkan mobilnya di garasi Tony yang besar lalu keluar dari mobil tersebut dan berjalan menuju pintu rumah Tony yang terbuat dari kaca, ia segera mengetuk pintu itu. Seorang gadis cantik berambut cokelat panjang, berbaju kaos biru dan celana panjang hitam.
Wajah gadis itu sangat mirip dengan Tony, gadis itu membuka pintu dan terlihat kebingungan di wajahnya.
"Maaf, mau cari siapa ya?" Tanya gadis itu.
"Tony nya ada?" Sebelum gadis itu menjawab Tony sudah muncul disana, ia menggunakan hoodie jumper hitam dengan celana panjang hitam. Mereka, Steve dan Tony memang janjian menggunakan hoodie jumper hitam dan celana panjang hitam.
Sebenarnya itu adalah ide Tony, awalnya Steve tidak setuju. Karena baginya hal seperti itu sangatlah berlebihan, tapi ia tidak tega menolak ide Tony. Akhirnya ia menyetujuinya.
Steve tidak menyangka pacarnya itu sangat tampan dengan hoodie jumper hitam nya. Pria itu terdiam melihat Tony, ia terpana dengan ketampanan pacar nya itu.
"Hai senjaku," sapa Tony.
Mendengar kata 'senjaku' gadis tadi langsung tertawa terbahak-bahak. Tony yang melihat itu menatap gadis itu dengan tatapan membunuh tapi gadis itu tidak berhenti tertawa juga.
Steve yang tadi terpana dengan penampilan Tony kini juga dilanda kebingungan, gadis itu benar-benar aneh.
"Senjaku? astaga baru tau gue lo lebay pake banget," tawa gadis itu.
"Heh gausah bacot lu Wand! Sirik ae!" Balas Tony.
Wanda, nama gadis itu adalah Wanda. Steve seperti pernah mendengar nama itu, tapi ia lupa dimana ia mendengar nama itu dibicarakan.
"Steve, maafin adek aku ya. Dia emang gatau malu," ucap Tony.
Ternyata Wanda adalah adik Tony, pantas saja mereka sangat mirip. Tapi jujur Steve akui sifat mereka benar-benar bertolak belakang.
Wanda orang yang sopan, sedangkan Tony adalah orang yang asal ceplos. Tapi mau bagaimanapun sifat Tony, Steve selalu menerima Tony apa adanya. Karena ia sendiripun tau, tiap orang berbeda-beda dan tidak ada satupun orang yang tidak memiliki sifat buruk.
"Lo jaga rumah,gue pergi dulu bye!"pamit Tony.
"Iya iya, bungkusin makanan awas engga ya!" Ancam Wanda.
"Ogah, ayo Steve," Tony segera menggandeng tangan Steve. Steve tersenyum melihat Wanda dan Wanda tersenyum balik.
"Gausah senyumin pacar gue! Nanti lo naksir lagi!" Ucap Tony.
"Yee gue masih kecil masih mau ngejer cita-cita, udah sana pergii," Tony segera pergi bersama Steve. Steve tertawa kecil melihat kelakuan pacarnya dan adiknya itu.
Tony ternyata punya sisi anak kecilnya, tapi Steve suka itu. Menurutnya sisi anak kecil Tony sangatlah menggemaskan. Saat mereka hendak sampai di mobil. Tanpa izin, Steve mengecup pipi Tony. Tony terkejut karena merasa ada yang mengecup pipinya.
Setelah ia tau itu Steve, Tony tersenyum kecil. Steve mulai menjalankan mobilnya itu.
Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah restoran yang tidak terlalu besar tapi bisa dibilang makanannya bintang lima mahal dan enak. Disana sudah ada Bucky dan Sam. Kedua pasangan yang baru saja jadian itu melangkahkan kakinya menuju Sam dan Bucky yang sedang mengobrol itu.
"Hai guys," sapa Steve.
"Pasangan nya udah datang nih," ledek Bucky.
"Lah ga ngaca anda bukannya juga udah taken sama Sam?"
Pipi Bucky dan Sam memerah mereka terkejut bagaimana bisa Tony mengetahui kalau mereka jadian. Seingat Bucky ia tidak pernah bercerita pada Tony ataupun Steve. Begitupun juga Sam ia tidak pernah bercerita pada kedua orang itu.
"Lo tau dari mana?" Tanya Bucky.
"Ada deh,"
Tony menatap Steve lalu Steve tersenyum menggoda. Sam dan Bucky mengernyitkan dahinya bingung dengan respon pasangan yang ada didepanya itu.
Ditengah perbincangan mereka, sahabat-sahabat Tony dan Steve yang lain datang. Mereka segera masuk ke restoran itu, ternyata Tony sudah menyiapkan meja untuk mereka.
Semua sahabat Tony dan Steve datang, tapi ada seseorang yang tidak datang. Yup, tidak ada tanda-tanda Strange. Natasha mulai khawatir, bisa saja Strange melakukan sesuatu yang bisa membuat hubungan Steve dan Tony hancur. Ia tau betul sifat sahabatnya itu, ia tidak akan tinggal diam jika ada yang mendekati atau memiliki Tony.
"Pada mau pesan apa?" Tanya Tony.
"Pesan yang mahal aja," ujar Thor.
"Anjir! lo pikir gue bayar pake daun? " jawab Tony.
"Lah iya lah bayar pake daun, dulu kan kalo mau bayar benda harus barter. Jadi ibaratnya ini kek barter makanan sama daun," jawab Scott dengan teori yang sangat tidak masuk akal.
"Bukan sahabat gue,"
3 kata simple yang sekali nusuk sakitnya kebangetan.
"Jahat," ujar Scott menggunakan nada manja.
Clint yang mendengar itu mendadak menjadi gemas, ingin rasanya ia mengecup pipi Scott. Sudah lama Clint menyukai Scott, dulu dia memang pernah pacaran dengan Natasha.
Tapi hubungan mereka tidak berjalan lancar, Clint menyakiti hati Natasha. Hingga akhirnya Natasha meminta putus dengannya. Setelah mereka putus, Clint dan Natasha tidak pernah berbicara lagi.
Setelah 1 bulan putus dengan Natasha, Clint menjadi dekat dengan Scott. Dan ya, Clint mulai memendam perasaan pada Scott sampai sekarang ia masih menyukai Scott.
"Woi, cepet mau pesen ga?" Tanya Tony.
"Iya iya sabar Ton sabar," kesal Loki.
Thor tertawa melihat Loki kesal, ia sangat lucu kalau sedang kesal. Tunggu dulu? Ada apa dengan Thor? Kenapa ia seperti ini, apakah ia mencintai Loki? Mungkin saja ya, karena yang seperti kita tau, Thor adalah seorang playboy.
Tak lama kemudian, mereka memesan makanan mereka masing-masing. Sambil menunggu makanan datang,mereka mengobrol bersama. Banyak sekali topik yang mereka bahas, mulai dari membicarakan dosen sampai mengobrol hal yang tidak penting.
Obrolan mereka juga diselingi dengan lawakan yang diberikan Thor. Mereka semakin dekat sekarang, 40 menit kemudian makanan mereka datang lalu mereka langsung memakan makanan mereka.
"Moonlight, ini enak lho, cobain deh," ucap Steve.
"Oke,"
Saat Tony hendak menyoba makanan Steve, Steve menghentikan Tony. Tentu saja ia bingung, kenapa pria itu menghentikannya padahal ia yang menyuruh dirinya mencobanya.
"Harus aku yang suap," ucap Steve.
"Gausah, aku udah besar," tolak Tony halus.
"Gamau tau,"
Steve segera menyuapi makanannya ke mulut Tony. Tony menatap Steve, lalu tersenyum bahagia, Steve benar-benar romantis.
"Iya, suap-suapan aja terus, ingat tempat woii, disini banyak yang jomblo," komentar Peter.
"Gaboleh kalah nih kita babe," ujar Sam.
"Whatt?? Anjayyy!!!! Lu berdua jadian!!! Sejak kapan?? Beuh parahhh ga cerita," Timpal Thor.
"Gausah ngegas njir," ucap Bucky.
"Aseek makan lagiii," komentar Thor.
"Cepat banget kalian sumpah, gue sama Natasha aja belum jadian, lo pada udah duluan,"
Mendengar perkataan itu pipi Natasha mendadak merah, ia langsung senyum-senyum sendiri.